
insting tyler menyadari ada sesuatu yang tidak beres disini. apalagi dia tidak membawa seluruh pasukannya terutama victor yang ia tugaskan mengurus hal lain. sangat sedikit orang yang bisa tyler handalakan saat ini, bukan untuknya tapi untuk keselamatan luna yang tyler khawatirkan.
"apa yang terjadi tyler?" tanya luna bingung dengan keadaan sekarang melihat tyler sibuk mengobrak abrik seluruh lemari di dalam kabin utama entah sedang mencari apa.
tyler menarik sebuah koper besar dari bawah ranjang dan membukanya, didalamnya terisi shotgun, pistol, pisau lipat dan granat.
"pegang ini untuk berjaga-jaga." tyler memberikan pistol kepada luna "lakukan seperti saat kita sedang latihan." ucapnya sambil mengenakan rompi, dengan senjata yang menempel di sana.
luna memegang pistol itu dengan bingung. "tyler apa yang sebenarnya terjadi?"
ucapan luna barusan disusul dengan sebuah suara ledakan. tyler mengeram. sial, mereka sudah mengatur semua ini, dia masuk ke dalam jebakan.
"tetaplah berada dibelakangku. kau mengerti?!"
luna mengangguk dan mulai merasa ketakutan. apa yang baru saja terjadi? suara ledakan apa tadi? kenapa di luar banyak sekali suara baku tembak?
tyler menggenggam erat tangan luna dan satu tangannya memegang sebuah shotgun. mereka perlahan lahan mulai bergerak, di sepanjang lorong area kabin menuju luar.
namun beberapa musuh tiba-tiba menyerang mereka, membuat tyler melepaskan tembakan. luna menutup mulutnya melihat kengerian yang terjadi langsung di depan matanya. aura tyler sekarang ini membuatnya takut, dia menjelma seperti iblis yang tidak luna kenali.
tyler tersenyum iblis menatap puas musuh yang telah ia habisi tanpa ampun beberapa orang kembali datang menyerang mereka tapi dengan mudahnya tyler menghabisi mereka lagi.
kemeja putih yang dikenakan tyler kini sudah berubah menjadi lautan darah. dia menembak, menusuk dan mencekik musuh. mereka yang mati di tangan tyler berhamburan dengan darah yang mengalir di sekujur tubuh berada di kaki luna, dia merangsek mundur, tubuhnya bergetar ketakutan.
__ADS_1
"jangan bergerak atau aku membunuhmu!" satu anak buah yang sudah setengah terluka datang mengancam luna, mencengkram lehernya dengan menodongkan pistol di kepalanya.
tyler berbalik mendengar teriakan luna yang kini disandera oleh lawan. "jatuhkan senjatamu!" perintah musuh itu mengancam.
tangan tyler mengepal menatap tajam pria yang menyandera luna. takut beresiko mencelakai luna tyler mengikuti perintah anak buah itu, melepas rompinya lalu menjatuhkan senjatanya dan menendangnya ke arah lawan.
setelah dia mengambil shotgun milik tyler pria itu membawa luna ke area depan kapal, tyler dengan cepat berlari mengikuti. setibanya disana ternyata ada lebih banyak musuh yang sudah menunggunya.
"kau sudah terkurung disini. sebaiknya menyerah saja dan biarkan aku membawa gadis itu!" ucap ketua mereka menatap tyler remeh. dia seorang diri sekarang. semua anak buahnya telah carlos habisi. apalagi dia tidak memegang senjata. mustahil bagi tyler untuk bisa melawan mereka yang berjumlah puluhan orang.
melihat carlos adalah dalang dari semua ini, tyler menyeringai sinis. "kau mau bermain-main denganku rupanya." desis sambil meregangkan otot leher hingga terdengar bunyi suara bersamaan dengan itu terdengar suara guntur dan petir menggelegar seakan menjadi saksi awal dimulainya pembalasan dari iblis ini.
mata tajam tyler menatap ke sekeliling, ada sekitar tiga puluh musuh terlatih yang siap dengan memegang senjata. sedikit saja dia salah langkah tyler pasti akan mati ditangan mereka, apalagi... tyler menatap luna yang kini menangis ketakutan, luna lah yang lebih tyler khawatirkan. nyawanya dalam bahaya, kapan saja pria yang menyandera nya bisa menarik pelatuk untuk membunuhnya. karena kini kelemahan tyler adalah luna, dia tidak bisa lagi bertindak gegabah dan semaunya karena kini ada satu nyawa yang harus tyler lindungi.
"apa kau tidak lelah selalu kalah dariku?" tanya tyler sambil berteriak.
"tidak secepat itu karena aku yang akan lebih dulu mengirimmu ke neraka." ucap tyler dengan gerakan cepat melempar dua granat ke arah musuh yang berada di kanan dan kirinya lalu dengan cepat mengambil pistol yang ia sembunyikan di belakang punggungnya menembak kepala pria yang menyandera luna hingga darahnya mengenai seluruh wajah luna.
dengan hujan lebat pertarungan sengit kembali terjadi, tyler yang sudah berhasil menyelamatkan luna membawanya berlindung di tempat aman. memanfaatkan kepanikan musuh tyler mengambil beberapa senjata yang tergeletak di lantai lalu mulai menembaki mereka semua yang ada disana. beberapa dari mereka dalam keadaan setengah terluka akibat terkena ledakan granat memudahkan tyler menghabisinya. tyler menembaki mereka semua dengan membabi buta, dan menghajarnya ketika kehabisan peluru. bagi orang normal melawan puluhan orang berpengalaman merupakan sesuatu yang mustahil tapi tyler berhasil melakukannya karena dia adalah iblis, manusia sekuat apapun tidak akan bisa membunuhnya.
seseorang tiba-tiba menerjang tyler membuatnya jatuh tersungkur. kesempatan itu dimanfaatkan oleh si pelaku untuk memukul wajah tyler. tak tinggal diam tyler membalikkan keadaan balas menghajar carlos tanpa memberikan sedikit pun kesempatan untuknya melawan.
dor! tyler meringis mendapat tembakan di pahanya dari musuh yang setengah sekarat tapi masih berani memberikan perlawanan.
"sialan kau." sambil meringis menahan sakit. tyler mengambil senjata yang tergeletak dan menembak pria itu berkali-kali hingga mati.
__ADS_1
carlos yang sudah bangkit berdiri memanfaatkan perhatian tyler yang teralihkan dengan menginjak pahanya yang terkena tembakan lalu berkali-kali menendang tubuhnya.
tyler berusaha menghindar dari setiap serangan carlos, hingga dirinya berhasil bangkit berdiri setelah menjegal kaki carlos, meski luka tembak di pahanya semakin mengeluarkan banyak darah akibat serangan carlos, tyler menahan rasa sakit, dia tidak akan mati dengan luka kecil seperti ini.
"aku akan menghabisimu sialan." desis carlos menyerang tyler dengan pisau di tangannya.
dengan gerakan tyler cepat menghindar setiap serangan carlos hingga berhasil memelintir tangannya untuk merebut pisau dan dengan gerakan cepat tyler berbalik menggorok leher pria itu, tangannya berusaha menggapai tubuh tyler berharap menghentikan aksinya namun tyler dengan kesetanan menikam leher carlos berkali-kali hingga putus. darah yang menyiprat dari lehernya mengenai wajah tyler sebelum tubuh carlos ambruk ke lantai. tyler masih memegangi kepala carlos yang putus, menginjak mayatnya tepat di dada dan menekannya kemudian tersenyum penuh kemenangan sambil merentangkan kedua tangannya.
dia mendongak membiarkan hujan mengguyur tubuhnya beserta puluhan mayat yang mati di tangannya. tyler menghirup nafas dalam dalam, sudah lama dia tidak mencium bau darah dan kematian seperti ini. "akulah iblis yang sesungguhnya." ucapnya menyeringai puas, dia manusia yang dikirim dari neraka sebagai pencabut nyawa. tidak kenal takut, tidak kenal ampun dan kejam.
⚔️⚔️⚔️
luna membiarkan tubuhnya terguyur air di bawah shower, menghilangkan bekas darah mengering yang menempel di tubuhnya. dia iblis. tangisnya bergetar ketakutan. luna tidak menyangka tyler melakukan hal itu.
tubuh luna perlahan-lahan jatuh terduduk saat mengingat kembali kejadian mengerikan tadi terjadi di depan matanya. bagaimana tyler membantai semua orang sendirian tanpa mengisahkan satu nyawa pun untuk hidup.
tyler berdiri dengan dikelilingi puluhan mayat di sekitarnya sambil membawa kepala manusia yang berhasil dia putus dari lehernya. tak ada sedikitpun rasa bersalah yang terbesit di benaknya. dia justru tertawa puas melihat pembantaian yang telah ia lakukan.
kenapa dia bisa sekejam itu? dia sangat mengerikan. dia bukan manusia. dia iblis!
kenapa ketika luna sudah yakin akan perasaannya dia harus melihat tyler dalam versi terburuknya? luna tidak menyangka tyler yang selama ini tampak hangat padanya memiliki sisi iblis yang sangat menakutkan.
__ADS_1
anak laki-laki itu. malaikat penolongnya. cinta pertamanya. kini menjelma sebagai iblis.
luna mencintainya. tapi apakah dia mampu menghadapi tyler? pria berbahaya yang telah berhasil mengisi seluruh hatinya.