
"Eeee...papah,". Ucap bersamaan Al dan Kai,yang mereka takutkan adalah ibunya yang datang.
"Wahhh... hebat sekali, kalian. Sepertinya emak-emak,doyan gosip segala. Malah,yang di gosipkan orangtua sendiri". Kata J, menepuk pundak kedua anaknya.
"Kami penasaran dengan papah, sudah cukup lama. Kita serumah, tidak ada kejadian pertengkaran antara papah dan mamah. Semisalnya, masalah wanitalah". Al,tanpa ba-bi-bu langsung berucap seperti itu.
"Benar,pah. Jadi,kami penasaran. Heheheh". Kekehnya Kai, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Namanya, papah setia hanya dengan mamah kalian. Saking setianya, tidak ada berteman dengan wanita lain". Jawab J, tersenyum merekah.
Akan tetapi Al dan Kai,malah tidak percaya dengan ucapan ayahnya. "Gak percaya". Ucap mereka bersamaan.
"Hahahaha.... kalian tidak, percaya? Buktinya,kami tidak pernah bertengkar masalah wanita. Yakin,masih tidak percaya". Delik mata J,ke arah anaknya.
"Mamaaaahhh....papah, punya wanitaaaa.... simpanaaaaan....!! Teriak Al, yang berlarian ke ruang tamu.
"Al......!!! Anak kurang ajar,kamu....". J, rahangnya mengeras seketika. Saat Al,tak segan-segan memfitnah dirinya tepat di hadapan sekaligus.
Kai,hanya terdiam dan menonton aksi ayah dan kakaknya itu. Sepertinya,anak kecil berlarian sambil berteriak-teriak memanggil ibunya.
"Astagfirullah....!! Sudah punya cucu,masih saja berlarian seperti anak kecil ha". Bentak Ayunda, menuruni anak tangga.
Sontak saja Laila dan Rea,juga menyusul ke bawah. Mendengar teriakannya Al, begitu keras memenuhi seisi mansion.
"Siapa,yang memiliki wanita simpanan ha". Ayunda, sudah berkacak pinggang sebelah.
Al dan Kai, langsung menunjuk jarinya ke arah J. Membuat J, gelisah karena fitnah kedua anaknya.
"Wahhh... Jangan memfitnah diriku, seperti itu. Kai,kenapa kamu menghianati papah ha". J,tak percaya dengan anak bungsunya itu.
Al dan Kai, tersenyum smrik saat ini. Mereka ingin melihat, bagaimana reaksi ibunya marah kepada ayahnya.
"Sayang.... mereka hanya bercanda,mana mungkin aku bermain dengan wanita lain. Sedangkan kamu, tidak ada habis-habisnya. Ayolah,jangan memercayai ucapan anak laknat seperti mereka". J, berusaha membujuk Ayunda.
"Mah, jangan percaya dengan ucapan papah. Dia, memiliki kekasih di luar sana". Kata Al, mempengaruhi pikiran Ibunya.
"Benar,mah. Papah, sangat rapat menyimpan rahasianya". Sambung Kai, membuat Al ingin tertawa saat ini. "Aku yakin,papah bersenang-senang dengan wanita itu".
__ADS_1
"Oh.... papahmu,punya wanita simpanan? Otomatis,kalian bakalan mempunyai ibu tiri dong. Sayang,apa wanita itu sangat cantik". Tanya Ayunda, bergelut manja dengan J.
Ayunda, mengedipkan matanya. Seakan-akan, memberikan kode untuk bekerjasama. "Sangat sayang,dia sangat cantik dan menggoda". Kini J, membalas perkataan istrinya.
"Tidak,kami tidak mau mempunyai ibu tiri". Ucap Al dan Kai, secara bersamaan.
"Apakah, wanita itu bakalan tinggal di sini? Bagus dong,aku memiliki adik madu dan selalu menemani ku". Kata Ayunda,mendelik ke arah anaknya. Berlahan-lahan, mendekati Al dan kai.
Laila dan Rea, berbisik-bisik tentang aksi ibu mertuanya itu. "Aku yakin, mereka kena imbasnya". Bisik Laila, tersenyum smrik.
"Al,kai...apa kalian memiliki, sebuah bukti tentang perselingkuhan papahmu". Tanya Ayunda,dan menepuk pundak mereka berdua.
Glekkkk....
Al dan Kai, tiba-tiba ketakutan saat mendengar ucapan ibunya. Satu...dua...tiga...
"Aaaakkhh.... Aaaaakkkkhh.... sakiiitttt....maaaaahh... lepaskan maaaahh... ampunilah,kami...ammpppuuuun".
"Ammpppuuuun.... sakkiiiiiit,maaaahhh".
Al dan Kai, memohon-mohon kepada ibunya karena telinga mereka di tarik paksa oleh Ayunda.
"Berani sekali,kalian mengerjai mamah ha? Dengan memfitnah papahmu,yang bukan-bukan. Ingin sekali, melihat kami bertengkar begit ha? Ingatlah,mamah lebih mempercayai papah kalian. Karena mamah,tahu seperti apa papahmu". Ayunda,malah mengencangkan tarikannya.
"Mamah... Ammpppuuuun.. shhhh.... sakitttt....kami,hanya bercanda... Ampuuun". Rengeknya Al, menahan telinganya seperti mau putus saja.
"Papaaaahh.... Toloooong kamiiii... ammpppuuuun....kami, berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi.... mamaaaahhh.... ampuuun". Kai, terus-menerus meminta ampun kepada ibunya.
Cukup lama Ayunda, menjewer anaknya. Akhirnya,di lepas juga.
Daun telinga Al dan Kai, sangat merah dan merengek-rengek meminta bantuan kepada istri masing-masing.
Laila dan Rea, mencoba mengompresnya dengan es batu. Untuk meredakan rasa sakit, di telinganya.
"Makanya boy,jangan macam-macam dengan kami". Ucap J, menyunggingkan senyumnya. "Kenapa, sakit yah". Ledek nya lagi.
Membuat Al dan Kai, menjadi dendam kepada ayahnya. Niatnya untuk mengerjai sang ayah,akan tetapi mereka kenanya.
__ADS_1
"Kalau papahmu, macam-macam dengan wanita lain. Siap-siap saja,burungnya mamah cincang halus". Tegas Ayunda, mendelik ke arah J.
"Sayang,mana berani aku bermain-main dengan wanita lain. Akukan sayang kamu,utututuhhh...." J, malah mencubit pipi mulusnya Ayunda.
"Papaaaahh....". Bentak Al dan Kai,saat orangtuanya ingin berciuman di hadapan mereka.
J dan Ayunda,hanya tersenyum-senyum malu. Karena ada anak dan menantunya. Untung saja, tidak ada cucu-cucunya.
Hingga akhirnya,J mengajak Ayunda pergi ke kamar saja. Daripada selalu ribut dengan anaknya,ada saja yang di bahas.
"Kak,damai sekali melihat keharmonisan rumah tangga orang tuamu. Jadi iri". Ucap Rea, memandang kepergian kedua mertuanya.
"Benar, Rea. Aku juga iri,gak seperti mereka suami-suami kita". Sahut Laila,juga termenung melihat kepergian.
"Mulai lagi". Gumam Al,sudah pasti istrinya membahas kesalahan yang sudah beberapa hari yang lalu.
"Ck, sudah punya anak empat. Masih aja, ganjen dengan wanita lain". Laila, langsung mencubit perut Al.
"Aaauukkk....kan aku, sudah menjelaskan semuanya. Masa,gak paham. Terus saja,di ungkit-ungkit lagi". Al, meringis kesakitan dan siap-siap mendengar ocehan istrinya itu.
"Terusssss.... seandainya,aku jadi wanita itu. Bagaimana perasaan mu,ha? Di saat istri mu, pelukkan dengan pria lain. Walaupun, tidak sengaja". Tanya Laila, dengan wajah Cemberut.
"Yahhh...aku selalu, berdoalah. Agar istriku, yang tersayang tidak akan terjadi seperti itu". Jawab Al, membuat Laila geleng-geleng kepala.
"Sama,kakak ipar. Dia,malah meninggalkan ku di ruang kerjanya. Malah mengejar-ngejar,mantan kekasihnya. Sedangkan istrinya, menangis kesegukan tanpa di perduli kan". Sahut Rea , menyinggung suaminya.
"Ck, berarti mereka sama saja sifatnya. punya istri,masih saja ganjen dengan wanita lain. Payah, sekali dengan papah". Laila,tak segan-segan membandingkan suami,adik ipar dan J. "Gak hanya sekali, tapi berkali-kali". Sambung Laila, sehingga Al tersudut.
"Sama kak,mulai gak hilang ingatan sampai hilang ingatan,masih ada ngejar mantan kekasihnya. Heran aku, istrinya sendiri di sakiti dan bela-belain mantannya". Kini Rea,yang menyudutkan Kai.
Al dan Kai, semakin gelisah takutnya ibunya mendengar keluhan menantunya ini. "Hussssttttt.... jangan membahas ini,jangan membuat masalah lagi. Bakalan di penggal, leher kami ". Al dan Kai, membungkam mulut istri-istri mereka.
Prokk....Prokkk... Prokkk.....
Ayunda, bertepuk tangan saat mendengar pembicaraan menantu kesayangan itu.
"Bagus..... Bagus.....ternyata kalian, menyakiti menantuku. Di belakang ku,ha". Seringai tajam Ayunda, sudah siap menerkam mangsanya.
__ADS_1
Glekkkk....
"Mamaaaahhh.....". Teriak Al dan Kai, secara bersamaan.