
"Rea..... keluarrrrr.....". Kai, berteriak-teriak memanggil istrinya yang baru datang.J, Ayunda dan Al. Hanya memandang ke arahnya.
"Rea, keluarrrrr....!!! Aku tahu, kamu ada di sini". Teriaknya lagi.
Rea, memandang ada. Akan tetapi,dia bersembunyi di kamar kakak iparnya itu. Dia,tengah bermain-main dengan anak Al dan Laila.
"Mau kemana,ha". Al, mendorong adiknya saat ingin menaiki anak tangga.
"Minggir,kak...!!!". Kai,tak kalah juga mendorong tubuh kakaknya. "Jangan pernah berani, menyembunyikan istriku".
"Oh, sudah berani ha...!! Mendorong kakakmu,". Bentak Al, dengan tatapan tajam. "Sejak kapan,kamu mulai berani ".
"Minggiiiirrr....aku ingin ketemu, istriku. Ini adalah masalah keluarga ku,bukan kakak". Bentak kai, yang sudah berselimut emosi. "Menjauhlah,jangan sampai kesabaran ku,habis".
"Ingin bertemu? Mamah, tidak akan mengijinkan kamu bertemu dengan Rea". Sahut Ayunda,mulai mendekati anaknya dan...
Plakkk...
"Sejak kapan ha? Kamu berbohong dan menyakiti menantuku". Bentak Ayunda,lagi dengan mata nyalang. "Sejak kapan,kamu mulai kurang ajar deh istri mu ha? siapa yang mengajarimu,jika kamu memilih Elvina. lepaskan Rea,jangan egois Kai".
"Minggiiiirrr....aku ingin, menyelesaikan masalah rumah tangga ku sendiri". Kai, mencoba menerobos kakaknya. Akan tetapi,Al terus mendorong tubuh adiknya. "ketahuilah mah,aku memilih Rea. aku mencintai istriku. Saat aku bertemu Elvina,hanya karena iba itu saja".
"ingin menyelesaikan masalah? Kenapa harus lari, Kai. Kamu,memang suami pengecut. Darimana saja, membohongi istri mu dan keluarganya. Beralasan keluar negeri, nyatanya kamu tidak kemana. Apa jangan-jangan,kamu bersama Elvina". Al,yang sudah geram kepada adiknya dan mendorong-dorong adiknya. "Cuuiiiihh...Aku malu, sebagai seorang laki-laki menyakiti perasaan istri".
"Hentikan...!!!jangan asal tuduh,kak. Aku memang ke villa,indah. Hanya sendiri dan sekertaris ku. Aku hanya menghindari Rea dan menjernihkan pikiran ku. Kalau masalah Elvina,aku tidak tahu apa-apa? Hanya sekali,aku bertemu dengannya. setelah itu,aku tidak lagi". Kai, langsung membela dirinya.
"Jangan bohong kamu, pihak rumah sakit. Menyatakan,jika Elvina sudah di bawa oleh seseorang. Jangan-jangan,orang itu suruhan kamu. Ck,munafik". Al, mendorong adiknya cukup kuat. Hingga jatuh dan terkena benturan tangga.
J, dengan sikap menahan tangan Kai dan langsung di borgol di besi tangga.
__ADS_1
Kai,terus memberontak dan meminta di lepaskan. "Papah, lepaskan aku. Aku, ingin menemui istriku".
"Untuk saat ini,papah dan mamah. Memberikan kamu, pelajaran Kai. Kamu, tidak akan bisa bertemu Rea. Renungkan kesalahan mu, untuk apa lagi ha? Memikirkan Elvina,dia perempuan yang licik dan sudah menyakiti mu. Bukankah,kamu meminta kami untuk menikahi Rea dan menjaminkan kebahagiaan nya. Buktinya mana,yanga ada membuat Rea sakit hati dan membuat kami kecewa". Ucap Ayunda,air matanya sedari tadi sudah mengalir.
"Maafkan aku,mah,pah. Aku menyesalinya,aku benar-benar menyesal. Jujur,aku tidak tahu sama sekali? Kemana Elvina,aku tidak membawanya". Kai,hanya berlutut dan tertunduk. "Aku minta maaf,aku mencintai Rea. Jangan pisahkan aku dan istriku" air matanya sudah mengalir di kedua pipinya. Akan tetapi,kai secepatnya menghapus air mata itu.
"Tidak,kai. Walaupun,kamu bersimpuh di kaki papah dan mamah. Atau kedua mertua mu,kami sepakat untuk memberikan pelajaran. Perbaiki dirimu dan menjadi lebih baik lagi sebagai suami". Tegas J, yang menatap tajam ke arah anaknya. "Satu hal lagi,kami serahkan kepada Rea. apakah,dia memberikan kesempatan kepada mu atau tidak. kami, menghargai keputusannya".
"Jadi suami,kenapa se brengsekk ini ha? Bikin malu, keluarga". Decak Al, ingin sekali dia menghajar adiknya itu.
Memang tubuh adiknya dan Al,jauh lebih besar tubuh adiknya. Tentu saja, Kai tak berani dengan kakaknya. Apa lagi, jika dia yang salah.
Mendengar ucapan ayahnya,kai bertambah syok dan terkejut. Dia,tak sanggup kehilangan istrinya itu. Apapun caranya,dia tetap bertahan rumah tangga nya.
"papah,mamah. Kai, mohon jangan beritahu kedua mertuaku. Aku tak sanggup, kehilangan Rea". Kai,tak mampu melepaskan borgol di tangannya.
Mata kai, tertuju ke atas anak tangga. Dia melihat Rea,tengah menuruni anak tangga. Kai, tersenyum sumringah melihat kedatangan istrinya. Akan tetapi, Rea tak menghiraukan Kai.
Rea,yang sudah melewati suaminya itu. Tanpa, menoleh ke arah Kai. Sekuat tenaga, untuk tidak luluh dan menatap wajahnya.
"Mamah, Rea pamit". Rea, memeluk erat tubuh ibu mertuanya itu. Ia,juga pamit dengan J dan Al.
"Kamu akan di antar, sopir. Hati-hati,". Ucap J, tersenyum kecil melihat kepergian menantunya.
Maafkan aku,kak. Ini demi kebaikan mu,aku harap kamu bisa menjadi lebih baik lagi.batin Rea, akhirnya air matanya luruh sudah. Rea dan lainnya, sepakat untuk memberikan pelajaran kepada Kai.
"Reaaaa.... berhenti, jangan tinggalkan aku. Reaaa...." Kai,yang terus-menerus memaksa diri untuk melepaskan borgol di tangannya. "Maafkan aku, Reaaaaaaa....aku tidak sanggup, berpisah dengan mu".
Ada darah segar mengalir di tangannya, akibat borgol yang terus di tarik Kai. "Aaaaaaakkkk....". Kai, memaksa diri menarik tangannya. Otot dan uratnya, nampak jelas. Wajahnya, memerah dan keringat.
__ADS_1
Krakkk...
J, Ayunda dan Al. mereka terkejut, dengan kekuatan kai yang mampu mematahkan borgol besi ditangan nya.Borgol di tangannya, akhirnya lepas karena patah. Amarahmya, sudah memuncak. Al dan J, menghentikan Kai yang ingin menyusul Rea.
Akan tetapi Al dan J,kalah dengan Kai. Mereka tersungkur di lantai, sedangkan Ayunda berteriak histeris. Melihat anaknya, mengalahkan suami dan kakaknya. Apa lagi,saat Kai menggeretakkan giginya dengan keras. saat Al, ingin memukul adiknya. akan tetapi Kai, bisa menghindar dan malah mendorong kakaknya.
"Tahan,dia". Perintah J,kepada bodyguard yang di depan pintu.
Tentu saja perkelahian tidak bisa, di hindari lagi. Kai, dengan mudahnya mengalahkan bodyguard ayahnya itu. Dengan berlari cepat, Kai menyusul istrinya yang sudah keluar dari gerbang. Tak memperdulikan lagi,tubuhnya sakit karena pertarungan antara bodyguard ayahnya.
"Pak, cepat pak". Rea, menepuk kursi sopir. Menyuruh sang sopir, menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Akan tetapi kai, semakin dekat dengan mobil Rea. Karena larinya kencang, sekali.
"Susah Non,banyak mobil lainnya". Sang sopir,merasa ketakutan saat melihat Kai sudah mendekati. Begitu sangat susah,saat menyebrang jalan.
"Reaaaaaaa.... berhentiii,". Teriak Kai,yang hampir menyentuh belakang mobil Rea. Akan tetapi,sang sopir langsung menancapkan gas mobilnya dan lolos. tujuan Kai, hanyalah Rea dan ingin menangkap istrinya.
Sedangkan Kai,terus berusaha tidak akan menyerah. Karena berlarian, dia tak bisa melihat ke kanan dan ke kiri. Tiba-tiba.....
Bruaakkkkkkk.....
"Kakaaaaaak........!!!!!.". Teriak Rea, melihat Kai yang tertabrak mobil dan tergelatak bebas di atas jalanan. Seakan-akan, waktu berhenti berjalan. Detak jantungnya, berdegup kencang saat melihat suaminya terlempar tepat di depan matanya.
J dan Al, terkejut melihat Kai yang tak sadarkan diri. "Kaiiiiii......" J dan Al, berlarian ke arahnya.
"Aaaaaahhh....Kai,". Ayunda,juga tergeletak tak sadarkan diri. Bagaikan mimpi buruk,bagi seorang ibu melihat anaknya di tabrak saat di depan mata.
"mamah,Ya Allah". Laila, langsung bergegas menghampiri ibu mertuanya itu. "mamah,bangun....Kai,tidak..." Laila,juga syok melihat keluarganya seperti ini.
__ADS_1
"Kakak, banguuuun....hikksss...hikkks... maafkan, Rea". Isak tangisnya dan memangku suaminya yang bersimpuh darah segar di kepalanya. seandainya, waktu bisa berputar lagi. Rea, tidak akan pergi meninggalkan suaminya.
Semua orang-orang tercengang dan mulai bergerombolan. melihat kejadian tersebut, apa lagi,ini asal berita besar di keluarga Negredo.