
Laila, tengah berbelanja di supermarket. Yang tak jauh letaknya, dari apartemen.
Saat memilih bahan-bahan sembako lainnya, Kenny yang tiba-tiba muncul. Ia mengajak Laila, bersantai di kafe.
Laila, menyetujui ajakan Kenny. walaupun,dia berat hati. Daripada basa-basi,ya sudahlah.
"Aku punya tawaran bagus,kepadamu". Ucap Kenny,ia tersenyum kecil.
Tawaran? Apa maksudnya,batin Laila. "Tawaran apa? Jangan macam-macam, Kenny".
"Apa kau tidak kasian, dengan Al dan ibunya? Mereka mengharapkan, keturunan Laila. Sedangkan kau,belum juga hamil-hamil. Apa jangan-jangan,kau mandul? Aahh...apa tidak curiga, dengan Al. Apapun, yang dia inginkan. Pasti tercapai lah,bisa saja dia memalsukan keterangan pemeriksaan medismu". Ucap Kenny, mempu menggoreskan luka di hatinya.
Hati wanita mana, Yang tidak sakit hati? Jika dirinya,di katakan mandul. Tidak,aku mempercayai suamiku. Al,tidak mungkin berbohong dan menutupi kekuranganku.batin Laila,sekuat mungkin dia tetap mempercayai ucapan suaminya. Hatinya,tidak akan goyah. "Aku mempercayai Al, bahwa surat keterangan pemeriksaan medis ku. Itu benar,tidak ada masalah apapun. Kau jangan harap,bisa menggoyahkan rumah tangga ku. Aku tahu,kau adalah wanita licik".
"Aku licik? Laila,kau jangan egois karena pilihan mu. Aku bisa menjadi rahim pengganti,kau paham". Kenny, memiliki ide cemerlang. Ayolah,kau setujui saja ideku ini. Tidak apa,jik aku menjadi istri keduanya Al. yabg penting, hidupku bergelimang harta dan tidak ada kekurangan apapun.
"Rahim pengganti, maksud mu. Jangan macam-macam Kenny,kau..." Laila, tertahan dengan ucapannya. Ia masih bersabar menghadapi, Kenny. Sepertinya,dia ingin menggoyahkan rumah tanggaku. tidak,aku tidak akan terpengaruh dengan kata-kata mu.
"Aku bisa mengandung anak kalian,tanpa Al menikahi ku. Caranya,kau bisa memberikan air minum yang sudah di campurkan obat perangsang. Lalu, aku masuk dan kami melakukan hubungan satu malam. Aku yakin, setelahnya Al tidak curiga sama sekali. Selanjutnya,kau harus berpura-pura hamil. Jika aku,di nyatakan positif hamil. Ini adalah rencana kita,tanpa ada orang tahu. Aku bisa melakukan hal sepele ini, memalsukan surat pemeriksaan kehamilan mu. Bagaimana,hemm...atau kau suruh saja,Al menikah lagi. Banyak cara Laila,apa kau tidak peduli dengan mereka. Yahhh... terutama ibu mertua mu". Ucap Kenny,ia tersenyum sumringah. "aku bisa, menjadi madumu. tenang saja,Al akan memperlakukan kita dengan adil. Laila,demi keturunan Negredo".
"Kau pikir aku mau, mengikuti rencana licikmu. Jangan harap Kenny,aku yakin. Suatu hari nanti,pasti aku hamil". Laila, langsung menolak rencana licik Kenny. "Aku tidak sudi, memiliki madu sepertimu".
Sial, Laila tidak mau di ajak kerjasama. Bagaimana ini, pupus sudah harapan ku. "Sampai kapan, Laila. Menunggu kehamilan mu,atau setelah kedua orangtuanya Al tiada. Jangan-jangan, sampai kalian beruban? Egois,hanya mementingkan diri sendiri". Decak Kenny,ia mulai kesal.
__ADS_1
"Seandainya,aku meminta Al menikah lagi. Satu hal yang kau tahu, Kenny? Bukan kau, wanita yang aku nikahkan untuk Suamiku". Tegas Laila, membuat Kenny mengepalkan kedua tangannya. "Jangan-jangan kau hamil? Makanya, membuat ide gila ini dan terus memaksaku".
"Kau..! Jaga ucapan mu Laila,aku dari dulu memang mencintai Al. Seharusnya,kau tahu kan? Gara-gara kamu yang merebut hatinya dan meninggalkan diriku". Bantah Kenny, menatap tajam ke Laila. Tidak, Laila hanya menebak saja. dia tidak tahu,apa kebenarannya.
Lebih baik,aku pergi saja. daripada, meladeni mantan suami ku ini."Terimakasih, atas waktunya". Laila, beranjak dari duduknya dan berpaling.
"Laila,aku memberikan waktu kepada mu. Jika kau, berubah pikiran. Aku siap, membantumu". Ucap Kenny, tanpa malu.ia langsung menggunakan kacamata dan topinya. Agar orang-orang sekitar,tidak tahu jika dirinya di tempat terbuka.
Setelah kepergian laila,ia juga pergi meninggalkan kafe tersebut. Dengan wajah muram,karena rencananya gagal. "Bagaimana ini,apa aku harus menggugurkan kandungan ini". decak Kenny, sesekali ia menampar stir mobil
Sepanjang perjalanan, Laila terngiang-ngiang dengan ucapan Kenny. Dadanya naik turun, mengontrol dirinya. Ia juga menancapkan gas mobilnya, dengan kecepatan tinggi. Air matanya, luruh sudah.
Ciiiiiiiiitttttt.....
"Astagfirullah, Astagfirullah....sadar Laila,jangan mendengarkan perkataan orang lain. Kau harus bersabar dan berusaha, bukankah? Pernikahan kalian masih berjalan dua tahun. Bukan, berpuluh-puluh tahun". Lirih Laila,ia membenamkan wajahnya di stir mobil.
Air mata mengalir deras, meratapi nasipnya saat ini. Hatinya, sangat sakit di saat mengingat perkataan Kenny. Jika dirinya,memang mandul.
"Aku harus membuktikan kebenaran ini,aku akan memeriksa diriku. Tanpa Al, mengetahui jika aku diam-diam ke rumah sakit". Laila, menghapus air matanya dan menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan sedang.
Beberapa menit kemudian,ia sudah sampai di depan rumah sakit. Niatnya sudah bulat, ingin memeriksa dirinya. Saat dia turun dari mobil, tiba-tiba ponselnya berdering.
"Wa'alaikum salam,Al. Ada apa,hemm". Jawab Laila, ternyata Al yang menelpon dirinya.
__ADS_1
(Kapan pulang, berbelanjanya. Aku sudah pulang,badanku terasa tidak enak dari tadi mual-mual. Pulanglah,aku membutuhkan mu). Al
"Astagfirullah, baiklah. Aku akan segera pulang,sayang. Aku tutup dulu, telponnya". Jawab Laila, langsung mematikan telponnya.
Ia melirik sekilas ke arah,rumah sakit. Niatnya,di urungkan saja. Karena suaminya, sedang membutuhkan dirinya. "Tidak sekarang, mungkin kapan-kapan aku akan melakukannya". Gumam Laila,ia memutarkan kemudi mobilnya.
**********
Sesampai di apartemen, Laila tercengang melihat suaminya tengah berbaring di atas sofa.Ia tergesa-gesa, menghampiri suaminya yang terkulai lemas.
"Al, kenapa di sini? Kan bisa di atas ranjang,aku bantu yah". Laila, menuntun tubuh suaminya ke dalam kamar.
Sesampai di sana, Laila berlahan-lahan membaringkan tubuh suaminya. "Mukamu pucat,panas juga gak? Katakan,apa yang sakit". Tanya Laila, mengelus lembut pucuk kepala suaminya.
"Tidak tahu, badanku terasa lemas dan mual-mual. Apa yang aku makan,pasti aku muntahkan kembali". Kata Al, matanya tetap terpejam.
"Kita pergi ke rumah sakit ya, untuk memeriksa kondisi mu. Hemmm....atau aku telpon dokter,biar ke sini". Kata Laila,ia melepaskan kancing baju suaminya.
"Tidak,aku tidak mau di periksa. Besok juga sembuh kok,tetap di sini" Al, memeluk tubuh istrinya. Ia membenamkan wajahnya di dada Laila.
Membuat Laila, geleng-geleng dan cengengesan saja. Ia merasakan geli-geli,di saat Al mulai menggesek-gesekkan wajahnya. "Al,bisa diam gak? Aku buatkan,bubur yah. Biar kamu,makan. Badanmu terlihat lemas,gak ada makan sama sekali kan tadi".
"Tidak mau,jangan kemana-mana. beli saja, ngapain masak". Al, langsung mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
Kenapa Al, tiba-tiba manja sih? gak biasa nya,kaya gini. "Ya sudah,aku pesankan makanan dulu yah". biarkanlah,dia seperti ini. Ya Tuhan, lindungilah rumah tangga kami. jangan sampai goyah, apapun terjadi. tetaplah seperti ini,aku sangat mencintainya.