ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Puasa Satu Minggu


__ADS_3

[kalian dimana? Apa masih dengan mamah].


[Jam berapa pulang,tidak usah masak. Aku akan membelikan makanan untuk kita]


[Laila,aku tahu. Kau sangat sibuk, setidak balas pesan ku. Dari tadi tidak mengangkat telpon dan tidak balas pesanku juga]


Beberapa kali Al, menelpon dan mengirim pesan kepada sang istri. Namun,tak kunjung juga di balas.


"Tuan Al, bagaimana dengan pendapat Anda". Ucap Arkana, langsung. Sudah panjang lebar,dia menjelaskan masalah pekerjaan. nampaknya Al,tidak memperhatikan penjelasannya. Arkana,nampak kesal kepada Al.


"Iya-iya, teruskan". Jawab Al, yang masih tidak fokus dengan meeting nya. sedari tadi,dia selalu cuek dengan yang lainnya.


"Arkana,dia sedang tidak fokus dengan pekerjaan saat ini. Karena otaknya,di penuhi oleh istrinya saja". Sahut Dion, menepuk pundak Zakir.


"Benar sekali, dari tadi gelisah tak karuan. Kenapa Al, istri mu sedang di culik mamahmu? Hemmm". Tanya Herman, cengengesan melihat kelakuan Al yang gelisah.


"Hemmm... pagi-pagi sudah nongol,di apartemen. Bahkan,kami baru bangun.mamahku, langsung menculik istri ku. Bodohnya lagi,aku tidak bisa berbuat apa-apa". Gerutu Al,mengusap wajahnya dengan kasar. "Kenapa kau, menatap ku seperti itu? Jangan berpikir, macam-macam. Aku tahu,kau kepikiran ingin menemui istri kukan". Bentak Al, kepada Arkana .


Sial,Al tahu saja pikiranku saat ini. "Mana ada,aku hanya fokus masalah pekerjaan. Sedangkan Anda,dari tadi hanya fokus ke ponsel saja". Alibi Arkana,ia membenarkan dasinya.


Wahhhh..jelaslah,aku fokus ke ponsel. aku tidak fokus pekerjaan tidak masalah, sedangkan Anda satu kali tidak fokus dalam pekerjaan. semuanya,akan hilang tanpa jejak.


"Laila, milikku dan kau tidak bisa memiliki Laila. Hilangkan rasa cinta kepada Istriku, sebelum aku meratakan perusahaan mu itu". Ancam Al,ia beranjak berdiri. "Kalian semua, selesaikan meeting nya,". Ucap Al, sebelum meninggal ruang meeting.


Yang lainnya,hanya menggeleng kepalanya. Karena bosnya,tidak fokus dengan meeting. Apa lagi sang bos,malah meninggalkan ruangan tersebut.


"Silahkan,di lanjutkan. Masalah Tuan Al,bisa aku selesaikan nanti". Ucap Dion,yang langsung di angguki oleh lainnya. Kini mereka melanjutkan meeting, walaupun tanpa Al.


Sedangkan di tempat lain, Ayunda dan Laila. Tengah menikmati spa di salon.

__ADS_1


Laila, menikmati pijitan di setiap tubuhnya. Ia merasakan badannya,terasa ringan dan tidak pegal-pegal lagi.


Begitu juga Ayunda, memanjakan diri dan menantunya. Dia paham, bagaimana menjadi pengantin baru. Sudah pasti,badan terasa remuk. " Bagaimana,apa badan mu tidak pegal-pegal lagi". Tanya Ayunda,di samping menantunya.


"Hemmm...enak banget,mah. Terasa ringan badanku, gak kaya tadi berasa remuk". Jawab Laila, tersenyum sumringah. Gak nyangka,mamah paham yang aku maksud.hihihihi... entahlah, semenjak menikah punya suami. badanku, terasa capke sekali. melebihi waktu aku bekerja dulu,aneh sekali.


"Setelah ini,kita kemana lagi? Kita sudah jalan-jalan, keliling Mall dan berbelanja juga sudah. Makan tadi sudah,atau makan lagi". Tanya Ayunda,yang begitu memanjakan menantunya.


"Pulang saja mah, takutnya Al sudah menunggu". Jawab Laila,mana mungkin dia makan dan berbelanja lagi. Sedangkan mereka,sudah banyak yang di beli.


Laila, sangat keberatan dengan ibu mertuanya yang terlalu royal kepada nya. Tapi,dia hanya pasrah menerima semuanya. Ia tak ingin mengecewakan, sang ibu mertua.


"Oke, bagaimana besok kita jalan-jalan. Ada tempat wisata baru,barengan sama teman-teman mamah. Mau ikut gak,mau yah...yah...". Bujuk Ayunda, membuat Laila terdiam. Ia bingung harus berbuat apa,di sisi lain. Dia ada janji dengan suaminya,di sisi lain ibu mertuanya mengajak dirinya jalan-jalan.


"Mah,aku ada janji dengan Al. Dia ingin mengajakku,ke kantornya dan mengajariku berbisnis. yah...bukan maksudku, menolak ajakan mamah". Jawab Laila, sebenarnya dia tak enak hati.


"Tapi,aku sudah janji mah. Gak enak nolak,apa lagi dia suamiku". Kata Laila. "Besok saja mah,pliss...atau kapan-kapan deh,gimana".


"Baiklah, kabari mamah. Kapan bisa yah,kau benar sekali. Seharusnya,kalian selalu bersama. Semakin kalian, selalu bersama. Semakin cepat juga,mamah memiliki cucu". Ayunda,tidak sabar memiliki cucu perempuan.


"Do'akan saja mah, semoga cepat. Aku juga gak sabaran, pengen hamil". Laila dan Al, sepakat untuk tidak menunda kehamilan dulu.


Dua jam telah berlalu, akhirnya Ayunda dan Laila selesai dengan memanjangkan diri mereka.


Saat keluar dari ruangan spa, mereka nampak terkejut melihat sesosok dua pria. Tengah terlelap tidur,di ruang tunggu.


Siapa lagi,kalau bukan J dan Al. Mereka tengah,menunggu istri masing-masing. Mungkin karena kelamaan, akhirnya mereka tertidur pulas.


Ayunda dan Laila,malah cekikikan tertawa dan mulai membangun suami mereka masing-masing.

__ADS_1


"J,bangun...hey...bangun,sudah selesai. Waktunya,kita pulang". Ayunda, menggerakkan tubuh J.


Begitu juga, Laila membangunkan Al. "Al,bangun...bangun,kita pulang".


J dan Al, mengerjapkan matanya dan mulai mengumpulkan nyawa masing-masing.


"Yakin, kalian sudah selesai". Tanya J,ia memijat pelipisnya. Kepalanya, terasa nyut-nyutan karena bangun tiba-tiba.


"Kalau belum selesai, silahkan. Kalian melanjutkan lagi, masih ngantuk nih". Sahut Al,mulai memejamkan matanya lagi.


"Al,bangun....!! Ngapain tidur lagi, bawa Laila pulang. Ayo,J... pulang,". Ayunda,juga menarik lengan J dan menyenggol kaki Al.


Dengan langkah gontai,Al menuju parkiran mobil. Laila,juga menuntun tangan sang suami. "Aku saja yang nyopir,kamu masih ngantuk. Takutnya, kenapa-kenapa di jalan". Laila, mengambil alih kemudi karena Al tak membawa sopir.


Laila, menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan sedang. "Al, bukanlah kamu kerja? Kenapa, sampai menyusul ke salon segala. Jadi gak enak,sama papahmu. Kalau tahu,aku tidak menerima ajakan mamah".


"Pekerjaan ku,sudah selesai. Makanya, menyusul mu ke sana. Lagian, telpon gak di angkat dan pesan mana kau balas". Jawan Al, padahal dia sendiri yang meninggal pekerjaannya.


"Hehehehe....maaf,habisnya enak banget. Apa lagi tubuhku,di pijit-pijit manja. Hilang semuanya,rasaa pegal-pegal ku". Jawabnya, Laila ia tersenyum kecil. "Oh,yah...mamah, mengajakku besok. Katanya,mau jalan-jalan ke tempat wisata yang baru di buka".


"Apa, pergi lagi sama mamah? Tidak,kau tidak mengijinkan mu pergi. Besok dirimu, adalah jatahku. Tidak ada yang boleh, menculik dirimu. Aku akan berbicara dengan mamah, kalau kau besok tidak ikut dengan nya". Tegas Al, wajahnya nampak Cemberut.


Laila,hanya cekikikan tertawa dalam hati. Saat melihat suaminya, cemberut mendengar ucapannya. "Tidak perlu,aku sudah bilang ke mamah. Kalau aku,tidak bisa ikut. Tadi aku,hanya mengetes dirimu saja".


"Oh,kau ingin main-main denganku sayang. Apa kau ingin,mobil ini bergoyang hemmmmm... kebetulan sekali, jalannya nampak sepi. Kita tinggal menepikan mobil dan...." Delik mata Al,ia tersenyum nakal.


"Sayang sekali,aku datang bulan dan kamu...!!harus berpuasa selama satu minggu". Senyum smrik Laila,ia nampak tak bersalah sedikitpun.


Al,hanya melongo mendengar ucapan istrinya. Ia mengusap wajahnya dengan kedua tangan, gairahnya sudah memuncak ingin di tuntaskan. Namun, semuanya gagal total. "Apa...? Satu minggu, kapan datang bulan. Bukankah,malam tadi kita melakukannya". Al,nampak tak percaya jika sang istri kedatangan tamu.

__ADS_1


__ADS_2