
"Assalamualaikum". Ucap J dan Ayunda, masuk ke dalam rumah yang di persilahkan keluarga pak Broto.
Pak Broto,juga mempersilahkan Kedua orangtuanya Kai duduk.
Antara keluarga mereka saling mengenal satu sama lainnya, nampaknya Ayunda menatap tajam ke arah Kai.
"Bu Minah, maafkan kelakuan anakku". Ucap Ayunda. Dia merasa tak nyaman dengan bu Minah, dengan kelakuan anaknya. Ayunda,nampak syok karena anaknya melakukan hal tak senonoh terhadap anak orang lain.
"Bu Ayunda, namanya juga anak-anak. Aku yakin, mereka tidak macam-macam. Hanya saja, kesalahan paham. Aku bisa membicarakan, baik-baik kepada suamiku". Bu Minah, merasa tak nyaman karena suaminya terus memaksa anak mereka menikah.
"Kalau memang mereka harus menikah,tidak apa bu Minah. Aku lega, takutnya kenapa-kenapa nantinya. Ngomong-ngomong,mana calon menantuku". Ayunda,tidak sabar ingin segera bertemu dengan calon menantunya itu.
"Di kamar,kita ke sana". Bu Minah, langsung membawa Ayunda ke dalam.
Kai,hanya menatap kepergian ibunya. Sudah pasti, sang ibu menyetujui pernikahan ini.
Bagaimana nasip Rea,yang menangis kesegukan di pelukkan temannya Tina.
Karena dia harus menikah dengan, seorang pria yang tidak di kenal dan tidak di cintainya itu.
Kai, memandang ayahnya tengah asyik mengobrol dengan calon besannya itu.
Hampir dua jam, mereka membicarakan masalah ini. Hingga akhirnya,antara keluarga bersepakat untuk menikahi anak-anak mereka.
Menikah secara agama, terlebih dahulu. Barulah, menikah ulang nantinya.
Tentu saja Ayunda, menyetujui pernikahan ini. Apa lagi, menantunya sangat cantik dan menutup auratnya. Sepertinya Laila, menantu kesayangan itu.
Antara keluarga akan sepakat,satu minggu lagi akan mengadakan resepsi pernikahan di rumah pak Broto.
Akad nikah,yang begitu singkat. yang mampu mengubah status Kai dan Rea.
Rea Anastasya , berstatus sebagai PNS dan sekaligus mengajar di sekolah dasar.
__ADS_1
Rea,juga menyetujui pernikahan ini. Tapi,dia tidak ingin satu atap dulu sebelum acara resepsi pernikahan.
Kai,juga memahami kemauan Rea. Mungkinkah dia, meminta waktu untuk menenangkan pikirannya
**************
Kai,sudah sampai di mansion dan langsung masuk ke dalam kamar.
Ia menghempaskan tubuhnya, ke atas ranjang dan menatap langit-langit kamarnya.
Ada senyuman manis,saat memandang wajah Rea yang cemberut saat akad nikah tadi di mulai.
Tok.....Tok....Tok...
Suara ketukan membuyarkan lamunannya,Kai bangkit dari ranjang dan membuka pintu kamar.
"Turunlah, papah dan mamah. Ingin berbicara, beberapa hal kepadamu". Kata Ayunda, mengelus
Sesampai di ruang tamu, J sudah siap melontarkan beberapa pertanyaan kepada anaknya.
"Masalah pernikahan mu,biar mamah yang menyiapkan keperluannya dan masalah hantaran pernikahan. Biar mamah,siapkan segalanya. Kami,tidak perlu memikirkan hal lainnya" Ayunda, langsung angkat bicara.
"Bagaimana bisa,kamu tiba-tiba di grebek di pantai dengan anak pak Broto. Bukankah,kamu berpacaran dengan Elvina" tanya J, ia sangat penasaran dengan hubungan anaknya.
"Aku dan Elvina,sudah berakhir pah. Dia meninggal ku,di pantai. benar sekali pah,kalau Elvina hanya balas dendam semata. Aku salah menilainya,karena cinta aku di butakan faktanya.Rea, membantuku untuk mencari gelang di lempar Elvina. Dia juga terus-menerus, menyuruhku untuk menyudahi mencari gelang itu dan naik ke atas. Entah kenapa,aku tiba-tiba ingin menikah dengannya. Aku janji papah,aku akan mencintai Rea". Kai, menceritakan semuanya kepada J dan Ayunda.
"Ingatlah,jangan sampai kamu mempermainkan perasaan Rea. Kalian berstatus suami-istri,paham kamu". Tegas Ayunda,dia jauh lebih memilih Rea di bandingkan Elvina. Baiklah Elvina,kamu sudah menyakiti hati anakku. Siap-siap saja,kamu akan menyesal jika mengetahui semuanya.
"Hemmm... sepertinya, keluarga pak Broto. Keluarga baik-baik, jangan sampai kamu mempermalukan keluarga kita Kai. Kenapa tadi tidak kamu paksa,agar Rea tinggal di sini". Kata J, tersenyum mengejek ke arah Kai.
"Mungkin saja,dia meminta waktu pah. Apa lagi, dengan pernikahan begitu mendadak. Seakan-akan,dia syok dan terkejut pah". Jawab Kai,namun dia tahu apa arti senyuman ayahnya.
***********
__ADS_1
Besok harinya, Ayunda memerintahkan kepada seseorang mencari keberadaan Elvina.
Saat menemukan dimana dia, barulah Ayunda bersiap-siap untuk menemuinya.
Hingga sampai di sebuah kafe, yang terletak tak jauh dari kediaman Elvina. Nampaknya,kafe terlihat jelas sangat ramai.
Saat memasuki kafe, Ayunda mendapatkan sesosok Elvina. Tengah berbincang hangat, saling bergurau dengan teman-temannya. Tidak ada rasa sesal,di wajahnya.
Namun Ayunda,akan mengubah senyumannya itu. Menjadi kesedihan dan penyesalan seumur hidupnya, karena sudah menyia-nyiakan kasih sayang yang tulus dari anaknya.
"Elvina,tante ingin berbicara padamu. Hanya empat mata,saja". Pinta Ayunda, sambil melirik ke arah teman-temannya.
Elvina, nampak terkejut dengan kedatangan ibu kandungnya Kai. "Baiklah, Tante". Jawab Elvina, beranjak pergi dan mengiringi Ayunda.
Ayunda dan Elvina,duduk di meja agak pojokan sekali. Terlihat Elvina,nampak gelisah dan tangannya sudah keringat dingin.
"Apakah kamu,sudah puas? Dengan balas dendam mu, Elvina". Ucap Ayunda, menyunggingkan senyumnya kecilnya.
"Sangat puas,aku Sudah membalas penderitaan ibuku". Jawab Elvina, dengan santainya.
"Kau kalah Elvina, sangat kalah. Kamu sudah menyia-nyiakan kasih sayang yang tulus dari anakku. Aku ingin menceritakan, semuanya. Agar kamu,tidak melakukan kesalahan lagi". Kata Ayunda, membuat Elvina terkejut mendengarnya.
"Ayahnya Kai, memiliki saudara kembar. Setelah meninggal dunia,aku mengambil alih perusahaan dan bisnis lainnya. Tidak berselang lama, aku bertemu dengan ayah kandung Kai. Cukup lama kami, saling dekat dan saling mencintainya. Apa lagi,aku memiliki trauma menjalin hubungan rumah tangga. Saat ayahnya Kai, bertugas jauh. Aku dan ayahmu, bertemu secara tidak sengaja. Kami menjalin kerjasama, dengan baik. Ayahmu,tipe pria yang sangat baik. Tapi, hatiku sudah di kuasai oleh ayahnya Kai. Beberapa kali, ayahmu terus berusaha mengambil hatiku. Namun,dia menyerah saat aku menikah dengan ayahnya Kai. Di situ,aku mengandung Kai. Saat usia kehamilan tujuh bulan,aku mengalami kecelakaan tragis karena seseorang. Ayahmu, sangat khawatir keadaan ku. Aku senang, memiliki teman seperti Abraham Samad. Hingga akhirnya,dia menemukan cintanya. Tapi sayang,ibumu yang menghancurkan segalanya. Ibumu, melakukan hal licik untuk mendapatkan ayahmu. Menjebaknya,hingga Abraham melepaskan cintanya dan menikahi ibumu. Karena kelicikan ibumu, ingin balas dendam. Hingga kematiannya,di palsukan bukan? Dia memanfaatkan dirimu dan membalas semuanya. Dia ingin menghancurkan dirimu, Elvina. Karena kamu,bukan anak kandungnya. Melainkan,kamu adalah anak kandung wanita yang di cintai ayahmu".
Jeeedeerrr......
Bagaikan di sambar petir, di siang bolong. Elvina,hanya diam dan menggelengkan kepalanya. "Bohong,tante bohongkan. Kenapa papah,diam tidak menceritakan semuanya kepada ku". Air matanya luruh sudah.
"Ayahmu, menyimpan rahasia ini. Demi dirimu, Elvina. Ibu,yang selalu kamu puja-puja. Sudah di tangkap, karena melakukan pembunuhan terhadap kedua orang tua mu. Ini adalah beberapa video,yang di simpan ayahmu. Agar kamu, mengetahui kebenarannya. Terimakasih,sudah menyakiti hati anakku". Ayunda, tersenyum puas dan meninggalkan Elvina.
Elvina, langsung mengambil rekaman video tersebut dan menangis kesegukan. Ia berlarian, menuju parkiran mobil dan meninggalkan kafe
Ayunda, sudah menyelidiki semuanya. namun tidak ingin membongkar, lebih dulu. karena mereka masih berhubungan dengan baik,saat mereka sudah berpisah. barulah Ayunda,bergerak cepat.
__ADS_1