
Selama Laila, merahasiakan kehamilannya. Ia tetap rutin meminum susu,ibu hamil. Ia jug sengaja membuang kotaknya,agar tidak ketahuan sang suami. Ia juga rutin meminum obat vitamin,yang di sarankan oleh dokter. Sekarang kehamilannya, sekitar delapan minggu. satu bulan berlalu,ia mengunjungi rumah sakit. Ia mengulangi USG lagi dan hasilnya, dinyatakan hamil.
sedangkan J,yang mencari obat untuk Laila. Hasilnya nihil, karena orang yang di cari J sudah tiada beberapa bulan lalu. Hingga J, pulang dan tidak ada membawa apapun.
Kini Ayunda,hanya bersabar dan merasa kasian kepada menantunya. Penyakitnya,tidak akan sembuh dan mengakibatkan masalah besar kedepannya nanti.
Lebih parahnya lagi,ada yang menyebarkan berita. Jika Laila, seorang istri pembisnis ternama yaitu Al. Di nyatakan mandul,karena tak kunjung hamil-hamil juga. Sekuat-kuatnya, menyimpan rahasia. akhirnya, terbongkar sudah dan tersebar luas. Al,yang langsung bertindak atas berita tentang istrinya
Apa lagi Ayunda,banyak teman-teman sosialitanya. Menyarankan Al, menikah lagi untuk memberikan keturunan Negredo. Namun Ayunda, langsung membantah saran dari teman-temannya.
Ada lagi yang memberitakan, bahwa istri Al melakukan program bayi tabung. Hasilnya nihil,hingga dua kali. Ada yang merasa iba, tentang berita tersebut. sehingga orang lain, memastikan bahwa istri Al tidak akan bisa hamil.
Ada juga orang-orang lainnya, mengejek Laila. Ini adalah kesempatan emas,bagi kaum wanita untuk mendekati Al. siapa tahu, mereka bisa mengandung keturunan Negredo.
Para wanita lainnya,sudah pasti Al akan memberikan keturunan Negredo. Mampukah Al, bertahan dan tidak goyah. Al,memang mengharapkan keturunan Negredo,namun dari rahim sang istri. Jika sang istri,tak hamil juga. dia tak mempersalahkan anak. bukankah,ada adiknya Kai ataukah dia bisa mengadopsi anak di panti asuhan.
Bagaimanakah,jika kabar berita terkait dengan kehamilan Laila. Apakah, orang mempercayai kehamilannya. Agar orang-orang mengira,dia bukan wanita mandul. Sebenarnya, Laila mengetahui tentang penyakitnya. tapi, dia seakan-akan tidak tahu apa-apa.
"Aku sudah menghapus, tentang berita itu. Kau tidak perlu,sakit hati dan apalah. Aku mencintaimu, Laila. Aku tidak memperdulikan,jika kita tak di berikan keturunan". Al, mencoba Laila mempercayai ucapan nya.
Akhir-akhir ini, Laila nampak menjauhkan diri dari sang suami. Apa lagi tentang berita tersebut,ia sampai tak keluar dari apartemen.Ada juga, wanita yang menyerahkan diri. Untuk menjadi istri kedua Al atau jadi rahim pengganti, mereka dengan sukarela tanpa ba-bi-bu segalanya. Dengan senang hati, mereka di bayar mahal. meskipun, diam-diam tanpa ada yang tahu.
Al, langsung saja menolak mentah-mentah dan tak segan-segan memberikan hukuman. Jika berani,datang kembali. Sama saja, mereka mengejek Laila yang tidak sempurna menjadi seorang istri.
__ADS_1
"Walaupun berita tersebut, hilang di sosial media dan lainnya. Tapi, mereka bisa mengatakan secara langsung Kepadaku Al". Jawab Laila,ia menghapus air matanya.
"Jangan kau dengarkan,apa perkataan orang-orang sekitar. Besok,kita periksa rahimmu. Kau ingin buktikan,rahimmu tidak bermasalah. Kita sama-sama subur, mungkin belum waktunya untuk memberi keturunan kepada kita". Al, langsung memeluk tubuh istrinya. "Percayalah, kepadaku sayang".
Laila, langsung mendorong tubuh suaminya."ku berbohong kepadaku,Al. Kau menyembunyikan penyakitku dan memalsukan keterangan pemeriksaan medisku kan. Kau juga,membayar dokter itu. Untuk tutup mulut,agar aku tidak menyalahkan diriku sendiri".
Sial,apa Laila mengetahui semuanya. "Bicara apa, Laila? Aku tidak mengerti,hasil medis itu memang benar. Mana ada aku, berbohong kepada mu".
"Kau tidak berbohong? Yakin, sebentar". Ucap Laila,ia mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Terlihat, beberapa lembar di tangan Laila. "Ini apa Al,apa? Jelaskan kepadaku,kau membohongi ku". Isak tangisnya Laila.
Al,hanya terdiam dan mulai membaca kertas tersebut. Ternyata,hasil pemeriksaan medis asli Laila. Kini Al, terduduk lemas di sofa. "Laila,aku....".
"Stop,jangan bicara lagi. Kamu mengecewakan diriku,". Laila, langsung memotong perkataan suaminya.
Al, sempat bingung dengan surat-surat hasil pemeriksaan medis istrinya. Bukankah,dia sudah menyimpan di tempat yang aman.
"Kamu sudah mengecewakan diriku, terimakasih Al. Apa yang mereka katakan,memang benar". gumam Laila, ia membuang muka ke arah lain
"Tidak, mereka salah Laila. Kita belum waktunya, untuk di berikan kepercayaan. Ayolah, kita bisa memeriksakan kesehatan mu lagi".
"Memeriksa lagi? Sampai kapan Al,kita sudah berusaha. Bahkan, keluar negeri sekalipun. Hasilnya, nihil dan percuma ".
Laila, menggelengkan kepalanya dan melihat ke arah suaminya. Al,juga ikut menangis. Air matanya menetes,ia juga meremas kertas di tangannya. "Apa kata kedua orangtuamu Al, mereka mengharapkan keturunan Negredo. Terutama, ibumu yang selalu menginginkan seorang cucu".
__ADS_1
"Tidak, mereka tidak menuntut itu. Mereka memahami keadaan,hanya kau yang tidak tahu. Masalah penyakit mu, Laila. Aku yang meminta mereka, untuk menyembunyikan masalah ini". Jawab Al, ia benar-benar bersalah kepada sang istri.
Laila,hanya terkekeh karena dia yang belum tahu. Tentang penyakitnya,yang begitu mengerikan baginya. "Karena mau sangat kecewa denganmu,aku membagi cintaku dengan seseorang". Ucap Laila,sontak membuat Al terkejut.
Membagi cinta? Maksudnya apa,apa jangan-jangan. "Membagi cinta, maksudnya". Tanya Al,ia langsung beranjak berdiri.
"Iya,aku mencintai seseorang dan melebihi dirimu. Aku sudah, membagi cinta ku. Kau paham,". Tegas Laila, membuat Al langsung memanas karena sang istri tega mencintai orang lain.
"Jaga ucapan mu, Laila. Siapa pria itu,kau berani mencintainya di belakang ku. Apa ini, jawabannya kau berubah akhir-akhir ini. Hemmm... siapa pria itu, apakah Arkana. Katakan,". Al, mencekram lengan Laila.
"Al, lepaskan tanganmu. Kau menyakitiku". Laila, mencoba melepaskan cengkraman tangan suaminya.
"Kau boleh kecewa kepadaku, setidaknya jangan pernah membagi cintamu kepada pria lain". Bentak Al,yang mulai membuka kancing kemejanya.
Mampus aku, niatnya untuk mengerjai dan memberikan kejutan. Sepertinya,aku akan di makan Al. "Al,kau tenanglah. Maksud ku,bukan seperti yang kau pikirkan". Laila, gelabakan ketakutan.
"Jangan main-main denganku, Laila. Aku sangat mencintaimu, tapi apa balasannya. Kamu, membagikan cinta kepada pria lain. Kau sudah membuatku marah, Laila. Katakan,siapa pria itu". Seringai tajam Al.
Glekkk.....
Kini Laila,sudah di himpit oleh Al. "Al,aku akan memberitahu mu. Aku memiliki foto, menjauhlah". Laila,hanya cengengesan. Sebenarnya,dia sudah takut dengan suaminya.
"Tidak Laila,malam ini dan seterusnya aku tak akan melepaskan diri mu. sebelum,kau mengatakan siapa pria itu. yang sudah berani nya mencintai istriku". tegas Al, matanya memerah manahan emosi.
__ADS_1
"Al, jangan seperti ini. kau menghimpit tubuh ku. Kita bicarakan baik-baik, lepaskan aku dulu". Laila, menahan dada bidang suaminya yang sudah tak memakai baju lagi. "Aku akan mengambil fotonya,agar kau tahu? siapa yang aku cintai, maksudku membagi cintaku... Aaaakkhh...". pekik Laila, saat lehernya di gigit oleh Al.
jujur saja Al, sangat marah kepada istrinya. mana mungkin bisa, istrinya membagi cintanya dengan seseorang.