ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Kai (S2)


__ADS_3

Tiga Tahun Kemudian.


"Mah, Elvina itu siapa? Sok-sokan ngatain dirinya,calon istri ku". Ucap Kai,yang baru datang. Ia melepaskan sepatu dan menaruhnya ke tempatnya.


Kai, yang masih menduduki di bangku sekolah SMA. Betapa sialnya,saat murid baru datang. Siapa lagi kalau bukan Elvina, anak Abraham Samad.


Satu minggu sudah Elvina,terus mengejar kai dan mengatakan bahwa dirinya adalah calon istri Kai. berita tersebar luas,karena kepedean nya. Elvina, dengan berwajah cantik dan body bak gitar spanyol. tentunya, membuat iri para murid perempuan lainnya. Dia tak mempedulikan perkataan orang-orang lain.


J, langsung mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan anaknya. "Elvina? Mungkin saja,dia tergila-gila dengan mu".


"Apa kalian lupa, siapa Elvina? Itu, anaknya Abraham Samad. Calon besanmu,sayang". Sahut Ayunda, dengan santai.


"Apa..". Teriak bersamaan J dan Kai.


"Tidak, aku tidak mau punya besanan dengan Abraham. Amit-amit jabang bayi" J, langsung membantahnya.


"Gak mau mah,orang anaknya kecentilan banget. Tiap hari, Pepet terus sama aku. Yang ada risih,". Kata kai,ia bersandar di sofa. "Bi,jus jeruk banyakin es batunya". Pinta Kai, terlihat lelah. pantesan ayahnya,saja begitu. sudah pasti anaknya,akan jauh lebih parah lagi.


"Bagus,biar kamu leleh karena kecentilan nya. Nyesal,kalau dia tiba-tiba berubah. Hayo...jangan sok tolak mentah-mentah, nanti galau. Jika Elvina,punya orang lain". Ayunda, menepuk pangkal paha anaknya.


"Auuu...sakit mah,gak mah. Ogah,sama cewek model begituan". Gerutu Kai . "Makasih,yah". Ia langsung mengambil jus jeruk dan meminumnya. "Alhamdulillah,segarrrrr.."


"Papah, juga gak mau. Kalau punya menantu,model begituan". Sambung J, tersenyum smrik.


"Terserah deh,kalau jodoh gak kemana juga". Sahut Ayunda, dengan mengerucut bibirnya.


Kai, beranjak berdiri dan meninggalkan orangtuanya ke dalam kamar.


Beberapa menit kemudian,Al yang sudah selesai mandinya. Ia terkejut melihat, sesosok ayahnya tengah duduk di tepi ranjang.


"Papah,ada apa". Tanya Kai,ia juga duduk di samping ayahnya.


"Setelah lulus sekolah,kau ingin mengejar cita-cita atau kuliah". Tanya J, kepada anaknya. "Apapun pilihan mu,itu terserah kamu saja. Karena papah,mamah dan kakakmu. Tidak pernah mencegah apa yang kau inginkan,".

__ADS_1


"Aku tidak kuliah,aku ingin bekerja di perusahaan kakak. Hanya itu,". Jawab Kai, dengan singkat.


"Kai,kau seorang laki-laki. Umurmu 17 tahun, bahkan papah,mamah dan kakakmu. Kami tidak pernah, melihat mu bergaul dan dekat dengan siapapun. Nak,jangan sampai...."


"Pah,aku normal....". Kai, langsung memotong perkataan ayahnya. "Astaga,karena aku tidak memiliki teman. Kerjaan ku,hanya di rumah saja. Ayolah,aku diam-diam juga memiliki wawasan luas pah".


"Maaf,papah hanya mengkhawatirkan keadaan mu. Ya sudah,papah pergi". J, meninggalkan anaknya.


Kai,hanya menghembuskan nafas beratnya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia menatap ke langit-langit, kamarnya. "Aneh,aku cuman tidak ingin bergaul dengan siapapun. Tapi, pikiran orang lain. Aku belok haluan, benar-benar gila". Gumamnya.


************


Baru saja Kai,turun dari mobil ada segerombolan tim basket. Mereka mendekati Kai dan menahannya untuk pergi.


"Kai Xavier Negredo,tubuhnya sangat bagus dan kekar. kamu sering kali, menyembunyikan wajah di masker ini". Seorang ketua tim basket,bernama Arlo Desmon. Ia ingin membuka masker, Kai.


Dengan cepat Kai, menepis tangannya. "Jangan pernah menyentuh apapun". Tegas Kai,ada tatapan tajam di matanya.


"Aku suka sekali gaya mu,kawan.aku punya penawaran,yang sangat bagus. Mau gak,gabung sama kita. kamu,akan masuk di tim basket kami. Sebagai cadangan, kalau skill mu bagus. Baru kamu, bakalan jadi pemain handal". Ucap Arlo, menyunggingkan senyumnya.


"Kai, berpikirlah. aku, beri kesempatan buat mu". Teriak Arlo, menatap kepergian Kai. "Ayo,kita ke kantin".


"Sepertinya,Kai tidak akan mengambil tawaran ini. kamu,tau sendiri..! bagaimana, Seorang Kai". Ucap Jay, kepada Arlo.


"kita lihatlah nanti, bagaimana kelanjutannya". Arlo,hanya tersenyum smrik. kurang ajar sekali Kai,menolak ajakan gue. Kalau dia benar-benar, menolaknya. siap-siaplah menerima hukuman,dari gue.


Kai,yang terus-menerus melangkah kakinya. Sepanjang jalan,ia mendengar ucapan dari murid-murid lainnya.


"Wahhh...dia Kai,ganteng banget tau".


"Sayang yah,dia sering pake masker dan jaket".


"Ganteng banget tau,dia bakalan lepas masker. Kecuali, waktu upacara bendera".

__ADS_1


"Pengen deh,jadi pacarnya. Gak papa dingin,kaya balok es".


"Kai, pengen banget jadi miliknya".


Sedangkan di sudut lain,ada seorang perempuan cantik. Ia tergesa-gesa, menghampiri kai.


"Lepas". Kai, langsung menghentikan langkahnya. Karena Elvina, merangkul tangan Kai. Sial,kenapa dia tiba-tiba datang. sampai kapan,aku bisa lepas dengan cewek aneh ini. apa tidak malu,dia terus-menerus menempel ke tubuh pria.


"Gak bakalan,aku lepas. Apa kamu,sudah bilang ke mamah Ayunda. Kalau aku,calon istri mu". Tanya Elvina,ia tersenyum manis. Kai,kamu harus jadi milik kiu. apapun caranya,tidak akan pernah lepas dari tangan ini.


"Sampai kapan pun,kamu gak bakalan jadi istri ku". Tegas Kai,tetap saja dia tak bisa lepas dari Elvina.


Elvina,terus mengikuti kemana perginya Kai. Hingga di depan kelasnya, kebetulan sekali ada Cantika dan gengnya.


"Wah...ada seorang perempuan sok belagu, ngaku-ngaku calon istri Kai. Lucu banget sih, kamu Elvina. Sadar diri dong,gak usah belagu". Cantika, mendorong tubuh Elvina.


"aku,gak ada urusan sama kamu dan kamu semua. Jadi sok,minggir. Sanaaaa...minggir,dasar lalat pengganggu". Decak Elvina, mencoba menerobos masuk. Tetapi,dia tak bisa karena di cegah temannya Cantika.


"Ehhh...ini kelas kita,bukan kelas kamu. No sono,kelas mu pas di pojokan. Makanya,jadi perempuan pintar dong. Jadi bisa satu kelas dengan Kai,". Cantika, tersenyum kecil.


"Permisi, mau lewat". Ucap seorang perempuan,yang terpopuler kalemnya. dengan hati kesal, Cantika langsung memberikan jalan.


"Cepatlah,masuk bu Ustazah Alesha". Kata Cantika, dengan lirikan tak suka.


"Awas kalian,". Bentak Elvina,ia menghentakkan kakinya dan pergi meninggalkan kelas Kai.


Melihat kepergian Elvina, Cantika langsung menepuk tangannya. "Pengganggu akhirnya, pergi juga. Cusss...kita cari perhatian kepada,Kai". Senyum merekah Cantika.


"Benar sekali, Cantika. kamu,harus bisa mengajak kai dan jadi pasangan kamu nantinya". kata Nadila, temannya.


"Benar,karena hanya Cantika lah. yang sangat cocok untuk Kai". sahut Alina,juga.


Dengan semangat yang, tinggi. Dia mulai menghampiri kai,yang tengah belajar. "Kai,ini adalah kartu undangan ulangtahun ku. Jadi,aku berharap kamu datang yah. Semua murid,di kelas ini juga datang kok. Sok,kalian bagi-bagi yang lainnya". Cantika, memberikan kartu undangan kepada temannya. Untuk di bagi ke lainnya,ia hanya tersenyum dan menatap ke arah Kai. "Kai,lo datangkan".

__ADS_1


Tanya Cantika, walaupun dia tahu. Jika Kai,tak pernah menjawab apa pertanyaan. Dengan hati dongkol, Cantika langsung pergi ke tempat duduknya.


__ADS_2