ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Si Joni


__ADS_3

Malam harinya, Laila nampak kebingungan. Ia tak bisa tidur, karena sang suami selalu bergerak tak karuan di sampingnya. "Al,bisa diam gak? Aku mana bisa tidur,kalau kamu terus-menerus bergerak". Laila, menepuk tangannya Al.


Al,hanya menghembuskan nafas beratnya dan mengubah posisi menghadap ke arah sang istri."Gara-gara kamu, Laila. Aku hal bdoa tidur,si Joni bangun gak mau tidur. Pengen di masukin, ke apammu sempit menjepit itu. Kenapa harus datang sih? Mana satu minggu,si Joni puasa". Keluh Al.


Laila, langsung memukul lengan Suaminya. "Dasar mesum,bisa gak sih? Ucapanmu itu,di saring dulu".


"Laila,aku mesum sama istri ku doang. Gak sama wanita lain,plisss... tidurin si Joni yah,". Kedip mata Al,yang mulai menuntun tangan Laila menuju si Joni.


Secepatnya Laila, langsung menarik tangannya. "Gak mau,sama Miss Lux aja. Pegal tanganku, gara-gara si Joni". Tolak Laila, langsung.


Al,tak menghiraukan penolakan sang istri. Ia malah melepaskan celananya dan memang benar. Si Joni, sudah berdiri tegak. Membuat Laila, bergidik geli. "Mainin ai,****-**** kaya es krim".


Laila, menggeleng kepalanya. Sumpah, lama-lama aku juga tertular mesum seperti Al. Bagaimana ini,kasian juga kalau Al gak bisa tidur. Karena Joni, terus bangun. "Hemmmm...gimana yah,". Jawan Laila, membuat Al bertambah gemes kepada istrinya.


Berlahan-lahan Al, mendekati wajahnya Laila dan mereka mulai berciu-man dengan mesra. Dengan ide cemerlang, akhirnya Laila mau bekerjasama dalam meniduri si Joni.


Awalnya, menggunakan tangan Laila. Lama-kelamaan Laila,merasa lelah dan ingin menyerah. Tapi, Al yang sudah di selimuti gai-rah yang memuncak. Hingga Laila, menggunakan mulutnya. "Sssshhhttt.... Oouhhh..teruss, sedikit lagi sayang... Oouhhh...". Desa-han Al,ia juga menggerakkan kepala Laila.


Beberapa menit kemudian, akhirnya si Joni memuntahkan lahar panas nya. " Terimakasih,sayang". Al, mengecup kening istrinya.


Jangan di tanyakan lagi, bagaimana wajah Laila. Ia benar-benar marah kepada suaminya,ia memuntahkan lahar milik si Joni. Bahkan, terbatuk-batuk karena si Joni terlalu masuk ke dalam. "Tuhkan,aku jadi mesum seperti ini. Gara-gara Al,". Gerutu Laila,ia keluar dari kamar mandi.


Terlihat Al,malah tersenyum sumringah karena menuntaskan hasratnya. "I love you, Laila". Bisik Al,yang memeluk erat tubuh istrinya dari belakang.


"I love you too,". Jawab Laila, tersenyum kecil. Aku yakin, besok-besok pasti dia meminta lagi. Tidak apalah,demi menyenangkan suami dan mendapatkan pahala.

__ADS_1


Malam semakin larut, akhirnya dua insan yang saling mencintai. Akhirnya tertidur pulas, saling berpelukan dengan mesra.


*********


Benar saja, besoknya langsung di bawa Al ke kantor.


Al, menjelaskan masalah pekerjaan. Laila,banyak yang di pelajari nya. Sedikit demi sedikit, akhirnya Laila bisa menyelesaikan tantangan pekerjaan yang di berikan oleh suaminya.


"Bagus, sekali. Kau sangat mudah memahaminya dan sangat cepat juga, mengerjakannya" Al, tersenyum karena sang istri. Lumayan cepat, menyelesaikan pekerjaan nya.


"Terimakasih,". Jawab Laila, ia langsung di tarik Al dan jatuh ke pelukannya. "Jangan seperti ini, takutnya ada yang masuk". Laila, ingin turun dari pangkuan suaminya.


Secepatnya,Al mencegah Laila. "Diamlah,tidak akan ada mengganggu kita". Ucap Al,yang langsung menyambar bibir sang istri.


Kebetulan sekali, pintu ruang kerja Al yang tidak terkunci. Liam dan seorang wanita, langsung masuk begitu saja. Saat masuk, mereka mendapatkan pemandangan yang indah. "E'ehmmm...". Liam, berdehem.


"Kau yang salah,kenapa pintunya tidak terkunci. Kenapa juga, harus malu hemmm....bagiku, pemandangan yang barusan aku lihat. Bisa-bisa saja,". Jawab Liam, tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Laila,hanya diam dan merasa malu karena ketahuan oleh temannya. Astagfirullah, kenapa sampai ketahuan orang lain. Gara-gara Al,yang selalu berbuat sesukanya saja. Batin Laila,ia duduk di samping Al.


"Kenapa kau menatap istriku seperti itu,hemmmm....apa perlu, matamu aku congkel keduanya". Kata Al, yang sedari tadi Liam melirik istrinya.


Menarik juga, istrinya Al. Walaupun, dia terlihat polos dan lugu. Entah kenapa,aku malah tertarik dengan istrinya. Sial,Al tahu saja aku memandangi wajah istrinya. " Aku hanya mengagumi, kecantikan istrimu. Pantesan saja,kau buru-buru menikahinya". Ucap Liam,ia benar-benar nekat memuji Laila di hadapan Al.


Laila, merasa risih dengan tatapan Liam. Kenapa dia, menatapku seperti itu.batin Laila,ia mencubit pinggang suaminya dan memberikan kode.

__ADS_1


Al, langsung paham apa maksud istrinya. "Jangan kau menatap istriku, seperti itu. Kau membuatku, risih saja. Ada apa, kau sampai ke sini". Tanya Al,ia sekilas melihat wanita di sampingnya Liam.


"Oke,kau sangat posesif sekali. Kenalkan,dia adalah wanita yang kita bicarakan waktu itu. Aku membawanya, untuk mu. Aaahh.. maksudku, masalah pekerjaan". Kekehnya Liam, sambil melirik ke arah Laila.


"Halo, Tuan Al. Senang bertemu dengan Anda, ayahku dan ayahmu. Mereka berteman dengan baik dan aku,juga senang bekerjasama dengan Anda. Hai, kenalkan nama ku Shyra Li". Shyra, mengulurkan tangannya ke arah Laila.


Membuat Laila, terdiam saat memandang uluran tangan Shyra. "Laila,senang berkenalan dengan Anda Nona". Laila, langsung menyambut uluran tangan Shyra.


"Aku tidak enak,kau memanggilku Nona. Panggil saja,namaku. Sepertinya, kita seumur atau aku yang lebih tua". Kekehnya Shyra, membuat Laila tersenyum.


Dia sangat cantik dan postur tubuhnya sangat indah. Dengan pakaian ketatnya, memperlihatkan setiap lekukan tubuhnya. lebih baik aku pergi saja, daripada di sini hanya mengganggu pekerjaan mereka.batin Laila. Ia memandangi Shyra, mulai ujung kaki sampai ujung rambut. "Baiklah,aku akan memanggil mu dengan sebutan nama saja". Jawab Laila. "Al,aku keluar dulu. Aku menginginkan bakso,yang tadi". Bisik Laila, kepada Al. " Aku permisi dulu, silahkan. Kalian, melanjutkan pekerjaan".


"Hati-hati,sayang. Ingat,jangan lama dan jangan lupa bawakan aku juga. Kita makan sama-sama,di sini". Ucap Al, sedangkan Liam dan Shyra hanya diam saja.


Laila, beranjak pergi meninggalkan ruang kerjanya Al.


Di sepanjang jalan,ia juga melewati beberapa staf kantor yang bekerja di perusahaan suaminya. Orang-orang yang melihat, Laila melewati mereka. Tentu menjadi pusat perhatian dan ada juga berbisik-bisik. Laila,tak menghiraukan tatapan mereka.


"Nona,tunggu". Ucap seorang wanita, Laila langsung menghentikan langkahnya. saat wanita tersebut, sudah hadapannya. "maaf,Nona".


"Maksudnya aku". tanya Laila,ia calingukan sekeliling. wanita tersebut, langsung mengangguk kepala. "Ada apa,maaf. kau memanggilku dan mencegah ku". tanya Laila,ia penasaran dengan wanita di hadapannya.


"Nama saya Riana,staf kantor sini. maaf,apa Anda membutuhkan sesuatu. kami di sini,bisa membantu Anda". Ucap Riana,hanya dia yang berani berbicara dengan Laila. karena Laila, adalah istri bos mereka.


"Oh,tidak ada. aku bisa melakukan sendiri, permisi dan lanjutkan saja pekerjaan kalian". jawab Laila, sedikit canggung.

__ADS_1


"Baiklah, Nona. silahkan". Riana,tak lagi bertanya lebih. ia takut jika menyinggung perasaan istri bos mereka.


Laila, menunduk kepalanya dan berlalu keluar dari pintu kantor. "Aneh sekali, mungkin karena aku Istrinya Al mungkin". gumam Laila.


__ADS_2