ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Calon Besan


__ADS_3

"Hai,J. Apa kabar,lama kita tidak bertemu". Abraham, langsung mengulurkan tangannya kepada J. Akhirnya,sekian lama tidak bertemu seperti ini.


J, menyambut uluran tangannya dan menyunggingkan senyumnya. Sedangkan, Ayunda mengira jika sang suami. Tidak akan berjabat tangan, dengan musuhnya ini. Walaupun tatapan mereka,saling menyeringai tajam. Ck,mulai dari dulu. hingga sekarang,dia masih berharap kepada istriku. jangan harap,kau bisa memiliki Ayunda.


"Dia adalah musuh bebuyutan papah,kenapa telpon ku tidak di angkat". Bisik Al, kepada Laila.


"Ponselku,di sita mamahmu. Agar kau,tidak mengganggu kami". Jawab Laila, tersenyum kecil. Oh,musuh bebuyutan. pantesan saja, tatapan mereka sungguh mengerikan.


"Kau menyetujuinya". Tanya Al,yang langsung di angguki Laila. "Sial,". Decaknya Al.


"Kenapa kau, tiba-tiba datang dan menemui istriku. Bukankah,kau tinggal di luar kota". Tanya J, dengan santainya.


"Ckckck....kau masih saja, mengintai diriku. Segitunya takut, kehilangan dia". Abraham,malah mencolek dagu Ayunda.


"Kau...jangan coba-coba menyentuh istriku. Sayang,kenapa kau diam saja? Di saat mencolek mu". Tanya J, menatap tajam ke arah Ayunda.


"Hemm...tidak apa,lagian aku sudah lama gak di colek oleh pria brewok seperti Abraham". Kekehnya Ayunda,ia sengaja membuat J cemburu.


Mendengar ucapan sang istri,J mengusap wajahnya dengan kasar. "Ayunda,apa baiknya dia. Pria brewokan seperti itu, geli aku lihatnya. Lihatlah, rambutnya sudah beruban dan perutnya mungkin buncit. Dia sangat jauh berbeda dengan ku,yang sixpack dan kekar ini". J,tak mau kalah dengan Abraham.


"Wahhh...kau bilang perutku, buncit. Apa perlu aku, mengeluarkan kotak-kotak perutku ha? Ck, kau saja beruban. Sok-sokan ngatain aku,". Gerutu Abraham,ia menatap sinis ke arah J. "J, brewokan seperti ini. Kalau tersentuh dengan kulit wanita. Dia akan merasakan geli-geli nikmat".


"Hahahaha...benar sekali,aku ingin merasakan hal berbeda". Sahut Ayunda, dengan santainya.


"Laila,jangan di dengarkan apa yang di katakan mamahku". Al, langsung menutup telinga Laila.


"Apaan sih? Aku gak masalah kali, sekali-kali mandangin cowok brewokan ". Laila, menepis tangan Al. Gemes sekali, melihat kelakuan mereka.


"Hahahaha, lihatlah J. Menantu mu,juga setuju kayanya. Tipe cowok brewokan seperti ku ini,atau jangan-jangan kau sudah tertarik dengan Sugara Daddy seperti ku". Kedip mata Abraham.


Sontak membuat Al, marah karena perkataan teman ibunya. "Jangan coba-coba mendekati calon istri ku,sudah cukup dengan mamahku". Bantah Al, langsung. Dasar duda tidak tahu diri,dia menginginkan wanita bersuami. sekarang,malah melirik daun muda calon istri orang lagi.


"Astagfirullah, Abraham....aku tidak setuju,jika kau mendekati menantuku". Sahut Ayunda,ia menampar lengan Abraham. Ck, sifatnya tidak bisa berubah. sama saja seperti dulu,tidak ada perubahan.

__ADS_1


Membuat J, cekikikan menahan tawanya. "Rasakan,kau akhirnya mendapatkan pukulan dari Ayunda. Pergilah, ganggu saja". Ia malah mengusir Abraham.


"Al, seorang pria brewokan itu sunah. Kau harus tau itu, seperti ustadz Zulkifli". Kata Laila, membuat semuanya tercengang


Prok....prok....prok...


Abraham, bertepuk tangan dan tersenyum sumringah.


"Hahahaha... kau benar sekali,aku setuju pendapat Calon istri mu Al".


J, menatap wajah Ayunda. Ia maksud apa yang di inginkan, sang istri. "Tidak,aku tidak suka dengan brewokan. Risih aku".


"Oh, pantesan kau sangat kecintaan terhadap ustadz Zulkifli. Ternyata, sangat tergiur dengan brewokan nya". Delik mata Al, membuat Laila geleng-geleng kepala.


"Abraham,kenapa kau tidak menikah lagi". Tanya J. Dari sorotan matanya,aku tahu maksud hatinya.


"Hemmmm...aku ingin menikah lagi, asalkan dengan Ayunda. Bagaimana,J". Jawab Abraham,ia memainkan kedua alisnya.


"Kau salah J,aku berdoa agar kau cepat meninggal dunia dan aku menikahi Ayunda". Kekehnya Abraham,tak mau kalah. "Dari situ,aku tidak akan di juluki seorang pebinor segala".


Plakkkk....


Ayunda, langsung memukul lengan Abraham. "Aauuukkk....shhhh... Pedas sekali pukulan mu". Abraham, meringis kesakitan.


"Ck,lebay.... sok-sokan ingin mendoakan ku cepat mati,jangan senang dulu. Siapa tahu,kau lebih dahulu". Kata J, sambil menikmati ketang di meja.


"Yayah... terserah kau saja.seandainya,aku tiada secepat itu. Satu yang aku pinta,aku ingin menitipkan anak ku kepada kalian. Bolehkan, calon besan". Delik mata Abraham, menggoda J.


"Tidaaaakkkk....". Jawab J dan Al, bersamaan.


Aiss... mereka berdua ini, benar-benar tidak tahu tempatnya. berteriak sesuka hati saja,tidak malu dengan tatapan orang-orang sekitar.


"Ehh...kalian kompak sekali". Sahut Ayunda, seketika. "Tolong,pelankan suara kalian. lihatlah, banyak orang-orang sekitar menatap ke sini. apa kalian tidak malu, tua-tua bikin ribut".

__ADS_1


"Kenapa tidak Al, Om Abraham baik kok". Laila,juga membela Abraham. "pelankan suaramu,".


"Lai,aku tidak mau. Memiliki adik ipar,anak Om Abraham. Sifatnya, begitu pecicilan. Sudah pasti, anaknya juga". Jawab Al,tanpa ba-bi-bu lagi.


"Ck,aku tahu muslihat niat hatimu. Yah,bisa saja kau beralasan ingin menemui anakmu. Nyatanya,mau ketemu dengan istriku kan. Kau kira,aku tidak tahu. Hemmm..." Ucap J, membuat Abraham cengengesan mendengar ucapan J.


"Kalian,harus mau menerima anakku. Bagaimana,jika anak kita sama-sama bucin. Hayooo...mana bisa kalian memisahkan mereka. Sama saja memisahkan kebahagiaan,anak kalian. Benarkan, Ayunda". Kedip mata Abraham, membuat Ayunda tersenyum.


"Iya,apa yang di katakan oleh Abraham memang benar J. Kita tidak bisa, berbuat apa-apa atau memisahkan mereka. Kau janganlah, egois". Ayunda,membela Abraham juga.


"Tidak usah ikut-ikutan,niat Om Abraham baik". Laila, mencegah Al ikut berbicara. Membuat Al,mati kutu oleh Laila.


"Ayunda,kau jangan membela dirinya. Sama saja,dia menjadi keras kepala dan kepalanya sudah besar karena dapat restu dari mu". Kata J,agar Ayunda tidak membela Abraham terus-menerus.


"Baiklah,aku akan pergi. Semoga kita bertemu lagi, calon besan". Kekehnya Abraham,ia tersenyum smrik.


"Tidak,jangan kau katakan itu lagi. Aku tak sudi, memiliki besan seperti dirimu". Bantah J, dengan tegas. Ia menatap tajam ke arah Abraham,yang mulai beranjak berdiri dari duduknya.


"Terimakasih,atas waktunya. aku pamit dulu,maaf mengganggu kalian,". pamit Abraham,ia tersenyum.


"Sama-sama Abraham,jangan kau dengarkan ucapan J. dia memang tidak menyukai dirimu". kata Ayunda


"Laila, senang berkenalan dengan mu. semoga,kau bisa menghadapi sikap Al. dia sama persis dengan J, cemburu dan posesif terhadap istrinya". Abraham, melirik ke arah Al.


"Ck, pergilah sana. sok akrab, dengan calon istriku". Gerutu Al, namun Laila langsung menyenggol lengan Al.


"Selamat atas pernikahan anak kita nanti, besanku.daaaaa... semoga harimu menyenangkan". Ucap Abraham,saat mulai menjauh dari J.


"Kurang ajar kau,jangan coba-coba mengatakan itu lagi. Awas kau, Abraham Samad". Teriak J, dadanya naik turun. Ayunda,hanya geleng-geleng kepala. karena sudah merasa malu, ketika sang suami berteriak kepada Abraham. apa lagi suasana Mall, begitu ramai. bahkan, mereka seperti tonton gratis dan menarik.


"Sudah J,dia sudah tidak ada lagi. Niatnya baik,kenapa kau menolaknya". Kini Ayunda, tidak setuju dengan kelakuan suaminya.


Dengan hati kesal, Ayunda menarik lengan Suaminya untuk membawa pulang. begitu juga Al dan Laila, mengikuti dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2