ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Mantan (S2)


__ADS_3

"Tante,apa kabar" Annisa, tersenyum dan menyambut kedatangan Ayunda. Ibu kandung,mantan kekasihnya dulu.


Ayunda,hanya tersenyum tipis melihat Annisa mendekatinya. Tak lama di balik pintu,muncullah Laila dan lainnya.


Membuka Annisa,terperanjat melihat wajah Laila langsung.


Saat ini, Ayunda dan pasukannya tengah di perusahaan ANS. Yang di pimpin oleh,Annisa yang baru saja janda anak satu itu.


Selama menjanda,sering menggoda Al. Tak segan-segan, mengirim pesan tak senonoh. Sering,mengajak Al ketemuan di sebuah hotel dan dimana pun.


Walaupun,Al tak menghiraukan rengekan Annisa. Akan tetapi,di saat ada pertemuan. Annisa, dengan nekad memeluk Al secara mendadak. Hati istri mana,yang tidak cemburu di tempeli oleh ulat bulu.


"Aku serahkan, kepada menantuku". Kekehnya Ayunda, melihat Laila menghadapi Annisa.


Laila, membenarkan hijabnya ke belakang dan tatapan tajam ke arah Annisa. "Annisa,senang bertemu dengan mu secara langsung. Aku,hanya memperingati dirimu. Tolong, kelakuan mu di jaga. Apa tidak,takut? Jika aku, menyebarkan bukti-bukti tentang menggoda suami orang. Aku tidak,tahu? Bagaimana, pendapat orang lain tentang dirimu. Yang sangat murahan". Laila, tersenyum smrik.


Annisa,tak percaya dengan ucapan Laila. Di balik baju gamis,yang melekat pada tubuhnya dan hijab yang panjang. Dia,bisa berkata tajam juga. "Oh,aku kira kau adalah istri yang kalem dan lemah lembut. Akan tetapi,mulutmu tajam juga". Annisa, menyunggingkan senyumnya.


"Kakak iparku, walaupun dia berpakaian seperti ini. Al,saja takut dengan bentak kan istrinya". Sahut Rea, langsung.


"Hahahahha.... Annisa,kamu belum tahu? Bagaimana,sifat aslinya Laila. Dia, bar-bar sekali". Kini Shelly, terkekeh geli.


"Annisa, apa kamu tidak malu dengan sifatmu seperti ini? Sedangkan,kamu memiliki anak perempuan. Bagaimana,jika suatu hari nanti? Anakmu, memiliki suami dan ada perempuan lainnya mencoba menggodanya. Sudah pasti,anakmu akan sakit hati dan dirimu. Sebagai orangtuanya, tidak terima bukan. Begitu juga aku pm, sebagai ibu mertuanmmmmmya akan menjaga rumah tangga anaknya. Karma selalu berlaku, jangan sampai anakmu menuai hasilnya". Ayunda, menegaskan kepada Annisa.


"Benar, orangtua mana? Yang tidak ingin,rumah tangganya di ganggu oleh siapapun.tentunya saja,kita sebagai orangtuanya. Selalu berdoa,agar rumah tangga anaknya baik-baik saja. Akan tetapi, bagaimana sifat orangtuanya dulu. Annisa, jangan sampai kamu menyesal". Ucap Laila, berharap Annisa memahami segalanya. Jangan sampai, penyesalan seumur hidup yang selalu menghantuinya.


Sorot mata Annisa, menahan rasa amarahmya. Kedua tangannya mengepal erat, bersiap-siap untuk memaki-maki Laila.


"Diam....ini urusan ku, dengan Al. Kami, sempat menjalani hubungan. Tentunya,ada rasa cinta di antara kami". Kini Annisa, memanasi perasaan Laila.


"Cinta? Hahahaha...jangan lupa, Annisa. Kamu, dulunya hanyalah sebuah pelampiasan Al". Kini Shelly,malah mengejek-ejek Annisa.


"Ya ampun, jika anakku mencintaimu? Kenapa,dia malah menikah dengan Laila dan sekarang memiliki anak empat". Sahut Ayunda, dengan santainya.

__ADS_1


"Bisa jadi,dia menyesal karena berselingkuh waktu dulu". Sindir Shelly, cekikikan tertawa.


"Ini peringatan terakhir kalinya,jangan menggodaku suamiku Annisa. Aku tak segan-segan, menyuruh Al menyebarkan aibmu". Ancam Laila,jari telunjuknya mengarah ke Annisa.


"Turunkan jarimu, Laila..!! " Bentak Annisa,tak terima perlakuannya. "Aku seorang wanita, berpendidikan tinggi dan jauh darimu. Yang hanya, menumpang derajat dengan menikahi keturunan Negredo. Ck, munafik sekali. Bilang saja, kalau kamu adalah wanita matre dan ingin meninggikan harga diri mu". Ucap Annisa, dengan suara kerasnya.


Plaaakkkk......


Satu tamparan mendarat di pipi, Annisa. Yang di berikan oleh Ayunda,bukan Laila.


Walaupun, Laila menahan rasa amarahmya karena ucapan Annisa.


"Lancang......!!!! Lancang sekali,kamu mengejek-ejek harga diri menantu ku ha? Lantas, bagaimana dengan mu ha? Menggoda suami orang,apa itu yang di gelaran berpendidikan tinggi". Ayunda,tak mampu lagu menahan dirinya.


Annisa,hanya tersenyum kecil. Tangannya, menyentuh pipi mulusnya. Yang terasa perih, di tampar Ayunda.


"Mamah,sabar,". Rea, langsung menenangkan ibu mertuanya. Jangankan Laila,yang lainnya juga terkejut dengan aksi Ayunda.


Annisa, menyapu air matanya luruh sudah.


Kini Ayunda dan pasukannya, meninggalkan ruangan tersebut. Para staf karyawan, terheran-heran melihat kedatangan mereka.


Bisik-bisik mulai, tersebar. Annisa, mengamuk-ngamuk di ruangan itu.


Sudah pasti,harga dirinya di injak-injak oleh mereka. Para staf karyawan,mulai membicarakan atasannya. Saat skandal, dirinya menggoda suami orang lain.


Ancaman Laila,tak main-main lagi. Hatinya semakin panas, dengan ucapan Annisa. Dia, menangis kesegukan di pelukkan Ayunda.


"Hussssttttt...jangan memikirkan, perkataan Annisa. Buktinya mamah, bukan golongan darah dari keluarga besar. Hanya seorang wanita, biasa saja dan janda lagi. Waktu itu,menikah dengan papahnya Al. Bahkan,ada juga membicarakan tentang mamah. Hanya menaikkan derajat,lalu menikah dengan keturunan Negredo. intinya,acuh saja apa yang mereka katakan. Sebab,kita yang menjalani rumah tangga. Mereka,hanya bisa melihat dan kemungkinan besar iri".


Ayunda, menenangkan hati menantunya itu.


"Iya,mah. Makasih, sudah sayang sama Laila. Menggantikan posisi kedua orangtuaku. Beruntung sekali, Laila menjadi menantu mamah". Laila, mulai tersenyum.

__ADS_1


"Rea,juga mah. Terimakasih, atas semuanya.". Rea, langsung juga memeluk erat tubuh ibu mertuanya. Bukan hanya, Laila dan Rea. Melainkan lainnya juga, memberikan kekuatan menghadapi para ulat bulu.


*************


Tiba di perusahaan,Kai. Tujuan mereka adalah menemui, Elvina.


Semua staf kantor, memberikan hormat kepada Ayunda dan lainnya.


Saat di ruang kerja Elvina,yang bersamaan dengan ruang tim kerjanya sekaligus.


Elvina,nampak terkejut melihat kedatangan mereka. Tak lupa, matanya tertuju kepada Rea.


Tatapan mereka, saling menyimpan rasa kebencian. Berlahan-lahan Rea, mendekati Elvina.


"Oh,senang sekali melihat istri dari mantan kekasihku". Kedip mata Elvina, terlihat sangat santai.


Namun Ayunda dan lainnya, masih setia berdiri dan menunggu debat mereka.


Para karyawan kantor juga,menyiapkan tempat duduk untuk bos mereka.


"Aku tahu,kenapa kamu ke sini? Akan tetapi,kamu pengecut juga. Buktinya, membawa pasukan". Elvina, tersenyum kecil.


"Kau salah, Elvina. selama ini, hubungan ku dan Kai baik-baik saja. Kai, beberapa kali meminta maaf. Ketahuilah, Kai hanya merasa kasian kepada mu. Makanya,dia memberikan pekerjaan ini. Kai,hanya merasa kasian Elvina. Kau,sadar itu". Rea,masih bersuara lembut. Sekuat mungkin, untuk menahan emosinya.


Kedua mata Elvina, terlihat berkaca-kaca. Hatinya semakin panas, dengan ucapan Rea yang begitu santai. "Tidak, Kai masih mencintaiku. Memang,kamu adalah istri satu-satunya. Akan tetapi, aku yang selalu ada di hati kai". Senyum smrik Elvina. "Kenapa,kamu takut kehilangannya".


"Elvina,aku seorang wanita yang memiliki harga diri. Bukan seperti dirimu,yang tidak memiliki harga diri sama sekali. Buktinya,kamu masih mengharapkan cinta Kai. Nyatanya,dia hanya menolong mu karena kasian". Rea, tersenyum manis.


Para tim kerjanya,mulai berbisik-bisik tentang Elvina. Mereka tidak percaya, berani berkata seperti itu. Apa lagi,yang di hadapi adalah istri pemilik perusahaan ini.


"Elvina, apa kamu tidak malu? Dulu, aku sudah bilang bukan? Akan tetapi....".


"Mamah..." Seseorang, memotong perkataan Ayunda. Ternyata,Kai baru datang.

__ADS_1


"Kai,kenapa bisa keluar". Laila dan lainnya, nampak heran melihat kedatangan suami mereka juga.


"Ayo,kita pulang ". Ucap Dion, begitu juga dengan lainnya. Masing-masing mereka,membawa istri-istrinya.


__ADS_2