
Sudah beberapa hari, Elvina tidak lagi di teror oleh Kai.
Elvina, merasa lega dan bisa bebas tak memikirkan lagi rasa takutnya.
Malam harinya, Elvina pulang dari supermarket dengan berjalan kaki. Kebetulan,tidak jauh dari rumahnya.
Saat menuju pulang kerumah, tiba-tiba Arlo dan teman-temannya. Langsung mencegat, Elvina.
"Mau apa Kalian,". Bentak Elvina,ia merasa ketakutan. Apa lagi jalan, terlihat sepi. "Minggir,aku bisa teriak". Ancamnya lagi.
"Ayolah,aku dan lainnya. Tidak macam-macam kok, asalkan kamu mau jadi pacar aku". Ucap Arlo, menyentuh ujung rambut Elvina dan menciumnya.
"Apaan sih? Gak jelas banget, sampai kapan pun. Aku tidak mau,jadi pacarmu. Minggir,sana". Elvina, menghindar dari Arlo.
Arlo, langsung mencekram lengannya Elvina. "Kemana sayang, santai dulu. Kita duduk dan santai-santai". Senyum smrik Arlo.
Beberapa kali Elvian, menepis tangan Arlo. "Elvina, lebih baik kamu sama aku aja. Daripada kamu,nyosor terus dengan Kai. Tapi,dia selalu mengabaikan dirimu. Mendingan sama aku,kalau kamu nyosor. Aku selalu siap". Arlo,mencolek dagu Elvina.
"Jangan pegang-pegang dan jangan sentuh-sentuh aku. Aku tidak suka dan tidak pernah, menyentuh ku". Bentak Elvina,ia tak bisa kemana-mana karena di jaga oleh temannya Arlo.
"Wahhhh....jadi masih perawan nih, sikat Arlo". Sahut temannya, membuat Elvina ketakutan.
"Gak nyangka, cewek secantik kamu. Masih perawan, pantesan saja. Hawanya,beda sekali". Kekehnya Arlo, sambil memainkan lidahnya.
"Arlo,minggir aku mau pulang. Papahku, bakalan cariin kalau aku telat pulang". Elvina, langsung menepis tangan Arlo lagi.
Dari kejauhan, terlihat cahaya mobil begitu terang. Yang semakin dekat, tiba-tiba berhenti tepat di hadapan mereka.
Arlo dan teman-temannya,masih mengenali mobil tersebut. Seseorang keluar dari mobil, menggunakan pakaian serba hitam dan bertopeng tengkorak.
"Cabut....Cabut....". Teriak Aydin, langsung.
Arlo dan lainnya, langsung gelabakan masuk ke dalam mobil.
"Elvina, kabur cepat...jangan sampai kamu di tangkap olehnya". Teriak Dilon
Elvina, langsung berlarian begitu juga Arlo dan teman-temannya.
Mobil membelah jalan raya, dengan kecepatan tinggi. Tentu saja mobil pria bertopeng tersebut, mengejar-ngejar mereka.
Arlo dan teman-temannya, sangat ketakutan. Bingung harus berbuat apa, karena terus di kejar di belakang.
"Aku harus kabur,tidak boleh mati sekarang". Ucap Arlo.
Saat di persimpangan jalan, mereka langsung berpencar agar pria bertopeng tersebut. Bingung untuk mengejar siapa, ternyata dia lebih mengejar Arlo.
Teman-teman Arlo, merasa lega karena pria bertopeng tersebut tidak ada di belakang. Kemungkinan,salah satu temannya yang di kejarnya.
__ADS_1
Arlo,yang terus-menerus menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena di belakangnya,pria bertopeng tersebut terus mengejarnya.
Hingga akhirnya, Arlo menempuh jalan yang sangat suram. Terlihat,di samping banyak pepohonan dan jurang.
Di depan jalan,ada tikungan tajam. Mobil Arlo, tiba-tiba oleng dan....
"Aaaaakkkkhh.....". Teriak Arlo,yang terjun bebas menabrak pembatas jalan.
Bruaakkkkkkk......
Bruaakkkkkkk....
Bruaakkkkkkk....
Mobil Arlo,yang terguling-guling di jurang suram.
Pria bertopeng tersebut, langsung meninggalkan tempat kejadian.
Keadaan Arlo, sangat tragis. Wajah dan anggota tubuhnya, terdapat luka dan darah segar mengalir. Arlo,tidak sadarkan diri.
**********
Besok harinya,di sekolahan geger karena berita kecelakaan tunggal Arlo.
Semua anak-anak sekolah, langsung bersimpati keadaan Arlo. Yang kritis di rumah sakit dan sangat parah.
"Elvina, kita harus bicara". Aydin, langsung menarik tangannya.
"Bicara? Tapi,". Elvina, terpaksa mengikuti kemana perginya Aydin. Karena tangannya, terus di tarik olehnya.
Ayan, melihat Elvina di tarik tangannya. "Lepaskan, Elvina". Ayan, langsung menghentikan langkah Aydin.
"Bacot....minggir,buka. Urusanmu". Aydin, langsung mendorong tubuh Ayan.
"Lepaskan,tangan Elvina. Brengsek". Ayan, langsung naik emosi.
Buughhhh....
Bogem, mentah mendarat di pipi Ayan. Hingga dia tersungkur di lantai, kesempatan Aydin menarik tangan Elvina lagi.
Tiba-tiba,dia hadapan sudah di jaga Kai. Elvina, terkejut melihat Kai di hadapannya.
"Eehhh....cupu,minggir,sana. Jangan sampai, ketampananmu. Aku hajar habis-habisan,". Seringai tajam Aydin.
"Benarkah,". Kata Kai,ia melepaskan jaketnya.
"Cukup,jangan menghalangi kami. Ayo,kita pergi Aydin". Elvina,malah membela Aydin.
__ADS_1
Aydin,yang langsung terkejut mendengar ucapan Elvina. "Baiklah,jangan ada yang menghalangi kami". Ucap Aydin,masih memegang tangan Elvina.
Elvina,di bawa Aydin ke sebuah ruangan kosong. Di sana juga ada beberapa teman Aydin,juga.
Elvina,di suruh duduk. Walaupun,dia was-was takut di apa-apa kan. "Kenapa kalian, membawaku ke sini". Tanya Elvina, tangannya meremas rok seragam sekolahnya.
"Elvina, kamu melihat kan. Malam tadi,pria bertopeng tengkorak itu. Dia yang sudah membuatnya Arlo, kecelakaan. Dia mengejar-ngejar kami dan kami berpencar". Ucap Joy, langsung.
"Tapi,siapa pria bertopeng itu. Aku tidak tahu". Kata Elvina, terlihat takut.
"Nah, semenjak kami mengganggumu. Tiba-tiba saja, pria bertopeng itu ada. Kami curiga, kamulah pelakunya. Bisa saja, ayahmu menyuruh seseorang". Jody, mencurigai Elvina.
"Apa...? Ayahku,tidak tahu masalah tentang ku. Tentang kalian, menggangguku. Aku bersumpah,tidak tahu dia siapa". Jawab Elvina, membentak keras.
"Wouuy....buka pintunya". Teriak seseorang,di balik pintu.
"Aku bisa jadi saksi,kalau masalah ini di laporkan". Kata Elvina, tanpa ba-bi-bu lagi.
"Masalahnya,pihak polisi tidak menemukan bukti apapun. Kami,sudah dua kali di kejar-kejar pria bertopeng itu". Sahut Roy.
"Anehkan,hebat sekali pria itu". Timpal Sintia,yang menggaruk kepalanya...
Braakkkk....
Seseorang mendobrak pintu,hingga terbuka lebar. Terlihat, anak-anak sekolah lainnya dan juga masuk ke dalam.
"Elvina, kamu tidak apa-apa". Ayan, langsung memeluk erat tubuh Elvina.
"Ayan,aku gak apa-apa kok. Cuman ada masalah dikit, nanti aku ceritakan". Bisik Elvina,yang lainnya syok melihat mereka berpelukan.
"Kalian,apakan Elvian ha". teriak Ayan, sambil menunjuk wajah Aydin.
"Ayan,tidak apa-apa. mereka tidak melakukan apapun,aku baik-baik saja. makasih,sudah mengkhawatirkan keadaan ku". kata Elvina, menenangkan hati Ayan.
"Kalian pacaran". tanya Joy,ia penasaran melihat dua sejoli saling bermesraan.
"bukan urusanmu". jawab Elvina, langsung. "Ayan, kita pergi saja dari sini". Elvina, langsung menarik tangan Ayan.
murid-murid sekolah lainnya, tercengang melihat Elvina dan Ayan. mereka semua, berbisik-bisik apa hubungan mereka.
Saat Elvina, melewati Kai. tampak acuh dan terus berjalan, melewatinya tanpa menoleh ke arah Kai.
"Elvina,aku tidak bermaksud memeluk mu tadi". kata Ayan, ia merasa tidak enak.
"Tidak apa,Ayan. makasih, gara-gara aku. pipimu,jadi lembam bekas tamparan Aydin". Elvina, langsung mengobati lembam di pipinya.
Tidak apa Elvina,jika harus di tampar berapa kali. asalkan,kamu mengobatinya seperti ini. seakan-akan rasa sakit itu,hilang begitu saja. batin Ayan, tersenyum sumringah.
__ADS_1