ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Membuka Lembaran Baru (S2)


__ADS_3

Lima hari, kemudian.


Selama empa hari, Kai melawan masa kritisnya. Hingga,dia sadarkan diri.


Bagaimana tidak pilu,saat sadarkan diri. Para dokter, memberikan kabar bahagia dan sekaligus sedih.


Kai, dinyatakan sehat dan tubuhnya pulih kembali. Keluarganya, sangat bahagia mendapatkan kabar kai baik-baik saja.


Apa lagi di rumah sakit,juga ada kedua orangtuanya Rea.


Saat sang dokter, mengatakan bahwa kai mengalami hilang ingatan (amnesia).


Jangan keluarga,namanya sendiri kami tidak tahu. Hati orangtua mana yang tidak hancur,jika anaknya tidak mengenal dirinya.


Apa lagi Rea, seorang istri yang selalu mendoakan suaminya tanpa putus. Akan tetapi, tidak mengenalinya sama sekali.


Beruntung sekali Rea, mendapatkan ibu mertua seperti Ayunda. Yang selalu, membujuknya agar kuat menghadapi cobaan hidup ini.


Satu hari penuh,kedua pihak keluarga menjelaskan pelan-pelan terhadap Kai.


Sehingga kai, mempercayai bahwa Ayunda dan J adalah kedua orangtuanya.


Akan tetapi, dia menatap lurus ke arah Rea. Sekuat tenaga, Kai mengingat semuanya. Akan tetapi, kepalanya tiba-tiba sakit.


Hari ini,kedua keluarga pulang kerumah dan memberikan waktu kebersamaan antara Rea dan Kai.


Saat makan siang, Rea telaten menyuapi suaminya.


Sedari tadi,kai menerima setiap suapan yang di berikan Rea. Tatapannya, gak di alihkan ke arah Rea. "Ceritakan,masa indah bersama". Ucap kai, memecah keheningan ruang inap Kai.


"Kenangan indah? Tidak ada,kak". Jawab Rea, dengan wajah memelas.


"Ha..? Tidak ada,lalu bagaimana kita bisa menikah? Tidak mungkin,kalau tidak memiliki kenangan indah bersama". Kai, ingin mencaritahu tentang pernikahan mereka.

__ADS_1


"Bagaimana, memiliki kenangan indah? Sedangkan kakak, selalu sibuk bekerja dan masih terperangkap masa lalu kakak". Jawab Rea, tersenyum kecil. Rea,juga menceritakan kenapa mereka tiba-tiba menikah dan juga menceritakan mantan kekasihnya.


Setelah bercerita, Kai ingin melihat foto mantan kekasihnya itu. Siapa lagi,kalau bukan Elvina. Dengan sigap, Rea menunjukkan foto Elvina.


Cukup lama Kai, memandang foto di layar ponselnya Rea. Yang hanya menggeleng kepala, sepertinya Kai tidak mengenalinya. "Apakah,aku seburuk itu terhadap mu". Tanya Kai,namun secepatnya Rea mengangguk kepala.


Kai,yakin jika perempuan di hadapannya mengatakan dengan jujur. Apa lagi,wajah polos Rea menambah keyakinannya. Apa iya,aku menyia-nyiakan perempuan di samping ku ini. Batin Kai, dalam hatinya masih bertanya-tanya.


"Lalu,kenapa aku bisa kecelakaan dan mengalami hilang ingatan seperti ini". Tanya Kai, mendelik ke arah Rea yang masih menunduk.


"Karena aku pergi kak,kakak mencoba mengejar ku. Aku lelah kak, melihat sikap kakak yang selalu membohongi ku. Entah kenapa,kakak malah menyesali semuanya. Bukan maksudku, meninggalkan kakak. Cuman, meminta waktu untuk bersama. Akan tetapi, melihat kondisi kakak Seperti ini. Aku jadi nyesal". Jawab Rea, masih memasang wajah sedih.


Kai,hanya menghembuskan nafas beratnya. Sekuat tenaga, mengingat semuanya. Akan tetapi, kepalanya tiba-tiba sakit. Aku akan mencoba, mengingat semuanya. Secara berlahan, tidak mungkin aku memaksa diri.batin Kai, memegang erat tangan Rea. "Maafkan aku, jika dulu aku hanya menjadi suami pecundang. Terimakasih, sudah setia mendampingi diriku seperti ini". Kai, mengelus-elus punggung tangan Rea. "Kenapa ingin bertahan, dalam pernikahan ini? Jika,aku terlalu menyakiti mu".


"Eeehh...soal itu, karena aku mencintai kakak". Jawab Rea, malu-malu. Astaga,kenapa aku malu-malu seperti ini. Berasa pertama kali,dekat deh. Huuufff,apa lagi tatapan kak kai berasa asing. Yah... tatapannya, begitu tajam. Batin Rea, memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Be-benarkah,kamu mencintaiku? Astaga,aku benar-benar suami brengsekk. Sudah, menyia-nyiakan waktu kebersamaan kita dulu. Maafkan aku". Kai, mengelus lembut pipi Rea. Ada desiran hangat, dijiwa Kai. Perasaannya, begitu nyaman dengan tatapan mata Rea.


Rea,hanya mengangguk. "pakah, dengan hilang ingatanmu kak? Akan menjadi,suami idamanku selama ini. Akankah, aku bahagia dengan musibah ini. Rea,bimbang saat ini. Entah senang atau sedih, masalahnya ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


"Iya,kak". Jawab Rea,yang di iringi anggukan kepala nya.


"Oh, kalau aku memintanya. Apakah, kamu akan memberikan itu". Tanya Kai,dia tersenyum smrik.


Astaga,kenapa otak mesumnya tidak hilang juga. Gerutu Rea, tercengang mendengar permintaan suaminya. "Kakak,fokus dulu dengan kesehatan. Masalah itu, nanti saja kita bicarakan". Rea, langsung mengalihkan pembicaraan mereka.


"Baiklah,kalau pulang nanti. Aku minta,itu. Siapa tahu,aku bisa mengingat semuanya". Alibi Kai,entah kenapa tiba-tiba dia kepikiran ke sana.


Rea,di minta dokter keluar saat Kai di periksa oleh dokter.


Saat keluar, Rea langsung duduk di kursi tunggu. Jantungnya berdegup kencang,entah kenapa tiba-tiba seperti ini. Apa lagi, tatapan suaminya sangat berbeda dan hawa kedekatan mereka sudah berbeda.


*************

__ADS_1


Dua hari kemudian, akhirnya Kai di perbolehkan pulang ke rumah.


Kai, memandang sekililing rumah yang baru jadi katanya.


Rea,juga merasa senang. Rumah impian mereka, akhirnya jadi dan siap di huni.


Alhamdulillah,rumah baru dan membuka lembaran hidup baru. Batin Rea,masuk ke dalam kamar mereka.


Kedua keluarga,pulang dan membiarkan waktu kebersamaan antara mereka. Anggap saja, mereka adalah pengantin baru. Katanya, Ayunda dan jangan mengganggu kesenangan mereka.


Ayunda dan keluarga lainnya. merasa asing,saat berbicara dengan Kai. seperti,baru beradaptasi dengan orang baru. begitu juga Al,tidak seperti biasanya selalu bobrok kebersamaan dengan adiknya.


************


Malam harinya, Rea duduk agak jauh dari Kai. bukannya takut, melainkan sangat susah mengontrol jantungnya saat di dekat suaminya.


kai,hanya diam dan menatap ke arah Rea. yang nampak gelisah gusar, seakan-akan dia dalam bahaya besar. "kenapa dudukmu, sangat jauh? Apa jangan-jangan,aku melakukan kekerasan terhadap mu juga". Tanya Kai,yang mencurigai dirinya sendiri. Jika benar aku, melakukan kekerasan terhadap perempuan. astaga, kenapa aku sebodoh itu.


"Tidak,kak. cuman kakak,sering membentakku saat marah". Jawab Rea, tersenyum kecil.


"Maaf,jika aku sudah menyakiti hati mu" Berlahan-lahan,Kai mendekati istrinya itu.


Rea, semakin menegang dan jantungnya berdegup kencang. ingin sekali, dia menghilang dari pandangan suaminya itu.


kai, mengelus lembut rambut panjangnya Rea. rambutnya terurai bebas, sesekali Kai menyingkirkan rambutnya ke samping. sedangkan sang empunya,hanya diam dan meremas sprei.


Jangan-jangan kak Kai, bertambah mesum.batin Rea, merasakan hangatnya ciuman di berikan oleh kai di pundak Rea.


Apa kamu sengaja, menggunakan pakaian seperti. hanya untuk menggoda ku, hemmm". bisik Kai, tangannya mulai merangkak pinggang Rea.


"kak,aku sering menggunakan pakaian seperti ini. di saat tidur,tidak gerah". jawab Rea, tersenyum kecil. "Aku ngantuk kak,". Rea, langsung mengubah posisi dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi membelakangi Kai.


"Maaf,". lirih Kai,dia juga merebahkan tubuhnya di samping Rea dan memeluk di belakangnya. "Maaf,aku sadar. jika dulu,sudah menyakiti mu terlalu dalam".

__ADS_1


"Tidak apa-apa,kak. aku bersyukur,kakak masih ingin menjalani rumah tangga ini. Daripada,kakak malah ingat mantan dan menceraikan diriku". jawab Rea, sedari tadi air matanya terus mengalir deras.


Kai,malah mempererat pelukannya. seakan-akan,dia tak ingin jauh dari Rea dan tidak mau kehilangan sesosok istrinya. setiap pelukkannya, merasakan kedamaian.


__ADS_2