
Suara itu,suara Kai. Jangan-jangan aku, masuk ke kelasnya. Aduhhh...mati aku,mana nangis-nangis di pojokan sini lagi. Aku harus secepatnya pergi,tanpa dia melihat wajahku. Batin Elvina,ia tahu Kai sudah di hadapannya dengan berjongkok.
Secepatnya, Elvina beranjak berdiri dan ingin melangkah pergi. Tiba-tiba saja,tubuhnya tersandung pinggir meja. "Aaaaakkkkhh..... sakit sekali". Perutnya terkena pinggir meja.
"Elvina...!! Duduklah, pasti perutmu sangat sakit. Coba aku lihat,". Tiba-tiba saja, Kai Ingin membuka seragam sekolahnya Elvina.
Elvina, langsung menghentikan aksinya dan melotot seketika. "Apa yang kau lakukan". Ia langsung menepis tangan Kai.
"Aku ingin melihat, pasti memar perut mu". Jawab Kai, nampak cemas karena keadaan Elvina.
"Terus...kalau memar kenapa,hemmmm... tubuhku juga,sana". Elvina,tak segan-segan mendorong tubuhnya. "Maaf,aku salah masuk kelas. Bukan berarti,aku menemui mu. Jadi jangan beri aku, hukuman".
Dengan keadaan sakit di perutnya, Elvina berdiri dan ingin pergi.
"Bawel....aku hanya bercanda, tapi aku suka kau anggap serius...kenapa kau, menangis? Hemmm...siapa yang membuatmu menangis, apakah Ayan". Tanya Kai,duduk di kursi tepat di hadapan Elvina.
"Bukan urusanmu". Jawab Elvina,ia sambil membuang muka. Walaupun di hatinya, sangat bahagia karena Kai memberikan perhatian kecil.
"Elvina,jawab aku. Maaf, mungkin aku sudah membuat kesalahan dengan mu. Maaf,". Ucap Kai,ia ingin menyentuh tangan Elvina.
Dia minta maaf,Ck di saat aku berjuang melupakan mu. Nyatanya, kamu malah mendekati diri kepadaku. "Sampai kapan pun,aku tidak memaafkan mu". Rasakan itu,aku balas dendam Kai.
"Kenapa,hemmm...".
"Apa kamu tau, perasaan ku seperti apa? Tidak kan,aku seakan-akan kamu buat trauma Kai. Kau jahat sekali,tidak pernah memikirkan perasaanku dan omongan orang-orang lain. Yang selalu mengejek-ejek, harga diriku sirna dan tidak memiliki harga. Bodoh, itulah yang aku rasakan. Hanya kerena cinta,aku mengabaikan harga diriku. Untuk kali ini,aku berjanji akan melupakan mu. Untuk apa,aku berjuang? Sedangkan kamu saja,malah menatap ku jijik". Kata Elvina,dalam isak tangisnya. Ia sambil tersenyum,dan menghapus air matanya dengan kasar.
__ADS_1
Kai,hanya tersenyum dan menghapus air mata Elvina. "Lalu, dengan apa aku harus membalas rasa sakit hati mu".
"Apa aku tidak salah dengar? Seseorang Kai Xavier Negredo, ingin menebus kesalahannya. Hahahaha....lucu sekali,". Tunggu dulu,apa aku ambil kesempatan ini. Untuk membalas hinaan yang mereka lontarkan kepada,lalu membuat Kai menunduk kepadaku. "Kau yakin, ingin melakukan apapun. Untuk membalas rasa sakit ku hemmmm.... jangan-jangan,kau merasa tidak nyaman setiap hari. Karena kepikiran diriku,yang tiba-tiba berubah". Tanya Elvina,ia mulai curiga kepada Kai. Jika dia, mulai jatuh cinta dengannya.
"Apapun,akan aku lakukan karena aku sudah bersalah menyakiti seorang perempuan. Aku teringat dengan ayahku,yang tidak pernah menyakiti ibuku. Katakan,apa yang kau inginkan dariku". Kai, langsung memberikan kesempatan kepada Elvina. Walaupun kai,tahu apa yang di pikirkan nya.
"Aku ingin aku, menjadi kekasihnya dan selalu perhatian kepada ku. Apapun,yang aku inginkan kau harus mengabulkan dan menuruti perkataan ku. Apa kamu sanggup,hemmm...kamu bisa, menolaknya. Aku akan menyumpahi mu,jika sampai kamu menolaknya". Senyum smrik Elvina. Waktunya, pembalasan terhadap pria angkuh seperti mu Kai.
"Hanya itu, bukankah kau menginginkan diriku untuk suamimu...aku menyetujui kemauan mu". Jawab Kai,mampu membuat jantung Elvina hampir copot.
"Apa...?? Kau menyetujuinya,apa aku tidak salah dengar". Elvina,syok karena masih tak percaya dengan ucapan Kai.
"Tidak,mulai sekarang kita resmi pacaran". Jawab Kai,ada senyuman merekah di sudut bibir Elvina.
"Iya,awas jika kamu membohongi ku". Ancam Elvian, menunjuk jarinya ke arah Kai.
"Jangan Kai, hubungan antara kita. Lebih baik,di rahasiakan dulu. Aku ingin memberikan pelajaran, kepada seseorang. Yang sudah mempermainkan, kepercayaan ku". Elvina, langsung mengubah pikirannya.
Walaupun,dia ingin semua tahu. Bahwa dia,sudah memiliki Kai. Tapi,dia ingin memberikan pelajaran kepada seseorang dulu.
"Apa itu,Ayan". Tanya Kai, langsung di angguki Elvina.
Hatinya sangat bahagia,tidak bisa di jelaskan apa-apa lagi. Perjuangannya, hampir setahun selalu mengejar-ngejar Kai. Yang ada hanyalah, hinaan dari orang-orang sekitar. Hingga akhirnya, Elvina menyerah karena tak sanggup menahan kata-kata pedas yang mereka lontarkan. Pada akhirnya, perjuangannya di balas dengan kebahagiaan. Dari situlah, Elvina mulai belajar menjadi lebih baik dan berpikir dewasa.
"Aku pergi dulu, sebelum ada yang datang ke sini. Ingatlah,kira rahasiakan dulu hubungan ini dan ingat jangan mempermainkan perasaanku". Ancam Elvina, kepada Kai.
__ADS_1
"Baiklah,aku suka dengan pikiran dewasamu. Tidak seperti dulu, terlalu kecentilan". Kekehnya Kai,namun Elvina langsung berwajah masam.
"Hemmm..bay,". Elvina, hanya tersenyum manis. Aduhhh... kenapa aku deg-degan begini? Kenapa juga,aku tiba-tiba malu-malu. Biasanya,aku malu-maluin.
"Ingatlah,kau adalah milikku Elvina". Bisik Kai, tiba-tiba memeluknya dari belakang.
Tubuh Elvina, seketika menegang karena dapat pelukkan tiba-tiba dari Kai. Dadanya naik turun, jantungnya berdegup kencang. "Kai,aku pergi dulu". Sebenarnya Elvina,tidak ingin melepas pelukan Kai. Wajahnya, memerah seperti kepiting rebus.
Setelah lepas dari pelukkan Kai,dia langsung lari terbirit-birit karena menahan rasa malu dan hatinya sangat bahagia.
Kai, hanya tersenyum melihat tingkah Elvina begitu menggemaskan di saat malu. untung saja, Elvina sudah jauh dari kelas Kai.
barulah tim basket Kai, tiba-tiba datang. tak lupa Arlo juga ada,dia masih menggunakan kursi roda dan di dorong oleh Aydin.
"Kau bahagia, sudah bisa menyingkirkan posisi ku Kai". Benyak Arlo, sorotan matanya begitu tajam. "Ingatlah Kai,kau adalah seorang pengganti. Akan selamanya tetap pengganti,di saat aku sembuh nanti. Siap-siaplah, keluar dari tim basket ku".
"Ck, seharusnya kau fokus dulu dengan keadaan mu Arlo. Sejak kapan,aku memperdulikan tim basket mu. Aku hanya bermain,demi nama sekolahan kita. Tidak seperti mu,yang begitu angkuh. Jadi, jangan sok-sokan aku melakukan hal ini. Untuk dirimu,atau teman-teman mu ini". Kai, tersenyum smrik.
"Terimakasih,sudah membantu tim kami". Aydin, mengakui permainan Kai sangat bagus.
"Arlo, seandainya kau sembuh. Apakah bisa, bermain basket seperti dulu. Siap-siaplah,tim basket kalian akan gugur. Kalian, sebagai pemain basket. Pasti ingin memiliki seorang,tim basket yang bagus mainnya bukan. Jika Arlo, suatu hari nanti bermain. Apakah,tidak masalah dengan kondisinya". Kai, langsung mempengaruhi pikiran teman-teman Arlo.
Aydin dan lainnya, saling pandang. Mereka paham,apa yang di katakan oleh Kai.
"Maaf Arlo,kami sebagai pemain basket. Tentu,tidak ingin memiliki salah satu anggota yang cacat. Maaf,Arlo kami mengetahui bagaimana kondisi mu nanti. Terutama kakimu,yang sangat mengkhawatirkan. Kami tidak ingin,menyesal di kemudian hari". Ucap Jody, langsung meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Kurang ajar,kau mempengaruhi pikiran mereka ha? Jody,Jody...jangan sampai kamu, terpengaruh oleh Kai. dia begitu licik,Jody". teriak Arlo,ia sangat marah kepada Kai dan teman-temannya. tiba-tiba membela Kai, dibandingkan dirinya.