
Pagi-pagi Rea, membantu ibunya memasak di sebelah rumahnya.
Karena di dapur, bahan-bahan masak masih tidak ada.
Rea, menyimpan masakan di lemari. Agar suaminya nanti, sarapan sendiri.
"Kalau kakak,mau makan. Di dapur yah,di dalam lemari. Cari aja kak, sudah masak kok" ucap Rea, yang sudah siap berangkat kerja.
Sudah cukup lama, Rea libur bekerja. Sudah waktunya, turun. Walaupun,dia masih ragu meninggalkan suaminya itu.
"Kamu mai kemana? Kenapa menggunakan pakaian guru". Tanya kai,yang duduk di tepi ranjang.
"Aku mengajar di sekolah dasar,kak. Gak jauh kok,dekat aja. Gak papakan, aku tinggal. Kalau habis,jam mengajar aku akan pulang lebih awal". Jawab Rea, tersenyum kecil.
"Lalu,apa aku tidak bekerja? Masa kamu, cari uang". Kai, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Astaga,aku sepayah ini ternyata. Batin Kai,dia merasa malu dengan istrinya. Mana mungkin, seorang istri mencari uang untuk makan sehari-hari.
"Gak kak,jangan salah paham. Sebenarnya, kakak bekerja di perusahaan kakak ipar. Katanya,hari ini kakak ipar akan datang dan menemui kakak. Aku pergi dulu,sudah jam tujuh lewat". Rea, langsung mencium punggung tangan suaminya. "Assalamualaikum,kak"
"Wa'alaikum salam,Eee...". Kai, langsung menyusul Rea keluar rumah.
Kai,merasa tidak nyaman saat melihat istrinya berangkat bekerja menggunakan motor yang sudah lama. "Kok aku jadi malu,kenapa istri ku berangkat menggunakan motor. Katanya,aku bekerja di perusahaan. Masa beli mobil,buat istri gak bisa. Apa jangan-jangan,aku pelit dengan istriku. Lalu,rumah ini siapa yang membangun? Apakah,uang mertuaku. Astaga,aku ingin lenyap saja di muka bumi ini". Kai,hanya menggerutu dirinya sendiri.
"Nak,mau ikut gak? Ayah,mau ke tempat saudara". Pak Broto, yang tiba-tiba muncul. Pagi tadi, Rea juga meminta ayah dan ibunya untuk menjaga kai. Akan tetapi,pak Broto ada kesibukan. Terpaksalah, bu Minah menjaga menantunya dengan sendiri dan membiarkan suaminya pergi. untuk saat ini masih sibuk dengan pekerjaan rumahnya.
"Ayah,kayanya aku tidak bisa. Karena kakak,akan ke sini. Katanya,mau membicarakan tentang pekerjaan". Jawab Kai, menghampiri ayah mertuanya di ambang pintu.
"Oh, baguslah kalau begitu. Ayah,mau berangkat dulu. Kalau ada apa-apa,bilang sama ibu mertua mu". Pak Broto, menepuk pundak menantunya.
Kai, hanya mengangguk kepala. "Hati-hati,yah. Tunggu dulu,yah. Hemm...ayah, bisa menggunakan mobil". Tanya Kai, ia tersenyum kecil.
__ADS_1
"Bisa,kenapa nak". Tanya pak Broto,heran dengan pertanyaan menantunya.
"Gak papa,yah". Jawab Kai,yang merasa tidak nyaman dengan tatapan ayah mertuanya.
Pak Broto,hanya mengerutkan keningnya. "Ya sudah,ayah berani dulu". Pak Broto, langsung meninggalkan kai menggunakan motor.
Kai, langsung masuk ke dalam rumah dan bersandar di sofa sambil memijat pelipisnya. "Aku suami yang pelit,bukan hanya itu saja. Melainkan,menantu yang pelit". Gumam Kai, terheran-heran kenapa Rea masih bertahan dengan suami seperti dia. "Apa karena aku tampan? Sehingga, Rea mempertahankan aku jadi suaminya. Padahal,aku suami yang brengsek sekali". Decak Kai, merasa bersalah atas perbuatannya.
Waktu terus berjalan,satu jam Kai memikirkan hal itu. Bahkan, dia berusaha mengingat masa lalunya. Akan tetapi,dia meringis kesakitan di kepalanya.
"E'ehmmm....". Seseorang,di ambang pintu tengah berdehem. "Aku masuk". Al,yang langsung menyelonong masuk kedalam dan bersama Andrew.
Al dan Andrew, menyerahkan beberapa tumpukan berkas-berkas penting. "Kamu pelajari berkas-berkas ini,agar kamu paham. Kamu salah satu seorang, pemimpin perusahaan keluarga kita. Ini Andrew, sekertaris pribadi mu yang akan membimbing mu kedepannya. Mana mungkin juga, kepintaran mu hilang".
"Makasih,kak". Kai, merasa canggung berhadapan dengan kakaknya. "Aku akan berusaha, memahami segalanya".
"Baguslah,aku harus pergi. Karena banyak pekerjaan dan bertemu klien juga. Sekertaris mu,akan menemani. Aku tinggal dulu,mana adik ipar ". Al, calingukan mencari sesosok Rea.
Al,hanya manggut-manggut mendengar jawaban adiknya. Lalu, pergi meninggalkan rumah adiknya itu.
"Astaga, kakaknya juga sangat tampan". Gumam Dewi, melihat kepergian Al dan melewatinya di pinggir jalan.
Dewi,berniat untuk menghampiri Kai. Dia berpikir,jika Kai seorang diri di rumahnya. Ini adalah kesempatan emas, untuk berduaan.
Langkah Dewi, berhenti di ambang pintu. Saat melihat Kai, tengah sibuk dengan seseorang. Hatinya dongkol,kenapa ada pria lain selain Kai.
Kai,yang tidak sengaja menoleh ke ambang pintu. Melonjak kaget, tiba-tiba ada seorang wanita yang tengah berdiri menggunakan dress selutut.
"Siapa kamu". Tanya Kai, seketika Andrew langsung menoleh menatap ke arah Dewi.
__ADS_1
"Ak-aku Dewi, sepupunya Rea". Jawab Dewi,yang sudah masuk selangkah lagi.
"Dewi? Jangan-jangan,dia yang di maksud Rea" gumam Kai,yang langsung beranjak berdiri.
"Bos,siapa dia". Tanya Andrew, melihat wajah bosnya sedikit ketakutan.
Bagaimana tidak takut,jika Rea mengatakan bahwa Dewi sangat berbisa harus di jauhi. "kata istriku,dia seperti ular sangat berbisa dan licik. Hati-hati ndrew,kena racunnya mati kamu". Kai, mendorong tubuh sekretaris pribadinya untuk mengusir Dewi.
"Jangan dorong-dorongan bos,aku juga takut. Belum nikah lagi,masih perjaka ini". Andrew,juga ikut takut.
"Pergilah....keluar, dari rumah ini. Dasar manusia ular,". Kai, meninggikan suaranya untuk mengusir Dewi.
Dewi, mengerutkan keningnya saat dia di katakan sebagai manusia ular. "Manusia ular? Aku benar-benar manusia,biasa. Jangan mengada-ada segala,pasti gara-gara Rea mengatai ku kan".
"Bos,manusia ular. Mana ada yang mengaku, coba saja lihat film nagiin bos. Serem, setengah manusia dan setengahnya lagi ular. Badan kit, bakalan di lilit sampai remuk". Kata Andrew,sontak membuat Kai takut dan pergi kebelakang sofa. Begitu juga Andrew,malah ikut-ikutan.
"Kalian,ini apa-apaan sih? Aku memang manusia, Rea saja yang suka mengada-ada". Bentak Dewi,yang sudah kesal.
"Diam kamu,wahai manusia ular. Pergilah,harus kau ingat. Aku lebih mempercayai, istriku". Jawab Kai, sambil menunjuk ke arah Dewi.
Dewi,yang sudah emosi. Dia langsung merobek-robek bajunya. "Lihatlah, Kai. Aku merobek baju-bajuku,aku akan berteriak agar semua orang ke sini. Jika kamu, sudah melecehkan diriku". Senyum smrik Dewi.
Kai dan Andrew,nampak terkejut melihat aksinya Dewi. "sepertinya dia ingin memperkosa,kita. Harus waspada, ndrew".
"Nona,kami pria baik-baik. Jangan melecehkan kami,pria itu di jaga Nona ular. Jangan di rusak,kasihani kami". Andrew, berteriak ke Dewi.
"Apa tidak tahu,jika di rumah ini ada cctv nya ha? Jangan macam-macam kamu,kami tidak seperti pria lain yang seenaknya di sentuh-sentuh ". Bentak Kai,namun Dewi hanya terkekeh geli mendengar perkataan Kai.
"Cctv? Di sini mana ada,aku sudah tahu". Senyum smrik Dewi,terus melangkah menuju kai dan Andrew. Seketika saja, mereka sudah ketakutan melihat sesosok wanita begitu agresif.
__ADS_1
Andrew, terus-menerus merengek meminta tolong kepada bosnya. dia sangat takut, kehilangan perjaka di tangan seorang wanita seperti Dewi.