ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
TERLALU LELAH (S2)


__ADS_3

Rea,hanya tersenyum dan bergelimang air matanya. "Kakak, bingung kan? Aku tahu darimana,hemmm...aku dan Tina, jalan-jalan ada yang di cari kak. Tak sengaja, melihat kakak berhenti di lampu sedikit. Entah kenapa, Tina ngotot mengikuti kemana perginya kakak. Hingga akhirnya,kami tahu. Kemana kakak, pergi". Ucap Rea,dalam isak tangisnya.


"Maaf, bukannya aku menyimpan rahasia ini. Aku tidak sanggup, untuk memberitahukannya Rea". Kai, menatap manik-manik mata Rea.


"Kenapa tidak,jujur kak? Aku menanti sebuah kejujuran,mu. Sakit kak, mencintai seseorang yang masih belum selesai dengan masa lalu nya. Apa lagi, Elvina seperti itu kak. Lanjutkan kak, mungkin ini terakhir melakukan hubungan ini. Selesaikan baik-baik,masa lalu kakak. Pergilah,jangan temui aku. Sebelum aku, mengijinkan mu menemui aku. Tenang kak,aku akan memberikan alasan kuat kepada orangtuaku" Ucap Rea, sebenarnya dia tak sanggup jauh dari suaminya.


"Aku turuti kemauan mu,jangan menyesal Rea. Aku memang belum selesai, dengan masa laluku. Ketahuilah Rea,aku tidak sembarangan luluh kepada siapapun. Aku ingin mencari bukti,tentang Elvina. Aku yakin,dia hanya mengada-ada agar merusak rumah tangga ini. Tidak bisa kah,kamu sabar dan menunggu kebenarannya. Aku menyimpan rahasia ini,hanya sementara saja dan menunggu bukti yang kuat. Aku tidak mau,ada salah paham nantinya. Seharusnya, kamu sadar dimana letak kesalahan mu juga. Kami kira aku tidak tahu? Jika kamu,masih sering berkomunikasi dengan mantan kekasih mu". Tanpa melanjutkan olahraga, mereka. Kai, mencabut mi-lik nya dan berbaring di samping Rea dengan membelakangi nya.


Mendengar ucapan Kai, Rea hanya menyelimuti tu-buh pol-osnya. Sepertinya,aku tidak sanggup bersama dengan nya. Di kelilingi oleh orang-orang,yang ingin menghancurkan hubungan ini. Biarkanlah,aku yang tersakiti. Aku hanya berkomunikasi,saling mengobrol biasa. Tidak seperti mu, berciuman, berpelukan dan tidur satu ranjang. Batin Rea, memalingkan badannya juga.


**********


Pagi harinya, Rea tidak menemukan keberadaan suaminya. Kemungkinan, sang suami sudah pergi meninggalkan rumah kedua orangtuanya.


Saat dia keluar dari kamar,ibunya memberitahukan jika suaminya harus pergi ke luar negeri. Karena ada sesuatu, masalah pekerjaan.


Rea,hanya mengangguk dan tersenyum sumringah. Saat di dalam kamar,dia menumpahkan air matanya.


Hancur, itulah yang di rasakan Rea. Entah sampai kapan,dia sanggup bertahan selama suaminya masih belum selesai di masa lalu.


Saat di kantor sekolah, Rea termenung sejenak.


Tina, selalu memberikan semangat untuk tetap bersabar menghadapi masalah ini.


"Aku ingin bercerai,". Ucap Rea, menghapus air matanya.

__ADS_1


"Astagfirullah,gak boleh Rea. Seharusnya, kamu mendampingi dirinya. Untuk melepaskannya,dari masa lalu". Tina, terkejut mendengar ucapan sahabatnya.


"Sampai kapan,aku bertahan Tina. Apa harus aku,yang mengalah. Jika dia,memang benar-benar serius dengan ku. Mana mungkin,dia menemui mantannya itu. Walaupun,sang mantan mau sekaratul maut sekalipun. Dalam hubungan rumah tangga,jujur adalah kunci yang kuat. Kalau dia jujur,aku memakluminya Tina. Bahkan, dia juga mengatakan kalau aku sering mengobrol dengan Ade. Ck,aku hanya mengobrol masalah pelajaran. Tidak seperti dia, berciuman, pelukan dan tidur bersama. Pria arogan,angkuh dan ingin menang sendiri". Rea, mengeluarkan unek-uneknya selama ini.


Tina,hanga meneguk air liurnya. Saat mendengar, omelan sahabatnya itu.


"Kalau seperti itu, berilah dia pelajaran Rea. Buat saja,dia cemburu. Mungkin, dengan kecemburuan nya. Bisa menghilangkan masa lalu,lusa ada reuni sekolah. Bukankah,kita punya teman tomboy dan seperti pria". Tina, memberikan ide cemerlang dan langsung di angguki oleh Rea


"Sepertinya,ide kamu memang cemerlang. Aku akan membuat Kai, klepek-klepek dengan ku dan dia melupakan mantannya yang kecentilan itu". Senyum smrik Rea. "Kelamaan lusa, gimana hari ini".


"Eeeee.... bentar aku, hubungi dia dan mengajaknya ketemu". Tina, dengan sigap memberikan kabar kepada sahabat tomboi nya itu.


***********


Bahkan, mengirim pesan atau menelpon pun tidak ada sama sekali.


Rea, menjalankan hari-harinya seperti biasa. Saat di mall, Rea malaha bertemu Ayunda sedang memilih pakaian.


"Mamah,". Rea, mendekati Ayunda.


Sontak Ayunda, tersenyum lebar. "Eeeeehh...sayang,kamu ada di sini. Kebetulan sekali,kita bertemu". Ayunda, langsung memeluk menantunya itu. "Sebenarnya,mamah mau beliin kamu baju. Soalnya,besok mau ke tempat mu".


"Makasih,banyak. Gak usah repot-repot,juga gak papa. Kedatangan mamah,juga aku senang". Jawab Rea, tersenyum manis.


Namun Ayunda, calingukan mencari seseorang. "Mana Kai? Jangan bilang kamu, sendirian". Tanya Ayunda, langsung di angguki oleh Rea. "Benar-benar anak tidak tahu diri, istri di tinggal sendirian".

__ADS_1


"Mah,Kakak Kai dia pergi. Ada pekerjaan di luar negeri,sudah tiga harian". Jawab Rea,namun Ayunda mengerutkan keningnya.


"Luar negeri? Ada yang tidak beres,ya sudah kita pulang. Yuk...kamu dan dia,ada masalah kan". Delik mata Ayunda,namun Rea hanya diam. Ia bingung harus menjawab apa,akan tetapi Ayunda paham apa yang di sembunyikan menantunya itu.


Ayunda, langsung membawa menantunya. Dia ingin tahu,apa masalah rumah tangga anak dan menantunya itu. Sepanjang perjalanan, Rea hanya menangis di pelukan mertuanya.


Ayunda,hanya mengelus-elus punggung menantunya. Mendengar isak tangisnya, Ayunda juga merasakan sakit hati. Apa lagi, yang membuat sakit hati menantunya adalah anaknya sendiri.


Al dan Laila, terkejut melihat kedatangan mereka.


"Adik ipar,apa kabar". Laila, tersenyum dan memeluk erat tubuh Rea. " Kamu nangis? Nangis kenapa,apa mamah yang membuatnya". Laila, menghapus air mata adik iparnya itu.


"Mana kai,mah". Tanya Al,tak melihat adiknya itu.sedari tadi,tidak melihat kedatangan adiknya.


"Kau tahu,Al? Sejak kapan adikmu,mulai bisa berbohong. Bahkan, dengan istrinya segala. Kata Rea, Kai ada urusan pekerjaan di luar negeri". Jawab Ayunda,yang sudah kesal. "Hubungi adikmu,suruh dia kesini dan jangan bilang ada Rea di sini".


"Wahhh... benar-benar,tidak beres. Tuh,bocah". Gerutu Al,dia tahu pasti ada yang di sembunyikan adiknya itu.


"Ada apa ini? Rame benar,". Ucap J,yang baru datang. "Ada Rea,kenapa menangis".


"Semua ini, gara-gara anak kita. Yang membuat menantu kita,menangis". Jawab Ayunda, memberikan segelas air putih. Kepada Rea,agar dia lebih tenang. "Nak, ceritakan semuanya. Kenapa kalian, bertengkar seperti ini? Jangan takut,kami tidak akan membela siapapun. Kami akan, memberikan jalan keluar nya". Ayunda,membujuk menantunya itu.


Rea,sudah mulai tenang. Tangannya juga, gemeteran saat ini. Haruslah,dia membongkar masalah keluarganya. Jika seperti ini, terus-menerus. Kemungkinan, rumah tangga nya tidak akan tertolong lagi.


Rea,mulai menceritakan masalah yang di alami rumah tangganya. jujur saja,dia ingin bercerai dengan suaminya. namun,di sisi lain tak sanggup melihat kedua orangtuanya. apa lagi, mendapatkan mertua sebaik keluarga Kai. Rea, terlalu lelah memikirkan hubungan ke depannya nanti. Dia, ingin sekali mempertahankan rumah tangga dan memberikan kesempatan kepada Kai. akan tetapi,jika Kai masih Ingin bersamanya. Kalau tidak, Rea hanya pasrah dan ikhlaskan.

__ADS_1


__ADS_2