
"Fiuuhhh......". Tiga pria, menghela nafas panjang secara bersamaan.
J,Al dan Kai. Mereka semua, tengah menemani istri-istrinya berbelanja di Mall.
Tak lupa sekertaris pribadinya,Al dan Kai juga mengikuti mereka dari belakang. Sambil membawa belanjaan, istri-istri bos mereka.
Sedangkan Ayunda, menemani menantunya memilih beberapa lembar pakaian. Begitu juga, Ayunda memilih pakaian untuknya.
"Hemmm...tidak cocok,mamah terlihat tua". Laila dan Rea,menilai penampilan ibu mertuanya.
"Baiklah,mamah akan menggantikan yang lain". Ayunda,masuk ke dalam ruang ganti pakaian.
Beberapa saat kemudian, Ayunda keluar dan menggunakan pakaian baru lagi. "Bagaimana,apa bagus". Ayunda, memutar tubuhnya.
"Syip, sangat bagus dan cocok di pakai mamah". Ucap Laila dan Rea, bersamaan.
Cukup lama J, Al dan kai. Menunggu istri-istri mereka. Akhirnya, mereka sudah selesai. Akan tetapi, berhenti di sebuah toko pakaian dalam wanita dan pria.
Bukan hanya Ayunda, Laila dan Rea. Memilih, beberapa lembar pakaian dalam pribadi mereka. Akan tetapi J, Al dan Kai. Mereka, memilih juga.
Mata mereka bertiga, tertuju pada lingerie seksi berwarna merah. Sehingga, mereka bertiga memiliki pikiran sama.
J, mendekati seorang pelayan wanita yang senyum-senyum sendiri. "Aku ingin,kau mengambil tiga lingerie seksi berwarna merah itu. Tetapi, motifnya berbeda-beda". Pinta J, berbisik pada pelayan toko.
"Baiklah,akan saya ambilkan Tuan,". Pelayan wanita itu, pamit dan pergi.
J, Al dan Kai hanya terkekeh geli. Bagaimana, reaksi istri-istri mereka. Saat membongkar belanjaannya,akan tetapi ada lingerie seksi berwarna merah.
"lihatlah,besar sekali". J, memperlihatkan sebuah bra besar di tangannya berwarna merah menyala.
"Wuuuhhh...besar sekali,apa lagi kalau ada isinya". Sahut Al, cekikikan tertawa.
"Di remas-remas,enak". Sambung Kai, tanpa memperdulikan perasaan pelayan wanita yang di belakang mereka.
Dua pelayan wanita itu, tersenyum-senyum dan menahan rasa malu.
"Apa yang kalian lakukan, letakan benda-benda itu". Ayunda,Laila dan Rea. Mereka langsung menghampiri, suami-suaminya. Saat para suami,tengah memegang bra wanita.
"Gak beli". Tanya Al,kepada Laila. Yang hanya melihat-lihat saja.
"Gak, sudah tadi". Jawab Laila, tersenyum kecil.
Kai,juga memperlihatkan bra kepada Rea. Akan tetapi, Rea langsung mencubit perut suaminya. Mana mungkin bisa, suaminya malah memilih bra seukuran miliknya.
Ayunda, membawa menantunya pergi dari toko pakaian dalam wanita. Tanpa memperdulikan,suami dan anak-anaknya.
"Jeng, Ayunda. Aduhhh... kita bertemu di sini". Sepertinya,teman sosialita Ayunda.
__ADS_1
"Ehhh... Jeng Rani, kebetulan sekali. Kita, ketemu di sini. Biasa,ajak menantu-menantuku berbelanja bersama". Jawab Ayunda, terkekeh.
Laila dan Rea, mereka berdua saling berkenalan dengan Jeng Rani.
"Eeee... gimana kalau,kita spa di sana. Behh... lengkap dengan pelayanannya, aku suka. Ajaklah, menantumu bermanja-manja diri". Jeng Rani, mengajak Ayunda.
Tentu saja Ayunda,mau dan begitu juga menantunya. "Sayang,kami spa dulu ya". Ucap Ayunda, langsung di angguki J.
"Pah,kita spa juga. Di sebelahnya, spesial untuk pria". Ajak Al, langsung bergegas menarik ayah dan adiknya.
"Nunggu mereka spa, bisa dua jam. Mending kita spa,juga. Enak". Kekehnya Al, tersenyum sumringah.
"Bos, boleh yah". Bisik Andrew,kepada Kai.
"Hemmm....". Kai,hanya berdehem dan mereka juga siap memanjakan diri.
"Aaaahhh... sepertinya,ini yang di butuhkan papah". Gumam J, saat bagian tubuhnya di pijat-pijat enak.
"Benarkan, pastinya ketagihan. Aku sering,ke sini". Ucap Al,kepada Kai.
"Baru tau, kapan-kapan barengan yah". Pinta Kai, langsung di angguki oleh Al. Kai, merasakan tubuhnya di pijit-pijit.
***********
Dua jam, akhirnya mereka menyelesaikan memanjakan diri.
J,Al dan Kai. Mereka menggeleng kepalanya,saat para wanita-wanita tengah sibuk dengan memilih berbagai menu makanan.
"Mau ini".
"Ini juga,mah".
"Kayanya,enak nih".
"Ini mah,mau". Rengeknya, Laila.
Sehingga pelayan wanita itu, kebingungan karena menulis pesan makanan mereka.
"Catat saja, apa yang mereka pinta". Ucap Kai, langsung di angguki pelayan wanita itu.
"Cepatlah,aku lapar". Rengeknya Al,sedari tadi tidak selesai-selesai memilih menu makanan.
"Tau,keburu makan di sebelah". Gumam J, namun mendapatkan tatapan dari istrinya. "Bercanda, sayang". J, langsung membujuk istrinya.
Beberapa menit kemudian, satu persatu menu makanan sudah berdatangan.
"Pelan-pelan,kak". Rea, meraih secangkir gelas kepada Kai.
__ADS_1
"Makasih,". Jawab Kai, tersenyum kecil.
"Makan dan habiskan,siapa suruh mesan sebanyak ini". J,terus memaksa istrinya menghabiskan makanan yang masih banyak.
Tiga wanita yang, terus-menerus merengek tak mampu menghabiskan makanannya.
"Andrew, Jemy. Tolong,bungkus sisanya. Sayang, tidak di makan mubazir". Perintah J, kepada sekertaris pribadi anaknya.
"Baik,tuan. Akan saya, bereskan". Jawab Andrew, langsung.
Mereka semua, berkeliling mall dan berhenti di sebuah permainan Timezone. J,Al dan Kai. mereka sempat kebingungan. Apakah istri-istri mereka, tidak merasakan lelah dan letih. Kaki mereka sangat kuat, berkeliling mall dan turun naik. Sungguh tidak jelas,sama sekali.
"Al,kita main adu capit boneka". Kai, menantang kakaknya itu.
"Gimana,kita bertiga berlomba siapa yang menang". J,tak mau kalah dengan anaknya.
"Baiklah,biar aku yang memilih". Ayunda,memilih mesin capit bonekanya.
Selesai memilih dan akhirnya,J, Al dan Kai. Mereka bersiap-siap, siapa yang akan jadi pemenang.
"Ayo....Ayo...Ayo...". Laila dan Rea, sudah menyemangati suaminya. Sedangkan Ayunda, cekikikan tertawa melihat sang suami selalu gagal dan gagal.
"Sial,susah sekali". Gerutu J, yang tak dapat-dapat.
"Ayo,kak. Yang itu,yang itu". Rea, menunjukkan jarinya ke boneka hello Kitty pink.
"Al, mau yang itu juga". Rengeknya Laila, kepada Al.
"Baiklah,aku akan mencapit-capit nya". Kekehnya Al,mulai menjalankan capitnya. Akan tetapi,gagal dan gagal. "Brengseeekk....". Decak Al,yang masih fokus ke boneka pilihan istrinya.
"Yeeeaaahhh...dapat,dapat...dapat". Rea, bersemangat saat Kai berhasil mendapatkan boneka yang di inginkan Rea.
"Yaaaahhhh.....". Ayunda dan Laila,hanya menghela nafas panjang. Saat Rea, sudah mendapatkan boneka yang di inginkannya.
"Jangan bersedih,sayang. Aku akan, berusaha mendapatkan bonekanya". Al, semakin bersemangat. Walaupun,terus saja gagal.
Setengah jam berlalu,Kai sudah mendapatkan beberapa boneka lucu. Itupun, Rea sudah memberikan kepada kakak iparnya.
"Sudahlah,jangan di paksakan diri. Kalau, tidak bisa. Yah... tidak bisa". Ayunda, mengejek-ejek J.
J, tidak terima akan kekalahannya ini. "Baiklah,aku akan membeli mesin capit ini. Ayo,kita pulang sayang". J, langsung menarik tangan istrinya dan membawa pergi.
Begitu juga Al, sesekali dia menendang mesin capit itu. Karena kesal, tidak dapat satupun. "Ck,mesin capit error". Gerutu Al,juga pergi dengan laila.
Kai dan Rea,hanya juga mengiringi di belakang. Mereka berdua, tengah cekikikan tertawa lepas bersama.
Laila,tak henti-hentinya mengejek-ejek Al yang tidak bisa bermain mesin capit. Selalu gagal dan gagal, tidak ada satupun boneka yang di dapatkannya.
__ADS_1