ANTARA DUA PERASAAN

ANTARA DUA PERASAAN
Satu Tahun Kemudian (S2)


__ADS_3

Satu Tahun Kemudian,Kai berdiri di depan cermin.


Ia melihat dirinya sendiri,di pantulan cermin. Terlihat jelas, postur tubuhnya sangat bagus dan kekar.


Sangat pas,saat dia menggunakan pakaian Jas berwarna hitam dan dasi.


Hari ini,dia menjadi seorang CEO salah satu perusahaan kakaknya Al.


Kai, memutuskan untuk meninggalkan mimpinya dan berniat untuk membantu sang kakak.


Ia harus kehilangan mimpinya,tak sanggup meninggalkan kedua orangtuanya sudah tua.


Apa lagi, kesibukan orangtuanya menjaga cucunya di mansion milik ayahnya.


Kai, menghembuskan nafas beratnya dan keluar dari kamar.


Prokkk..... Prokkk.... Prokkk.....


Al, bertepuk tangan ketika sang adik keluar dari kamarnya. "Waw.... lihatlah pah,mah... bagaimana, penampilan seorang Kai Xavier Negredo. Hari ini,dia di nobatkan menjadi CEO. Semangat lah,banyak gadis-gadis akan terpikat dengan mu". Al, menepuk pundak adiknya.


"Al, maksud ucapan mu apa". Kata Laila, taringnya segera muncul. Saat sang suami,berkata gadis-gadis cantik.


"Ehhh...gak kok, sayang. Maksudnya, untuk kai. Yang harus berhati-hati, kenalkan dia adalah Andrew. Yang akan membantu mu nanti,ada juga Adina sekertarismu. Bukan sekertaris pribadi,tapi sekertaris perusahaan membantu mu. Ingatlah,ada hati yang di jaga". Tegas Al, tersenyum smrik.


"kenapa harus perempuan, menjadi sekertarisnya. Tidak adakah, seorang pria lain". Kai,nampak tak suka memandang ke arah Adina. Apa lagi, pakaiannya sangat kurang bahan. "Pakaian mu,tolong ganti. Jangan seperti itu, kurang bahan saja".


"Kai,kamu apa-apaan sih? Anggap saja,cuci mata. Bukankah, begitu sayang". Ucap Ayunda, sambil menyindir suaminya.


"Ehhh...mana ada,aku sepakat apa perkataan Kai. Kau siapa namamu? Ganti pakaian,jangan model beginian". J, langsung membantah perkataan istrinya.


"Baik,Tuan". Jawab Adina,ia tersenyum kecil. Sial, sepertinya sangat susah di taklukkan hatinya.


*********


Sesampai di perusahaan,Kai di sambut beberapa staf kantor.


Begitu juga para karyawan, memberikan hormat kepada Kai. Yang sudah resmi, menjadi CEO di tempat mereka bekerja.


Setelah memperkenalkan diri,Kai langsung menuju ke ruang kerjanya. Tepat di lantai atas,Andrew dengan setia menemani bosnya.

__ADS_1


Para karyawan kantor, sangat suka dengan CEO baru mereka. Karena sangat tampan dan masih muda,tapi sayang terlihat tegas dan dingin.


"Adina, beruntung sekali kamu menjadi sekertarisnya". Ucap Yuka,kepada Adina.


"Hemmm....aku pergi dulu,mau membuatkan kopi untuk bos baru". Kekehnya Adina,ia melenggang pergi meninggalkan Yuka.


Sedangkan Elvina, tengah sibuk membuat lamaran pekerjaan. Dia tak ingin mengurus perusahaan, peninggalan ayahnya.


Dia melepaskan perusahaan ayahnya,dan masih di naungan sang paman. Elvina,hanya meminta persen saja.


Rencana Elvina, ingin melamar kerja di perusahaan Kai. Ia ingin memberikan kejutan, kepada sang kekasih.


Susah payah,sang paman membujuk pamannya untuk mengurus perusahaan peninggalan ayahnya. Namun Elvina, menolaknya. Karena dia,tak ingin membuat kesalahan besar. Apa lagi dia,tidak ada pengalaman besar memegang perusahaan besar seperti itu.


Sang paman,hanya sabar dan memberikan waktu kepada keponakannya itu.


Pagi-pagi sekali, Elvina siap interview kerja di perusahaan Kai.


Salah satu satpam, memberitahu kepada Elvina. Dimana ruang tunggu,interview kerja.


"Astaga, sangat banyak sekali". Gumam Elvina,ia terkejut melihat banyak orang juga interview kerja di perusahaan ini.


Dengan perasaan dongkol, terpaksa Elvina keluar dari ruangan tersebut.


Saat keluar dia melihat Kai, tengah menuju ke arah. Ingin menemuinya,namun langsung di urungkan niatnya.


[Aku ada di perusahaan mu]


Elvina, mengirim pesan kepada kekasihnya. Berharap, secepat mungkin di balas.


[Aku berada di bawah, parkiran mobil. Temui aku,ada sesuatu yang aku perlihatkan].


Beberapa menit kemudian, akhirnya Kai membalas pesan nya. Hati Elvina, berbunga-bunga bercampur aduk.


Elvina,berada di parkiran mobil. Ia mondar-mandir, tak jauh dari lift.


Saat lift terbuka lebar, terlihat sesosok Kai langsung menghampiri Elvina.


Kai, menatap tajam ke arah kekasihnya. Yang hanya menggunakan rok pendek dan ketat,apa pagi menggunakan baju lengan pendek. Dua melon, menonjol sempurna dan memperlihatkan paha yang mulus.

__ADS_1


"Kenapa kamu menggunakan, pakaian seperti ini" kai, langsung marah melihat pakaian kekasihnya.


"Aku berpakaian seperti ini,mau lamar kerja. Tapi, tutup karena jam makan siang". Jawab Elvina, langsung menarik tangan Kai dan masuk ke dalam mobil.


"Lamar kerja? Untuk apa, bukankah kamu memiliki perusahaan ayahmu". Kata Kai, langsung melepaskan jas dan menutupi pangkal paha mulus Elvina.


"aku mencari pengalaman dulu,mana sanggup mengurus perusahaan besar itu. Aku beri kepercayaan,kepada paman. Lihatlah,aku melamar pekerjaan di perusahaan mu". Elvina, langsung memperlihatkan surat lamaran pekerjaan.


Kai,hanya menepuk jidatnya saat ini. "Astaga,kenapa tidak bilang-bilang". Kai, langsung mengambilnya dan menyimpan ke tempat lain. "Akan aku bawa,kamu di terima di perusahaan ini. Aku akan mengajari mu, bagaimana mengurus perusahaan"


"Benarkah, terimakasih sayang". Elvina, langsung bergelut manja. "Tapi,jangan ada yang tau kalau kita memiliki hubungan. Aku tidak ingin, mereka membuliku."


"Hemmm.... terserah apa katamu, asalkan yang rajin bekerjanya". Kai,membalas pelukan Elvina.


Mereka berdua berciuman dengan mesra,di dalam mobil. Kai, tidak masalah jika sang kekasih bekerja di perusahaannya. Biar dia,juga bisa menjaga dirinya.


Elvina, memutuskan untuk melanjutkan kuliah sambil bekerja. Bagi Kai, waktunya sudah terkuras habis di perusahaan. Mana sanggup, untuk kuliah lagi.


"Aku akan membagi waktu, antara kuliah dan bekerja. kamu akan menjadi sekretaris pribadiku,". bisik Kai,deru nafas terasa di telinga Elvina.


"seminggu dua kali,aku turun kuliahnya. sisanya, untuk bekerja. terus hari minggu,jam kosong untuk beristirahat". gumam Elvina,masih duduk di pangkuan Kai.


"Jam makan siang, sudah selesai. aku pergi dulu. berkasnya aku bawa, ingatlah besok harus bekerja. pakaian, janganlah seperti ini. sama saja,kamu sedang menggodaku". Kata Kai, tersenyum smrik.


"Kalau aku memang benar, menggodamu. lalu,apa yang kamu lakukan". Elvina,malah membuka kancing kemejanya Kai.


"Sssshhhttt....Apa kamu siap, mengandung benihku.Heeeemmm...".


"Mesum....!!!!" Gerutu Elvina, langsung menjauhkan dirinya dari Kai.


"pulanglah,aku akan mampir malam tadi" kedip mata Kai,dan senyum tipis di bibirnya.


Elvina, hanya mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Kai. "untuk apa, malam-malam kerumah perempuan".


"Lah,mau menghambur benihku di ladang milikmu". Ucap Kai, dengan senyuman nakal.


"Mesuuuuuum......". Bentak Elvina, langsung menutup pintu mobilnya dan menjulurkan lidahnya ke arah Kai.


Kai,hanya tersenyum kecil dan melambaikan tangan. Lalu menghilang,saat pintu lift tertutup. "Semakin ke sini, Kai semakin mesum". gerutu Elvina, langsung meninggalkan parkiran mobil. ia menancapkan gas mobilnya, dengan kecepatan sedang. hingga akhirnya, meninggalkan perusahaan Kai.

__ADS_1


__ADS_2