
"Siapa perempuan itu,Kai". Tanya J, kepada anaknya.
"Mamah,tahu kok siapa perempuannya". Jawab Kai, kepalanya menunduk.
Mendengar jawaban dari Kai,J langsung menatap ke arah sang istri. Ia ingin jawaban,yang di maksud anaknya. "Mamah? Yang mana,anak sosialita yang mana Kai?atau anak tetangga,jangan sampai kamu kepincut anak mantan suami mamah". Ancam Ayunda, sambil menunjuk ke arah anaknya.
"Aaahhh... aku tahu," sahut Laila, langsung. Mereka semua, langsung tercengang ke arah Laila. "Anaknya om Abraham kan,gak sengaja sih? Pernah,lihat Kai naik mobil sama anak om Abraham".
"Apa...???". Ucap mereka bersamaan, langsung mendapatkan seringai tajam dari J.
"Pah......" Kata Kai, memandang wajah ayahnya.
"Huuuussttt....tidak, aku tidak setuju. Ingat itu,sudah aku bilangkan jangan sampai kepincut dengan anaknya". Bentak J, langsung.
"J,kamu tidak berhak mengatur segalanya. Anak kita berhak, memilih siapa yang di cintainya. Kai,tidak masalah kamu menjalani hubungan dengan Elvina. Mamah, Alan membujuk ayahmu dan kau Al. Jangan sampai,ikut campur dalam percintaan adikmu". Ancam Ayunda, langsung.
"Apa tidak ada lagi, perempuan selain dia? Apa kamu benar-benar, mencintainya. Ingatlah Kai, jangan sampai kamu mempermainkan perasaan anak orang". J, hanya mengusap wajahnya dengan kasar.
"Pah, aku tidak seperti Al. Yang playboy ". Gumam Kai,melirik kakaknya.
"Kau, jangan mengungkit masa lalu". Al, menepuk pundak adiknya. Karena mendapatkan tatapan, mata dari sang istri.
"Ck, terserah.... ingat,jangan sampai kebablasan Kai. Kalian masih sekolah,apa perlu kami menikahi kalian ha". Tanya J, kepada anaknya.
"J, biarkanlah mereka seperti ini dulu. Jangan mengganggu hubungan mereka,". Sahut Ayunda,yang terus membentak anaknya. "Kai,satu mamah pinta. Jangan sampai kelewatan batas, pacaran boleh. Ingat,ada batasnya".
"Iya,mah...aku paham kok,". Jawab Kai, tersenyum kecil.
"Kalau Kai,menikah sekarang. Siap-siaplah, untuk membantu ku mengurus perusahaan. Toh,dia wajib menafkahi istrinya dan gak bekerja keras. Hahahahaha....". Gelak tawa Al, namun secepatnya Laila mencubit pangkal pahanya. "Aaauuu....sayang,kenap sih? Gak mamah, gak kamu. Malah membela bocah tengil,ini". Al, memusut pangkal pahanya terasa perih.
"Yah,kamu yang salah kok. Biarkan saja,adikmu punya pacar. Asalkan,kamu jangan. Awas kamu". Ancam Laila, matanya melotot menatap ke arah Al.
"Iya, sayangku. Uummmahhh.... oupsss.....iri yah". Kekehnya Al, melirik adiknya.
"Al, jangan mengajari adikmu seperti itu". Bentak J, langsung.
__ADS_1
"Pah,kami seling mencintai. Terserah,mau setuju apa tidaknya". Kata Kai, sebelum meninggalkan ruang tamu.
"Kai, selesaikan dulu sekolah mu. Jangan sampai,anak orang bunting. Lebih baik, secepatnya kalian menikah daripada bikin malu". Teriak J,saat anaknya sudah masuk ke dalam kamar.
"Hussssttttt.... jangan teriak-teriak, cucumu baru saja tidur. Sudahlah,Kai paham kok mana yang baik dan tidaknya. Daripada belok,hampir saja kepalaku meledak karena memikirkan anak kita yang satu itu" Ayunda, menghentikan teriakan suaminya.
"Ck,jalannya masih panjang kok. Mana mungkin, mereka jodoh". Decak J, langsung tersenyum smrik.
"Oh,aku seorang ibu yang melahirkannya. Selalu berdoa,agar Elvina dan Kai berjodoh sampai mati. Mau apa,hemmm.... mau memisahkan mereka, begitu". Ancam Ayunda,ia mendelik ke arah suaminya. "Jika kamu, berani memisahkan mereka. Aku dan kamu, siap-siap pisah ranjang".
Glekkk....
Susah payah J, meneguk salivanya. Saat mendengar ucapan sang istri,mana sanggup pisah ranjang. J,hanya diam dan menghembuskan nafas beratnya.
**************
"Papah......". Elvina,yang berlarian menghampiri ayahnya.
Abraham, terkejut dengan kelakuan anaknya. Tiba-tiba memeluknya, dengan erat. "Ada hemm... sepertinya,kamu sedang bahagia sekali".
"Katakanlah,apa yang membuat anakku. Begitu sebahagia seperti ini,hemmm" tanya Abraham,memeluk erat putrinya.
"Papah,pasti tidak menduga apa yang aku katakan. Ini sangat tak masuk akal,aku dan Kai kami sepasang kekasih pah. Baru saja,". Elvina, memberitahu kepada ayahnya.
Abraham,nampak terkejut mendengar jawaban dari anaknya. "Apa itu benar? Kau tidak bercanda kan, sayang ".
"Astaga,aku seriusan pah. Kami jadian,tidak sia-sia selama ini aku selalu mendekatinya dan mengejarnya pah. Apa papah,senang". Tanya Elvina,ada senyuman manis di sudut bibir ayah nya.
"hahahahha.... akhirnya, putri papah sudah mendapatkan apa yang di inginkan selama ini. Elvina, selamat untukmu. Katakanlah,apa yang kamu inginkan". Abraham,tak bisa memungkiri bahwa dia juga bahagia.
"Hanya satu yang aku inginkan,semoga papah selalu sehat terus. Aku sangat mencintaimu,pah. Karena papah,yang aku punya". Elvina, menangis kesegukan di pelukkan ayahnya.
"Maafkan papah,tidak bisa mengalamatkan ibunya nak. Begitu dalam cinta papah, kepada ibumu. Sehingga papah,tidak memberikan ibu sambung kepadamu. Tapi,papah yakin. Suatu hari nanti,jika kamu berjodoh dengan Kai. Ibu mertua mu, Ayunda. Dia akan, menyayangimu seperti anaknya sendiri". Abraham, merasa bersalah atas kehilangan istrinya. Demi melahirkan seorang anak, istrinya rela berkorban. Hanya satu tugasku, meluluhkan hati J. Aku yakin,dia tak merestui hubungan mereka.batin Abraham, menyimpan rahasia ini.
"Aaammiiinn....pah,aku beruntung sekali memiliki seorang ayah seperti mu". ucap Elvina, menghapus air mata ayahnya.
__ADS_1
"kebahagiaan mu, adalah jauh lebih penting nak". Abraham,juga menghapus air mata anaknya.
"Ya sudah, Elvina mau ke atas dulu. Dahh..". Elvina, menaiki anak tangga dan meninggalkan ayahnya.
Abraham, tersenyum sambil memandang sebelah foto. Dimana dia dan sang istri,air matanya luruh sudah."lihatlah sayang,anak kita sudah dewasa dan dia menemukan cintanya. Doakan saja,semoga mereka benar-benar berjodoh. Jika suatu hari nanti,aku menyusul dirimu. Hatiku tenang,karena meninggalkan anak kita dengan orang tepat. Hanya Ayunda,yang bisa aku percayai sebagai ibu mertuanya nanti". Gumam Abraham, sambil mengelus foto istrinya.
Elvina,hanya memandang ayahnya dari atas. Ia tak sanggup menahan air matanya,ia tahu jika sang ayah merindukan ibunya. "Coba saja,mamah Ayunda tidak memiliki suami. Apapun caranya,aku rela menyatukan mereka. Karena aku tahu,mamah Ayunda adalah cinta pertama papah. Walaupun,aku tahu. Kalau papah, tidak mencintai mamah. Karena perjodohan nenek, papah menerimanya. Tapi,saat mamah sudah ada. Kenapa cinta itu tumbuh,di dalam hati papah. Sehingga,papah menjadi bersalah dan menghukum dirinya. Dengan cara,tak membuka hati kepada wanita manapun". Isak tangis Elvina.
Elvina,tak masalah jika ayahnya menikah lagi. Namun, hati sang ayah susah membeku.
Ting....
Sebuah pesan masuk di ponselnya, Elvina.
[Sore nanti, jadikan kita?dandan yang, cantik ya]. Ayan
[Oke]
Elvina, langsung membalas pesan dengan Singkat. Karena dia malam, meladeni pria seperti itu.
Ting...
[Lagi apa? Sudah makan belum]. Ayan
"Ck,males banget balas pesannya. Ahhh...mending kirim pesan,Kai". Gumamnya, langsung mengetik pesan." Pakai sayang gak? Gak deh, nanti dia malah kege'eran". Elvina,jadi cekikikan tertawa.
[Kai,aku sore nanti mau memberikan pelajaran kepada Ayan. Jadi aku pergi dengannya,di mall. Kami ijinkan tidak,kalau tidak aku gak jadi].
Elvina, langsung mengirimnya dan meletakkan Ponselnya.
Sambil menunggu balasan dari sang kekasih, Elvina berganti pakaian dulu.
Setelahnya, barulah dia mencek ponselnya. Benar sekali,Kai sudah membalas pesannya.
[Aku ijinkan,tapi terakhir kalinya kalian berjalan bersama]. Kai😘
__ADS_1
Elvina, tersenyum merekah saat pesannya di balas juga. mereka berdua, saling membalas pesan.