ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Jadi Buronan


__ADS_3

"Kita harus bekerjasama, Laila. Aku akan mematikan lampu nya dan kau ambil vas bunga itu. Lalu pukul Emily dan dapatkan kuncinya,hanya itu jalan satu-satunya". Bisik Shelly, langsung di angguki Laila. "Kau harus hati-hati, jangan sampai terkena tembakannya".


"Doakan saja, semoga aku bisa". Bisik Laila, jantungnya berdegup kencang dan gugup luar biasa. "ide mu memang cemerlang,aku yakin kau tahu dari adegan film Action bukan".


"Hemmm...itu pasti, Laila".


Shelly, mengisyaratkan agar Laila bersiap-siap. Laila, mencoba menenangkan hati dan pikirannya.


Klik....


Seketika ruangan menjadi gelap gulita, Emily langsung gelabakan. Laila,juga berlahan-lahan mendekati vas bunga agar tidak bersuara sedikitpun.


"Jangan coba-coba,aku akan menembakkan peluru ini. Ke sembarangan arah,". Teriak Emily,ia siap menembakkan peluru nya. "kalian benar-benar menantangi ku ha? terutama kamu Laila,nyalimu begitu kuat. aku suka jika mangsaku,tidak lemah. ingatlah, bahwa kau akan mati di tanganku".


Dorrrr....


Emily, menembak ke sembarang arah. Sedangkan Laila, berlahan-lahan mendekat ke arah Emily. Shelly,membungkam mulutnya agar tak bersuara. jantungnya berdegup kencang, ketakutannya semakin menjadi-jadi saja.


Aku yakin, Emily masih berada di tempat tadi.batin Laila,ia mulai memukul sembarangan arah dengan vas bunga.


Wussshh....


Laila, terkejut karena targetnya salah. Salah,lalu dimana dia? Sial,aku harus mengambil kuncinya di atas meja. lalu meminta bantuan kepada Shelly, menghidupkan lampu dan memukul Emily. maafkan hamba mu ini,Tuhan. batin Laila.


Laila, meraba-raba di meja dan akhirnya dapat juga. Shelly, dari tadi hanya diam di balik sofa tak berani berdiri takut terkena tembakan Emily.


"Keluar kalian, jangan jadi pengecut". Teriak Emily,ia juga meraba-raba karena gelap gulita. karena gelap gulita,ia nampak kesusahan mencari-cari Laila dan Shelly.


"Shelly, hidupkan kembali lampunya". Teriak Laila,ia sudah siap memukul Emily. Harus kena, jika tidak? nyawa taruhannya, bismillahirrahmanirrahim.


"Tidak,dia akan menembak kita Laila. Jangan bodoh kamu". Shelly, tak mau menuruti perkataan Laila. "aku sangat takut, Laila".

__ADS_1


"Percayalah,aku bisa menangani semuanya". Kata Laila. Semoga saja, Shelly mau bekerja sama.


Shelly,mulai berdiri dan ingin menghidupkan lampu. Walaupun, tangannya gemeteran sudah. Baiklah, Shelly. Tenang, semoga Laila bisa melawan Emily.batin Shelly. Ia mulai menekan dan...


Klik....


Lampu hidup kembali, Emily tersenyum sumringah. Namun senyuman itu, menghilang di sudut bibirnya. Saat melihat di belakangnya, Laila sudah siap memukul kepala Emily.


Praaankkk.....


"Aaaaarghhh.....sial, kepalaku". ringis Emily,ia menahan kepalanya.ia sudah tersungkur di lantai dan matanya mulai berkunang-kunang.


Vas bunga,pecah di kepala Emily. Ia tersungkur ke lantai dan pistolnya, terlempar sembarangan arah.Tangannya,juga terkena meja dan merasakan teramat sakit.


Laila, sempat melihat pistol Emily. Ia berlari dan mengambil pistol dan sekarang pistolnya sudah di tangannya.


"Emily,kau jangan macam-macam dengan ku. Aku bisa saja, menembak ke arah mu".


Kini Laila,malah mengancam balik. Pistol di tangannya,di arahkan ke Emily. Ia juga tidak ada rasa takut sedikitpun, sedangkan Shelly merasa mengeringkan melihat adegan Laila.


"kurang ajar....!!! Aakkkhhh,sakit sekali". Emily, meringis kesakitan. Darah segar mengalir di keningnya, kepalanya sangat sakit. "Akan aku balas kami, Laila.Aaaakkhh...".


"Shelly,buka pintunya. Agar kita secepatnya, pergi dari sini. Biarkanlah, Emily di sini. Membusuk sekalian,aku tidak peduli". Decak Laila,ia benar-benar sangat marah.


"Tapi, turunkan pistol itu. Aku sangat takut, Laila. Takutnya,kau malah menembak ku". Shelly,malah tidak berani mendekati Laila.


"Astaga, aku mana mungkin menembak sahabat ku sendiri". Sahut Laila,ia langsung melempar kunci ke arah Shelly.


Barulah, Shelly mengambil kunci dan membuka pintu villa. "kenapa gak dari tadi,". gerutu Shelly dan akhirnya pintu terbuka lebar. "cepat Laila,keluar. kita harus pergi secepat mungkin, ini sangat bahaya sekali".


Laila, langsung berlari ke arah pintu. Sebelum meninggal villa,ia melihat kondisi Emily tak sadarkan diri. "Semoga nyawamu,masih bisa tertolong Emily". gumam Laila.

__ADS_1


Namun Laila dan Shelly, memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Laila,juga mengambil alih kemudi. pistol nya,di letakkan di sampingnya.


Sepanjang perjalanan, mereka hanya diam dan syok. Apa lagi Laila,entah kenapa dia seberani itu.


"Laila, bagaimana dengan pistol itu? Kau simpan kah". Tanya Shelly,masih memandang pistol di samping Laila.


"Aku tidak tahu, coba kau sentuh tubuhku. Tubuhku sudah bergetar hebat, bagaimana ini? Jangan-jangan Emily,sudah tida.aku takut, jika ketahuan". Ucap Laila,bahkan jari-jari tangannya bergetar hebat.


"Kau jangan menakuti, Laila. Kita bakalan jadi tersangka, pembunuhan. Mana villa Al,bisa saja ada CCTV nya". Kata Shelly,ia menggigit jarinya.


Mendengar ucapan Shelly, laila langsung menghentikan mobilnya. "Kenapa kau berhenti Laila,jangan bilang kau ingin kembali ke sana". Tanya Shelly,yang di angguki oleh Laila. "Tidak,jangan lakukan itu. Kita harus kabur,kemana kek. Kalau kita balik,aku yakin sudah ada seseorang yang ke sana".


"Lalu,kita kemana? Kenapa aku tidak kepikiran soal CCTV tadi. Aduhhh...sama saja,kita tidak bisa lepas dari Al". Laila, langsung memukul setir mobilnya karena kesal dan ceroboh.


"Kita harus pergi dan temui Kendra, mencari solusi. Siapa tahu,dia mau membantu kita. Sumpah,kita seperti buronan sekarang. Bagaimana ini, Laila aku takut". Rengeknya Shelly,ia menepuk keningnya.


"Oke,kita temui Kendra dan Arkana. Semoga mereka bisa membantu kita, hubungi mereka cepat,". Pinta Laila,ia mulai melajukan mobilnya.


********


Sedangkan di villa,Al dan teman-temannya datang.


Di luaran nampak biasa saja,namun mereka sempat curiga ada apa di dalam.


"Astaga,apa yang terjadi? Siapa,siapa perempuan itu". Ucap Zakir, mereka langsung menghampiri seorang perempuan yang terkapar di lantai yang di penuhi oleh darah.


Saat Zakir, membalikkan badannya. "Emily". Ucap mereka bersamaan.


Al,dan lainnya langsung syok dan terkejut. Zakir,dia terduduk lemas dan menutup mulutnya.


"Tidak, mungkin. Siapa pelakunya,". Ucap Al,namun matanya tertuju ke arah CCTV. "Herman, kau cek CCTV villa ini. Kita tangkap siapa pelakunya,yang sudah membunuh Emily".

__ADS_1


"Jangan-jangan pelakunya adalah Laila dan Shelly, bukankah mereka ada di sini. terakhir kita tinggal". Ucap Dion, membuat yang lainnya malah tidak percaya.


"jangan sebut namanya,aku tidak ingin berurusan dengan perempuan itu lagi.ana mungkin juga, mereka berani membunuh seseorang". Al, membantah perkataan Dion. terlihat jelas mata Al, sedikit sembab. apakah dia baru saja menangis,lantas untuk apa kembali lagi ke villa ini.


__ADS_2