ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Di paksa Menikah (S2)


__ADS_3

"Kasian sekali pria itu, mencari-cari sesuatu yang tidak mungkin ketemu". Gumam seorang perempuan, yang sedang menatap ke arah Kai.


Kai,masih sibuk mencari-cari gelang. Yang di lempar oleh Elvina,dia tidak menyerah sebelum ketemu.


"Benar sekali,pria yang malang. Wajah sangat tampan, postur tubuhnya sangat bagus. Tapi,tetap saja kekasihnya merasa tidak puas. Apa jangan-jangan,pria malang itu miskin" sahut perempuan yang kedua.


"Astaga,bisa jadi begitu. Perempuannya sangatlah, matre".


"Benar sekali, aku akan ke sana untuk segera berhenti mencari gelang itu. Lihatlah, hari mulai gelap apa lagi hujan belum reda juga". Perempuan tersebut, berlarian menuju ke pantai.


Hampir dua jam,Kai mencari gelang tersebut namun tidak kunjung dapat-dapat.


"kakak,naiklah....". Seorang perempuan, berteriak kepada Kai. "Hari sudah hampir gelap,apa lagi masih hujan. Naiklah,mana mungkin juga dapat".


Kai, menatap ke arah seorang perempuan sambil memegang payung di tangan kanannya. Ia hanya menyunggingkan senyum dan terus mencari gelang tersebut.


"Kakak, naiklah......apa kakak,tidak kedinginan". Teriak perempuan itu,namun sang teman telah tiada di tebing. "Kemana Tina? Sial,dia meninggalkan ku". Gumamnya.


Perempuan itu,terus berteriak-teriak menyuruh untuk naik dan berhenti mencari gelang tersebut.


"Harganya lumayan mahal, empat puluh juta. Aku harus menemukannya,jika ketemu akan aku berikan kepada mu". Jawab Kai, sambil berteriak.


Perempuan tersebut, menggaruk kepalanya saat mendengar jawab Kai. "Sudahlah kak, naiklah dan pulang". Teriaknya lagi.


Perempuan itu, melangkah kakinya untuk maju ke depan. Niatnya untuk membantu dan mencari juga. "Yah....Rok panjangku,sudah basah". Gumam perempuan itu.


"Kamu ngapain ke sini, pergilah.... biarkan saja,aku mencari gelang itu sampai dapat". Kai,nampak terkejut melihat perempuan itu semakin mendekatinya.


"Apa kakak,tidak kedinginan? Hari juga, hampir malam. Jangan sampai kenapa-kenapa kak,Ayo....". Entah berapa kali, perempuan itu menyuruh Kai agar berhenti mencari gelang tersebut.


"Kak, di kaki ku ada sesuatu,coba di sini". Ucap seorang perempuan, Sambil menunjuk ke bawah kakinya.


Kai, langsung menuruti perkataan perempuan itu dan mulai meraba-raba di kakinya. Nampak dari ekspresi Kai,dia menemukan sesuatu dan mendongakkan kepalanya ke atas.


Kini mereka saling pandang dan terdiam sejenak. Entah kenapa,detak jantung perempuan itu semakin kencang. Subhanallah, sungguh indah sekali ciptaan mu Tuhan.batinnya.

__ADS_1


Kai, tersenyum dan beranjak berdiri. Ia memperlihatkan tangannya, sebuah gelang yang di lempar oleh Elvina.


Kai, langsung memakaikan gelang itu ke tangan perempuan di hadapannya. Sang empunya,hanya diam tanpa menolaknya.


"Sangat cantik,". Ucap Kai, langsung membuyarkan lamunan perempuan itu.


"Tapi,Kak? Ini punya kakak,lepaskan saja". Perintah perempuan itu,ia secepatnya ingin melepas gelang di tangannya.


"Jangan, untuk mu. Anggap saja,sudah menemaniku di sini. Terimakasih, sudah menemani ku". Kai, menghentikan aksi perempuan itu. "Terimalah,aku mohon". Pinta Kai, dengan iba.


Perempuan itu, langsung mengangguk tak tega melihat wajah pria di hadapannya tampak sedih.


Tampak tak sadar beberapa orang, menghampiri mereka. "Astagfirullah......Rea....!!! Apa-apaan ini, malam-malam. Hujan-hujanan,di pantai. Kalian pacaran ha". Teriak seorang pria paruh baya itu. Terlihat ada uban di rambutnya dan kumis tipis.


"Ayah.....Ayah,hanya salah paham, Tina tolong jelaskan". Pinta Rea,ia membela diri.


Rea,yang rela hujan-hujanan menemani Kai mencari gelang tadi.


"Diam kamu, Rea...!! Sudah bikin malu saja,pacaran di pantai gelap begini". Pria paruh baya itu, sambil berkacak pinggang dan menatap tajam ke arah Kai. "Jadi kamu, kekasih anak saya ha? Kamu sudah,mencoreng nama baik saya di sekitar sini. Pokoknya,kalian harus menikah". Tegasnya lagi,namun Kai hanya terdiam. Dia bingung menjawab apa, hanya bisa melirik ke arah perempuan tadi yang menemaninya.


"Tidak saling kenal,tapi berduaan ha? Kamu,siapa nama mu ha? Tidak ada penolakan,kalian harus segera menikah. Ilham, siapkan semuanya". Perintah ayahnya Rea.


"Ayah,jangan seperti itu". Rea, menggeleng kepala untuk memberikan kode kepada Kai.


"Nama saya Kai Xavier Negredo,Om...Sa-saya bersedia menikahi, anak Om" jawab Kai,tanpa ba-bi-bu lagi.


Rea,nampak syok mendengar jawaban pria di hadapannya. "Apa...? Tidak, aku tidak ingin menikah dengan mu. Kita tidak saling, mengenal". Bantahnya.


"Rea.....Dia sudah bersedia, untuk menikah dengan mu. Ayah, tidak memperdulikan kamu mau atau tidak. Bikin malu saja, panggil keluarga mu di sini. Panggil saja aku,pak Broto Wisma. Ayo...kita kerumahku, sambil menunggu keluarga mu". Perintah pak Broto.


Kai,hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki pak Broto dari belakang.


Rea, memukul lengan Kai. "Kau,kenapa menyetujui perintah ayahku ha? Kamu,bisa saja mencari alasan apapun. Masa kita menikah,tanpa saling mengenal satu sama lain. Apa lagi,cinta".


"Hussssttttt....apa kamu bisa, memberikan alasan yang kuat. Bagaimana pun caranya, ayahmu pasti akan tetap menikahi kita". Kata Kai,ia menyunggingkan senyumnya itu.

__ADS_1


Rea, langsung terdiam saat mendengar perkataan Kai. Memang benar, apapun keputusan ayahnya sudah pasti tidak bisa di gugat apapun.


Keluarga besar pak Broto, sudah berkumpul bersama di rumahnya.


Kini nampak ricuh karena berdebat dengan sesama keluarga, Kai hanya diam dan mendengarkan perkataan orang yang jauh lebih tua darinya.


"Nak Kai,siapa namu kedua orangtuamu dan jelaskan keluargamu. Jangan panggil aku,Om. Panggil saja pak Broto". Perintah pak Broto,yang langsung di angguki Kai.


"Nama saya Kai Xavier Negredo, anak kedua. Nama ayah Alvaro Negredo, panggil saja J. Kalau nama ibu, Ayunda. Saya juga memiliki kakak, bernama Al dan kakak ipar berserta anak-anaknya. Saya bekerja di perusahaan,Alm.ayah kakak saya dan ayah pensiunan militer". Jawab Kai, tersenyum kecil.


"Innalilahi wainailaihi rojiun". ucap mereka bersamaan.


Pak Broto, manggut-manggut mendengar jawaban Kai. "jadi ibumu menikah lagi, setelah meninggal suaminya".


"Iya pak,ibu menikah lagi dengan kembaran ayah kakak saya". Jawab Kai, langsung semua orang melongo mendengarnya.


"Seorang pensiunan militer, jadi kamu keluarga baik-baik dan berpendidikan tinggi juga.Hebat sekali,ibumu bisa menjerat kembaran suaminya". Pak Broto, tersenyum kecil.


"Namanya,juga cinta pak". Kekehnya Kai,ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Aduh...kenapa lama sekali,papah dan mamah datang.batin Kai,yang sudah gelisah gusar.


"Hemmm... keluarga yang rumit,". sahut lainnya, sambil memikirkan perkataan Kai tadi.


"lalu,kakakmu yang Sudah menikah. apa sudah memiliki anak". tanya pak Broto lagi.


"Alhamdulillah,pak. sudah memiliki anak,sudah empat orang". jawab Kai, membuat orang-orang sekitar melongo.


"Waduh...usia berapa kakakmu menikah, banyak sekali punya anak". pak Broto,nampak tercengang.


"kakak ipar, melahirkan dua kali dengan kehamilan kembar pak". jawab kai, cengengesan.


"Oh..... sangat paham,karena itu keturunan keluarga kalian. buktinya saja, ayahmu memiliki saudara kembar". kata pak Broto, tersenyum kecil.


"Nak Kai, panggil saja bu Minah. ibu kandungnya Rea,apa benar kalian tidak melakukan apapun di pantai". Bu Minah, mencoba mengalihkan perhatian.


"Tapi,saya bersedia menikah dengan anak bapak dan ibu". jawab Kai, walaupun dia dan Rea tidak melakukan hubungan apapun. Namun Kai, memikirkan hal lainnya. sepertinya, perempuan bernama Rea tidak seperti perempuan lainnya. apa lagi keluarganya, begitu ketat kepada anak.

__ADS_1


__ADS_2