ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Menemukannya


__ADS_3

"Aaakkhh...shhhh...sakit sekali kepalaku". Shelly,sudah sadarkan diri. Setelah beberapa jam pingsan,ia calingukan melihat sekeliling.


"bukankah ini adalah kamarku sendiri, tapi dimana Laila? Kenapa dia tidak ada di sampingku". Shelly, langsung bangkit dari ranjang. Walaupun kepalanya masih nyut-nyutan. "Sial,kepalaku masih sakit. Laila....!!!! Dimana kamu, Laila....!!! " Shelly, berteriak-teriak memanggil nama sahabatnya.


"Non,sudah bangun". Ucap seorang wanita, sepertinya Art di rumahnya.


"Bi Narsih,dimana Laila? Lalu siapa yang mengantarkan aku pulang". Tanya Shelly,kepada Narsih.


"Gak tau Non. Kira Non, sedang tidur". Jawab Narsih, kebingungan.


"Maksud bi Narsih apa? Tadi aku dan Laila,pergi bi dan kami pingsan". Shelly,nampak bingung apa yang terjadi.


"Bibi tahu, kalian pergi bersama. Tapi,bibi kaget lihat Non ada di dalam kamar dan tertidur. Jadi bibi pikir,non tidur gitu". Jawan Narsih, cengengesan.


Jadi bi Narsih,tidak tahu apa-apa. Jangan-jangan orang yang membawa aku,saat bi Narsih tidak tahu.batin Shelly. "Makasih bi,aku masuk ke kamar dulu". Shelly, langsung bergegas masuk ke dalam kamar. Ia langsung mengambil ponselnya dan mengetik pesan kepada seseorang.


"Bagaimana ini, Laila diculik. Aku harus mencari bantuan,agar bisa menyelamatkan Laila". Gumam Shelly, tangannya masih gemeteran karena ketakutan.


*******


Sedangkan di tempat lain, Laila mengerjap matanya beberapa kali. Ia nampak heran, melihat sekeliling ruangan tersebut. "Kamar? Kamar siapa ini? Aku ada dimana,shhhh.... aakkkhhh.... kepalaku masih sakit, tapi dimana Shelly? Dia tidak ada di sini, jangan-jangan dia beda tempat". Kata Laila,ia bangkit dari ranjang. Menuju ke arah pintu,namun sayang. Pintunya terkunci dari luar,ia menggedor-gedor dan berteriak-teriak.


"Buka pintunya....!!!!bukaaaa....siapa kalian ha? Berani sekali menculik ku,bukaaa....aku bukan orang kaya raya,aku tidak memiliki uang banyak. Lepaskan aku.....!!!kalian salah orang, lepaskan temanku juga". Laila, berteriak-teriak sekuat tenaga.


"aku harus cari sesuatu,". Gumam Laila,ia mencari-cari sesuatu yang dapat di gunakan. Saat menuju ke arah jendela,sayang sekali nampak terkunci dan berpagar. "sial,aku tidak bisa lewat darimana pun". Gerutu Laila,ia terduduk lemas di lantai.


Laila, bangkit mencari barang-barang untuk membuka pintu kamar. Namun sayang,dia tak menemukan apapun. "Bagaimana ini,tidak ada satu benda pun yang berguna". Decak Laila,ia mulai kelelahan.


Ceklekk...


Pintu kamar terbuka lebar, terlihat sesosok seorang pria tengah membawa sesuatu. Sontak Laila,nampak ketakutan sekali.

__ADS_1


Ia sangat takut,jika pria tersebut berbuat macam-macam Kepadanya. "Siapa kalian, lepaskan aku". Bentak Laila, bersembunyi di balik sofa.


"Silahkan dimakan,Nona. Maaf, sebentar lagi Tuan akan datang dan menemui Anda". Ucap pria itu,menaruh beberapa tempat berisi menu makanan di meja.


"Tuan? Siapa Tuan,kalian? Kenapa dia menculik ku ha,tidak ada gunanya menculikku. Karena aku perempuan miskin,tidak memiliki harta kekayaan yang banyak". Ucap Laila, sebenarnya dia sangat ketakutan sekali.


"Silahkan di makan Nona,kami permisi dulu". Pamit pria itu,lalu beranjak pergi dan mengunci pintu kamar itu.


Laila, mendekati meja tersebut yang di penuhi beberapa makanan. Terlihat jelas makanan di meja, sangat enak dan mengiurkan. Apa lagi Laila, merasakan rasa lapar. Perutnya sudah keroncongan dan aroma masakan sangat harum.


"Dimakan gak yah? Mana laper dan haus lagu, bagaimana ini". Gumam Laila,ia sesekali mencicipi masakan yang di hadapannya.


"hemm.. masakannya sangat lezat, tidak ada racun juga. Makan saja dulu, siapa tahu otakku langsung lancar. Makan sedikit saja,". Laila,mulai menyuapi makanan ke dalam mulutnya.


Nampak sekali Laila, menikmati setiap masakan lainnya. "Hemmm.. lezatnya,belum pernah aku merasakan masakan seperti ini". Betapa lahapnya Laila,menyatap makanan di atas meja. Tak memperdulikan lagi, jika ada racun yang penting kenyang sebelum meninggal.


beberapa menit kemudian, akhirnya Laila menyelesaikan acara makan-makannya. kini perutnya terisi penuh tidak seperti tadi yang keroncong.


Al, menaiki anak tangga satu persatu. Hingga saatnya Al,sudah berada di pintu kamar Laila.


Ceklekk.....


Pintu kamar terbuka lebar, terlihat Laila tengah duduk di sofa sambil menangis kesegukan.


"Laila". Al, menyebut namanya. Sontak Laila, mendongak ke arah pintu.


"Al....!!!". Laila, tersenyum sumringah melihat kedatangan Al. "kau datang,kau menyelamatkan ku". Laila, berhamburan ke pelukan Al.


Al, tersenyum kecil dan merasakan pelukkan Laila yang sudah di rindukannya.


"Tuan, ini minum Anda". Ucap seseorang di belakangnya.

__ADS_1


Laila, langsung terkejut siapa Tuan mereka sebenarnya. Laila, langsung menatap tajam ke arah lalu mengundurkan langkahnya dan menjauh diri dari Al.


"Kau sudah menculikku,Al. Kau,tega melakukan hal ini kepadaku". Laila, nampak tak percaya apa yang di lakukan Al.


Al, menyeringai tajam dan menutup pintu. Lalu menguncinya dari dalam, kunci langsung di cabut dan memasukkan ke dalam celananya.


Laila,hanya menggelengkan kepalanya. Saat Al, mulai mendekati dirinya. "Kenapa kau, melakukan ini? Apa salahku".


.


"Kau ingin tahu,apa salahmu ha? Seharusnya kau tahu, Laila". Senyum smrik Al,ia langsung mencengkram tangan Laila. "Kau sudah membohongi diriku,aku tahu semuanya".


"Al, lepaskan cengkraman tanganmu. Ini sangat sakit,Al. Tolong, lepaskan aku". Pinta Laila, mulutnya sampai gemeteran dan air matanya luruh sudah.


Al, menghempaskan tubuh Laila dia atas ranjang. Laila,hanya menggelengkan kepala dan mulai merangkak untuk kabur.


Al, melepaskan baju atasannya dan terlihat sixpack perutnya. Ia mulai merangkak naik ke atas ranjang, sedangkan Laila sudah mentok di pinggir ranjang.


"Jangan Al,aku mohon...jangan, ampunilah aku". Pinta Laila,ia memejamkan matanya saat dia di bawah Kungkungan Al.


"Apa kau mencintaiku, Laila". Bisik Al,ia tersenyum kecil. Walaupun dia tahu,apa jawaban Laila.


Tidak, aku tidak mau mengakuinya. Aku tidak ingin menjadi orang ketiga,di antara hubungan Al dan Emily.batin Laila. "Aku tidak mencintaimu,Al. Sama sekali aku, tidak pernah menyukaimu" jawab Laila, dengan tegas.


"Oh, benarkah sayang. Jika kau tidak mencintaiku". Al,mulai mengelus-elus pipi mulusnya Laila.


Karena mendapatkan sent-uhan lembut di pipinya, sontak membuat Laila geleng-geleng dan memberontak sekuat tenaga.


Al, dengan sigap menahan kedua tangannya tepat di atas kepala Laila. Kini Laila,hanya menangis kesegukan karena kekuatan Al sangat jauh darinya. matanya terpejam dan wajahnya memalingkan ke arah samping,ia tak mau berhadapan langsung dengan wajah Al.


Al,merasa puas melihat Laila begitu ketakutan dan wajahnya sudah pucat pias. ia tak lagi memberontak, mungkin tenaganya terkuras habis. ia nampak mengatur pernafasannya,apa lagi dia menangis hingga membasahi kerudungnya.

__ADS_1


__ADS_2