ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Kerja Di hotel


__ADS_3

"Laila,". Shelly, memanggil namanya dan tersenyum sumringah. "Kau darimana saja? Kenapa bersama Al? Kau tahu,aku sangat mengkhawatirkan keadaan mu". Mereka berdua saling berpelukan dengan hangat.


"Tidak apa-apa,aku baik-baik saja. Bagaimana keadaan mu, baik-baik saja". Tanya Laila, ia tersenyum dan melirik ke arah Al.


"Hemm...aku baik,kenapa dengan Al? Apa dia yang sudah,hemmm... menolong dirimu". Bisik Shelly, kepada Laila.


"Hemmm..iya. Al, makasih atas semuanya". Senyum manis Laila. Kenapa aku deg-degan begini,saat memandang wajah Al. ia menggigit bibir bawahnya,ia menahan rasa gugup.


"Baiklah,aku pamit dulu. Tolong jaga Laila,". Pinta Al,kepada Shelly. Lama-lama aku bisa melahapmu, Laila.


"Gak usah di bilangin,aku juga tau". Jawab Shelly, dengan sinis. sepertinya mereka ada sesuatu,mesti harus di pertanyakan.hihihi....


Al, meninggalkan perkarangan rumah Shelly dan melambaikan tangan ke arah mereka. Sedangkan Shelly, menaruh rasa curiga dan banyak pertanyaan untuk Laila. saat Shelly, melihat mereka saling lempar senyuman namun senyuman merekah sulit di artikan.


"Sini-sini,kita duduk dulu. Katakan, bagaimana bisa kau dan Al". Tanya Shelly,ia menyipitkan matanya.


"Hemmm... sebenarnya dia,yang menculikku". Jawab Laila, dengan ragu. Aku sudah menduga,jika Shelly memberikan pertanyaan kepadaku.


"Apa...??? Bagaimana ceritanya, katakan". Shelly,yang di selimuti rasa penasaran.


Laila,hanya mengangguk dan menghembuskan nafas panjangnya. Ia mulai membuka mulutnya dan menceritakan semuanya, sedangkan Shelly hanya manggut-manggut mendengar cerita Laila.


"Apa......???". Teriak Shelly, mendengar cerita Laila. Ia nampak tak percaya dengan ucapan Laila."jadi kalian sudah bertunangan, Astaga aku hampir tak percaya". Ucap Shelly,saat Laila memamerkan cincin di jari manisnya.


"Aku seriusan,tapi jangan bilang-bilang sama siapa . Untuk saat ini, hubungan kami. Kami rahasiakan dulu,". Pinta Laila,kepada Shelly. Untuk saat ini, hubungan kami di rahasiakan dulu.


"Hemmm... Baiklah,aku juga mendapatkan informasi. Jika Emily, secepatnya akan menikah dengan Liam. Iiissss.... itulah akibatnya mengikuti pergaulan bebas,tapi aku senang. Kalau kalian akhirnya,bersatu. Aku juga ikut senang deh". Shelly, nampak bahagia melihat Laila senyum-senyum sendiri.


"Apaan sih? Makasih,kamu selalu dukung apa yang aku pilih. Dapat darimana kamu,jika Emily dan Liam akan menikah ". Tanya Laila, penasaran.


"Herman,dia yang memberitahu semuanya". Jawab Shelly.


"Kalian masih berhubungan baik, baguslah kalau kalian tidak musuhan". Kekehnya Laila. Aku berharap mereka bisa kembali seperti dulu,aku tahu dimatamu Shelly. jika dirimu,masih sangat mencintai Herman.

__ADS_1


"Alhamdulillah, hubungan kami baik-baik saja. Walaupun tidak ada hubungan apa-apa,kami berpisah secara baik-baik. Sejujurnya aku,masih sayang dengannya. Terkadang dia,juga masih perhatian Kepadaku". Kata Shelly,ia nampak terlihat sedih. Huuufff.... maafkan aku, Herman. semua ini demi kebaikan kita,aku harap kau mengerti.


"Tidak apa,aku mau mandi dulu. Gerah,". Laila, beranjak berdiri dari sofa.


"Mandilah, selesai mandi kita makan". Jawab Shelly, tersenyum kecil saat melihat kepergian Laila.


********


Setelah mengantar Laila,ke rumah Shelly. Al, langsung menuju ke rumah Regan. Di karenakan akad nikah Liam dan Emily,akan segera di mulai.


Tentu saja para kerabat dekat,sudah datang. Terlihat begitu ramai,Al langsung masuk dan menghampiri orangtuanya.


"Pah, bukankah semuanya sudah tahu. Siapa yang menodai kesucian Emily,kenapa tetap Liam". Bisik Al,kepada ayahnya.


"Karena Liam,yang terakhir melakukan itu. sedangkan William, tidak mau bertanggung jawab. Sudahlah, tidak usah membahas mengenai hal ini lagi. Papah,pusing jadinya. Bagaimana,apa berhasil yang kau inginkan". Delik mata J,ke arah Al.


"Berkat ide papah, semuanya berjalan dengan lancar". Kedip kata Al,ia tersenyum kecil.


Sepertinya hubungan antara Al dan ayahnya, begitu dekat. Batin Liam,ada rasa iri kepada Al.


Acara ijab Kabul, berjalan dengan lancar. Kini Liam dan Emily,sudah sah suami-istri.


Walaupun hati Regan, begitu berat dan merasa tak enak kepada Farhan, sahabatnya.


Tinggal tiga hari, mereka mengadakan resepsi pernikahan. Regan,hanya diam tak banyak berbicara. Ia benar-benar kecewa, terhadap anak perempuannya. kedua orang tua mereka masing-masing, mereka sudah sepakat dengan semuanya.


*******


Pagi hari yang cerah, menyinari bumi.


"Bismillahirrahmanirrahim,hari ini adalah pekerjaan pertamaku di tempat yang baru". Laila, tersenyum sumringah saat memasuki ke dalam hotel.


"Aaamiiinn.... semangat,". Sahut Shelly, tersenyum manis. Ia langsung menarik lengan Laila dan mengajak sekililing hotel.

__ADS_1


Laila, di tempatkan sebagai resepsionis hotel. Alhamdulillah, sekarang mendapatkan pekerjaan lumayan besar gajihnya.batin Laila.


Laila,juga berkenalan dengan karyawan lainnya.


"Laila, benarkan? Kau Laila". Ucap seorang pria, ingin memesan kamar hotel tersebut.


"Kendra,hai...!!! Apa kabar,". Kata Laila,ia tersenyum sumringah. Saat bertemu dengan teman lama.


"Kau kerja di sini, sebagai resepsionis hotel. Senang bertemu dengan mu, aku kira tadi bukan kau". Ucap Kendra, tersenyum manis.


"Hemm...iya,kau ingin memesan kamar hotel". Tanya Laila.


"Iya,aku ada pekerjaan di sini. Aku pesan kamar, untuk dua hari. Jujur,aku masih tak menyangka jika kita bertemu. Seandainya, Arkana ikut. Mungkin dia, sangat bahagia bertemu dengan mu. Apa kau lupa, hemm...masa lalu". Kedip mata Kendra, membuat Laila tersipu malu-malu.


"Hussssttttt....jangan membahas tentang itu,jujur aku masih malu jika membayangkannya. Ini kunci kamarmu, nomor 25. Lantai 4,jangan sampai salah". Laila, memberikan kunci kepada Kendra.


"Terimakasih, Laila. Apa malam nanti,kau sibuk? Aku ingin berbincang,hal penting kepadamu ". Tanya Kendra, sebelum pergi.


"Jam 8 malam, tunggu saja di restoran sebelah sana". Jawan Laila,ia langsung mengiyakan ajakan Kendra. tentu saja Kendra, tersenyum dan mengangguk pelan.


Shelly, melihat Laila begitu akrab dengan seorang pria. ia langsung menghampiri Laila dan menanyakan langsung. tumben-tumbenan Laila, akrab dengan teman pria.


"Laila,siapa pria tadi? sepertinya kalian akrab,". tanya Shelly,ia menaruh rasa curiga.


"Oh,dia teman sekolahku dulu. sebelum pindah ke sekolah kamu, namanya Kendra teman kelas". jawab Laila. "emang kenapa,hemm...."


Shelly, calingukan sekeliling dan menarik lengan Laila ke samping. "kenapa kau,menarik lengan ku ke sini". tanya Laila,nampak heran.


"Ingat Laila, kau sudah bertunangan. jangan sampai dekat dengan seorang pria, walaupun teman. Takutnya Al,bisa salah paham kepadamu". Shelly, memperingati Laila agar berhati-hati.


"Astagfirullah,aku lupa. bagaimana ini,aku sudah mengiyakan ajakan Kendra. untuk bertemu di restoran sebelah,cuman ada yang di bicarakan saja. bagaimana ini,aku lupa". rengeknya Laila,ia benar-benar lupa jika sudah memiliki tunangan.


Shelly,hanya menepuk jidatnya saat ini. "Laila, Laila....kau sampai lupa, astaga.....". Shelly, menggeleng-gelengkan kepalanya. Mungkin saja akan bencana besar,jika Al sampai tahu.

__ADS_1


__ADS_2