ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Hancurnya Kepercayaan


__ADS_3

Di mansion J, mereka para orang tua masing-masing telah berkumpul bersama.


Regan dan istrinya Vivian,bersama anaknya Emily.


Farhan dan istrinya Melisa,bersama anaknya Suasana semakin tegang,apa lagi Liam dan Emily mereka semakin ketakutan.


Ayunda,nampak kecewa dengan anak-anak mereka. Sedangkan Al, tersenyum kecil dan menyaksikan permasalahan ini.


Al,yang sengaja mengirim video panas Emily dan Liam. Kepada orang tua mereka masing-masing,hanya dengan cara inilah dia memberikan pelajaran kepada Emily dan bisa terlepas seakan-akan Emily yang membuat kesalahan.


Terlihat jelas di wajah Liam,memar di pipinya dan sudut bibirnya membiru. Sang ayah sudah memberikan hukuman kepadanya, Liam hanya menunduk malu dan takut.


Emily, sedari tadi hanya diam dan menangis kesegukan meratapi nasip nya sekarang. Tanpa bersuara apapun, walaupun orang tua masing-masing, sedang membahas mengenai permasalahan ini.


"maafkan kami, sebagai orang tua. Telah gagal mendidik anak kami". Ucap Vivian,ia membuka suara dan mencairkan suasana tegang ini.


"Tidak, Vivian. Kalian sebagai orang tua,tidak pernah gagal mendidik anak sendiri. Mereka melakukan ini,karena suka sama suka. Mereka sudah besar, seharusnya bisa mengontrol nafsu yang sesaat. Seharusnya mereka berpikir jernih, karena melakukan hal ini adalah perbuatan sangat merugikan". Ayunda, mencoba menenangkan hati Vivian.


"Kami sangat malu, sebagai orang tua melihat


anak-anak kami seperti ini. Maafkan,". Sahut Melisa, mendekati Ayunda dan Vivian.


Mereka saling berpelukan dengan erat,sekian lama menjalin hubungan pertemanan hingga memiliki anak yang sudah dewasa.


Emily dan Liam, melihat anggota keluarganya begitu dekat satu sama lain. Mereka berdua merasa haru dan bersalah,atas perbuatan mereka berdua. Bisa saja menghancurkan hubungan pertemanan mereka, yang sudah lama terjalin.

__ADS_1


J,hanya diam saja. Tanpa bersuara apapun, Regan dan Farhan hanya mengangguk kepala.


"Aku memutuskan hubungan Al dan Emily,sudah berakhir". Ucap J, dengan tegas mampu menyayat hati Emily.


"Al,jangan putuskan hubungan kita. Aku sangat mencintaimu,aku dan Liam melakukan hubungan itu. Sudah lama, waktu kami pacaran dulu. Kamu mau kan,menerima aku apa adanya". Emily, meminta iba kepada Al.


Dengan cepat Al, melepaskan cincin pertunangan mereka. "Maaf, Emily. Aku sudah terlanjur kecewa kepadamu,aku serahkan Emily untukmu Liam".


"Tidak, aku tidak mau menikah dengan Emily". Liam, langsung menolak menikahi Emily.


Mendengar perkataan Liam, Farhan langsung emosi. Ia ingin melayangkan bogem mentah, untuk anaknya. Namun secepatnya J, mencegah dan memberikan nasehat.


"Jangan kau gunakan kekerasan terhadap anakmu, bicarakan baik-baik bisa". Cegah J,kepada Farhan.


"Maafkan aku,pah dan Om. Sebenarnya Emily,yang sudah menjebak ku dan memberikan obat perangsang itu. Entah kenapa videonya ada,kami tidak tahu. Aku benar-benar menyesali perbuatan ini,tapi semuanya di luar kendali Pah, Om. Saat kami, melakukan hubungan itu. Emily,sudah tidak perawan lagi". Liam, menjelaskan semuanya dengan tangan gemetaran dan kepalanya menunduk.


Sontak semuanya terkejut mendengar pengakuannya Liam. Vivian,hanya diam seakan-akan hati seorang ibu hancur berkeping-keping. Dia yang selalu menyayangi anak gadisnya dan mempercayai sepenuhnya. Namun semuanya hilang,anak gadisnya memberikan luka yang sangat dalam dan menghancurkan segalanya yang.


Regan,sudah naik pitam amarahnya. Ia langsung menarik rambut anaknya hingga kepalanya mendongak ke atas, Emily hanya menangis dan meringis kesakitan karena cengkraman ayahnya begitu kuat.


"Auuu..sakit pah,ampuuun... ampuuun pah... maafkan Emily,sakiit pah". Emily, mencoba menahan cengkraman tangan ayahnya namun tak bisa di lepas. walaupun air matanya mengalir deras,namun tak bisa meluluhkan hati sang ayah. sorotan mata sang ayah, begitu tajam tatapannya kepada Emily.


"Katakanlah Emily,siapa yang sudah menodai kesucian mu ha? Kenapa kamu melakukan hal ini,apa ini balasannya untuk orang tua mu. Dari dalam kandungan ibumu,kami menjaga mu sepenuh hati. Setelah lahir,kami rawat dan kami beri kasih sayang sepenuhnya. Setelah kau besar,kami memberikan kepercayaan sepenuhnya dan memberikan apapun yang kau mau. Tapi,apa yang balasannya. Hanya luka yang kau berikan, Emily. Aku sebagai ayahmu, sangat malu dan tidak memiliki harga diri sebagai seorang ayah". Bentak Regan,ia melepaskan cengkraman tangannya dan menghapus air matanya dengan kasar.


Farhan, terdiam melihat temannya duduk di lantai. Bagaimana tidak patah hati, sebagai sesosok seorang ayah. Sedangkan anaknya,tidak bisa menjaga amanah kepercayaan darinya

__ADS_1


"papah, maafkan Emily. Emily, menyesal papah. Jangan membenci Emily, maafkan aku". Emily, memohon kepada ayahnya.


"Jangan sentuh aku, Emily. Kau sudah mengecewakan papahmu, lihatlah ibumu yang setulus hati menjagamu dari dalam kandungan sampai sekarang. Tapi,kau tega melukainya sangat dalam. Seharusnya pikirkan dulu, sebelum kau melakukan itu. Sampai-sampai kau, menjebak Liam. Agar kedok mu,tidak terbongkar semuanya. Sehingga Liam, bertanggung jawab begitu. Katakanlah Emily,siapa laki-laki bajingan itu yang sudah merenggut kesucian mu. Katakanlah Emily,biar papahmu yang menghabisi laki-laki itu". Regan, menatap tajam ke arah Emily.


Emily, semakin ketakutan. Mulutnya seakan-akan ngilu,saat ingin memberitahu siapa laki-laki tersebut.


"Katakan Emily,siapa yang melakukan itu. Jangan takut,cepat katakanlah nak". Pinta Ayunda,ia merasa iba kepada Emily yang sudah menganggap anaknya sendiri.


"Liam, jujurlah kepada ibumu". Pinta Melisa,kepada anaknya dan menatap tajam ke Liam.


"Tidak mah,bukan aku. Aku hanya di jebak Emily,agar menutupi semuanya. Tapi,aku sadar jika dia tidak perawan lagi saat berhubungan dengan ku. Aku berani bersumpah mah,". Jawab Liam, walaupun Melisa tahu anaknya tidak berbohong. "Asalkan kalian tahu. Emily,ingin menjebak Al tapi aku yang kena". sambung Liam,ia tersenyum kecil.


Emily,hanya geleng-geleng kepala saat mendengar ucapan Liam. Tidak,kenapa Liam memberitahu soal ini. pasti kedua orang tua ku,akan malah besar. habislah aku,kenapa semuanya terbongkar. batin Emily,ia meremas ujung bajunya.


"Apa..??? apa yang kau katakan Liam,dia ingin menjebak anakku Al". tanya Ayunda,nampak tak percaya.


"kalau tidak percaya,tanya saja kepada Emily,". jawab Liam, tersenyum smrik. "seharusnya Al, berterimakasih kepadaku. karena menyelamatkan dirinya dari jebakan, Emily".


"Emily....!!!". teriak Vivian, matanya memerah manahan rasa amarahnya.


"jangan terbawa emosi dulu, Vivian. kita bicarakan baik-baik, ingat dia anak kandungmu ". Ayunda,menahan lengan Vivian saat ingin menampar wajah anaknya.


"Hatiku sebagai seorang ibu,hancur Ayunda. lihatlah anak yang aku kandung selama sembilan bulan lebih dan merawatnya sepenuh hatiku tanpa mengeluh apapun. sedangkan dia,membalas perbuatannya dengan memberikan luka yang sangat dalam. sehingga aku,jijik kepada anakku sendiri. dia sudah kelewatan batas. seandainya aku,tidak memandang bagaimana perjuangan melahirkan dirinya. mungkin saja,dari tadi aku tidak menganggap dirinya anakku lagi" ucap Vivian, dengan tegas. Amarah menggebu-gebu,ia ingin sekali menghajar anaknya namun sadar bahwa melakukan hal itu hanya sia-sia saja.


lanjut besok,yah......🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2