
Cctv yang di maksud Kai, adalah mata-mata para ibu-ibu.
Bu Minah dan tetangganya, sudah mengintip kebejatan Dewi.
Plakkkk....
"Kurang ajar sekali, sudah berani melewati batas Dewi". Bentak bu Minah, dengan suara keras.
Dewi,yang kepergok aksinya. Tentu saja,malu sangat malu saat ini. Wajahnya, menunduk dan bersimpuh di kaki ibu kandung Rea.
"Dasar wanita, murahan. Berani sekali,merayu suaminya Rea". Bentak ibu, lainnya.
"Ck, begitu kah caramu untuk menggoda suami orang. Kalau tidak,suaminya Minah. Aku sudah dari dulu,mengusirmu". Seorang ibu-ibu, mendorong kepala Dewi.
"Ingin sekali,aku memasukkan mulutnya dengan cabai. Biar tau rasa, murahan".
"Dasar wanita ******,penggoda suami orang".
"Tidak tahu,apa dosanya sangat besar. Seharusnya,kamu malu Dewi. Pria,yang kamu goda tidak terpengaruh oleh mu".
Banyak lagi, maki-maki pedas dari ibu-ibu yang mengelilingi Dewi.
Dewi, hanya diam dalam isak tangisnya. Begitu juga,bu Wahdah hanya meminta maaf kepada ibu-ibu lainnya.
Malu, itulah yang di rasakan bu Wahdah. Entahlah,apa yang di pikiran anaknya. Kenapa dia,suka sekali menggoda suami orang.
"Cukup mbak, lihatlah kelakuan anakmu. Ini aib mbak,bikin malu. Nikahkan saja,dia dengan pria lain. Agar dia, tidak mengganggu suami-suami orang". Bentak bu Minah,yang sudah emosi dari tadi.
"Tidak,aku tidak mau di jodohkan. Aku ingin,mencari suami pilihan ku sendiri. lihat saja,aku akan menikah dengan pria kaya raya". Bantah Dewi,yang langsung meninggalkan mereka.
"Minah,aku benar-benar minta maaf. Atas kelakuan anakku,maaf jangan usir kami dari sini". Bu Wahdah, tumben-tumbenan sekali dia melemahkan suaranya. Biasanya,juga selalu mengencangkan suaranya .
"Bu,kami tidak apa-apa. Semoga saja, Dewi tidak mengulangi kesalahannya lagi". Kai, mencoba menenangkan pikiran ibu mertuanya.
Apa lagi nanti, jika istrinya tahu? Bisa-bisa Dewi,di hajar habis-habisan.
"Wahdah, coba deh. Kamu nasehatin yang benar anakmu,itu. Jangan bikin malu,napa. Kasian Minah dan anaknya,pasti merasa sakit hati juga". Sahut ibu lainnya.
__ADS_1
"Iya,aku sudah menasehati anakku. Sampai mulutku,berbusa. Akan tetapi,dia masih saja bandel dan susah di atur". Jawab bu Wahdah,yang kesal.
Akhirnya Kai,membawa ibu mertuanya masuk ke dalam rumah. Begitu juga Andrew, memberikan segelas air putih kepada bu Minah.
Bu Minah,nampak terkejut dan syok melihat kejadian ini. Bagaimana bisa,tepat di depan matanya. Melihat, kelakuan Dewi.
"Nak, maafkan anak bibi". Bu Wahdah, langsung meminta maaf kepada Kai.
Kai,hanya tersenyum kecil. "Tidak apa-apa, berharap anak bibi tidak melakukan itu lagi.
"Terimakasih,bibi pamit. Tolong, beritahu ibu mertua. Jika aku, meminta sebesar-besarnya kepadanya". Kini bu Wahdah,pamit dan meninggalkan rumah adiknya itu.
***********
Sepulang dari kerja, Rea yang mendapatkan kabar yang tidak senonoh itu.
"Dewiiiii..... keluar,dari kamar.....jangan jadi pengecut,kamu ha.... Dewiiiiii....!!! Keluarrrrr". Rea, terus-menerus menggedor-gedor pintu kamar Dewi.
Dewi,yang bersembunyi di balik pintu kamarnya. Dia benar-benar takut, dengan amukan Rea.
"Pengecut.... sok-sokan menggoda suamiku,akan tetapi tidak berani menghadapi ku langsung ha". Teriak Rea,yang menggema.
"Rea, ayolah... kita pulang,jangan marah seperti ini". Kai,yang ingin meraih tangan Rea. Akan tetapi,dia langsung menepisnya.
"Ck, Dewi itu kebal ayah. Kalau tidak dengan kekerasan,mana dia sadar. Dewiiiiii..... keluarrrrr,gak lo....". Teriak Rea,yang amarahnya sudah menggebu-gebu.
"Hussssttttt....Ayo,kita pulang". Kai,yang langsung mengangkat tubuh istrinya itu.
"Aaaakkhhh....kakak, lepaskan aku. Lepaskan,aku.....!!! Aku ingin, menghajar penggoda itu". Teriakkannya Rea,yang terus memberontak terhadap Kai.
Saat tiba di rumah, Kai langsung membawa ke dalam kamar. Semua pintu di kunci dan kuncinya di simpan langsung.
Rea,yang terus-menerus marah-marah kepada suaminya. Kai, selalu berusaha menenangkan hati dan pikiran istrinya.
Keributan di luar, juga semakin menjadi-jadi. Apa lagi pak Broto, merasa sangat malu kepada keluarganya.
Pak Broto, kecewa dengan kakaknya dan kakak iparnya itu. Memiliki anak,yang ingin menghancurkan hubungan rumah tangga anaknya.
__ADS_1
"Kakak, berikan kunci kamarnya". Bentak Rea,yang menatap tajam ke arah Kai.
Dengan cepat,kai memasukkan kunci ke dalam boxer celananya. "Silahkan, ambil sendiri". Kai, hanya tersenyum smrik. Dia sudah yakin,jika Rea tidak mungkin mengambilnya.
"Kakak,jangan ngadi-ngadi. Masa di masukkan,ke situ". Rea, nampak kesal kepada suaminya. "Dasar mesum". Gerutu Rea,duduk di tepi ranjang.
Mana mungkin,dia berani mencari kunci di tempat itu. Bukan kunci yang dapat, melainkan tongkat keramat. Rea,hanya bergidik geli melihat ke arah milik Kai.
"Ambillah,aku mempersilahkan" Kai, sengaja melorotkan celana pendek dan terlihat celana boxernya Kai, juga melepaskan baku dan terlihatlah kotak-kotak perutnya.
Glekkk...
Susah payah Rea, meneguk air liurnya saat melihat benda tumpul sudah menonjol di balik boxer suaminya. Dia, langsung memalingkan wajahnya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.
"Kenapa,kakak bertambah mesum. Tidak akan, tidak akan pernah aku mengambil kuncinya di dalam situ". Ucap Rea, sedikit demi sedikit dia melirik Suaminya.
"Ayolah,ambil. Kuncinya,masih ada tidak kemana-mana. Aku janji, akan membiarkan kamu pergi dan leluasa mengambil kuncinya". Tak segan-segan Kai, mengelus lembut di boxer nya yang menonjol sempurna itu.
"Kakak, hentikan jangan menggodaku". Bentak Rea,panas dingin bercampur aduk. Entah kenapa,dia tidak bisa memalingkan wajahnya. Matanya,tetap tertuju ke bawah.
"Ciyeeehhh... melirik-lirik,siapa yang mesum. Hemmm.... Ayo,ngaku". Kai, menunjukkan jarinya ke arah Rea.
Dengan hati kesal, Rea langsung mengambil bantal dan memukul-mukul suaminya itu.
"Dasar omes, rasakan ini".
Buuughhh..... Buuughhh.... Buughhhh...
Sudah beberapa kali, Kai mendapatkan pukulan istrinya. "Auukkk... Auuukk... Hentikan, Rea. Auuukkk...shhhh... kepalaku sakit". Kai, menahan kepalanya. Akan tetapi,ada senyuman kecil di sudut bibirnya.
"kakak, tidak apa-apa? Maafkan aku,kak. Aku lupa". Rea, langsung mengkhawatirkan keadaan suaminya. "Sakit,yah".
"Tidak apa-apa,". Jawab Kai, tersenyum smrik dan mengelus-elus lembut di pipinya Rea.
Sekarang Rea,jatuh ke pangkuannya Kai. "kakak, lepaskan aku". Rengeknya Rea, tidak nyaman posisi duduknya. Apa lagi,dia merasakan ada sesuatu menonjol di bawah sana.
"Kenapa, bukankah wajar jika suami istri seperti ini". Bisik Kai, terdengar suara seraknya. Berlahan-lahan Kai,mulai mengangkat rok panjang istrinya.
__ADS_1
"Kakak,jangan aneh-aneh deh". Rea, menahan tangan suaminya yang mulai nakal. Katanya,hilang ingatan? Tetapi,kenapa dia bertambah mesum seperti ini sih? Jantung ku, tidak aman kalau terus seperti ini.
Kai,yang mencium seluruh leher istrinya. Entahlah, Rea juga memberikan ruang bagi suaminya. "Aaahhhh....". Rea, mengeluarkan suara laknatnya dengan cepat dia menutup mulut. Memalukan sekali,kenapa aku mengeluarkan suara itu. Batin Rea,yang menggerutu kecerobohannya.