ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Calon Mantu (S2)


__ADS_3

"Elvina, sesuai dengan kesepakatan. Jika aku menang,kita jadian. Bukankah,tim kami menang. Hemmm...kau harus menjadi pacarku,". Arlo, mencekal lengan Elvina.


"Gila yah..!!! Aku mana ada,buat sepakat konyol seperti itu. Lepas,Arlo...ingat yah,aku hanya menyukai Kai". Elvina, memberontak terhadap Arlo.


"Elvina...Ohh, Elvina. Untuk apa,kau mengejar-ngejar dirinya. Lihatlah,dia saja tidak memperdulikan dirimu". Arlo, semakin mempererat cengkalan tangannya dan hampir memeluk Elvina. Arlo,sudah lama menyukai Elvina. sudah beberapa kali, Elvina juga menolaknya.


Elvina,hanya memberontak dan air matanya lolos. "lepas Arlo,bajingan...". Elvina, ingin memukul dada bidang Arlo. Namun sayang, Arlo malah menahan tangannya. Tidak ada satupun,yang menolong Elvina. sesak rasanya didada,karena Kai juga acuh apa yang terjadi Kepadanya.


Kebetulan sekali kejadian tersebut, di parkiran dan di saksikan oleh murid-murid lainnya. Kai,hanya melirik sekilas ke arah Elvina.


Kai,yang tak tahan melihat Elvina terus-menerus memberontak. Ia segera menghampiri Elvina dan mendorong tubuh Arlo. Cukup jauh Arlo, mundur ke belakang. untuk saja ada temannya,menahan dirinya. kalau tidak ada, mungkin Arlo akan terjungkal ke belakang. mungkin saja,dia menjadi bahan tertawaan.


"Kai". Gumam Elvina,nampak tak percaya jika Kai membantunya. "Terimakasih,Kai". Kata Elvina,dia tersenyum sumringah. Apa aku sedang bermimpi? kenapa bisa,Kai membantuku. ini benar-benar nyata,apa Kau sudah luluh hatinya.


"Jangan keras kepala, aku hanya menolong mu karena kau adalah anak teman mamahku". Tegas Kai, langsung.


Para murid-murid lainnya, langsung berbisik-bisik. "Mana mungkin, Kai tersentuh hatinya karena mu".


"Kasian juga, kalau gak di tolongin".


"Biasa,anak manja sok kaya putri".


"Ck, kecentilan dan sok kecantikan segala ".


"Iyuhhhh....pasti sudah ge'er tuh,padahal Kau hanya merasa kasian kepada nya".


Banyak lagi, cibiran dari murid-murid lainnya. Hati Elvina, terasa teriris dan dia langsung pergi.


Kai, menatap kepergian Elvina. Sepertinya,dia sedang menangis. Maafkan aku, Elvina.


"Kurang ajar". Arlo,yang sudah terbawa emosi.


Buuughhh......


Satu bogem mentah mendarat di wajah Kai,hingga tali maskernya putus. "hahahahaha...kau jangan macam-macam dengan ku,Kai". Arlo, mengacungkan jari telunjuk tengahnya.

__ADS_1


Semua orang-orang tercengang, melihat aksi Arlo. Suasana semakin tegang, mereka menunggu pembalasan dari Kai. walaupun sorotan mata Kai, menahan rasa amarahmya. tapi,dia tetap santai dan menyunggingkan senyumnya.


"Wahhhhh.. senyumannya manis,ada lesung pipinya".


"Senyum lagi,dong". pinta lainnya,yang begitu manis senyuman Kai.


"Kai,balas dong". teriak seorang laki-laki,di belakangnya.


"Rame nih,kalau adu bogem". sahut lainnya,yang sama-sama memanasi suasana.


Arlo,hanu tersenyum dan siap melawan Kai.


"Tampar Kai,jangan kalah".


"Balas....balas....balas ..". Suasana di parkiran, semakin ricuh.


"Alaahhh...mana mungkin,Kai membalasnya. Bukankah,Kai anak mami. Hahahha". Ucap Roy, temannya Arlo.


Apa lagi Kai,hanya membalikkan badan dan menjauhkan diri dari Arlo. Dia nampak berjalan,santai. tidak memperdulikan,teriakan dan maki-maki Arlo dan temannya.


"Apa kamu baik-baik". Alesha, langsung menghampiri kami. "Kalian yang pengecut, sukanya main kasar". Teriak Alesha,kepada Arlo dan temannya.


"Kamu gak papa, Kai ". Alayya,yang langsung menghampiri kai.


Kai,yang langsung masuk ke dalam mobil. Tanpa menjawab, pertanyaan dari lainnya.


"Huuuuu.... pengecut,". Temannya Arlo,malah mengejek Kai yang pergi duluan.


"Stop... kalian kenapa sih? Suka banget, ganggu Kai. Dia gak pernah, mengusik ketenangan kalian". Bentak Alayya,tanpa ba-bi-bu lagi.


"Alayya, ngapain sih? Kamu membela pria pengecut seperti Kai. Tampaknya doang,sama banyak uang. Kalian,malah membela dirinya. Ck,gal gentleman ". Decak Arlo, tersenyum smrik.


"Ayo,kita cabut... ngapain meladeni para perempuan,yang tergila-gila dengan pria seperti Kai". Kata Dilon,menarik Arlo masuk ke dalam mobil


***********

__ADS_1


Elvina,menangis kesegukan. Abraham,yang melihat anaknya tengah menangis. Ia langsung berdiri dan menyusul anaknya. "Elvina,kenapa sayang". Teriak Abraham,saat anaknya menaiki anak tangga.


Abraham,tambah terkejut mendengar pintu kamarnya. Yang tertutup dengan keras,hati ayah yang mana? Untuk tidak khawatir kepada anaknya.


"Elvina,buka pintunya sayang. Kita bicarakan, baik-baik. Katakanlah,siapa membuat mu seperti ini". Kata Abraham,di balik pintu kamar Elvina.


Sedangkan Elvina, menangis kesegukan di atas ranjang. Ia tak memperdulikan suara teriakkan, ayahnya di luar.


"Elvina,buka pintunya sayang". Abraham, terus-menerus mengetuk pintu kamar anaknya.


"Om, Abraham". Seseorang, memanggil namanya.


Abraham, langsung membalikkan badannya. Ia terkejut melihat sesosok,Kai di hadapannya. "Kai,kau".


"Maaf Om,aku masuk karena tadi panggil-panggil tidak ada sahutan". Kata Kai, tersenyum sumringah. Entah bisikan apa, sehingga dia nekat masuk ke dalam rumah orangtuanya Elvina.


"Baiklah,anggap saja rumah sendiri. Tapi,kenapa dengan Elvina". Abraham, langsung menanyakan anaknya. Apa lagi,dia sangat mencintai Elvina.


"Hanya masalah sepele,dia tadi di paksa seorang laki-laki untuk menjadi kekasihnya. Tapi, Elvina menolak hingga ingin memeluknya. Mungkin,dia menangis karena hemmm.... omongan anak-anak lainnya,". Kai,mencoba menjelaskan semuanya. Namun,dia bingung harus menjelaskan bagaimana.


"Oke, Om akan memberikan mereka pelajaran. Mungkin saja, Elvina syok dan takut. Apa yang di lakukan laki-laki itu,Om akan memberikan pelajaran kepadanya". Abraham, langsung marah. Sama saja, melecehkan anaknya.


"Tidak perlu,aku yang akan memberikan pelajaran kepada mereka. Tenang saja, serahkan kepada ku. Biar aku, memanggil Elvina". Kai, mendekati pintu kamar Elvina.


"Kai,aku selalu sibuk dalam pekerjaan. Terkadang,aku jarang menjaganya dan memberikan perhatian penuh. Apa aku perlu bantuanmu". Tanya Abraham,yang langsung di angguki Kai. "Terimakasih,nak Kai. Tolonglah, Jaga Elvina, jika dia terjadi apapun. Di saat kau melihatnya,itu saja".


"Insha Allah, sebisa mungkin untuk menjaga Elvina. Di saat,aku sedang berada di dekatnya om". Jawab Kai, walaupun itu adalah pilihan yang sulit baginya.


"Elvina,buka pintunya sayang. Ada Kai, yang ingin menemui mu". Teriak Abraham,kepada anaknya.


Elvina, langsung menoleh ke arah pintu. Di saat mendengar teriakkan, ayahnya. " Kai? Untuk apa dia kesini,apa ingin meminta maaf kepada ku. Sudahlah,aku lelah mengejarnya. Makan hati aku,tapi inikan kesempatan emas ku. Ayolah, Elvina... berubah lah". Gumamnya, dirinya ingin melupakan Kai. Tapu, cintanya begitu besar kepada Kai.


"Suruh saja,dia pulang pah. Aku tidak mau, bertemu dengan siapapun". Teriak Elvina, walaupun di dalam dia mondar-mandir tak karuan. Ada kata sesal,yang di ucapkan nya.


"Gak boleh, gitu sayang. buka dulu,siapa tahu? Kai,mau bicara penting". teriak Abraham,entah kenapa tiba-tiba dia deg-degan karena melihat Kai. aduhhh... calon mantu,ini mah. Abraham, terlihat bahagia dengan kedatangan Kai.

__ADS_1


__ADS_2