
"seminggu telah berlalu dan kami sudah mulai membantumu menyelundupkan senjata dan barang haram itu memasuki wilayah calabria."
"kau sendiri berjanji akan membawa putriku kembali dalam dua hari lalu mengapa sampai detik kau belum membawanya kepadaku!" teriakan marah dari sean mengudara ke setiap sudut ruangan.
"tenanglah dulu tuan..."
"bagaimana kami bisa tenang! ketika nyawa luna berada dalam bahaya sekarang." kali ini edward menimpali, laki-laki itu tiba bersama sean untuk memaki bruno karena pergerakannya tidak membuahkan hasil sama sekali.
sean dan edward sungguh sangat muak untuk terus menunggu seperti sebelum-sebelumnya apapagi ketika mereka sudah mengetahui siapa dalang dari penculikan yang terjadi pada luna. sayangnya, mereka menghadapi orang yang sangat berbahaya.
"cepatlah bertindak sebelum kau menerima akibat jika luna sampai kenapa-napa!"
"tidak bisa secepat itu tuan sean. ini semua demi keselamatan putrimu, kita tidak boleh bertindak gegabah. berikan aku sedikit waktu lagi. aku juga sedang menunggu kabar dari carlos." ujar bruno menenangkan.
sean tersenyum miring, "apa aku harus terus percaya dengan omong kosongmu."
"tentu saja kau harus. karena hanya aku yang bisa kau andalkan saat ini."
"tidak mudah karena luna berada di kawasan teritorial rusia, dan tempat itu adalah pusat wilayah kekuasaan alexander. sangat sulit untuk bisa menembus tembok tinggi itu, aku harus mempersiapkan segala cara dengan sangat matang, apalagi ini mempertaruhkan nyawa putrimu. tunggu dan lihatlah aku akan membawa segera putrimu."
sean mencermati perkatan bruno. benar, dia hanya bisa mengandalkan bruno, lawan yang sesuai dan setara untuk menghadapi alexander sebagai sesama mafia kelas atas. sean juga tidak bisa melakukan apa-apa, mengobrak abrik pemerintahan hanya akan memperparah keadaan mengingat hubungan bilateral italia dan rusia sedang tidak baik baik saja setelah adanya konflik perjanjian damai dengan ukraina. sean tidak bisa membuat pemerintah ikut campur dalam masalah ini, terlebih sean tahu ada pengaruh alexander di dalam pemerintahan.
sementara bruno sendiri sangat risau selama seminggu ini, ia menunggu informasi dari adiknya carlos dan semua anak buah yang telah ia tugaskan menyelinap ke wilayah siberia. tapi tak ada satupun dari mereka yang menunjukkan adanya tanda tanda perkembangan dari rencana mereka justru carlos dan semua anak buahnya seolah olah lenyap ditelan bumi, menghilang dan tidak berjejak.
apa mereka tertangkap? pikir bruno.
namun, tidak ada kegemparan yang terjadi di pemerintahan rusia. semua tampak normal dan berjalan seperti biasa. pembunuhan besar besar yang berencana mereka lakukan tidak mungkin tidak tercium oleh sistem pertahanan negara itu. ada yang tidak beres. apa sebenarnya yang sudah terjadi? rusia tidak akan diam saja mengetahui puluhan orang berhasil menyelundup masuk ke negaranya.
"maaf mengganggu anda tuan. seseorang tidak dikenal mengirim paket ini untuk anda." kata seorang pengawal yang datang sambil membawa sebuah box berukuran sedang kehadapan bruno.
__ADS_1
"apa aku punya waktu untuk mengurusi hal sepele seperti ini sekarang!!" kesalnya menatap tajam anak buahnya itu.
"ini dari musuh bebuyutan anda, ada secarik pesan yang tertulis disini." perkatan tangan kanan nya membuat bruno mengalihkan perhatian.
siapa? apa bruno harus menghafal satu persatu musuh-musuhnya, dia tidak punya waktu untuk itu. lagipula dia mempunyai punya banyak musuh di luar sana tidak mungkin bruno bisa menghafal nama semua musuhnya.
"tyler alexander tuan."
alis bruno seketika terangkat, ia merebut secarik kertas itu lalu membaca isinya.
besok aku pastikan kepalamu yang akan berada didalam sini!
deg!
suara keterkejutan seketika mengudara saat kotak itu terbuka. semua orang yang berada di ruangan membelak mata penuh keterkejutan hingga mengambil beberapa langkah mundur, apa yang ada di dalam sana tidak akan pernah terpikirkan oleh manusia manapun didunia ini. memang karena pengirimnya adalah seorang iblis yang berada dibalik topeng manusia.
"lihatlah!"
baik sean dan edward tidak bisa berkata-kata. untuk pertama kalinya mereka melihat kepala manusia yang sudah diawetkan terpampang jelas di dalam kotak itu
"sekarang kau tahu seberapa menakutkannya tyler alexander!!"
desis bruno membuat sean menyadari, dirinya terlalu meremehkan laki-laki itu. alexander jauh lebih buruk dari apa yang selama ini dia bayangkan dan itu semakin membuat dirinya frustasi. lunanya. putri kesayangannya saat ini bersama pria iblis itu.
⚔️⚔️⚔️
"tyler bukankah kau sangat berlebihan.." hardik luna ketika tyler mendudukannya di kursi meja makan. wajahnya memerah menahan malu, apalagi seluruh pelayan dan pengawal menatap mereka penuh arti, senyum geli mereka yang tertahan membuat luna semakin ingin menghilang dari tempat ini. tyler menggendongnya dari kamar hingga sepanjang jalan turun menuju ruang makan ini.
"apanya yang berlebihan?" alis tyler terangkat, tersenyum miring yang terkesan menggoda. "aku hanya menghkawatirkanmu. aku tidak mungkin membiarkanmu berjalan tertatih-tatih untuk sampai kemari."
__ADS_1
tyler meraih dagu luna lalu sedikit mencondongkan tubuhnya. "lagi pula kau perlu segera mengisi tenaga untuk melanjutkan kegiatan kita nanti." ujarnya menyeringai.
luna menyikut tyler lalu memberikannya tatapan tajam "dasar maniak. apa semalam masih belum cukup!"
"kau sama sekali tidak memberikan jeda untuk beristirahat. bagaimana bisa semalam masih kurang untukmu." kesal luna dengan pipi merona merah mengingat kegiatan intim mereka beberapa jam yang lalu. bahkan miliknya masih terasa sangat nyeri begitu juga kakinya yang lemas.
"karena kau begitu membuatku tergila-gila. dan kau juga menyukainya bukan." bisik tyler serak sebelum mendaratkan bibirnya.
para pelayan dan beberapa penjaga segera membubarkan diri dari sana begitu melihat dua sejoli ini bercengkrama dengan mesra serasa dunia hanya milik mereka berdua.
ciuman itu perlahan lahan berubah menjadi ciuman panas yang menuntut. lidah tyler merengsek masuk menjelajah setiap inci di dalam mulut luna. menyusuri langit langit mulutnya sebelum mengajak lidah mereka saling beradu.
lungguhan kecil luna membuat tyler mempercayai luna menginginkan hal yang sama dengannya. ah ****... tyler menginginkannya lagi. dia bahkan sangat mengingat setiap jengkal tubuh luna. punggung putih mulusnya, leher jenjangnya, serta miliknya yang membuat tyler kembali ingin tenggelam dalam kehangatan di bawah sana.
namun sepertinya tyler salah. luna justru bergerak mendorong pundaknya menjauh dan berkata, "aku rasa tidak akan ada istirahat jika kau terus melakukan ini tyler-hh." dengan susah payah di sela-sela ciuman mereka.
tyler menghembuskan nafas berat, melihat wajah lelah luna kesusahan meraup udara sebanyak-banyaknya membuat tyler merasa menjadi laki-laki paling brengsek di dunia, padahal dia tahu itu adalah yang pertama bagi luna. mau tidak mau tyler mengumpat kesal dia benar-benar berubah menjadi maniac sekarang. "kau benar tidak akan ada istirahat jika kita melanjutkan ini" tyler menjauhkan diri sambil berusaha meredakan hasratnya yang meluap-luap. dia harus menahan diri.
"maafkan aku." ujar tyler kemudian mengecup kening luna cukup lama lalu mengusap pipinya dengan lembut.
"sepertinya aku tidak bisa menemanimu untuk makan. jika aku berlama-lama disini aku tidak yakin apakah bisa menahan diri untuk tidak menyerangmu sekarang juga." luna memandang wajah tyler heran sebelum berubah menjadi kekehan geli, dia tahu tyler sedang berusaha keras menahan diri. dasar laki-laki ini... kapan dia akan merasa puas.
"habiskan makananmu dan beristirahatlah. aku akan segera menyusul setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan dengan victor, hmm."
dan kemudian laki-laki itu berbalik berjalan semakin menjauh. luna hanya bisa memandang punggung tyler yang menghilang dari ruang makan dengan senyum hangat. perlakuannya dan perhatian tyler membuat luna benar-benar luluh, tyler memperlakukannya layaknya guci mahal yang sewaktu waktu bisa saja tergores atau pecah. apalagi tatapan khawatir dan kilat gairah yang menyatu pada sinar matanya membuat luna merasa dicintai. tyler menarik diri dan pergi untuk menahan hasratnya karena takut menyakiti luna.
ditambah lagi luna mengingat pernyataan cinta tyler diakhir kegiatan mereka semalam. jantung luna berdegup kencang, ia milirik cincin yang tersemat di cari manisnya. ternyata tyler berhasil menjungkir balikkan perasaannya secepat ini atau lunalah yang sudah jatuh pada tyler sedalam ini? bahkan sekarang, baru beberapa saat yang lalu tyler meninggalkannya, luna sudah merindukan sosoknya, yang sekarang sudah menjadi suaminya...
__ADS_1