ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Rencana licik Emily


__ADS_3

"Sekarang hanya satu orang yang belum di berikan, hukuman. Aaahhh... sebenarnya aku tidak tega, menyiksa Seorang wanita. Tapi tak mungkin aku, melewati satu ini". Ucap pria bertopeng tersebut.


"Tidak,jangan lakukan itu kepadaku. Ampunilah aku, Tuan. Aku akan meminta maaf kepada Laila,aku berani mencium kakinya. Ampunilah aku, lepaskan aku Tuan". Isak tangis Wulan,ia begitu takut. Wajahnya sudah pucat pias.


Plakkkk.....plakkk...


Dua tamparan keras di wajah Wulan,darah segar mengalir di sudut bibirnya. "Shhhh.... Ampuuun, Tuan". Isak tangsi Wulan, sambil meringis kesakitan. Kedua pipinya terasa amat perih.


Pria bertopeng tersebut, beralih ke arah Hamzah. Ia bersiap-siap untuk mematahkan kakinya, Hamzah hanya menggeleng kepala lalu....


"Tidak...jangan,Tuan...!! Jangan patahkan kakiku, ampunilah aku Tuan...". Hamzah, memohon-mohon kepada pria bertopeng tersebut.


Kreaaakkk......


"Aaaaaaakkkh.... kakiku,tidaaakkk.... Aaaaakkkkk... saaakkiiitt....". Teriak Hamzah, meronta-ronta kesakitan. Tulang kakinya menjulang keluar dari kulit,darah segar mengalir di kakinya.


Wulan,tak sanggup melihat kejadian tersebut. Ia tak sadarkan diri lagi, tenaganya juga lemah terkuras habis.


"Bebaskan Hamzah dan Wulan, rasakan bagaimana penderitaan mereka di kehidupan nyata. Sedangkan dokter itu,potong anggota tubuhnya. Lempar potongan tubuhnya,ke binatang peliharaan kita. Sedangkan preman pasar itu,bakar hidup-hidup lalu kubur di tempat biasa". Perintah pria bertopeng tersebut, kini mereka keluar dari ruangan tersebut.


"Tapi bos,sayang sekali jika anggota tubuhnya di sia-siakan begitu saja. bagaimana kami juga, memotong anggota tubuhnya lalu di berikan untuk binatang peliharaan kita. lumayan lah,bos" kata anak buahnya, meminta hukuman yang lain.


"Baiklah, lakukan apa yang kalian mau". jawab pria bertopeng tersebut,kepada anak buahnya.


Saat di dalam mobil,pria bertopeng tersebut membuka jati dirinya. Ternyata dia adalah Al,ia menyunggingkan senyumnya. Topeng tengkoraknya,ia simpan di salah satu koper. Yang di berikan J,Al yang sudah mewarisi sifat J.


*******

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan mereka Al,". Tanya Dion,kepada Al.


Kini mereka berkumpul di ruang kerja Al, setelah mengadakan meeting.


"Hamzah dan Wulan, mereka di bebaskan. Setelah mendapatkan hukuman,biar mereka menikmati penderitaan kehidupan sehari-hari mereka". Jawab Al,ia tersenyum kecil.


"Gak ajak-ajak,kami. Padahal aku pengen sekali, menampar wajah mereka. Apa lagi,si preman pasar itu". Decak Zakir.


"Benar sekali,aku juga ingin memberikan bogem mentah ke wajahnya". Sambung Herman,juga.


"Ck, semuanya sudah beres. Lupakan masalah ini,kepalaku nyut-nyutan memikirkan pekerjaan belum selesai". Ucap Al dan di angguki oleh temannya.


"Ngomong-ngomong soal Laila, bagaimana? Kami semua tidak menyangka,kalau kalian tinggal bersama. Ide darimana,hemm....". Tanya Herman, membuat yang lainnya jadi penasaran. kini mereka semua, tiba-tiba mendekati Al.


"Ayolah, katakan saja. beritahu kami, siapa tahu. kami juga ingin mempraktekkan kepada seorang wanita,yabg masih kami cintai". Zakir,mendesak Al agar menceritakan semuanya.


Sontak membuat mereka, terkejut dan ingin berguru dengan suhu. Siapa lagi kalau J, mereka juga ingin menaklukkan hati wanita.


"Gak nyangka aku, Al. Kalau papahmu,suhu juga. Patut untuk belajar dengan beliau,yang sudah jadi suhu,". Kekehnya Herman, ia tersenyum kecil. "di jamin gak akan gagal,yakin aku ".


"Hemmm...benar,kita akan belajar dengan papahmu. Kau juga Al,". Ajak Zakir.


"Kalau masalah itu,aku ikutlah". Jawan Al, kini mereka cekikikan tertawa. "tapi, jangan di rumah mamahku. kita bisa ke tempat distrik militer papahku, jadi aman dari mamahku. jangan sampai ketahuan, dengan mamahku. bisa-bisa kita semua, termasuk papahku. bakalan di gantung hidup-hidup,sana mamahku".


mendengar perkataan Al, membuat mereka bergidik ngeri. karena mereka takut dengan amukan, Ayunda. mereka langsung setuju, mungkin mulai besok mereka akan menemui J.


Bagaimana nasip J,jika mereka ingin menjadi murid dan mempelajari tentang menaklukkan hati wanita. Sedangkan Al, tersenyum merekah karena bisa mengerjai papahnya.

__ADS_1


Ceklekk....


Suara pintu terbuka lebar, terlihat Emily baru datang. Sontak mereka berempat, melihat siapa yang datang.


"Emily,". Gumam mereka,kini Emily tersenyum sumringah. mereka saling pandang,saat Emily datang.


"Wahhh... kalian ada di sini, juga. Pas banget kalian ada,". Kekehnya Emily,ia duduk disebelah Al.


"Aku pamit dulu,mau menyelesaikan laporan keuangan ini". Pamit Dion, langsung di angguki Al.


"Hemmm...kami juga pamit, nanti ke sini lagi. Setelah laporan ini selesai". Pamit Zakir dan Herman. bukannya mereka tidak suka atas kedatangan Emily, tapi mereka masih memiliki pekerjaan. hanya Emily, saja yang datang saat tidak tepat waktu.


"Silahkan, tolong cepat di selesaikan laporan itu" pinta Al,yang kini hanya dia dan Emily berdua. Kenapa Emily, tiba-tiba datang? apa ada masalah.batin Al,ia sudah menebak pasti ada sesuatu.


"Baguslah kalau mereka,pergi. Aku ada yang di bicarakan kepadamu, sangat penting". Kata Emily,ia tersenyum manis saat memandang wajah Al. setidaknya mereka tidak mengganggu,kami berduaan. Aaahh...aku berharap sekali,jika kau menjadi milikku Al.


"Bicaralah, sebelum aku memulai pekerjaanku". Ucap Al, sedikit tegas. Membuat hati Emily,melongos kesal. Sabar Al, ikuti apa kemauan Emily.


"Al, orang tua kita sebenarnya ingin menjodohkan kita. kau tahu,bukan? jika mamah Ayunda,berteman dekat dengan mamahku dan papahku". Kata Emily, membuat Al terkejut saat mendengar ucapan Emily.


"Maksudmu,aku dan kamu? Aku tidak mau,aku sudah menganggap dirimu seorang adik". Bantah Al, langsung. Sial,apa lagi rencananya Emily. Ck,bilang saja dirimu yang merengek meminta bantuan kepada orangtuamu. agar akal bulusmu, berjalan dengan lancar.


"Iya Al,tapi aku tahu. Jika kamu,tidak menyukaiku. Hanya menyayangiku,sebatas seorang adik. Jujur saja,aku mencintai Liam. Aku mohon Al, bantulah aku". Pinta Emily,ia memohon kepada Al. Apa kau tahu, Al? aku sangat mencintaimu, melebihi seorang adik. apakah kamu,tdiak lagi pernah merasakan cintaku padamu yang begitu dalam.


"Membantumu? Membantumu apa, Emily? Jangan mengada-ada dan aneh-aneh,bisa saja dengan rencana mu jadi masalah besar". Ucap Al,namun di hati Emily merasa sakit. Sudah ku duga,pasti semuanya hanya akal-akalannya saja.


"Saat orang tua kita, menjodohkan kau dan aku. Kamu harus setuju,Al. Ini hanya rencananya kita saja, tidak seriusan. Maksudku,hanya memancing perasaan Liam. Aku ingin tahu, bagaimana besar cintanya Kepadaku. Aku mohon Al,kau hanya menyetujui perjodohan ini saja. Semuanya beres, sisanya aku". Rengeknya Emily, dengan raut wajah sedih. Semoga Al,mau menyetujui ideku ini. ini adalah awal dari rencanaku, untuk membuat perangkap untuknya. dengan ini,aku sangat mudah mendapatkan dirimu.

__ADS_1


Al, mengerutkan keningnya dan menatap tajam ke arah Emily. Sebenarnya Al,juga ingin memancing perasaan Laila. Walaupun caranya sama dengan Emily, siapa tahu rencana ini berhasil. Tapi di sudut lainnya, pasti akan menjadi masalah besar.


__ADS_2