ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Tertangkap


__ADS_3

"Ayunda,lain kali jangan membuat lomba seperti ini. Otomatis aku kalah,". Gerutu Abraham,yang masih basap kuyup.


Tentu saja J,menang dalam lomba ini. Menangkap belut, baginya hal gampang sekali. Sebagai anggota militer, jangankan belut. Ular saja kecil baginya,apa lagi buaya darat yang kegatelan dan tepar pesona. "Ck, jadi laki lemah. Ayo, Kita pulang, ingatlah hukuman mu". J, langsung menarik lengan Ayunda.


Abraham,hanya cuek saja mendengar ejekkan J. baginya sudah terbiasa, mendengar kata-kata mutiara dari mulut J.


"Terimakasih, Abraham. Lain kali". Kedip mata Ayunda, membuat Abraham tersenyum merekah. Melihat istrinya seperti itu,J langsung menggendong tubuhnya".


"Sama-sama, lain kali kalau ada apa-apa. hubungi saja aku, siap melayani anda ratuku". kekehnya Abraham, melambaikan tangannya.


"Aku sangat suka, melihat wajah mu cemburu sayang". Ayunda, langsung mencium bibir sang suami. Sehingga J, tersenyum dan tertawa bersama.


Sedangkan di bagian Laila,tidak ada yang menang siapapun. Karena Al dan Dion, selalu sibuk mengerjai Zakir yang ketakutan dengan belut. Mereka malah sibuk bermain-main, Laila juga sibuk merekam aksi mereka.


Sebenarnya Dion,yang pemenangnya karena dia sudah mendapatkan beberapa belut di permainan awal. Sebelum ada Al, karena Al adalah bosnya. Dion, terpaksa menendang tempat belut dan tumpah. Belut-belut nya langsung lepas,di kolam lagi. Daripada nanti dapat hukuman dari bosnya,lebih baik menghindari.


Karena tidak ada pemenangnya, Zakir dan Dion mengalah. Tentu saja Al, tersenyum sumringah. Saat menyambut uluran tangan sang istri dan mereka pulang ke rumah masing-masing.


Laila,yang baru saja selesai mandi. ia langsung menghampiri suaminya, yang masih bekerja dengan laptop. "Al,aku ingin sate. nanti keluar yah,cari sate". rengek sang istri.


"Baiklah,apa perlu sekarang mencarinya. kalau menunggu sampai selesai,lama ini". Al,mencubit pipi istrinya.


"Oke,kita cari sekarang juga". Laila, langsung bersiap-siap untuk keluar mencari makanan.


Laila dan Al, melihat-lihat sekeliling pinggir jalan. kebetulan sekali,tak lama mereka menemukan orang berjualan sate. aromanya yang harum, membuat Laila tak sabar mencicipi sate ayam.


Setelah memarkir mobil,Al langsung memesan tiga porsi sate dan di bungkus. Laila,tak ingin makan di tempat.


"Pak,sate ayamnya tiga porsi bungkus saja. sambel pedasnya,di bungkus tempat lain". pinta Al, langsung di angguki sang penjual.


Di sudut lain, seorang wanita tengah memperhatikan Al yang menunggu satenya. "Hai....Al,". wanita tersebut, menghampiri Al.


Al,hanua tersenyum tipis. "Hai.. kau makan di sini,lama tidak bertemu,apa kabar Annisa". Al, mengulurkan tangannya.


Annisa, tersenyum manis dan menyambut uluran tangan dari mantan kekasihnya dulu. "Baik,iya kita lama tidak bertemu. aku sibuk, bekerja".

__ADS_1


Sedangkan Laila, sudah menunggu dari mobil. ia melihat sang suami, nampak asyik berbincang hangat dengan seorang wanita. Laila,yang penasaran siapa wanita itu? ia juga turun dari mobil dan menghampiri istrinya.


saat mendekati mereka, Laila tersenyum kecil. ternyata Annisa, kebetulan sekali mereka bertemu.


Annisa,fokus ke arah Laila yang membuncit. Otomatis dia tahu,jika Laila hamil. "apa kabar Laila,kau hamil. waaahhh... selamat yah,aku sempat mendengar rumor beredar. ternyata,hoax yah".


"Terimakasih, Annisa. lama kita tak bertemu, Alhamdulillah berkat doa dan aku hamil".


"Semoga selamat sampai lahiran,aku permisi dulu. sudah malam,dahhh". Annisa,pamit pulang.


Begitu juga Al dan Laila, setelah pesanan mereka selesai. mereka langsung pergi dan pulang ke apartemen.


************


Di tempat lain, Kenny melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ada sorotan mata yang menyimpan rasa amarahnya,ia calingukan melihat ke belakang dan merasa aman.


Ia tengah menuju ke sebuah bangunan,yang tak berpenghuni. Namun,ada jalan rahasia di balik bangunan menuju ke arah bawah tanah. Tepat di bawah tanah, seperti tempat laboratorium uji coba.


"Nona Kenny". Ucap seorang, pria yang sudah berumur. Dia langsung menghampiri Kenny,nampak gelisah.


"Profesor Jon, saya membayar mahal terhadap anda. Kenapa wanita itu,bisa hamil? Apakah,obat yang anda berikan pada saya. Memiliki jangka waktu,anda bilang rahimnya berlahan akan rusak. Buktinya apa? Wanita itu, sudah hamil dan janin nya kembar". Ucap Kenny, matanya menatap tajam ke arah Professor Jon.


"Ck, percuma saja. Saya bayar anda mahal-mahal, hasilnya nihil". Decak Kenny. "Apa harus aku, melenyapkan janinnya juga". bentak Kenny, cengir kuda menatap profesor Jon.


Bruaakkkkkkk.....


Pintu di dobrak secara paksa, membuat Kenny dan profesor Jon. Mereka nampak terkejut, kedatangan orang-orang yang menggunakan jubah berwarna hitam dan bertopeng tengkorak.


"Profesor Jon, siapa mereka". Tanya Kenny,yang sudah ketakutan.


"Tidak tahu,apa ada seseorang mengikuti Nona ke sini". Profesor Jon,juga ketakutan melihat pria bertopeng tengkorak yang sudah di hadapan mereka.


"Tangkap mereka dan ikat". perintah salah satu pria bertopeng tersebut. Dengan sigap beberapa orang, langsung melancarkan aksinya.


Beberapa pria bertopeng tersebut, mendekati Kenny dan profesor Jon. Kenny, semakin ketakutan dan tidak ada jalan melarikan diri. Kenny,yang terus-menerus memberontak dan memaki-maki mereka.

__ADS_1


"Lepaskan aku, brengseeekk.... lepaskan,jangan main-main denganku.hemmmpttt....hmmmpptt...". Mulut Kenny, dilakban. Tubuhnya di ikat di kursi, begitu juga dengan profesor Jon.


Mereka memberontak, sekuat tenaga untuk melepaskan diri walaupun hasilnya nihil. Siapa mereka,kenapa mereka mengikatku.batin Kenny, matanya membulat sempurna.Salah satu pria bertopeng tersebut, menuangkan jerigen plastik dan aroma minyak tanah.


"Siram tubuh mereka dan bakar Langsung tempat ini". Perintahnya kepada yang lainnya.


Kenny, semakin ketakutan saat mendengar ucapan pria tersebut. Apa? Di bakar,tidak aku tidak ingin mati sekarang. Toooloong, siapapun itu. Batin Kenny,air matanya mengalir deras.


Setelah selesai menyiram sekililing laboratorium, kini tinggallah Kenny dan profesor Jon. Mereka susah payah, menyelamatkan diri.


Boooaaaammm....


Suara ledakan bangunan kosong, sudah terjadi. Mengakibatkan kebakaran. Sudah pasti Kenny dan profesor Jon,di nyatakan mati dan di bakar hidup-hidup.


Para pria bertopeng tengkorak, langsung meninggalkan tempat kejadian dan meninggalkan jejak.


***********


Beberapa hari kemudian,dunia maya di gemparkan dunia. Artis model terpopuler, meninggal dunia karena di bakar hidup-hidup.


Sejumlah televisi dan internet lainnya, berita tersebar luas atas meninggalnya Kenny.


Banyak orang menerka ada seseorang,yang berniat membunuh Kenny hidup-hidup.


Laila dan Ayunda, masih fokus dengan berita di televisi. "Bukankah, Kenny itu mantan kekasih mu Al. Ngeri sekali," Ucap Ayunda.


"Benar mah,kenapa yah? Jadi penasaran,bunuh diri atau di bunuh. Di bakar hidup-hidup kayanya,seramnya". Laila, bergidik ngeri.


"Mungkin ada Kenny, adalah masalah dengan seseorang mah. Tapikan,gak di bakar hidup-hidup juga. Gak kebayang gimana, menderitanya kenny. Penasaran siapa pria di sampingnya,yang ikut kebakar". Ucap Laila,jiwa kekepoannya meronta-ronta.


"Setidaknya, selesaikan dengan baik-baik. Ini langsung di bakar hidup-hidup, semoga saja bisa secepatnya ketemu. Siapa dalang di balik semua ini". Ayunda,geram terhadap siapa membunuh Kenny.


Uhuukkk.... Uuhukk....


Sontak J, langsung terbatuk-batuk dan di senggol Al. Ayunda dan Laila, langsung menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Maaf,aku keselek makan kue". Alibi J,ia tersenyum manis dan melirik ke arah Al.


"Makanya,kalau makan hati-hati sayang". Ayunda, langsung memberikan segelas air putih.


__ADS_2