
"Siapa kalian,jangan berani mendekati ku. Lepaskan,aku". Teriak Marchel,ia sangat ketakutan saat melihat beberapa sesosok pria bertopeng tengkorak yang datang menghampiri nya.
"Tak perlu siapa kami dan nikmatilah hukuman". Terdengar suara mengerikan yang di ucapkan sesosok pria bertopeng tengkorak tersebut.
"Benar,anggap saja kami adalah malaikat pencabut nyawa mu".
"siap-siaplah, menerima hukuman yang sangat sakit. sebelum nyawamu, merenggang".
"Tidak, lepaskan aku...tidak". Marchel, memberontak sekuat tenaga. Namun hasilnya, nihil juga. Siapa mereka? kenapa mereka semua, menggunakan topeng tengkorak. apa mereka adalah psikopat tersadisss,aku tidak ingin mati sekarang.
Kedua tangannya,di rantai ke atas dan bergelantungan. Marchel,hanya menggunakan boxer saja. "Lepaskan aku, brengseeekk.....kalian,cuiihh...!!". Marchel,meludah sembarangan arah.
Buughhhh.... Buughhhh...
Buuughhh..... Buuughhh..
Beberapa pukulan mendarat di kedua pipi Marchel dan perutnya. Ia meringis kesakitan,darah segar mengalir di sudut bibirnya.
"Aaarghhh....siapa kalian? Kenapa kalian,memukulku... Aaaakkhh.... lepaskan aku, brengseeekk kalian". Teriak Marchel,ia ngos-ngosan mengatur nafasnya.
"Melepaskan diri mu,tidak akan pernah. Aku akan menghajar dirimu dan membuat kau tidak bernafas lagi". Jawab pria bertopeng tersebut.
Salah satu pria bertopeng tersebut, mengambil sebilah pisau yang terlihat sangat tajam.
"Tidak,apa yang kalian lakukan. Jangan..aku mohon,jangan....." Marchel, menggeleng kepalanya. Ia sangat takut,saat melihat pisau mulai mendekati dirinya.
"sepertinya,aku harus mencongkel bola matamu. Yang suka sekali melihat tubuh seorang perempuan,kau menodai kesucian perempuan yang tidak bersalah. Kau harus menerima hukuman ini, Marchel". Ucap pria bertopeng tersebut, dengan lantang. Ia siap-siap untuk mencongkel bola matanya, Marchel.
"Tidaaaakkkk..... jangan lakukan itu,aku bersalah. Maafkanlah aku,aku mohon. Aku berjanji tidak akan pernah melakukan hal itu lagi, ampunilah aku Tuan". Marchel, mencoba memberontak namun beberapa pria bertopeng mendekati dan menahan tubuhnya. "kalian benar-benar seorang psikopat, cepat atau lambatnya. kalian akan di tangkap oleh polisi dan di berikan hukuman mati".
Salah satu pria bertopeng tersebut, langsung melancarkan aksinya. Ia sangat mudah mencongkel bola matanya, Marchel. Bagaikan,sudah terbiasa dia melakukannya.
"polisi,bagi kami adalah seorang sahabat. hahahahaha". gelak tawanya, yang begitu mengerikan.
__ADS_1
"Aaaargghhh.....sakkiiiiiit... Aaaaakkkkk....mataku.. Uuuhh....uuhhh...mataku" jerit Marchel,ia merasakan sangat sakit di matanya. Darah segar mengalir deras, bahkan bola matanya jatuh ke lantai. "kalian, psikopat". teriak Marchel,ia melihat bola matanya di lantai.
Marchel,hanya bisa meraung-raung meratapi nasibnya. Dan merasakan kesakitan yang luar biasa,dimatanya. Ia tak menyangka jika hidupnya, berakhir di tangan para psikopat.
"dia sangat berisik sekali, seperti perempuan saja. sepertinya,aku harus mematahkan tangannya dulu. yang pernah meraba lekukan tubuh seorang perempuan,".
"Tidaaaakkkk...jangan,jangan lakukan itu. aku mohon,Tuan". Marchel, memohon iba. namun permohonannya, tidak ada gunanya.
Kreaaakkk.... Kreaaakkk..
"Aaaakkhhh.... Aaarghhh,tanganku..!!! ". Marchel,hanya bisa berteriak-teriak sekuat tenaga. menahan rasa sakit,yang sangat luar biasa. kini kedua tangannya, sudah patah.
Pria bertopeng tersebut, mengambil satu jarum lumayan besar dan memasukkan benang. "Bersiaplah,aku akan menjahit mulutmu itu. Yang sudah lancang, menikmati tubuh perempuan yang tidak bersalah apapun".
"Apa...?? Tidak jangan lakukan itu,belum cukupkah dengan mencongkel bola mataku dan mematahkan kedua tanganku ha..!!". Bentak Marchel,ia masih sanggup membentak pria bertopeng di hadapannya.
Pria bertopeng lainnya,sudah siap menjerat tubuh Marchel agar tidak bisa bergerak. Begitu juga kepalanya, tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Pria bertopeng tersebut, dengan mudahnya menjahit mulut Marchel.
Akhirnya, Marchel menyesali perbuatannya karena sering menyiksa perempuan dan memperkaos secara paksa. Ada juga yang di membunuhnya,secara keji.
Sekarang dia, merasakan hukuman yang begitu mengerikan. Mulutnya, tidak bisa berbicara lagi.
"Kau terlihat gagah dan berani,saat mulutmu di jahit dan matamu hilang sebelah. Hahahhahaha.... bagaimana, Marchel. Tentu kau menikmatinya bukan? Hahahhaha...." Orang-orang sekitar,juga ikut tertawa lepas.
Sedangkan Marchel, hanya menangis dan menahan rasa sakit. "hemmpptt..... hhhmmmpptt....." Ucapnya,ia ingin berbicara namun tidak bisa.
"Lepaskan, boxernya. Aku ingin memutilasi burungnya, yang sudah banyak menikmati milik perempuan lain". Satu pria bertopeng,mulai mengambil sebuh gunting rumput.
Mereka saling bergantian memberikan hukuman, kepada Marchel. Terlihat jelas mereka, sangat santai dan menikmati penyiksaan terhadap Marchel.
Marchel,hanya pasrah menerima semuanya. Ia tak bisa memberontak lagi,karena tenaganya terkuras habis. Apa lagi tubuhnya sudah melemah, karena darah terus mengalir keluar.
Saat boxer di lepas, terpampang nyata burung yang sedang bergelantungan melemah. "Perlihatkan video tak senonoh itu,agar burungnya tegak lurus. Hahahahha." Perintah pria bertopeng tersebut.
__ADS_1
Seseorang pria bertopeng, langsung memperlihatkan video tak senonoh. Apa lagi suara desa-han saling bersahutan, membuat Marchel gelisah.
Beberapa saat kemudian, burungnya langsung tegak. "Hahahha... lihatlah,betapa mesumnya dirinya. Dengan keadaan seperti ini,dia masih berga-irah. Ck, pria munafik".
"Hmmpptt.... Hmmmmpt...". Ucap Marchel,saat gunting sudah siap memotong ujung kepala burungnya.
Saat kepala burungnya,sudah di potong. Darah segar, langsung muncrat keluar. Sungguh pemandangan mengeringkan,namun bagi mereka hal biasa sudah. Darah segar yang muncrat kemana-mana,hingga mengenai tubuh mereka yang menggunakan jubah berwarna hitam.
Tubuh Marchel, bergetar hebat dan merasakan teramat sangat sakit. Berlahan-lahan matanya Terpejam dan tak bernafas lagi.Inilah Marchel, hidupnya telah berakhir begitu mengerikan.
Pria bertopeng tersebut, berdecak kesal karena mangsanya sudah menghembuskan nafas terakhirnya.
"Potong tubuhnya dan berikan kepada hewan peliharaan kita". Ucap pria bertopeng, yang dari tadi hanya menonton saja.
Ada empat pria bertopeng,yang keluar dari ruang bawah tanah. Sisanya tinggal dan membereskan tubuh Marchel, untuk di potong beberapa bagian.
Empat pria bertopeng lainnya, mereka masing-masing masuk ke dalam ruangan masing-masing. Mereka ingin membersihkan diri,karena bau amis darah. Empat pria bertopeng tersebut adalah Al,Herman, Zakir dan Dion.
mereka puas melakukan penyiksaan terhadap Marchel, walaupun hanya sebentar karena Marchel tak bisa bertahan lama.
********
Sedangkan di tempat lain, Shelly sudah mulai tenang. namun perasaannya sangat gugup, jika besok menghadapi kedua orang tuanya.
ia ingin memberitahu atas kedatangan Herman, ingin meminta restu untuk menikahi dirinya. Shelly, mondar-mandir di hadapan Laila.
"Duduklah,tenang dirimu Shelly". Laila,membawa Shelly duduk di sampingnya.
"Aku gugup sekali, Laila. apa penilaian kedua orang tua ku, takutnya mereka malah mengira aku hamil duluan". keluh Shelly,ia benar-benar gugup sekali.
"Tenang saja,aku ikut angkat berbicara. aku ada Shelly,jangan khawatir. aku yakin, kedua orangtuamu pasti percaya". Laila, tersenyum sumringah. agar Shelly,tidak berpikir buruk lagi.
"Baiklah, semoga saja. aku bisa menahan diri,agar tidak terlalu gugup. sebentar lagi, orang tua ku,akan datang". kata Shelly, jari-jari lentiknya terlihat gemeteran. matanya,juga beberapa saat selalu menoleh ke arah pintu.
__ADS_1