ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Hamil


__ADS_3

Laila,juga merawat suaminya seperti bayi. Ia membersihkan tubuh Al dan mengenakan pakaian untuk nya. Apa lagi badan Al,yang begitu lemas dan manja. Laila,nampak kesusahan. Namun,dia tetap telaten merawat bayi besarnya. walaupun,sang suami sesekali tangannya nakal.


Tak berselang lama, akhirnya pesanan makanan mereka sudah datang. Laila, menyiapkan dan menyuapkan makanan ke mulutnya Al. Anehnya, Al tidak merasakan mual-mual dan memuntahkan makanannya.


"Makan yang banyak yah,Aaaaaa". Ucap Laila,Al dengan patuhnya dan menerima setiap suapan yang di berikan Laila. Alhamdulillah,Al bisa makan dan wajahnya terlihat tak sepucat tadi. semoga saja,dia cepat sembuh.


"Enak, makasih sudah merawat ku. Maaf,aku merepotkan dan menyusahkan dirimu sayang". Al, tersenyum sumringah dan mengecup kening istrinya. Aneh,kenapa aku tidak merasa mual dan makanan terus masuk ke dalam perutku.


"Sama-sama,sayang. Akukan istrimu,sudah wajibnya melayani suami". Kekehnya Laila,ia masih malu-malu kucing terhadap suaminya. "Alhamdulillah, makanannya habis dan gak mual-mual. Apa tubuh mu, sudah membaik". Tanya Laila,ia melihat wajah suaminya tidak sepucat tadi.


"Tidak sayang,sudah enakan tubuhku. Bahkan, si Joni mau di tidurin. Pengen kamu, pliss... aku minta kamunya di atas". Bisik Al, membuat Laila terdiam dan wajahnya memerah seperti kepiting rebus.


Entah kenapa Laila, tiba-tiba suka di atas tubuh Al. Di saat mereka bercinta,tak segan-segan Laila nampak agresif tidak seperti biasanya. Ada beberapa jejak,yang di buat oleh Laila. sehingga Al,nampak menyukai agresif Laila.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah melepaskan pakaian masing-masing. Mereka berdua saling berpelukan dan berciuman, dengan mesra.


Al,sudah memulai aksinya dan Laila hanya mende-sah menikmati sentuhan lembut dari Suaminya.


Cukup lama Al,sudah membuat sang istri mabuk kepayang dan terbawa suasana kenik-matan. Pada akhirnya, Laila sudah berada di atas tubuh suaminya.


"Kau sangat seksi sayang dan sangat menggoda. Di saat aku, menatapmu dari bawah. Apa lagi,kedua melon mu juga ikut bergoyang". Al,mulai *******-***** kedua melon Laila.


Bukankah,Al terlihat sakit tadi. Kenapa berujung seperti ini,sial aku di kerjainya lagi. Gerutu Laila,ia mendongakkan kepalanya ke atas. "Aaahhhh...Aaahhh...hemmmppt.... Hmmmmpt...". Laila,hanya mende-sah. Setiap goyangan pinggulnya,Al juga membantu istrinya.


"Dan aku sangat menyukai,suara merdu mu sayang". Kata Al,ia tersenyum kecil dan meremas bokong istrinya.


**********


Uueeekk..... Uueeekk....


Al, beberapa kali memuntahkan makanan di kloset. Ia terduduk lemas dan kepalanya nyut-nyutan. Apa lagi pekerjaan,masih menumpuk yang belum di kerjakan.

__ADS_1


"Syukurlah,aku muntah-muntah nya di kantor tidak di apartemen. Kenapa aku lemas sekali, huuufff...kemarin makan,di suapin Laila tidak ada muntah-muntah. Tadi, waktu bersama Laila. Aku tidak selemah seperti ini,sial". Gerutu Al, dengan langkah gontai dia keluar dari kamar mandi. "Apa jangan-jangan,kau tidak bisa jauh darinya".


Saat Dion, masuk ke ruang kerjanya Al. ia melihat Al, tengah berjalan sambil berpegangan pada diding. "Kau kenapa Al, wajahmu sangat pucat. Apa perlu,aku memanggil kan dokter". Dion, langsung memapah Al dan duduk di sofa. Apa Al,sakit? kenapa dia, memaksa dirinya untuk tetap berkerja.


"Baiklah,tolong telpon kan dokter. Kepalaku sangat sakit, perutku berasa masuk angin. Tidak ada makanan apapun,yang masuk ke dalam perutku". Ucap Al,ia memijit kepalanya.


Tidak biasanya,Al selemah ini dan mengeluh segala."Baiklah,aku akan mengantarmu pulang. Laila,ada di apartemen kan". Tanya Dion, sambil menelpon seseorang.


"Tidak, Laila tengah menemani Shelly. Jangan ganggu dia,aku akan pulang dan jangan hubungi Laila". Pinta Al, kepada Dion.


Dion, langsung mengangguk dan mengikuti perkataan Al. "Aku sudah menghubungi dokter dan tunggulah sebentar lagi. aku akan mengambil air hangat, untukmu. diamlah, jangan kau pikirkan masalah pekerjaan. kami bisa mengatasi semuanya".


"Terimakasih,Dion". jawab Al. sial,aku ingin muntah lagi. Al, langsung menuju ke arah kamar mandi dan muntah-muntah.


"Al...". Dion, berlarian menyusul Al menuju kamar mandi.Dia, gelabakan melihat Al yang tubuhnya sudah melemah. sekuat tenaga,ia memapah tubuh sahabatnya. "Kita kerumah sakit saja, wajah mu pucat sekali".


"Tidak, aku tidak mau ke rumah sakit. hubungi Laila,cepat". perintah Al, seketika Dion langsung menghubungi Laila.


*********


Ia menemani Shelly, memeriksa kandungannya.


Selesai dengan Shelly, barulah Laila berbaring dan perutnya siap di periksa. Ya Allah, semoga aku hamil.batin Laila,ia tersenyum kecil.


"Santai saja, Laila. Jangan gugup dong, mumpung dokternya ganteng". Bisik Shelly,yang tak henti-hentinya menatap ke arah dokter tersebut.


"maaf, saya angkat bajunya bu Laila". Dokter, tersebut. Laila,hanya mengangguk dan mulai mengangkat baju Laila.


Terlihat perutnya putih dan yang masih rata. Ada rasa gugup,yang di rasakan Laila. Namun dia, hanya diam dan menuruti perkataan dokter.


"Tenanglah, Al tidak akan tahu". Kekehnya Shelly, menggoda Laila. Ya Tuhan, semoga Laila benar-benar hamil. Shelly, menggenggam erat tangan Laila. ia tersenyum sumringah,agar Laila tidak tegang.

__ADS_1


Membuat dokter, menggeleng kepalanya. "Maaf,dok. Maklumlah,ibu hamil". Kata Laila, cengengesan.


"Tidak apa bu, kapan terakhir haidnya". Tanya dokter, kepada Laila. Ia mulai menggosokkan perut Laila, menggunakan gel.


Aku setua itu yah,di panggil ibu. "Sudah telat dok,dua bulan. Tapi,kalau di testpack negatif kok. Biasa dok,saya tidak teratur haidnya". Jawab Laila, tubuhnya menegang saat benda tersebut menyentuh kulit perutnya.


"Jangan-jangan, kamu hamil Laila. Kan sudah telat datang bulannya". Ucap Shelly, langsung. "Hemmm... mungkin,heheheh". Kekehnya.


"Biasanya,kalau tidak teratur haidnya. Mungkin efek hormon, kecapean,bergadang dan lainnya yah. Baiklah,kita mulai memeriksa. Semoga hasilnya, memuaskan". Dokter tersebut, menggerakkan alatnya. "walaupun hasilnya, tidak memuaskan. jangan berputus asa yah,bu. ibu, bisa mencoba lagi dan lagi. bahkan,ada pasangan yang di belum di berikan keturunan. sampai bertahun-tahun, mereka terus berdoa dan berusaha. akhirnya, mereka di berikan keturunan juga. intinya,jangan berputus asa dan terus berdoa,".


"Terimakasih,dok. sudah memberikan nasehat kepada saya,". kata Laila, hatinya tersentuh dengan kata sang dokter.


Laila dan Shelly, langsung menatap ke arah layar. "Hamil kah dok". Tanya Shelly,yang tak sabaran.


"Shelly, kamu ini yah. Dokter,apa rahim saya baik-baik saja. Maksudnya,subur atau gaknya." Tanya Laila,ia benar-benar gugup dan takut.


"Sebentar ya,bu. Kira-kira anda, tengah hamil. Lihatlah,ada janin di rahim anda.walaupun,masih sangat kecil. Sepertinya,janin yang masih berumur dua minggu. Rahim bu Laila, baik dan dalam keadaan subur. Apa Anda, melihatnya". Dokter tersebut, memperlihatkan sebuah gumpalan darah di dalam rahim Laila. "Untuk memastikan lagi, kembalilah bulan depan lagi".


Laila, menutup mulutnya menggunakan tangan. Ia benar-benar,tidak menyangka jika dirinya akan hamil. Begitu juga Shelly,ia nampak bahagia. Mereka berdua, menangis bersama.


Bahkan dokter tersebut, sampai kebingungan melihat pasiennya menangis bersama. Dokter, langsung menenangkan mereka berdua. Cukup lama sang dokter, menasehati Laila dan Shelly.


Dokter juga menyarankan Laila,akan USG lagi bulan depan. Tentu saja, Laila langsung setuju.


"Laila,aku benar-benar tidak menyangka. Sumpah, aku merasa sangat bahagia". Ucap Shelly, memeluk erat tubuh sahabatnya.


"Aku juga Shelly,aku berniat untuk memberitahu Al nanti saja. Aku takut dia kecewa, jika aku memberitahunya sekarang. Bulan depan saja,aku beritahu dan sebagai kado ulangtahun nya". Ucap Laila,ia memiliki ide.


"Benar,aku tidak tahu? Bagaimana, reaksi Al dan ibu mertua mu. Aku harap, mereka tidak jantungan". Kata Shelly,nampak kegirangan.


Di saat mereka tengah berbahagia, tiba-tiba saja ponselnya Laila berdering dan....

__ADS_1


__ADS_2