
Sepulang dari kerja, Laila dan Shelly. melihat seseorang yang tengah menunggu dirinya,siapa lagi kalau bukan Al. Ia menunggu di teras rumah dan duduk santai.
"Hemmm....aku masuk dulu". Pamit Shelly, mengedipkan mata sebelahnya ke arah Laila.
Laila, melirik sekilas ke atas meja. Sepertinya,Al membeli satu kotak pizza. "Sudah lama menungguku".
"Tidak,hemm... baru saja, duduk. Temani aku makan pizza". Al, memainkan kedua alisnya.
"Bagaimana kita masuk ke dalam saja, takutnya ada yang lihat". Laila, mengajak Al masuk ke dalam rumah Shelly.
Al,hanya mengangguk dan mengikuti langkah Laila dari belakang.
Ia Calingukan lihat-lihat sekeliling ruangan tersebut,ini adalah pertama kalinya Al masuk ke dalam rumah Shelly.
"Duduklah dulu,aku akan mengambil air minum untuk kita". Laila, meninggalkan Al yang tengah duduk di ruang tamu. Laila, langsung menuju ke arah dapur. Ia membuka kulkas dan mengambil dua kaleng minuman, setelahnya ia kembali menemui Al.
"Rumah orangtuanya Shelly,bagus. Kau betah di sini,". Tanya Al, sambil membuka minum kaleng yang di berikan oleh Laila.
"Alhamdulillah,aku betah. Apa lagi ada Shelly,kasian dia hanya tinggal sendiri dan bi minah dan pak Amin". Jawab Laila,ia tersenyum manis.
"Berikan ponselmu". Al, langsung mengulurkan tangannya.
"Ponselku? Untuk apa,gak ada apa-apanya juga". Kekehnya Laila, sebenarnya dia takut jika Arkana mengirim pesan kepadanya. Apa lagi dia,sudah lama tak membuka Ponselnya.
"Biasa rajia,cepat mana ponselnya. Jangan sampai aku, menaruh rasa curiga kepadamu". Tegas Al,ia masih mengulurkan tangannya.
Dengan berat hati, Laila memberikan ponselnya. Semoga saja Arkana, belum mengirim pesan kepada ku. Bisa gawat,kalau dia membahas masa lalu. Batin Laila. "Periksalah,lagian tidak apa-apa juga".
__ADS_1
"Baguslah,kalau tidak ada apa-apa". Senyum smrik Al. Ia tengah mengotak-atik ponsel Laila.
Sesekali Laila,mendelik ke arah ponselnya. Ia mengerutkan keningnya,saat Al membuka aplikasi berwarna hijau. "Kenapa kau menatap ponselmu seperti itu,katanya tidak ada apa-apa. Tapi,aku lihat kau terlihat gelisah". Tanya Al, membuat Laila tambah gusar jadinya.
"Mana ada,emang gak boleh aku tengok saja. Kan itu, ponselku. Siapa tahu,kamu menghapus nomor siapa gitu". Jawab Laila, memalingkan wajahnya dan menatap ke lain.
Satu persatu Al, membaca pesan. Sesekali dia melirik ke arah Laila,yang senyum-senyum sendiri.
"Reuni sekolah? Sekolah mana,mana banyak pria di group ini"
"Oh,lusa kami mengadakan acara reuni sekolah. Sekolah aku dulu,". Jawab Laila, dengan santai. Sesekali ia menikmati sepotong Pizza,yang di bawa oleh Al.
Sial,kalau Laila ikut. Otomatis di sana banyak pria kan, bagaimana ini.batin Al,belum apa-apa dia mulai posesif terhadap Laila.
"Kau ikut,kenapa tidak cerita terlebih dahulu kepada ku".
"Oh,kalau begitu aku ikut dengan mu". Ucap Al, sontak membuat Laila geleng-geleng kepala. "Kenapa? Jangan-jangan kau,tidak mengijinkan aku ikut. Aku harus menjaga dirimu,tak ingin pria lain melirikmu dan mendekatimu".
"Al,maaf aku tidak bisa membawamu. Itu sudah peraturan dari reuni sekolah, jangan ada membawa pasangan. Kecuali,pasangan tersebut satu sekolah itu. Maaf yah,pliss". Rengeknya Laila,ia tersenyum manis. Maafkan aku Al,ini sudah peraturan reuni. "Katanya sih,agar tidak menganggu dan mengacaukan acara nanti".
Al,hanya menghembuskan nafas beratnya. "Tidak,aku tidak ijinkan kamu hadir. Jika kamu,sampai hadir tanpa aku. Lihatlah nanti,aku akan marah kepadamu selama dua hari". Ancam Al. Tidak,aku tidak akan membiarkan Laila hadir ke acara yang tidak ada berfaedah itu.
"Tidak apa,lagian ini adalah acara langka. Gak masalah,kalau kamu marah selama dua hari". Jawab Laila,dengan entengnya. Membuat Al, berdecak kesal.
"kau menantang ku,hemm...jika kau pergi,aku akan pergi dengan teman-teman perempuan ku". Al, mengancamnya lagi.
"Hemmm...tidak masalah, asalkan jangan aneh-aneh. Seperti aku dan teman-teman lainnya". Laila,malah menantang tanpa takut dengan ancaman Al.
__ADS_1
"Kau...!!! silahkan pergi, lihatlah apa yang terjadi. Setelah selesai acara reuni sekolah mu nanti,aku akan membuat kejutan spesial untukmu". Bisik Al, dekat telinga Laila.
Glekkk....
Susah payah meneguk air liurnya, Laila tidak tahu apa yang di rencanakan oleh Al. "Al,jangan main-main denganku. Aku hanya menghadiri acara reuni sekolah,tidak apa-apa" rengeknya Laila,ia terlihat Cemberut.
"Aku tidak main-main, Laila. Silahkan, Nona laila pergi. Kau akan menikmati kejutan spesial dariku" senyum merekah Al,ia beranjak berdiri.
"Al, jangan membuatku merasa takut. Kamu mau kemana? Jangan marah,". Rengeknya Laila,ia merasa tak nyaman melihat sifat Al seketika berubah.
Ting......
sebuah pesan masuk di ponselnya, Laila. Al, langsung mengambil ponsel Laila, terlebih dahulu sebelum sang pemiliknya. Al, langsung membuka pesan yang baru masuk. "Arkana. siapa dia,hemm...." tanya Al.
Laila, langsung terdiam sejenak. "Dia,dia temanku. maksudku,teman sekolah dulu. emangnya,dia ngirim pesan apa". Aduhhh.... jangan sampai Arkana,ngirim pesan yang aneh-aneh deh.
"Aku masih mencintaimu dan sangat merindukanmu, Laila. Waw....teman apa teman, Laila ku sayang". Al, menyeringai tajam ke arah Laila.
Astagfirullah, kenapa Arkana mengirim pesan seperti itu. mampus aku, bagaimana ini? semoga saja,Al jangan marah karena masalah ini.batin Laila,ia menatap ke arah Al. "sebenarnya,kami pernah berpacaran dulu. waktu kelas tiga SMP, pacaran hanya lima bulan. karena takut,takut ketahuan oleh ibuku. makanya kami putus,maaf aku tidak ada cerita". Laila, hanya menunduk saja tanpa menoleh ke arah Al. "maaf,aku lupa bercerita".
Mendengar penjelasan dari Laila,Al hanya bersandar di sofa dan melonggarkan dasinya. "kali ini aku maafkan. aku paham dengan ucapanmu,hanya masa lalu". senyum manis Al, walaupun di dalam hatinya tengah cemburu. Apa Laila, pernah berciuman dengan mantannya itu. Apa iya, sedangkan aku memegang tangannya. dia selalu menolak, jangan-jangan dia berbohong kepadaku.
"Percayalah padaku,aku dan dia hanya pernah bersentuhan tangan saja. itupun di saat aku, tidak sadar tanganku di pegang. kami hanya berpacaran biasa-biasa saja". Ucap Laila,ia takut jika Al berpikir buruk sangka terhadap Laila. fiuuhh.... semoga Al, percaya apa yang aku ucap.
"Aku mau pulang dulu, selamat malam". Al, melangkah kakinya tanpa menoleh ke arah Laila. Semoga apa yang di katakan oleh mu,itu memang benar. aku harus menyelidiki identitas Arkana, aku yakin dia akan menjadi saingan ku.
"Al,jangan kaya anak kecil dong. piissss... ngambek kan". Gerutu Laila,ia tersenyum kecil melihat Al sudah memasuki mobil tanpa berkata apa-apa kepada Laila. Astaga, begitu posesifnya. mana ngambekkan lagi,besok sajalah membujuknya.
__ADS_1