Black Swan

Black Swan
Maybe I Love You (Fifthy Three)


__ADS_3

Sian pov       


           Ini sudah dua hari sejak menghilangnya Eden, dan sejak itu pula aku melihat sahabatku yang juga merupakan atasanku itu berubah menjadi pria pemurung yang sangat mengerikan. Setiap hari ia selalu terlihat uring-uringan yang berujung pada kemarahan besar pada seluruh bawahannya yang tak bersalah. Terkadang aku merasa prihatin dengan kehidupannya yang sejak dulu tidak pernah mulus. Sikapnya yang terbentuk sekarang merupakan hasil dari didikan ayahnya yang keras.


            Masih kuingat dengan jelas bagaimana hancurnya Aciel saat kedua orangtuanya berpisah karena ayahnya memiliki wanita lain yang lebih dicintai. Ia memang berasal dari keluarga yang terpandang, jadi masalah orang ke tiga seperti selalu membayang-bayangi kehidupan keluarganya yang kaya raya. Saat itu aku sebenarnya belum mengerti masalah keluarga yang dialami oleh Aciel karena aku bertemu dengannya dalam keadaan yang sangat memalukan. Aku mencuri dompetnya saat itu, lalu aku ketahuan dan hampir mati konyol karena orang-orang akan memukuliku. Namun Aciel memilih untuk menyelamatkanku dan terus memberiku bantuan yang sangat banyak hingga akhirnya kami dapat bertahan menjadi sepasang sahabat yang tak terpisahkan. Namun ketika perlahan-lahan aku mulai mengenal Aciel, aku mulai menyadari jika pria itu memiliki luka yang begitu besar di hatinya terkait dengan perpisahan orangtuanya. Aciel yang sebelumnya adalah pria manja yang sangat dekat dengan ibunya, menjadi benar-benar terluka saat mengetahui perselingkuhan ayahnya. Ia kemudian berubah menjadi pria keras berhati dingin yang gemar memainkan hati wanita setelah ia sadar jika cinta hanyalah sebuah omong kosong belaka. Berbeda denganku yang sejak dulu tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu, karena ibuku meninggal saat melahirkanku. Sedangkan aku sendiri tidak terlalu dekat dengan ayahku, karena ayahku adalah tipe pria kaku yang tidak bisa bersikap hangat pada anaknya. Dulu aku selalu ingin menjadi pria kaya seperti Aciel karena dengan memiliki banyak uang aku tidak perlu mencuri makanan atau uang dari pejalan kaki demi bertahan hidup di jalanan yang keras. Aku ingin memiliki keluarga sempurna seperti milik Aciel. Tapi sayangnya keluarga sempurna milik Aciel yang kupikir benar-benar sempurna, nyatanya itu juga tidak pernah sempurna. Dan Aciel gagal dengan keluarganya, ia memutuskan untuk pindah ke rumah kakeknya karena ia adalah satu-satunya cucu yang mewarisi seluruh harta kekayaan milik kakeknya. Lagi-lagi aku merasa iri dengan kehidupan Aciel, bahkan ketika ia gagal dengan keluarganya, ia masih memiliki kehidupan lain yang sama sempurnanya, meskipun harus tanpa kehangatan keluarga, tapi bagiku itu tidak masalah karena keluarga dapat dibeli dengan uang yang ia


miliki. Tapi tentu saja semua itu adalah pikiran polosku saat aku masih berada di kehidupan yang jauh dari kata layak. Saat itu aku belum benar-benar mengetahui bagaimana aturan main dunia orang-orang kaya hingga sekarang sedikit banyak aku tahu jika cinta, kasih sayang, ataupun keluarga, mereka tidak bisa dibeli dengan uang. Aku sendiri yang telah membuktikannya sekarang. Dalam satu minggu aku dapat berganti-ganti wanita hingga lusinan kali, tapi semua itu tetap saja tidak bisa mengisi ruang kosong yang terus menganga di hatiku.


Justru akhir-akhir ini aku lebih sering berkunjung ke rumah Aciel selepas bekerja. Aku bermain bersama Ciara, makan malam bersama Eden dan tentu saja Aciel, lalu kadang juga menginap di rumah Aciel hingga sahabat sialanku itu mengusirku dengan terang-terangan karena aku seperti gelandangan katanya, yang terus saja menumpang hidup di rumahnya. Namun sebanyak apapun Aciel mengusirku, maka sebanyak itulah Eden menerimaku dengan tangan terbuka karena Eden sadar jika kami saling memiliki satu sama lain sebagai keluarga.


            Lalu mengenai kehidupan Aciel muda, aku sebenarnya tidak terlalu mengetahui banyak,


namun jika melihat bagaimana sikap Aciel selama ini, ia sepertinya telah dididik dengan sangat keras oleh ayahnya atau oleh keadaan yang selama ini memaksanya untuk bersikap demikian. Dulu bahkan aku sering melihat Aciel bangun dengan wajah seperti zombie karena ia kurang tidur. Setiap hari ia sibuk mengembangkan bisnis milik kakeknya dan sangat berambisi untuk menyaingi perusahaan milik ayahnya karena ia merasa jika ayahnya selama ini meremehkan kinerjanya. Selain itu Aciel juga hidup dengan sikap benci yang teramat besar pada ayahnya karena ayahnya selama ini telah mematahkan angan-angannya untuk memiliki sebuah keluarga yang sempurna.


            Delapan tahun kemudian Aciel mulai menancapkan cakar kuatnya di dunia bisnis Amerika. Ia dengan seluruh naluri bisnisnya mampu membuat perusahaan milik kakeknya menjadi lebih sukses dan berjaya di pasar Amerika, bahkan saat itu perusahaannya telah berekspansi ke beberapa wilayah di Asia. Namun Aciel juga sempat terjerumus ke dalam kelompok radikal Amerika dan ia hampir saja ditangkap oleh polisi karena ia beberapa kali bergabung  dalamsindikat itu untuk membunuh orang-orang yang menurut mereka bersalah. Tapi karena kekuasaan yang ia miliki, akhirnya Aciel lolos dari hukum itu dan polisi tidak pernah lagi memasukan namanya ke dalam kelompok radikal itu. Namun Aciel tetaplah Aciel, setelah ia mendapatkan masalah yang cukup berbahaya seperti itu, ia sama sekali tidak jera. Ia kemudian mencoba berbagai hal menantang lain dengan menjadi salah satu pemain tetap dalam arena tarung bebas bersama para preman dan pembunuh bayaran yang lain. Setiap pagi, aku pasti akan menemukan satu atau dua luka lebam di wajahnya. Selebihnya aku bisa melihat lengan kirinya diperban, kakinya pincang, atau salah satu rusuknya patah. Yahh, bisa kukatakan saat itu merupakan titik balik seorang Aciel Lutherford, dimana biasanya ia menjalani kehidupannya dengan penuh kebosanan, kemudian ia mulai mencoba sesuatu yang lebih menantang dalam hidupnya. Bahkan dulu ia pernah terkenal karena image playernya yang sangat luar biasa gila. Dalam sehari mungkin ia bisa mengencani dua atau tiga wanita sekaligus, yang keseluruhannya adalah wanita-wanita berkelas yang biasanya adalah anak salah satu pejabat, artis, atau anak dari rekan bisnis kakek. Tapi kupikir saat itu Aciel memang hanya ingin bermain-main dengan kehidupannya. Ia hanya ingin merasakan apa yang telah ia lewatkan selama ia mendapatkan banyak kekangan dari ayahnya.


            Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia kami, Aciel mulai bersikap lebih dewasa. Ia mulai meninggalkan kehidupan hitamnya dan mulai fokus dengan kursi kehormatannya untuk meneruskan kejayaan klan Lutherford. Saat itu entah kepala kami sedang terbentur atau apa, kami berdiskusi mengenai masa depan perusahaan kami yang beberapa tahun sempat terbengkalai karena kebengalan kami. Yah tentu saja itu setelah Aciel memberiku kesempatan untuk memiliki lima belas persen saham di perusahaannya. Sudah kukatan jika Aciel sebenarnya cukup baik, ia bahkan telah menganggapku seperti saudaranya sendiri meskipun aku dulunya hanya anak jalanan yang hampir mencopet dompetnya. Jadi dulu kami sempat berdiskusi seperti dua orang pria dewasa yang terlihat bijaksana dan penuh ambisi yang meluap-luap. Kemudian sejak saat itu aku mulai sadar jika kami sudah benar-benar matang dan dewasa untuk mengurus perusahaan dengan serius. Kami bukan lagi anak ingusan berusia sepuluh tahun yang selalu dilingkupi kesedihan karena tidak memiliki orangtua atau anak remaja liar yang sering membuat keributan untuk mengganggu orang lain. Kini kami adalah pria dewasa yang harus bekerja


keras untuk menjaga kejayaan dan kehormatan keluarga Lutherford. Namun sikap arogan dan licik Aciel tak bisa hilang begitu saja. Sikap yang ia bawa dari kelompok radikal itu terus melekat dalam dirinya, sehingga siapapun yang berani menghalangi langkahnya, maka ia tidak segan-segan untuk membunuh orang itu. Hingga

__ADS_1


pada suatu hari Aciel dipertemukan dengan Brexton yang merupakan salah satu rekan bisnisnya yang kala itu banyak membantu Aciel untuk membuka lebih banyak usaha di pasar internasional. Brexton yang memiliki selisih usia delapan tahun lebih tua dari kami telah cukup banyak memiliki pengalaman bisnis yang hebat. Ia dengan sukacita membagikan ilmunya pada kami dan sering mengenalkan kami pada keluarganya, termasuk mengenalkan kami pada putri cantiknya, Eden. Pertama kali aku bertemu dengan gadis cantik itu ketika umurnya sekitar lima atau enam tahun, entahlah aku sedikit lupa. Tapi aku masih ingat bagaimana wajah ceria Eden saat menyambut kedatangan teman-teman bisnis ayahnya di rumah dan saat gadis itu bertanya ini itu dengan pertanyaan khas anak-anak yang sangat menggemaskan. Kala itu tentu saja aku tidak pernah mengira jika Eden yang ceria


suatau saat akan berubah menjadi Eden yang murung, bahkan Eden yang penuh dendam seperti beberapa tahun yang lalu, atau Eden yang kasar seperti hari-hari setelah ia terbangun dari komanya. Banyak hal yang terjadi pada Eden hingga membuat keadaan mental gadis kecil yang kini telah menjelma sebagai wanita dewasa itu terkoyak. Salah satu pelaku utamanya tentu saja Aciel, lalu ayahnya, Brexton. Entahlah, aku selalu saja menyalahkan Brexton jika aku mengingat masa-masa kelam Eden yang penuh dengan kesialan karena ia harus berurusan


dengan Aciel. Tapi memang, hanya Aciel yang memiliki kepercayaan besar dari Brexton untuk mendidik Eden setelah pria brengsek itu meninggal. Aku? Tentu saja Brexton tidak akan mengambil risiko untuk menyerahkan putrinya di tangan seorang pria yang asal usulnya sangat tidak jelas dan hanya dibesarkan di jalanan Vegas yang keras. Meskipun terkadang aku cukup bertanya-tanya dengan tujuan Brexton yang sebenarnya mengapa ia menyerahkan Eden pada Aciel. Apakah karena Aciel kaya? Atau sebenarnya Brexton sudah tahu jika suatu saat Eden dapat menjadi seseorang yang memiliki pengaruh yang begitu besar pada hidup Aciel hingga membuat seorang Aciel yang ganas menjadi Aciel yang lemah setelah Eden menghilang beberapa tahun yang lalu.


            Sekarang aku sangat paham jika Aciel begitu mencintai istrinya. Meskipun Aciel tidak pernah mengatakan secara gamblang jika ia mencintai Eden, namun setiap tindakan yang ia tunjukan pada istrinya sudah lebih dari cukup untuk membuktikan jika ia sangat mencintai Eden. Sahabatku yang dulu selalu menutup hatinya untuk seorang wanita, kini merasakan kepayahan karena harus berhadapan dengan seorang wanita keras yang tak mudah ditaklukan. Jika selama ini semua wanita tunduk di bawah kakinya karena semua hal yang ia miliki, Eden justru meludah di wajahnya dan sama sekali tidak mau tunduk di bawah kuasa Aciel yang sangat dominan itu. Sebagai seorang saksi dan penonton dari kisah cinta mereka yang rumit, aku sebenarnya sangat kagum dengan perjuangan mereka untuk menyesuaikan satu sama lain karena pada dasarnya mereka memiliki dua kepribadian yang sangat bertolak belakang. Hal itu mereka lakukan demi masa depan Ciara dan juga anak-anak mereka yang lain karena mereka tidak ingin anak-anak mereka merasakan apa yang orangtua mereka rasakan selama ini. Aciel rela menurunkan ego mereka demi keponakanku yang sangat menggemaskan, Ciara dan sekarang Louise juga. Bisa dikatakan jika Ciara adalah seorang malaikat yang diturunkan Tuhan untuk memadamkan bara api yang selama ini membentang diantara kedua manusia keras itu, Aciel dan Eden. Kini setelah sekian lama aku tidak


melihat sisi mengerikan Aciel, sisi itu kini muncul kembali. Aciel kembali menjadi dirinya yang dulu, saat ia kehilangan Eden. Ia kembali menjadi pria dingin mengerikan yang hampir tak tersentuh karena ia terus berkutat dengan kemarahannya sendiri.


            “Daddy.. Uncle, kenapa daddy hanya duduk di sana tanpa melakukan apapun? Apa daddy sudah tidak sayang padaku?”


            “Uncle, apa mommy dan daddy tidak saling menyayangi lagi? Sejak mommy bangun dari tidur panjangnya Ciara tidak pernah melihat mommy bersikap lembut lagi pada daddy, Ciara justru melihat mommy marah-marah pada daddy.”


            “Mereka saling menyayangi, angel....”


            “Tapi kenapa mommy pergi?” potong Ciara cepat dengan wajah jengkel dan hampir menumpahkan air mata karena jawabanku yang tidak memuaskannya dan juga karena luapan emosinya ketika melihat orangtuanya sibuk dengan ego mereka masing-masing.


            “Mommymu hanya ingin menjernihkan pikiran sejenak, ia pasti akan kembali atau daddymu yang mengerikan itu akan menyeret mommymu untuk kembali.” jawabku akhirnya dengan nada frustasi. Jujur aku sudah kehabisan kata-kata untuk menjawab setiap pertanyaan kritisnya. Dan hal itu tak pelak membuatku teringat pada Eden, karena sejauh yang kukenal ia ternyata adalah wanita lembut yang sangat baik. Selama ini ia sering mengunjungiku dan membawakan berbagai makanan lezat hasil masakannya karena ia sangat pintar memasak. Padahal dulu aku sempat berpikir jika Eden sama saja dengan ******-****** di luar sana. Tapi.... aku salah. Aku bahkan benar-benar menyesal karena pernah menilainya dengan sangat buruk seperti itu, karena sebenarnya Eden memiliki sisi keibuan yang selama ini tertutup oleh sisi kerasnya. Dan menurutku hal itulah yang membuat Aciel tak bisa berpaling dari Eden karena sejak hubungan mereka membaik, Aciel seperti menemukan sosok ibunya dalam diri Eden. Meskipun beberapa kali mereka kerap melakukan adu mulut, namun tetap saja mereka akan kembali baik-baik saja, dan justru pamer kemesraan di depanku hingga aku benar-benar iri dengan kehidupan rumah tangga mereka yang sempurna. Mungkin saat ini Tuhan hanya ingin menguji ketahanan cinta mereka melalui kecelakaan yang menimpa Eden hingga berujung pada hilangnya ingatan wanita itu.

__ADS_1


            “Sian, apa kau sudah menemukan dimana keberadaan Anthony?”


            Tiba-tiba saja Aciel sudah muncul di hadapanku sambil mengelus puncak kepala anaknya dengan sayang. Ia kemudian meraih Ciara dari gendonganku dan memeluk erat putrinya sambil menciumi puncak kepala Ciara berkali-kali. Mungkin jika aku adalah wanita, aku pasti sudah menangis karena melihat interaksi mereka yang


sangat mengiris hati dan juga mengharukan. Mereka pasti sangat kehilangan sosok Eden.


            “Sejauh ini anak buahku masih mencari, tapi menurut anak buahku saat ini Anthony sudah tidak bekerja di agensi yang dulu, ia sudah mengundurkan diri dua minggu sebelum Eden kecelakaan. Tapi ada satu hal yang membuatku berpikir jika Anthony berkaitan dengan kecelakaan yang terjadi pada Eden karena kamera cctv yang


dipasang di supermarket menangkap potret wajah Anthony yang sedang berada di antara kerumunan orang-orang yang mengerubungi Eden, namun setelah itu ia memilih pergi dan terlihat seperti tidak pernah melihat sebuah kecelakaan yang menimpa mantan kekasihnya. Menurutmu apa yang terjadi pada mereka? Mungkinkah mereka terlibat konflik sebelumnya hingga menyebabkan Eden berjalan tergesa-gesa di supermarket dan tidak melihat adanya mobil yang melaju kencang di depannya?”


            “Kenapa kau berpikir seperti itu? Kau tidak sedang ingin menguji kesabaranku bukan? Kehilangan Eden dan mengetahui fakta bahwa Eden melupakanku sudah membuatku sangat marah, sekarang kau justru menambahi masalahku dengan hipotesis baru mengenai kedekatan Anthony dan Eden di belakangku, kau sengaja ingin membuatku meledak, hah?” desis Aciel penuh peringatan di depanku. Aku mencoba menenangkannya dengan menepuk punggungnya santai sambil memperingatinya jika Ciara saat ini sedang tertidur di dalam pelukannya. Jika ia tidak bisa mengontrol emosinya dan berbicara terlalu keras, Ciara bisa saja terbangun dan juga menangis karena terkejut.


            “Aku tidak ingin membuatmu semakin meledak, tapi aku hanya ingin kau menyelidiki lebih jauh mengenai Anthony karena pria itu cukup misterius. Ia pasti memiliki rencana tersendiri untuk membalasmu karena ia selama ini begitu gigih dalam membangun kehidupannya yang kau hancurkan sebelumnya. Lebih baik kau mulai


mempersiapkan diri unruk hal-hal mengejutkan yang akan terjadi pada hidupmu.” peringatku padanya. Aciel tampak termenung di depanku sambil mengetatkan rahangnya kuat-kuat. Ia pasti sedang menahan amarah yang meluap-luap di dalam dirinya, tapi keadaannya saat ini menututnya untuk berpikir dengan kepala dingin karena jika ia hanya mengedepankan kemarahannya, ia justru akan dikalahkan oleh Anthony dengan mudah karena pria itu sejak awal sudah memikirkan tentang hal ini, membuat Aciel marah dan lengah disaat bersamaan.


            “Aku pasti akan segera mengumpulkan bukti-bukti mengenai Anthony, dan jika Eden memang benar bersama Anthony saat ini, maka aku akan membiarkan mereka bersama untuk beberapa saat. Hanya beberapa saat sebelum aku memisahkan mereka untuk selama-lamanya.”


            Aku bisa melihat adanya kilatan amarah, dendam, dan kesakitan yang begitu pekat di dalam matanya. Dalam keadaan seperti ini maka Aciel akan sangat berbahaya untuk siapapun. Dan siapapun yang berani menantang Aciel dalam keadaan seperti ini, maka orang itu harus siap dengan risiko kematian yang akan dihadapinya.

__ADS_1


Sian pov end


__ADS_2