
Oweeekk....Ouweekk...
Suara tangisan bayi, terdengar dari luar. Ayunda, langsung menangis dan memeluk suaminya. Begitu juga J, menitikkan air matanya. Mereka berdua,sudah menjadi seorang kakek dan nenek.
Di dalam ruangan,Al masih setia menemani istrinya bersalin. Laila, dinyatakan bisa melahirkan secara normal.
"Huuuu....huuu....huu..." Laila, ngos-ngosan mengatur nafasnya. Tangannya masih berpegangan erat kepada suaminya. Al,juga meringis kesakitan karena telinganya dan rambutnya di jambak oleh sang istri.
"Selamat Tuan dan ibu,anak pertama perempuan". Dokter langsung membawa bayinya, untuk di bersihkan.
"Dok,aku mau mules lagi....huuuu...huuu.... aaaakkhh.....huuu....". Laila, siap-siap untuk mengejan lagi. Karena anak yang kedua,juga ingin keluar. Ya Allah,kuatkanlah aku.
"Baiklah, ikuti aba-aba saya bu. Tolong, di bantu istrinya Tuan". Dokter, mengarahkan agar bekerja sama.
"Semangatlah, sebentar lagi sayang. aku mencintaimu, sangat mencintaimu. semangat lah,aku selalu menemanimu". Al, mengelus-elus wajah sang istri. ia memberikan semangat,kepada Laila.
"Huuu...huuu...huuuu... Aaakkhh.....huuuhuu". Laila,mengejan dan mengikuti arahan sang dokter. Bertahanlah,kau pasti bisa Laila
"Kamu pasti bisa sayang,ini anak kita yang kedua". Sedari tadi Al, menahan air matanya. Melihat istrinya tak kuat, melihat wajah sang istri sangat kesakitan dalam senyumannya. Air matanya mengalir,di sudut mata sang istri.
"Ayo bu, sebentar lagi. Kepalanya, Sudah keliatan. 1...2..3..."
"Huuuu...Huuu... Aaaaakkkkhhhh...." suara Laila,mengejan sekuat tenaga. "haaa...haaa...huuuu....huuuu.... Aaaaakkkkhh...!!!.
"Terus bu,ayo... semangat, sedikit lagi....terus bu". kata dokter, begitu juga Al menyemangati istrinya.
"Ayo... semangat sayang,kau bisa". Al, menghapus air matanya menggunakan lengannya.
"Huuuu... Aaaaaaakkkkhhh....". Laila, mengejan sekuat tenaga dan tangannya mencekram lengan sang suami.
Oowekkkk....Ooweekkk... Ooweekkk....
Suara tangisan bayi,sudah terdengar. Akhirnya Laila,bisa bernafas lega. Keringatnya bercucuran membasahi kepala, nafasnya ngos-ngosan tubuhnya sudah melemah. "Terimakasih,sayang. Aku tidak bisa,membayar betapa besarnya perjuangan mu". Al, langsung memeluk istrinya yang masih berbaring lemah.
Laila, hanya diam tak mampu bersuara apapun lagi. tubuhnya sangatlah,lemah karena melahirkan dua sekaligus. para dokter,yang mendampingi dirinya. begitu kagum,atas kekuatan tenaganya. Laila.
"Tuan, anak yang kedua laki-laki". Ucap sang dokter, sontak membuat Al dan Laila terkejut.
__ADS_1
Pasalnya mereka membeli perlengkapan serba warna pink, semuanya pilihan Ayunda. Terakhir USG,memang di nyatakan anak mereka perempuan.
"Laki-laki,". Gumam Laila. Alhamdulillah,kembar pengantin anak kami.
"Laki-laki, bagaimana bisa". Tanya Al,nampak tak percaya. Ia melihat buah hatinya, begitu menggemaskan dan ingin menggendong anaknya. namun dokter,tidak memperbolehkan dulu.
"Tuan,memang USG dan hasilnya berbeda. USG, bagaikan kita ngintip. Terkadang benar dan terkadang salah,". Ucap sang dokter, kini Al hanya manggut-manggut mendengar jawaban dari dokter. "Silahkan,Tuan keluar dulu. Kami ingin menjahit,karena ada sedikit robek".
"Robek? Apanya yang robek dok,". Al,yang kebingungan ia langsung menoleh ke arah milik istrinya.
Al, membulat matanya dengan pemandangan milik sang istri yang berlumuran darah. Ia syok dan mengundurkan langkahnya,air matanya luruh sudah dan langsung meninggalkan istrinya.
Laila, nampak terkejut melihat suaminya. Yang langsung meninggalkan, dirinya.
"Mungkin suaminya,masih syok. Ibu tenang yah,kami menjahitnya dulu". Kata dokter,yang menangani Laila. Dia hanya mengangguk kepala dan mengikuti perkataan dokter.
Al, yang sudah di luar. Ia mengusapkan wajahnya dengan kasar dan duduk di kursi.
J, langsung mendekati anaknya. Yang nampak murung, sudah pasti ada masalah. "Mana mamah,". Tanya Al,yang terlihat tidak ada sesosok Ibunya.
"Mamahmu,pingsan karena mendengar cucunya berubah jadi laki-laki. Kenapa,hemmm? Nampak muram, bukankah kamu bahagia mendapatkan anak dua sekaligus ". J, menepuk pundak anaknya.
"Satu hal yang harus kau ketahui,nak. Jangan pernah menyakiti istrimu,apa lagi berpaling ke wanita lain. Ingatlah, bagaimana perjuangan melahirkan anak kalian. Alhamdulillah, Laila melahirkan normal di bandingkan oprasi". J, menasehati anaknya.
Al,hanya mengangguk dan menghapus air matanya. Tak lama kemudian, Laila keluar dari ruang bersalin. J,juga menasehati anaknya. setelah melahirkan, seorang wanita menjadi sensitif soal perasaan. jangan sampai menyakiti hati dan mengakibatkan pikirannya terganggu.
Al, langsung mengikuti istrinya . Awalnya, Laila nampak sedih takutnya sang suami jijik atau apa. Ternyata,dia salah tebak. mungkin sok,karena melihat darah.
**********
Dua jam kemudian, Laila masih berbaring lemah. Mereka masih menunggu kedatangan,anak mereka.
"Kasian sekali cucuku,yang laki-laki harus memakai warna ping". Ayunda, menggerutu dirinya sendiri.
"Gak papa sayang, nanti belilah lagi. Alhamdulillah,dapat cucu laki-laki". J, tersenyum sumringah.
"Sekarang kita adil,gak ada rebutan lagi. Sayang,apa kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kita". Tanya Laila,ia bahkan tak kepikiran nama anaknya.
__ADS_1
"Ck,makanya jangan asal makan saja. Kalau soal nama,sudah aku pikirkan. Aku sama papah, sudah mencari nama yang bagus". Jawab Al, sambil menyuapkan makanan ke mulutnya Laila.
"J, katakan apa nama-nama cucu kita"
Ayunda,tidak sabar mendengar nama-nama cucu nya.
"Ciyeee....kepo yah,kasih tau gak". Kekehnya J,yang dapat cubitan dari Ayunda. "Aaauukkk....".
"Jangan kasih tau,pah? Biarkanlah, mereka penasaran dan jiwa kekepoannya meronta-ronta.hahahahha." gelak tawa Al, sang istri langsung berwajah masam.
"Laila....!!!". Teriak Shelly, yang masih di ambang pintu. "Selamat yah,atas lahirannya. Ehh..mana anak-anak kalian". Shelly, calingukan sekeliling.
"Selamat yah,bro". Herman, langsung memeluk sahabatnya.
"Terimakasih,". Jawab Al. "Sebentar lagi,akan di bawa ke sini".
"Taraaa... bagus kan baju,anak kalian. Spesial buat di kembar,". Shelly, memperlihatkan gaun kembar berwarna ping.
"Shelly, anakku satu perempuan dan satunya laki-laki ". Kata Laila, pelan.
"Apa...? Bagaimana bisa". Ucap shelly, bersamaan.
"Hussssttttt... pelankan suara kalian". Tegur J,yang merasa telinganya hampir pecah.
"Maaf,Om. Ripleks,karena anak Al tiba-tiba bisa berubah ". Kekehnya Herman,ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kagetkkan kalian,hemm....papahku saja,dia kalah dengan ku. Aku bisa sekali cetak, langsung dua. Sedangkan,papahku dua-duanya masih kalah". Ucap Al, tersenyum bangga dan melirik sekilas ke arah J.
J,hanya berdecak kesal. "Ck, siap-siap kau akan kewalahan menghadapi anakmu yang aktif".
"Hahahaah.... mungkin saja,papahmu lemah,". Kata Herman,namun J langsung menatap tajam ke arahnya. "maksudnya,anu... heheheh,maaf om".
Beberapa menit kemudian, dokter dan perawat lainnya. masuk kedalam dan membawa anak-anak mereka. Ayunda, langsung mendekati cucu-cucunya yang sangat menggemaskan.
"lihatlah, mereka sangat menggemaskan sekali. persis seperti Al dan kai lagi kecil". ucap Ayunda, langsung menggendong cucu perempuannya.
"Laila,kau akan iri. lihatlah,anakmu tidak ada mirip dengan mu". kata Shelly, ia tersenyum manis.
__ADS_1
"Hemmm...aku yang lelah dan kesakitan. tapi,tidak ada mirip dengan ku". Gerutu Laila, wajahnya terlihat sangat bahagia."Sayang,siapa nama anak kita". tanya Laila,dan membuat yang lainnya penasaran.