Black Swan

Black Swan
13


__ADS_3

"sial!" seseorang dengan marah melempar gelas koktailnya ke arah dinding. dia benci ketika kesenangannya diganggu dan kabar buruk ini benar-benar menghancurkan moodnya. rasanya dia ingin membunuh seseorang saat ini juga.


"sampai kapan dia terus mengganggu bisnisku." desisnya mengepalkan tangan.


"tenanglah carlos! kau tidak akan bisa berpikir jernih jika terus marah seperti ini." sahut seseorang yang duduk santai di sofa bersama wanita penghibur di sampingnya.


"bagaimana kau bisa menyuruhku tenang, hah!kokain milikku gagal diselundupkan di pelabuhan. aku sudah menghabiskan banyak uang untuk menyuap mereka tapi ini hasilnya?!"


"aku rugi besar bruno."


bruno diam menatap carlos tajam, hampir satu menit mereka saling bertatapan hingga carlos memutus kontak mata, lalu menghela nafas kasar, menenangkan dirinya dengan kembali duduk. tangannya mengambil salah satu botol tequila yang ada di meja meneguknya kasar.


"tyler!! lihat saja? aku akan membalasmu." desis carlos dengan rahang mengeras sekeras batu, dia menyumpahi laki-laki itu ribuan kali. lagi lagi dia yang kalah! kenapa! kenapa dia tidak pernah bisa mengalahkan xander!


"tuan?" seseorang tiba-tiba masuk menginterupsi ketegangan di ruangan itu. salah satu ruang naratama mewah tempat yang dikhususkan untuk mereka bersenang senang, jauh dari kegaduhan club yang ada diluar.


"kau mendapat sesuatu untukku?" tanya bruno melihat tangan kanannya datang menghadap.


"kami menemukan gadis ini tinggal di mansion alexander di siberia, tuan."


"siapa dia? seperti tidak asing." tanya bruno menatap foto itu dengan mata memicik sambil mengingat.


"luna william, putri sulung dari konglomerat ternama sean william."


wajah bruno dan carlos seketika berbinar, terkejut sekaligus senang akhirnya mereka menemukan cara untuk menghancurkan tyler alexander dari dunia ini.


"dia menculik gadis ini?"


"kenapa? apa dia mempunyai dendam dengan sean william!"


"apa kau percaya jika aku mengatakan dia jatuh cinta pada gadis itu tuan?" kata ian hati-hati.

__ADS_1


suasana yang hening tiba tiba dipenuhi suara tawa carlos yang meledak mendengar perkataan ian. "kau bercanda? apa kau sedang bermain-main denganku!?"


"tidak mungkin," timpal bruno. "bagaimana mungkin iblis ini bisa jatuh cinta?!" bruno yang melihat carlos tertawa hanya tersenyum miring ingin memastikan perkataan ian, masalahnya dia juga tidak percaya iblis terkutuk ini bisa jatuh cinta.


"info ini sangat akurat tuan. luna william benar benar diperlakukan dengan istimewa oleh tyler tuan. semua keinginannya dikabulkan oleh tyler tuan dan dia sangat menjaganya."


"hah! hahaha!!" carlos dan bruno tertawa puas, "aku akhirnya bisa menemukan kelemahanmu." kekeh bruno dengan sangat senang. ini akan menjadi akhir untukmu xander. kali ini aku akan mengalahkanmu.


"siapakan gadis perawan untukku. aku ingin merayakan kabar bahagian ini." perintah carlos sambil meneguk habis taquilanya sementara bruno sudah bermain main dengan dua orang gadis di sampingnya.


⚔️⚔️⚔️


"aku berfikir jika kau dan victor adalah dua iblis yang tidak akan pernah jatuh cinta. ternyata aku salah." ujar selena membuka suara, suaranya lebih mendominasi diantara tiga manusia dingin yang hanya menimpali seadanya.


saat ini mereka sedang berada diruang makan, menikmati santapan makanan lezat yang sudah tersaji dihadapan mereka.


"iblis ini juga manusia." bala tyler singkat setelah menelan potongan stick miliknya,


"ev." lirikan tajam selena membuat evan memutar bola matanya kesal, selalu saja tyler yang dia bela, siapa sebenarnya disini yang menjadi suaminya? apakah itu evan atau tyler? selena seharusnya membelanya bukan?


"aku hanya asal bicara–"


"setidaknya boss tidak menghamilinya diluar nikah." potong victor, kali ini dia membuka suaranya setelah lama diam.


prang!! tanpa perlu menunggu waktu lama emosi evan sudah memuncak. dia menggebrak meja dengan rahang mengeras menatap tajam victor.


"sejak kapan kau seberani ini menghinaku victor." desisnya tidak terima.


"apa aku pernah takut padamu?" tanya victor dingin sambil tersenyum miring, senyum iblis khasnya dia perlihatkan, rasanya sudah cukup selama ini dia menghormati evan sebagai adik dari tyler. cukup kesabaran victor mendengar laki-laki itu menghina bossnya. "tetap jaga batasanmu! jika aku mendengar kau menghina tuanku lagi maka aku akan membunuhmu detik ini juga." peringatannya.


"vic!" selena menatap victor tajam memperingatkan karena dia tau ancaman victor tidak main-main. ada batas dalam kesabaran, dan jika evan melewati batas itu, selena tahu semua tidak akan baik-baik saja.

__ADS_1


"kau pikir aku takut?!" evan terkekeh kecil, raut wajah dingin dan tatapan tajam victor sama sekali tidak membuatnya takut.


"ternyata aku telah salah mengambil keputusan?!" lirih tyler memecah ketegangan, dia menatap evan lalu victor kemudian selena dengan penuh arti.


hening sesaat, selena yang menatap tyler mengernyit alis bingung, "keputusan apa?" tanyanya penasaran.


tidak ada perbincangan mengenai masalah itu tapi baik tyler, victor maupun evan tahu apa makna dan tujuan dari ucapan tyler barusan.


"dia bahagia bersama ku kau pikir itu kesalahan?!" suara evan semakin meninggi, aura ruang makan ini benar benar sangat panas.


"temperamen mu sangat buruk, ev. kau tahu sifat itu adalah kelemahan terbesarmu. bercerminlah dan atur emosimu. jangan sampai emosi sesaat itu menghancurkanmu." ucapan tyler sebelum bergerak bergerak mengambil gelas wine lalu meminumnya.


"hentikan topik pembicaraan ini!"


"dan nikmati makan malamnya." putus tyler, mereka bertiga mengangguk setuju. meski masih kesal, evan berusaha meredakan emosinya. dan memilih kembali makan. sementara selena melirik tajam victor yang juga sedang menatapnya sambil mengangkat satu alis, ucapan victor barusan membuat selena tersinggung, teganya di berkata seperti itu pada sahabatnya sendiri, apa salahnya hamil diluar nikah ketika mereka sama-sana saling mencintai?!


"permisi tuan." pelayan tiba- tiba datang dengan raut wajah ketakutan terlihat dari ucapannya yang tergagap-gagap."n-nona luna menolak untuk ikut makan malam, tuan." ucapnya melapor setelah tyler menyuruhnya untuk memanggil luna di kamarnya.


selena berdehem, "aku seperti nya salah bicara tadi."


tyler menatap selena seakan menginginkan penjelasan lebih. "aku menceritakan sedikit tentang organisasi kita." katanya sambil melirik tyler takut melihat tatapan mengintimidasi darinya.


"dia memang harus tau iblis seperti apa aku ini." kata tyler santai, sebelum bangkit meninggalkan meja makan menuju kamar luna.


entah cepat atau lambat luna pasti akan menyadari siapa dirinya, iblis paling mengerikan yang pernah hidup didunia ini, tak kenal ampun ataupun perintah. dia berkuasa atas dirinya sendiri dan orang-orang dibawahnya. dia iblis yang menginginkan kekacauan lebih dari siapapun didunia ini.


jika pada akhirnya luna pasti akan mengetahuinya. kenapa tyler harus menundanya lebih lama? apa karena dia takut luna akan membencinya, apa dia takut luna tidak akan membalas perasaanya?


tapi apapun ketakutan tyler, dia sadar dia tidak bisa menyembunyikan fakta tentang jati dirinya, jika memang suatu saat nanti pada akhirnya luna akan jatuh cinta padanya, maka cinta itu tulus yang pantas tyler terima.


__ADS_1


__ADS_2