ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Mendekati HPL


__ADS_3

Beberapa bulan, kemudian.


Usia kandungan Laila, sudah mendekati HPL. Perutnya sudah besar, berdiri dan duduk harus di bantu. Begitu juga Ayunda, memanjakan menantunya tak luput dari pandangannya. Ada rasa gugup, gelisah dan campur aduk yang di rasakannya.


Sudah satu bulan Laila,tinggal di rumah mertuanya. Karena Ayunda,yang selalu memaksa anak dan menantunya tinggal.


Keperluan bayi sudah lengkap di beli, itupun Al sudah menyiapkan ruangan bersalin Laila di rumah sakit.


Was-was Al, meninggalkan istrinya yang tengah hamil besar. Saat dia pergi ke kantor, untuk bekerja.walaupu sang istri,di rumah orangtuanya yang selalu sigap jika terjadi apa-apa.


"Kau tidak pergi ke kantor". Tanya Laila,ia masih melihat suaminya tengah duduk di tepi ranjang.


"Tidak,aku berkerja di rumah saja. Dion,bisa saja menyelesaikan di kantor". Jawab Al. "Percuma juga,kalau di kantor. Tapi,aku tidak fokus karena pikiran tertinggal di rumah ini".


Mendengar ucapan sang suami, Laila hanya tersenyum kecil. "Terserah saja,kau ingin sarapan.mamah, membuatkan nasi goreng. Apa perlu aku ambilkan".


"Ehh....tidak,aku bisa saja mengambil sendiri.duduklah,jangan terlalu banyak gerak. Jujur,aku sangat khawatir denganmu. Apa lagi perutmu, sangatlah besar dan seperti mau jatuh". Al, menuntun istrinya duduk di tepi ranjang. Dia juga berjongkok di depan Laila dan meletakkan telinganya di perut sang istri.


Al, merasakan tendangan anaknya. Yang masih di dalam perut. "Anak papah, aktif terus yah. Papah, tidak sabar menggendong dan bermain dengan kalian".


Cup....


Al, mengecup perut sang istri. Laila,hanya tertawa renyah dan mengelus pucuk kepala suaminya. "Terimakasih,Semoga lahirannya lancar dan kami sehat dan selamat tanpa ada masalah apapun". Ucap Laila,ia menitikkan air matanya.


Begitu juga Al,dia sering menangis di malam hari. Di saat dia terbangun dan menatap wajah cantik istrinya dan memandang perutnya sudah besar. Ia tahu, jika pengorbanan sang istri sangatlah besar. Apa lagi, melahirkan bayi kembar.

__ADS_1


Bayi yang di dalam kandungan Laila, dinyatakan berkelamin perempuan. Namun, tidak tahu pasti lagi. Karena itu hanyalah, perkiraan sang dokter saja.


Karena masih pagi hari, Ayunda membawa Laila berjalan-jalan. Karena ibu hamil, sangat baik untuk jalan-jalan pagi. apa lagi sudah hamil tua, sangat pas baik. Untung saja Laila, tidak mengalami bengak di kaki dan masih seperti biasa.


Ibu-ibu lainnya,juga sedang ramai karena ada tukang sayur yang datang. "Hati-hati nak,jangan sampai jatuh". Ayunda, selalu sigap di samping menantunya.


"Wahhh.... di tunggu-tunggu,gak lahiran juga menantunya. Padahal, ibu-ibu sini. Sangatlah, menunggu kelahiran penerus kalian". Kekeh ibu Winda


"Hati-hati, Laila. Duduklah, jangan terlalu lama berdiri". Bu Sumi, menyuruh Laila duduk di sebuah kursi kayu.


Laila,yang kesusahan melangkah kakinya. Ia berlahan, mendaratkan bokongnya ke kursi kayu. "Makasih,bu". Terlihat jelas,di wajah Laila. Ia meringis sakit,di bagian perutnya. "Huuu...huu...." Baru berjalan beberapa langkah,aku sangat lelah. Bagaikan, menaiki berpuluh-puluh anak tangga. Batin Laila, sambil mengelus perutnya.


"Di bawa jalan-jalan saja,Laila. Biar cepat launching dan bagus,kalau di bawa jalan-jalan pas di pagi hari. Dulu, waktu ibu mertua mu hamil. Kami juga sering, melihat Ayunda jalan-jalan sekitar sini. Apa lagi, mantan suaminya tiba-tiba nyamperin dia. Yang ada bikin kesal". Kata bu RT,tanpa ba-bi-bu lagi.


Tiba-tiba saja, Hafizah datang dan ingin membeli sayur. Ibu-ibu lainnya, menyenggol lengan Laila. "Huss...Huss..huss.. Laila,ada Hafizah". Bisik seorang ibu-ibu.


"Nak Laila,mau jagung. Nanti mamah,rebuskan".tanya Ayunda, langsung di angguki Laila.


"Makasih mah,banyakin yah. Al,juga suka". Jawab Laila, tersenyum manis.


"Yang suka itu,Al atau kamu". Sahut Hafizah, langsung. "Manja banget sih? Baru pertama hamil,kaya dong. Hamil anak kedua". Hafizah, memusut perutnya sedikit buncit. Ck, sok-sokan manja dengan ibu mertua. Enak banget sih? hidup Laila,ia selalu beruntung sekali. kenapa aku gak kepikiran untuk menikah dengan A, waktu dulu. sekarang,aku menyesal jadinya


"Hafizah, Laila juga hamil. Bahkan, langsung dua". Sahut bu RT. "Jangan bicara macam-macam, kamu sedang hamil. Aku dengar-dengar, kehamilan mu di ragukan ibu mertuamu lo".


Membuat Hafizah,geram mendengar ucapan bu RT. "Bu RT,gak usah bicara macam-macam. Kalau gak ada bukti". Bantahnya Hafizah, walaupun istri seorang Ustadz Zulkifli. Tapi, kelakuannya tidak bisa di rem. Semakin lama, semakin menjadi.

__ADS_1


"Hafizah,kami para ibu-ibu. Tidak pernah menyalahkan ustadz Zulkifli,pasti dia susah paya mendidik kamu menjadi istrinya. Yang kami salahkan itu kamu, punya suami seperti ustadz Zulkifli. Tidak pernah bersyukur, seharusnya berubah lah". Sahut ibu lainnya.


"Hafizah, bukankah kamu dan Laila berteman. Kalian juga memiliki kehidupan masing-masing,lantas bagaimana? Sampai sekarang kamu, memiliki hati benci kepada menantunya ku. Ingatlah,kamu istrinya seorang ustadz yang terpandang sekitar sini. Jangan sampai,nama baiknya tercemar oleh mu" Ayunda, langsung menasehati Hafizah.


"Hafizah,tidak baik kita selalu berselisih an seperti ini. Aku minta maaf, jika ada salah kepadamu. Walaupun,aku bingung sekali. Apa yang membuatmu,masih membenci diriku". Tanya Laila,ia mendekati Hafizah.


Hafizah,hanya mendengus kesal. "Kau ingin tahu,apa masalah mu ha? Masalahnya adalah, kenapa kamu masih hidup. Aku tahu,jika suamiku menyayangi ku sepenuhnya. Tapi,aku masih terbayang-bayang wajahmu di saat suamiku. Menyatakan, bahwa dia mencintaimu Laila. Ingat itu,". Hafizah, langsung meninggalkan Laila.


Mendengar ucapan Hafizah, Laila hanya bersabar menghadapi sikapnya. "Hafizah,kita belum selesai berbicara ". Laila, sedikit berteriak. namun Hafizah, terus melanju melangkah kakinya. Ia tak sanggup mendengar ocehan ibu-ibu,yang selalu membela Laila.


Walaupun,dapat maki-makian dari ibu-ibu."Kurang ajar sekali, gak punya malu. Gak habis pikir aku, Ustadz Zulkifli memiliki istri seperti dia. aku bahagia sekali,jika ustadz Zulkifli menikah lagi".


"Benar bu,apa lagi mereka bercerai. padahal,salah Hafizah nya juga. masa yang di salahkan, Laila. gak nyambung ceritanya,dianya aja baperan". sungut lainnya.


"Ibu-ibu,kami pamit dulu. ayo, Laila... jangan kamu dengarkan apa perkataan Hafizah,orangnya emang gitu. gak jauh, dari ibunya". kekeh Ayunda, tersenyum kecil.


"Terimakasih, atas pembelanya ibu-ibu. kami pamit pulang dulu". ucap Laila, tersenyum sumringah. Ia pamit pulang,bersama ibu mertuanya.


"Sebentar,aku masih ingat sesuatu". Ayunda, terdiam sejenak dan memikirkan sesuatu. "Aaahh....aku ingat,tadi bu RT bilang. kehamilan Hafizah,di ragukan ibu mertuanya. emangnya apa sih? gak ngeh,bu".


"Nah,iya...aku juga kepikiran soal itu, untung Ayunda mengingatkan nya. ayolah, cerita Bu RT". timpal ibu lainnya.


"Ayo, Laila duduk dulu. pasti ini cerita sangat menarik,yang tak pernah gagal ". kekeh yang lainnya.


Lah,kok mamah duduk lagi.fikssss...gak jadi pulang,apa lagi bu RT yang membawa berita. sudah pasti,yang lainnya langsung mempercayai ceritanya. batin Laila,ia duduk dan menyaksikan langsung.

__ADS_1


__ADS_2