ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Pepaya kalifornia (S2)


__ADS_3

Saat ini, Ayunda,Kai, Rea dan Elvina. Mereka semua, sudah di ruang kerja Kai.


Untuk menyelesaikan masalah ini, walaupun Rea sudah tak ingin membahas tentang ini lagi.


"Mamah, tidak habis pikir. Kenapa, kamu selalu berpihak kepada Elvina?Apa, tujuan mu ha". Tanya Ayunda, membentak keras.


"Mah,aku dan Elvina. Tidak ada, hubungan apa-apa lagi. Aku,hanya merasa kasian kepadanya. Hanya itu, tidak lebih". Jawab Kai, tetap tersenyum ke arah istrinya yang duduk di sampingnya.


"Mah, sudahlah jangan membahas tentang ini lagi. Aku, tidak masalah jika Elvina bekerja di sini. Asalkan, Kai bisa menjaga jarak dan menjaga hatinya". Rea, mencoba menenangkan pikiran ibu mertuanya.


"Rea,jangan terus-terusan membela Kai. Apa lagi, wanita seperti Elvina". Ayunda,terus membela menantunya itu.


Elina, mengepalkan kedua tangannya. Apa lagi,Kai hanya membantunya Karena kasian.


"Aku sangat mencintai, Rea. Mana mungkin,aku berpaling kepadanya mah. Aku, sudah mengingat semuanya. Tidak, amnesia lagi". Kai, terus berusaha untuk tidak membuat ibunya marah.


"Ayo,kita pulang Rea. Biarkan, mereka menyelesaikan masalahnya". Ayunda, meraih tangan Rea. Akan tetapi, Rea tak mau.


"Aku, ingin menemani suamiku mah". Pinta Rea, tersenyum manis.


Ayunda,hanya menghela nafas panjangnya. "Baiklah,mamah pulang dulu. Kamu,yang sabar nak. Maafkan,mamah memiliki anak seperti itu". Delik mata Ayunda,ke arah Kai.


"Mamah, hati-hati". Rea, meraih tangan Ayunda dan mencium punggung tangannya.


Hingga akhirnya, Ayunda menghilang di balik pintu ruang kerja Kai. Barulah, Kai memeluk erat tubuh istrinya. Tepat,di hadapan Elvina.


Hati Elvina, terasa teriris pisau. Melihat sang mantan kekasih, berpelukan dengan istrinya.


"Apa kamu,puas dengan hasilnya Rea". Ucap Elvina,kini Kai dan Rea melepas pelukkannya.


"Sangat puas, untuk mempermalukan diri mu". Jawab Rea,yang masih di peluk Kai.

__ADS_1


"Kamu sangat kejam, Kai. Tega sekali, tidak peduli dengan ku ha? Bagaimana, perasaan ku ini. Apakah,kita pernah mengatakan kata putus. Aku masih,kekasihmu Kai". Elvina,menangis dan menepuk dadanya.


"Kau salah, Elvina. Saat kamu,menolak ajakan ku. Di situlah, hubungan antara kita berakhir". Jawab Kai, dengan tegas."Aku persilahkan, untuk pergi dari perusahaan ini. Kau,ku pecat".


Akan tetapi Elvina,malah tersenyum sumringah. "Aku tidak akan, meninggalkan perusahaan ini. Karena istrimu,yang sudah mempermalukan diriku. Sudah pasti, orang-orang akan membicarakan diriku dan sulit mencari pekerjaan"


"Kak, biarlah dia bekerja di perusahaan ini. Asalkan,jaga batasan kakak". Rea,merasa kasian kepada Elvina.


"Keluar....dari sini". Kai, langsung mengusir Elvina.


Elvina, nampak terkejut mendengar ucapan dari Kai. Dia, menghentak kakinya dan keluar.


"Kakak,jujur saja padaku. Apa masih, mencintai Elvina? Jujur kak, aku mohon. Pilih aku,apa dia". Rea, melepaskan pelukannya pada Kai.


"Rea, sangat sulit untuk melupakan orang yang pertama kita cintai. Apa lagi,aku mencintainya begitu dalam. Maaf, kemungkinan besar dengan kejujuranku. Akan menyakiti mu,cinta dan benci beda tipis". Kai, menjawab pertanyaan Rea.


Tentu saja Rea,hanya diam dan menatap ke arah suaminya. Saat ini,dia duduk di pangkuan Kai. Tangan yang lentiknya, mengelus-elus rambut Kai. "Aku,juga seperti itu. Memang benar, sangat sulit melupakan cinta pertama kita. Tetapi, bukan berarti kita tidak mencintai pasangan kita."


Kai, tersenyum smrik dan pelukkannya semakin erat. Membuat Rea,menjadi kebingungan. "Aku hanya bercanda, soal ucapan ku tadi. Hanya untuk, memancing reaksi mu. Ternyata,aku salah. Kamu,malah masih mencintai seseorang di hatimu".


Kai, terus-terusan menggelitik pinggang sang istri. "Rasakan,ini adalah hukuman untukmu". Dia, semakin bersemangat untuk menggelitik pinggang Rea.


Rea,tak henti-hentinya tertawa. Dia, mencoba menghentikan aksi suaminya.


**************


Di mansion,Al dan Laila tengah berdebat tentang kejadian ini.


"Apa,kamu menampar wajah Annisa". Tanya Al, membuat Laila mengerutkan keningnya.


"Kalau,iya kenapa? Kamu marah,ha" jawab Laila, dengan ketus.

__ADS_1


"Astaga, Laila. Bisakah,kamu menahan diri jangan asal-asalan menampar wajah orang". Al,tak percaya dengan jawaban istrinya.


"Kenapa,ha? Kamu,membelanya begitu. Apa kamu, tidak bisa merasakan perasaanku. Aku tahu, matamu selalu memandang pepaya kalifornia yang bergelantungan itukan. Ck, janda murahan. Aku tahu, dia sempat memegang milimu. Walaupun,masih terhalang celana. Kenapa,kamu tidak menegaskan dirinya Al. Sama saja,kamu memberikan celah untuk dia selalu menggoda dirimu". Laila, tak menyangka jika Annisa berani diam-diam meremas milik suaminya.


"Laila,itu sudah cukup lama kejadiannya. Aku sudah memarahinya, walaupun hanya kami berdua saja. Aku, juga tidak tahu? Tiba-tiba,dia meremas milikku". Kepala Kai, sudah nyut-nyutan memikirkan bagaimana caranya agar sang istri. Tidak membahas tentang ini lagi, setiap ada masalah. Sang istri, selalu mengungkit miliknya di remas kuat oleh janda.


"Ck,bilang saja. Kalau kamu senang,bukan? Di remas-remas oleh janda, apa lagi waktu itu. Aku,masih dalam keadaan nifas". Decak Laila, membuat Al mengusap wajahnya dengan kasar.


"Sayang, bukankah aku meminta maaf kepada mu. Aku, benar-benar terkejut dengan dilakukannya. Seakan-akan,aku di lecehkan wanita". Al, mencoba menenangkan hati istrinya.


"Bohongkan, bagaimana perasaan mu? Jika aku,di remas-remas sama mantan ha? Baru tau,rasa". Laila, mendorong tubuh suaminya dan menjauhi Al.


"Akan aku, habisi mantanmu itu". Jawab Al, langsung. "aku juga,akan memberikan hukuman setimpal kepadamu. tepatnya,di atas ranjang". Tegas Al,lagi.


Laila,hanya berdecak kesal karena suaminya. Selalu,mesum ingin itu dan itu.


"Ckckck... bagaimana, rasanya? Di peluk sang janda,enak yah". Sindir Laila, tersenyum kecil.


"Ayolah,jangan membahas ini lagi sayang. Sampai kapan pun, tidak ada ujung-ujung berakhirnya. Annisa, memelukku saat aku lengah. Saat itu,aku dan Joy tengah sibuk memeriksa dokumen kerjasama kami. Eeee...malah di peluk Annisa,aku syok dan terkejut. Sumpah....aku sudah, memarahinya". Al, menghembuskan nafas beratnya. Saat Laila, menepis tangan Al.


"Ck, bahkan beberapa kali. Bilang saja,kamu menikmati pelukkan sang janda". Sindirnya lagi, membuat Al menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Bingung? Itulah yang di rasakan Al.


"Baiklah,jika kamu membahas tentang kesalahan ku. Aku,akan membahas kesalahan mu selama ini. Yang aku pendam, Laila". Bentak Al,akan tetapi Laila malah tersenyum sumringah.


"Kesalahan,apa? Memangnya, aku ada berpelukan dengan pria lain ha". Tantang Laila,akan tetapi Al malah tersenyum.


"Aku cemburu Laila,di saat kamu hamil kedua. Kamu,malah memposting idol K-Pop itu. Bernama Tehyung,entah teh teh celup apa itu. Lihatlah,kamu memasang foto ukuran besar. Tepatnya, di kamar kita. Setiap bangun,kamu selalu bilang selamat pagi suamiku. Lantas, aku siapa kamu? ". Al, mengeluarkan unek-uneknya selama ini.


Gawat,bisa hilang foto suami halu ku. Gak,harus cari cara untuk meluluhkan hati Al.


"Apaan sih? Namanya Kim Taehyung,dia suami halu ku. Kalau, dirimu suami nyata ku". Kekeh Laila, duduk di pangkuan suaminya. Al, tahu jika istrinya mencoba membujuk rayuannya.

__ADS_1


"Ck, aku tidak mempan dengan rayuanmu". Al, menepis tangan Laila. Saat,mengelus lembut dada bidangnya.


"Iiissshhh.... ngambek kan,". Gerutu, Laila langsung mencium bibir Suaminya. Tentu saja,Al tak bisa menolaknya. Dengan senang hati, Laila sudah meluluhkan hati suaminya itu. Selamat,foto Kim Taehyung tidak akan di copot oleh Al. Batin Laila, tertawa lepas di dalam hatinya.


__ADS_2