ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Jalan-Jalan (S2)


__ADS_3

Suara gemericik air, di dalam kamar mandi. Membangunkan Rea, seperti biasanya. Tepat di hari minggu,dia juga libur pergi bekerja.


Hari minggu, menjadi kesempatan untuk bangun siang. "Siapa sih? Mandi, sepagi ini". Gerutu Rea,dia menutup kepalanya menggunakan bantal.


Tetap saja suara gemercik air, terdengar di telinganya. "Tumben-tumbenan, sepagi ini mandi. Lagian,gak main kuda-kudaan".


Kini Rea,tak bisa lagi memejamkan matanya. Rasa kantuknya,hilang seketika.


Ceklekk....


Pintu kamar mandi, terbuka terlihat sesosok Kai yang masih menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. "Bangunlah, cepat sana mandi. Aku ingin, mengajak mu jalan-jalan. Nanti, aku di katain suami gak pernah ajak istri jalan". Kata Kai, langsung menuju ke arah lemari pakaian.


"Jalan-jalan? Emangnya, mau kemana kak". Tanya Rea,dia mulai bergerak dan turun dari ranjang.


"Mandi sana, siap-siap. Kalau mau tahu". Jawab Kai, cengengesan.


Dengan langkah gontai, Rea masuk ke dalam kamar mandi. Terpaksa,dia harus mandi. padahal,mau malas-malasan.


Kai,yang sudah rapi. Dia, langsung menunggu istrinya di ruang tamu.


Maklum,para perempuan sangat lama kalau bersiap-siap untuk pergi kemana saja.


Tok....Tok....Tok...


Seseorang mengetuk pintu, sontak kai langsung menoleh.


"Masuklah". Ucap Kai, dengan dingin.


"Maaf,kak. Ini ada pisang goreng,bibi menyuruhku untuk mengantar ke sini". Lilis, meletakkan sepiring pisang goreng.


"Terimakasih,". Kata Kai,yang masih fokus pada ponselnya.


Dingin sekali, seakan-akan dia tidak memperdulikan keberadaan ku. Batin Lilis, calingukan mencari seseorang. "Kakak,apa perlu aku buatkan teh atau kopi". Lilis, menawarkan ingin membuatkan minuman.


"Tidak perlu,karena kami ingin berangkat. Kamu,ambil gih lagi. Bawa pulang,pisang goreng nya". Sahut Rea, langsung. "Sekali lagi,kamu tidak boleh memanggil suamiku dengan sebutan kakak. Karena aku sama kamu,lebih tua kamu. So,kamu harus memanggil suamiku dengan sebutan adik. Kamu paham,kan. Karena suamiku,adik iparmu dan aku adikmu. Istilahnya, seperti itu".


Lilis,hanya tersenyum dan mengangguk. "Hemmm...aku paham,ya sudah. Aku bawa lagi". Lilis, langsung mengambil kembali sepiring pisang goreng itu. Terdengar,nada suaranya kesal.


Kai,hanya diam dan bodo amat. "Ayo,kita berangkat". Kai, langsung menarik tangan istrinya.

__ADS_1


"Mau kemana,nak? Tumben-tumbenan, pergi". Tanya bu Minah, menghampiri anak dan menantunya.


"Mau jalan-jalan,bu. Lagian, kebetulan ada waktu untuk jalan-jalan". Jawab Kai, tersenyum sumringah.


"Kami pergi dulu,bu. Assalamualaikum,". Ucap Rea, sambil mencium punggung tangan ibunya dan masuk ke dalam mobil.


"Wa'alaikum salam, hati-hati yah". Bu Minah, mengelus lembut pucuk kepala menantunya saat mencium punggung tangannya.


Lilis,hanya menatap kepergian Rea dan suaminya. Dengan tatapan,yang sulit di artikan.


"Berapa gajihnya, Lilis". Tanya Rea,kepada suaminya.


"Dua juta,itu sudah pas kata ayahmu. Satu juta, sudah di kasih ke orangtuanya. Sisanya nanti, waktu dia sebulan kerja. Kamu ingatkan yah,aku bisa lupa. Kalau telat, kemungkinan orangtuamu sudah membayar gajih Lilis. Akan tetapi,kamu ganti yah". Jawab Kai, tersenyum kecil.


"Oh, lumayan besar. Kerjaannya,juga gak seberapa itu". Kata Rea, mendengus dingin.


"Rumah tadi,apa kamu kunci? Padahal,dia bisa beres-beres rumah kita".


"Gak yakin,aku. Tenang saja,kak. Aku masih sanggup, membereskan seisi rumah kita. Masih gak percaya, dengan Lilis". Jawab Rea, terlihat dia memiliki dendam begitu dalam kepada Lilis.


"Terserah, aku gak mau. Kamu terlalu lelah, apa lagi sambil bekerja. Gak papa,kita beli makanan. Uangku banyak,". Kai, mengkhawatirkan keadaan Rea.


Rea,hanya memandang kepergian suaminya dan masuk ke dalam toko bunga. "Ngapain,dia ke toko bunga. Apa mau, membeli tanaman bunga mawar. Untuk ibu,". Gumam Rea, menunggu suaminya.


Saat Kai, keluar dari toko bunga. Senyum merekah, mengembang di bibir Rea. Kai, membawa sebuket bunga dan sebuket uang berwarna merah.


Rea,merasa sangat senang. Karena ini adalah pertama kalinya,dia mendapatkan buket bunga dan buket uang. "Waaahhh.... indahnya,". Dia, bertepuk tangan saat Kai masuk kedalam mobil. Sepertinya,dia tidak sabar memegangnya.


"Untuk mu, istriku sayang". Kai, memberikan buket bunga dan sebuket uang.


Rea,yang penuh bahagia. Dia menerima, pemberian suaminya. "Terimakasih, kakak". Rea, langsung memeluk tubuh suaminya. Tak memperdulikan, seseorang jomblo di depan mereka. Siapa lagi,kalau bukan Andrew.


Kai, tersenyum kecil karena sang istri bahagia atas hadiah yang di berikannya. Inilah janjiku, Rea. Aku akan berubah menjadi suami baik dan suami idaman mu. Apapun,aku akan membuat mu bahagia. Maaf, jika aku suami brengsek di masa lalumu.batin Kai,yang langsung menarik tengkuk leher Rea.


Rea, terkejut dengan benda kenyal menyentuh bibirnya. Dia,hanya memejamkan mata dan membiarkan suaminya mengecup dengan lembut. Kai,juga menendang kursi sang sopirnya. Agar melanjutkan perjalanan, Rea yang terbawa suasana. Dia, melupakan jika ada orang lain di dalam mobil ini.


************


Tiba di sebuah mall, terbesar di kota ini. Kai,membawa istrinya berbelanja.

__ADS_1


Sedangkan Andrew, dengan setianya mengiringi langkah kaki dua pasangan di hadapannya. Tak lupa juga,dia sudah membawa paper bag belanjaan. Tangannya,yang kiri dan kanan. Sudah penuh dengan, belanjaan mereka.


Belum lagi, cemilan yang belum habis di makan Rea. Langsung saja, Kai menyuruh Andrew memegangnya.


Hari ini, Kai memang memanjakan Istrinya.


Astaga,apa aku harus membawa boneka beruang besar ini juga. Batin Andrew, yang memandangi paper bag dan boneka beruang besar itu.


"Antar ke mobil, semua belanjaan ini. Lalu,balik lagi ngambil boneka ini. Terserah,mau kemana kamu. Kami,mau nonton dulu". Perintah Kai,yang langsung di angguki Andrew.


"Oke,bos". Jawab Andrew, langsung pergi. Akhirnya,dia bebas dari dua pasutri ini.


Kai dan Rea,menuju ke arah bioskop. Kebetulan sekali,ada film horor terbaru. Akhirnya, mereka menonton film tersebut.


Kursi-kursi, sudah di penuhi oleh para penonton dan sedikit ricuh. Karena filmnya, belum di mulai.


Entah kenapa, Kai dan Rea duduk paling belakang dan ujung. "kenapa memilih kursi, paling belakang". Gerutu Rea,dia ingin duduk tepat di tengah-tengah.


"Kalau duduk di sini,kita bisa bermesraan sayang". Bisik Kai, mencium bibir istrinya dengan sekilas.


Rea,hanya membulatkan matanya dengan sempurna. "Kakak,jangan aneh-aneh. Di lihat orang,tau". Rea, mencubit perut suaminya.


"Tidak,akan. Lihatlah, lampu mulai di padamkan". Kekeh Kai, bersandar di bahu istrinya.


Film pun sudah di mulai,para penonton mulai merasa tegang dan takut.


Sedangkan Rea,dia tak fokus menonton filmnya. Karena Kai,terus membawanya berciuman. Terkadang Rea, menghindari.


"Kakak,aku pengen nonton film nya". Rea, melepaskan ciuman bibir mereka. Ini adalah terakhir kalinya, nonton bareng suami. Gak fokus,mana tangannya kemana-mana lagi. Gerutu Rea, membenarkan posisi duduknya.


Kai, hanya menghembuskan nafas beratnya. Pasalnya,dia sudah berga-irah dan sangat menyukai bibir istrinya.


"Malu kak, kalau ada yang menengok ke belakang". Bisik Rea,yang bersandar pada suaminya.


"Hemmm... nonton lah". Kai, mengelus-elus pipi istrinya. Untung saja,barisan kursi mereka masih kosong. Jadi,aman untuk berciuman dan mencari kesempatan emas.


Rea,yang mulai tegang dan fokus menonton filmnya. Saat menoleh ke arah suami, dia hanya menggeleng kepala. Karena Kai,malah tertidur pulas.


"Gak asyik,malah tidur. Kalau sama Tina,pasti rame". Gumam Rea, menyuapkan beberapa popcorn ke dalam mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2