
Sudah beberapa hari, Elvina hanya membeli beberapa makanan dan kembali ke kelas. Biasanya,dia selalu jalan-jalan ke sekeliling sekolah.
"Akhir-akhir ini,aku lihat kamu. Sering santai di kelas, biasanya ngejar-ngejar Kai". Tanya Melda,teman sekelasnya.
"Iya,kaya gak semangat gitu. Apa jangan-jangan,kamu nyerah yah". Tebak Lisa,juga.
"Iya,aku belajar menghindar dari Kai. Biar bisa melupakannya". Jawab Elvina, dengan tegas.
"Elvina,kamu cantik kok. Ngapain juga, ngejar-ngejar kai. Kaya gak ada cowok lain aja,". Lisa, tersenyum merekah ke arah Elvina.
"Iya,aku sadar jika cinta tak bisa di paksakan". Kata Elvina, terlihat sangat sedih.
"Bagaimana,kita jalan-jalan sore ini. Ke mana gitu". Melda, langsung memberikan saran untuk menghibur Elvina.
"Nonton aja yuk,barengan". Sahut yang lainnya, langsung di angguki oleh mereka.
"Oke deh,jam empat sore gimana. Kita langsung ketemuan aja,di mall". Elvina, langsung memberikan ide.
"Iya deh, gampang nantinya". Sahut Melda.
Elvina,masih kepikiran dengan ancaman Kai. Aku sudah nekat, untuk melupakan Kai. Aku harus bisa,batin Elvina.
Saat jam pulang sekolah, Elvina calingukan mencari sang sopir. Yang tak kunjung datang,karena jam pulang sekolah di percepat.
"Ayan,aku boleh numpang gak? Sopir aku,gak ada". Elvina, langsung menghentikan motor teman sekelasnya.
"Mau ikut aku,yang benar Elvina. Aku makai motor,gak papa". Tanya Ayan,yang sudah lama menyukai Elvina. Entah kenapa, hatinya seakan-akan berbunga-bunga.
"Alahhh...baik becak aja,aku mau kok". Kekehnya Elvina, terlihat manis.
"Tumben-tumbenan, biasanya nyosor Kai". Tanya Ayan, langsung.
"Jangan bahas soal dia yah, boleh gak aku ikut". Tanya Elvina,dia benar-benar malas mendengar namanya Kai.
"Wahhh... bolehlah, apa lagi cewek secantik kamu". Kekehnya Ayan, membuat Elvina menepuk pundak Ayan.
Elvina, langsung naik ke motor metik Ayan dan mereka langsung tancap gas.
Kai, hanya tersenyum melihat kepergian mereka dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Anak sekolah lainnya, langsung berbisik-bisik tentang Elvina. Tiba-tiba saja, Elvina tidak mengejar-ngejar Kai. Banyak murid-murid lainnya, terheran-heran atas perubahan Elvina.
"Elvina,aku lihat beberapa hari ini. Kamu lebih sering,diam di dalam kelas. Biasanya,paling gak diam". Tanya Ayan.
"Gak papa Yan,cuman mau menghindari seseorang saja". Jawab Elvina,sedari tadi air matanya menetes. Segera mungkin,dia hapus langsung.
"Maksudnya,Kai. Baguslah,kalau kamu melupakan nya. Tidak pantas,di perjuangkan pria seperti dia. Kamu cantik,kok". Kekehnya Ayan,ia tersenyum kecil.
"Makasih,Yan. Sore nanti,ikut gak? Teman-teman, ngajak nonton bareng". Tanya Elvina.
"Boleh deh,mau aku jemput gak". Tawar Ayan, hanyalah basa basi.
"Boleh deh,naik motor yah...lama gak naik motor". Jawab Elvina, langsung.
"Asyiap....Tuan putri". Ayan, langsung tersenyum merekah. Sat ajakannya langsung,terima Elvina.
Mereka saling berbincang hangat,hingga sampai di perkarangan rumah Elvina. Entah kenapa, Elvina merasa nyaman dengan sesosok Ayan.
Setelah kepergian Ayan, Elvina langsung calingukan sekitar takutnya Kai menemuinya. Ia segera mungkin berlarian, menuju kamar tak lupa menguncinya.
Bagaikan trauma dalam hidup Elvina,setiap menitnya merasa takut dengan ancaman Kai.
saat tiba di dalam kamar, barulah Elvina merasa lega dan tersandar di sofa.
Elvina dan Ayan, terlebih dahulu datang di Mall.
Setelah puas berkeliling mall, mereka duduk di bangku panjang yang di sediakan. Karena mereka menunggu, teman-teman lainnya.
"Vin,aku ke toilet dulu. Ingat jangan kemana-mana". Kata Ayan,kepada Elvina.
"Pergilah,aku akan menunggumu di sini". Jawabnya,Ayan Langsung meninggalkan Elvina sendirian sambil memainkan ponselnya.
Orang-orang melintas di hadapannya,silih berganti. Hingga seseorang,pria tengah duduk di samping Elvina.
Elvina,masih cuek saja. Tanpa memperdulikan, seseorang di sampingnya.
"Aku suka, beberapa hari ini. Kamu menghindariku". Ucap seseorang,tepatnya di samping Elvina.
Elvina, langsung syok mendengar ucapan seseorang di sampingnya. Tentu saja,dia mengenal suara siapa. "Kamu...". Dada Elvina, langsung naik turun. Aku harus pergi dan menjauh darinya,aku sudah berjanji kepada diriku sendiri.
__ADS_1
Elvina, langsung meninggalkan tempat duduknya tanpa menoleh ke belakang.
Dengan langkah tergesa-gesa, intinya harus menjauhkan diri dari Kai.
Langkah kaki Elvina, berhenti di sebuah toilet. Yang berpapasan beda hara, menuju toilet pria dan wanita.
"Kenapa aku masuk ke sini, bagaimana kalau Kai mengikuti ku". Gumam Elvina,saat membalikkan badannya.
Buughhhh....
Ia menabrak seseorang,di belakangnya. Saat melihat wajahnya,ia syok dan mengundurkan langkah kakinya. "Kai,kenapa kamu tiba-tiba ada di sini". Tanya Elvina, tangannya sudah gemeteran. Ancaman Kai, langsung terngiang-ngiang di kepalanya.
Kai, hanya tersenyum smrik. Ia terus memajukan langkah kakinya, membuat Elvina semakin ketakutan. Kebetulan sekali, lorong menuju toilet nampak sepi. Tanpa ada seseorang,yang lewat.
Saat Elvin, ingin melewati Kai. Tiba-tiba saja, tangannya langsung di cekal oleh Kai. "Kai, lepaskan.... jangan seperti ini, lepaskan.... bukankah,kamu senang ha? Aku menghindari mu,tidak seperti dulu. Sekarang,apa mau Kai. Lepaskan, tanganmu ". Bentak Elvina,susah payah melepaskan cengkraman Kai.
Kai, yang terus menarik tangannya. Agar lebih dekat dengan tubuhnya,hingga Elvina jatuh ke pelukan.
"Huusss... diamlah,jika aku tidak melakukan apapun terhadap mu". Ancam Kai, membuat Elvina diam dalam ketakutan.
Aku tidak tahu,apa yang kamu inginkan Kai? Kamu menyuruhku, untuk menjauhi mu. Nyatanya,kamu malah mengejarku.batin Elvina, merasakan pelukan hangat dari tubuh orang yang di cintainya.
Karena marasa aman,Kai tidak lagi mencekram tangannya. Inilah kesempatan, untuk kabur dari kai.
Elvina, langsung mendorong tubuh kai yang cukup keras. Sehingga, Kai terbentur ke dinding. Barulah Elvina, langsung ambil langkah seribu dan pergi meninggalkan Kai.
Kai,hanya tersenyum. Seakan-akan, permainannya lebih menarik.
Elvina,terus berlarian. Hingga tangannya,di cekal oleh seseorang. "Tidak,tidak,tidak, lepaskan aku".
"Heiii...ini aku Ayan, Elvina kamu kenapa". Ayan, langsung panik melihat kondisi Elvina.
Apa lagi wajahnya, sangat pucat dan keringat bercucuran di keningnya. "Ayan,Ayan...aku,aku takut". Elvina, langsung memeluk tubuh Ayan.
Tiba-tiba Elvina,merasa ketakutan saat melihat sesosok Kai. "Oke,kamu kenapa? Apa ada seseorang,yang berniat jahat. Katakanlah, kepadaku". Ayan, mengelus lembut pipi Elvina. Ia berlahan-lahan, membawanya duduk.
Tidak mungkin,aku memberitahu Ayan yang sebenarnya. Biarlah,aku pendam sendiri dulu. "Hemm...tadi,ada pria yang ingin meminta nomorku secara paksa. Jadi,dia mencoba menangkap ku. Tapi,aku langsung kabur". Alibi Elvina, masih calingukan dan dia merasa sangat takut.
"Aku tadi mencarimu,kemana? Bukankah,aku meminta mu tunggu di sana tadi". Ayan, mencoba menenangkan pikiran Elvina. "Tenanglah, teman-teman sudah di dalam bioskop. Kita susul ke sana yah".
__ADS_1
"Maaf,tadi aku kebelet. Makanya,pergi meninggalkan tempat tadi. Baiklah,kita ke sana". Elvina, langsung tersenyum. Hanya menyimpan rasa takutnya, tangan mereka saling bergandengan.
Di sudut Lainnya, seseorang tengah memantau mereka dari kejauhan. Ia nampak mengepalkan kedua tangannya, terlihat nampak tak suka kedekatan Elvina dan Ayan.