ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Melepaskan (S2)


__ADS_3

"Tumben-tumbenan, kamu duduk di sini Elvina. Biasanya,kemana kai duduk di kantin. Kamu selalu, menghampirinya. Walaupun, beberapa kali di usir oleh Kai. Ck,kasian banget. Atau jangan-jangan,kamu berubah pikiran? Karena,kamu hanyalah benalu di mata Kai". Ejek Cantika,duduk di samping Elvina.


"Apaan sih,serah akulah. Mau duduk dimana,aku sudah ikhlas untuk melepaskan kai. Ambil aja sono,si Kai". Sungut Elvina,tanpa ba-bi-bu lagi.


Kai,hanya terdiam dan menghentikan suapannya. Saat mendengar ucapan Elvina,entah kenapa nafsu makannya tiba-tiba hilang. Ia langsung beranjak pergi dan melewati meja Elvina.


Aroma parfum Kai, menusuk ke hidung Elvina. Sabar Elvina,kamu harus menghindar dari Kai. Setidaknya,sudah cukup mengejar pria seperti dia. Batin Elvina, ia terdiam.


Pakkkk...


Cantika, menepuk pundak Elvina dan membuyarkan lamunannya. "Kenapa diam? Bengong saja, kejar sana. Atau jangan-jangan,kamu tidak sanggup lagi mendengar cibiran orang-orang lain. Aduhhh... akhirnya,kamu sadar diri dong. Karena sudah merendahkan harga diri,makanya Kai ilfil sama lo".


Elvina,hanya menyungging senyumannya. "Terserah,mau lo bilang apa. Sana,gihhh.... ganggu aja". Usirnya,namun Cantika tak menghiraukan perkataan Elvina.


"Kalau Kai,milikku. Awas lo, jangan iri dan jangan nangis-nangis di pojokan". Cantika, mencoba memanasi perasaan Elvina.


Namun Elvina, hanya menyungging senyumannya. Seandainya, aku memberitahu kalau Kai pernah ke rumahku. Aduhhh...gimana yah, jangan-jangan jantungan. Batin Elvina. Tapi,dia menyimpan rahasia ini. Untuk apa bilang-bilang sama mereka, toh.... mereka gak bakalan percaya. "Ambil saja". Jawabnya dengan santai.


Cantika,yang sudah berdiri. "Baiklah,aku mau nyusul yayang Kai". Ia melambaikan tangannya dan Elvina hanya menjulurkan lidahnya saja.


Dengan pedenya, Cantika menghampiri kai di perpustakaan. Ia sengaja mengambil buku dan duduk di sebrang meja Kai. "Kai, kau tahu? Elvina, sudah tidak ingin mengejar-ngejar dirimu dan mengganggumu lagi. Mungkin saja,dia menyerah karena cibiran orang-orang lain mungkin. Kai,malam ini datang yah. Masa gak datang, acara ulangtahun ku". Cantika, menyentuh tangan Kai.


Kai, langsung menepis tangan tersebut dan menatap tajam ke Cantika. Tiba-tiba saja, Cantika merasa ngeri melihat tatapan tajamnya. "Kai,jangan marah. Maaf,bukan maksud ku menyentuh tangan mu". Aduhhh.. sepertinya,Kai marah denganku.


"Hai...kai". Alayya, tiba-tiba datang dan duduk di samping Kai. Tentu saja Cantika, menatap kesal kepada kakak kelasnya.


Kai, hanya menghembuskan nafas beratnya. Karena dia,merasa risih dengan merek. "Aku pergi". Ucap Kai, beranjak berdiri.


Saat keluar perpustakaan,Kai melihat Elvina sedang bernyanyi dengan seorang pria tengah bermain gitar. Tepatnya,di bawah pohon. Suasana terlihat nyaman dans sejuk, Kai yang menatap dari kejauhan. Entah kenapa,dia merasa kesal dan mengepalkan kedua tangannya.


Ck,ad hubungan apa mereka. Perempuan, memanglah seperti itu. Suka sekali, gonta-ganti incarannya. Batin Kai,sambil berjalan ke arah kelas.


Baru saja di depan pintu,kelas. Dia sudah cegat,oleh Alesha. "mana uang kas sekolah,". Alesha, mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Besok,uangnya habis. Pakai kartu bisa,di gesek". Jawab Kai.


"Hahahah... tidak,ini sudah dua hari Kai. Diluar sana,ada mesin ATM gesek sana". Pinta Alesha,tanpa memperdulikan tatapan Kai.


"Pinjam uang mu,dulu. Besok bakalan aku ganti. Dua kali lipat,deh...aku lupa tadi". Jawabnya Kai.


"Kebiasaan deh". Gerutu Alesha,yang melihat Kai melongos melewatinya. Karena jahil, Alesha langsung menghalangi kakinya.


Sehingga tubuh Kai, goyah dan jatuh. Karena kelicikannya,kai tak lupa menarik lengan Alesha. Sehingga, mereka jatuh berdua ke lantai.


"Aaaakkhhh....!!!!". Pekik Alesha,dan....


Bruuuukkk.....


Kai dan Alesha, jatuh ke lantai. membuat Alesha, meringis kesakitan.


"Auuuu.... sssshhhttt.... sakit sekali,kurang ajar. Kaiiiiii...". Beberapa kali pukulan,yang di daratkan oleh Alesha.


Hap.....


"Ciiiyeeeee... ngapain kalian,di lantai". Ucap murid lainnya,yang tiba-tiba melihat adegan mereka.


"Gak ada,kami cuman jatuh kok". Jawab Alesha, langsung berdiri dan membenarkan bajunya. Duhhh...kenapa jantungku berdegup kencang, sial...jangan terpesona dengan Kai,kau harus waras Alesha.


Kai,hanya tersenyum dan duduk di kursinya. Walaupun, tatapan Alesha sulit di artikan.


Saat pulang sekolah, tiba-tiba hujan sangat deras. Elvina, duduk di halte bus sekolahan. Karena sang sopir,tidak bisa datang karena ban mobil bocor. Ponselnya,juga tidak di bawa. Terpaksalah,dia menunggu bus datang.


"Dingin banget,mana gak ada orang" gumam Elvina,ia mengusap-usap tangannya karena kedinginan.


Beberapa menit kemudian, kebetulan Kai langsung membuka kaca mobil meminta Elvina masuk ke dalam mobilnya.


Karena gengsi dan ingin melupakan. Tentu berat bagi Elvian,di menghiraukan ajakan Kai.

__ADS_1


Tak memperdulikan hujan,Kai keluar dari mobil. Elvina, langsung terkejut melihat aksi Kai.


"Masuklah,aku akan mengantarmu". Ucap Kai,tetap saja Elvina tak akan goyah.


"Pergilah,aku bisa sendiri". Jawab Elvina, menolaknya. Di dalam hatinya, begitu kegirangan loncat-loncat mendengar perkataan Kai.


"Ayolah,di sini dingin. Cepat masuk,atau". Kai, memotong perkataannya.


Tentu saja, Elvina penasaran dengan kelanjutannya. "Atau apa,hemm".


"Atau aku gendong, bagaimana ". Kai, membungkukkan badannya. Agar bisa menatap wajah, Elvina.


Elvina, langsung gelabakan dan wajahnya memerah seperti kepiting rebus. "Iya,aku masuk". Jawabnya, dengan hentakan kaki.


Membuat Kai, cekikikan tertawa kecil. "Gak lucu". Bentak Elvina, langsung masuk ke dalam mobil Kai.


Sepanjang perjalanan, Elvina hany memalingkan wajahnya ke jendela mobil. Kai,hanya terheran-heran dengan kelakuan perempuan di sampingnya.


Tumben,nih cewek anteng gak nyerocos kaya biasanya.batin Kai, sesekali melirik ke arah Elvina. "Tumben diam, biasanya nyerocos kaya burung beo".


Tanpa ada jawaban dari, Elvina. Dengan jahilnya,Kai mencolek pinggang Elvina. "Apaan sih? Bisa diam gak,". Ucap Elvina,dengan kesal. Sekuat tenaga,dia menahan senyumannya.


"Maaf,aku beberapa hari mengabaikan mu dan seringkali mengusir mu. Aku hanya saja,tidak ingin menyakiti perasaan mu. Apa lagi anak-anak, membicarakan dirimu yang gak-gak". Kata Kai, sambil menyetir mobilnya.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Elvina sudah sampai di perkarangan rumahnya. "Makasih,". Ucap Elvina,yang langsung keluar dari mobil dan berlarian masuk ke dalam rumah.


Kai,hanya menghembuskan nafas beratnya dan tersenyum melihat kepergian Elvina. Entah kenapa,dia merasa gemes kepada Elvina.


Elvina,terus berlarian menaiki anak tangga. Saat di dalam kamar,dia langsung memegang dadanya. Jantungnya berdegup kencang, lama-lama bisa copot. "Astaga,aku mimpi apa sih? Tiba-tiba Kai, ngantar aku pulang dan banyak bicara. Tidak mimpikan ini, niatnya mau melupakan. Tapi,gagal lagi". Gerutu Elvina,ia senyum-senyum sendiri dan merasakan sangat bahagia.


"Ganti baju dulu, dingin-dingin panas". Kekehnya Elvina, langsung masuk ke ruang ganti pakaian.


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya dia keluar dari ruang ganti dan tiba-tiba.....

__ADS_1


"Aaaaaaakkkkhhh....". Pekik Elvina, melihat sesosok pria tengah menatap foto-fotonya.


__ADS_2