Black Swan

Black Swan
23


__ADS_3

tyler berjalan mendekati luna, menekuk kedua lututnya untuk mensejajarkan tubuh mereka. satu tangannya menggenggam erat tangan luna sementar satunya lagi terulur mengusap bekas air mata yang mengalir dipipi luna sebelum berucap dengan nada penuh penyesalan. "aku minta maaf. " lirih tyler pelan.



"maaf karena terus membahayakanmu."


suara itu begitu lembut, syarat akan penyesalan didalamnya, ketika luna menatap manik mata sebiru samudra itu, terpancar kekecewaan yang mendalam pada dirinya sendiri.


cukup lama, mereka saling menatap dalam diam. usapan lembut tyler dipipi menyadarkan luna, sebesar apapun luna ingin menyangkal perasaannya. dia tidak bisa terus membohongi dirinya sendiri, bagaimana dia terus memikirkan tyler! bagaimana jantung berdebar kencang saat bersamanya! bagaimana sentuhannya membuat luna merasa nyaman.


ditambah lagi fakta yang baru saja ia ketahui. pangeran kecil yang selama ini dia cari adalah tyler, bocah laki-laki yang menyelamatkan hidup luna sehingga ia masih bisa menghirup udara sampai saat ini. itulah yang membuat luna tidak lagi ragu akan perasaannya. luna meresapi usapan lembut tyler di pipinya, begitu hangat dan nyaman.


"sepertinya aku telah jatuh padamu." kata luna tiba-tiba seraya menunduk.


satu detik. dua detik. tiga detik. tyler diam mematung, masih berusaha mencerna pernyataan luna yang tiba-tiba. jantungnya tyler berdebar kencang. tubuhnya membeku. untuk sesaat dia merasa waktu berhenti sejenak.


sungguh tyler tidak menyangka kalimat itu akan ia dengar dan ketika ia mengerti maksud dari kata-kata itu, tyler tertegun tanpa sadar matanya berkaca-kaca, sampai sentuhan lembut di pipi menyadarkannya.


"a—apa yang baru saja kau katakan?"


"bisa kau ulangi sekali lagi?" tanya tyler masih sulit percaya.


"tidak." luna menggeleng menolak, tanpa sadar air matanya mulai mengalir, "terlalu sulit untuk mengulanginya." lirihnya rendah.


"luna." panggilan tyler membuat luna menariknya, menyatukan kedua kening mereka bersama. hembusan nafas mereka berdua saling bersahutan, berbagai macam perasaan yang sulit untuk dijelaskan, khawatir, takut dan frustasi menjadi satu.

__ADS_1



sangat sulit untuk menyembunyikan perasaan yang telah tumbuh memenuhi hatinya. luna ingin menyakal ribuan kali pun, hatinya tidak bisa berbohong. dia tersiksa karena tyler berhasil membuat luna jatuh di titik yang paling dalam untuk mencintainya. jauh lebih besar memenuhi hatinya tanpa menyisakan satu tempat pun untuk orang lain termasuk edward. laki-laki yang membuat luna terus mati matian menyangkal perasaannya ini.


luna ingat jelas bagaimana kejadian penembakan di altar itu terjadi tepat sebelum edward mengucap janji suci pernikahan. luna seharusnya tidak bersembunyi dibalik kata suami hanya untuk mencegah perasaan ini tubuh di hatinya, padahal luna sendiri yang paling tahu pernikahannya dan edward belum terjadi.


kini luna menyadari perasaannya, tapi fakta yang luna dapatkan membuatnya takut.


"kau membuatku takut." tangis luna, seberapa besar perasaan yang ia punya pada laki-laki ini satu yang pasti, dia takut pada tyler, dan ketakutan inilah yang membuatnya ragu karena pada akhirnya dialah yang akan tersakiti. karena tak peduli apapun itu tyler selalu menempatkan dirinya dalam bahaya.


tyler menelan salivanya. dia tahu, dan itu membuatnya hancur. jika luna memiliki perasaan padanya maka yang jelas itu adalah rasa takut. siapa yang tidak takut berdekatan dengan iblis sepertinya? dia seburuk buruknya manusia terburuk di muka bumi ini. mengerikan dan tak kenal ampun, tapi untuknya luna berbeda karena tujuan dalam hidup tyler adalah membahahiakan luna. tyler bahkan siap memberikan segala yang dimilikinya untuk gadis ini, tak terkecuali nyawanya.


luna menjauhkan wajahnya menatap tyler dengan air mata yang mengalir deras. tangannya mengusap lembut pipi laki-laki itu, "aku takut padamu. tapi rasa takut itu tidak sebanding dengan rasa takut jika aku harus kehilanganmu." jelasnya.


deg! baru kali ini tyler merasakan puncak kebahagian dalam hidupnya, rasa bahagia yang melambung tinggi tak bisa dibendung. untuk pertama kalinya seseorang merasa takut kehilangannya. untuk pertama kalinya dia merasa diinginkan untuk ada didunia ini.


"namun... bisakah kau berhenti menjadi mafia?" tanya luna tiba -tiba membuat tyler terdiam membisu.


"aku ingin kau berhenti menjadi mafia. berhenti membunuh, jangan melakukan kejahatan. aku benci melihatmu bertindak kejam seperti itu."


"cukup sampai disini saja tyler! jangan lakukan itu lagi!" minta luna, dia tahu, ucapannya barusan menempatkan tyler di dalam posisi yang sulit. organisasi ini merupakan hal yang paling berarti bagi tyler.


"luna..." bibir tyler kelu, rasanya permintaan itu sangat sulit untuk dikabulkan. tyler dan organisasi ini adalah satu. mereka tidak dapat dipisahkan. tyler tidak bisa memilih antara luna atau organisasinya. keduanya penting untuk tyler.


"kumohon. aku tidak menginginkan tyler yang sekarang. aku menginginkan seorang alex. alex yang dulu, orang yang sama yang menolongku waktu kecil." dua kali luna memohon pada tyler, tapi laki-laki itu hanya terdiam. sangat bimbang dengan pilihan sulit ini..

__ADS_1


"a—aku." ucapan tyler menggantung. dia tidak tahu harus memutuskan apa.


"luna."


"sepertinya kau tidak akan pernah mau melakukannya bukan?" simpul luna, dia pikir dengan dicintai laki-laki itu, dia akan bisa membuat tyler menurut padanya. ternyata luna salah. tyler pasti lebih memeilih organisasi ini yang sudahbertahun tahun bersamanya daripada memilih luna yang baru ia kenal selama beberapa bulan.


"pilihlah. aku atau organisasimu ini." kata luna tegas.


lama tyler berpikir, dia bimbang. ini sama sakali tidak pernah terpikirkan olehnya. mungkinkah dia akan menarik kata katanya barusan bahwa dia siap memberikan segalanya bagi luna tanpa terkecuali. tapi... meninggalkan organisasi? yang benar saja! organisasi ini adalah hidup tyler, dia sama saja disuruh memilih kematian untuk dirinya sendiri.


hingga luna ingin beranjak dari tempatnya tyler tahu apa yang selama ini dia inginkan hanyalah luna, tidak ada yang lain. "untuk apa kau repot-repot menyuruhku memilih." sengit tyler mencegah luna untuk pergi.


"jelas jawabannya adalah kau. dari ribuan pilihan kau yang akan selalu menjadi pilihanku." ya. tyler benar. dari awal dia tidak berniat untuk masuk dalam dunia gelap ini. tyler hanya mengikuti alur takdir yang membawanya sampai pada posisi sekarang.


dan ketika tujuan hidupnya tercapai. apalagi yang tyler inginkan selain bersama luna selamanya. "berikan aku sedikit waktu." kata tyler lagi penuh permohonan, tidak semudah itu dia mundur sebagai ketua secara tiba-tiba, banyak yang harus diselesaikan sebelum meninggalkan organisasi ini termasuk mencari pengganti yang tepat.


"aku akan melakukan apapun keinginanmu."


luna tersenyum mengusap air matanya lalu memeluk tayler erat, "bukannya aku membenci tempat ini. hanya saja... tempat ini membuat dirimu menjadi buruk. itu yang ku takutkan tyler. aku tidak bisa terus melihatmu melangkah ke jalan yang salah. apalagi harus melihatmu terjun ke dalam bahaya." lirih luna pelan.


"aku tahu." jawab tyler sambil mengusap lembut rambut luna.



__ADS_1



__ADS_2