
Meskipun lebih tua dari Taehyung dan Jungkook tapi tubuh Jimin lebih mungil ketimbang dua adik nya. Dia adalah putra ke lima Zeus sekaligus pangeran ke lima. Dia di beri nama Jimin oleh orang tua angkat mereka. Dan di kenal sebagai Dewa Bulan.
Jimin sangat menyayangi para saudara nya. Dia paling perhatian dan sensitif saat ada pangeran yang sakit. Baginya keenam saudara nya adalah dunia nya. Jika mereka terpisah dunia akan terguncang.
Karena dia lahir sebelum taehyung, dia lebih dekat dengan taehyung daripada yang lain. Dia juga paling mengerti tentang taehyung lebih dari taehyung sendiri.
Saat Seokjin lelah berlatih jimin diam diam menyiapkan teh untuk nya. Saat Yoon-gi kebingungan mencari bumbu untuk memasak jimin membantu menyiapkan dan meletakan semua pada tempat nya. Saat Namjoon merusak perabotan dan mengacaukan seisi rumah jimin selalu membereskan nya tanpa mengeluh. Saat Hoseok lelah berlatih jimin menghibur dan duduk minum teh bersama. Saat Taehyung kesakitan karena penyakit nya jimin selalu memberi dukungan dan semangat. Saat adik kecil mereka Jungkook ingin tau banyak hal dan selalu antusias jimin lah yang mengajarkan nya pengetahuan dasar dan selalu menyediakan waktu bermain dengan nya. Dan saat jimin lelah mengurus semua saudara nya dia akan duduk di halaman rumah menikmati hembusan angin.
Saat dia membuka mata, dia akan sangat terharu melihat kakak dan adik nya tidur di pangkuan nya dan terdapat secangkir teh hangat di depan jimin. Dia tak apa jika tanpa ayah dan ibunya tapi jika harus berpisah dengan adik atau kakak nya Jimin akan sangat sedih dan rapuh.
Dia bisa bersikap dewasa untuk taehyung dan jungkook. Di waktu bersamaan bisa berubah manja dan kekanakan pada kakak kakak nya untuk mendapat perhatian.
...........
Taehyung: aku lelah..lakukan saja apa yang ingin kau lakukan jangan ganggu tidur ku.
Ucap taehyung sambil berjalan masuk ke kamar nya. Jimin dan jungkook tak menyerah untuk membuat ramuan itu. Mereka benar benar yakin bisa berhasil membuat ramuan untuk taehyung.
" ini percobaan kita yang ke berapa" tanya jimin
"entahlah..kenapa bertanya padaku..?
"jika bukan kau apa aku harus tanyakan pada bunga ini... bukankah hanya kita berdua disini" sahut jimin.
"aishh"
Jimin dan Jungkook tak pernah berubah. Tapi meskipun sering berdebat kecil, mereka akan fokus mengerjakan apapun yang sedang mereka lakukan. Yah demi taehyung para pangeran rela melakukan apapun pasal nya tinggal beberapa bulan lagi usia mereka mencapai 21 tahun. Jika waktu nya tiba mereka belum menemukan obat untuk kutukan nya maka Taehyung akan berubah menjadi manusia biasa selamanya.
__ADS_1
Harapan ketujuh pangeran adalah bersama selamanya apapun yang terjadi. Mengemban tugas bersama dan tinggal di istana langit. Selama ini tidak ada perubahan dalam pelatihan "Pengembangan dewa" Tapi Taehung masih saja kambuh kapan saja.
Soekjin memilih untuk pindah ke kota kecil dekat rumah Xiexie. Dia membawa saudara nya turun gunung dan membeli sebuah rumah disana. Pikir nya akan lebih mudah jika tinggal dekat dengan darah suci. Agar mereka bisa mengawasi para iblis yang ingin mengacau. Dan lagi ini adalah waktu bagi mereka berinteraksi dengan para manusia lain nya.
...........
Malam hari
Ibu xiexie menyiapkan hidangan makan malam. Ayah dan xiexie bersiap menunggu hidangan selesai. Ibu nya pun ikut duduk bersama. Xiexie tak sabar mencicipi semua hidangan yang ibunya buat. Malam ini ibunya memasak banyak makanan terutama makanan favorite xiexie.
"eh tunggu" ucap ibunya menahan tangan xiexie yang bersiap mengambil makanan.
"loh apa lagi bu.."
"iya nih kita sudah lapar bu ayo ambilkan buat ayah juga" seru ayah nya yang tak sabar.
Ibu nya senyum senyum melihat xiexie. Xiexie bingung dan menatap ayah nya. Ayah juga tidak mengerti, dia mengangkat pundak nya tanda tak tau.
"is kalian ayah dan anak ini.. gini loh... xiexie sayang.. ibu lihat kamu sangat akrab dengan tetangga baru...hehe "
oooh jadi maksud ibu.." belum selesai bicara ibunya langsung memotong.
"iya iyaa... ibu mau kamu nganterin makanan buat mereka yah, ibu khawatir dan ga yakin mereka bisa masak jadi kamu anterin makanan buat mereka ya... pleas... ya ya.." seru ibunya membujuk xiexie.
"ogah... aku tidak mau pergi kesana"
"xiexie ayolah turuti ibumu...ayah tidak akan di ijinkan makan jika kamu menolak. Lihat tuh muka serius ibumu.." ucap ayah.
Xiexie menatap ibunya yang kemudian bersikap manis untuk membujuk putrinya. Xiexie menghela nafas panjang dan menyutujui keinginan ibunya. Ibu xiexie sangat gembira dia bahkan segera membungkuskan makanan untuk para pangeran. Xiexie melihat ibunya juga menaruh ikan panggang kesukaan xiexie ke dalam kotak. Xiexie menghentikan ibunya dan protes.
__ADS_1
"eh eh ibu.. ko ikan ku di masukin... terus kita makan apa..? tanya xiexie menghapus liur nya.
Ayah mengambil ikan bakar yang tersisa. Xiexie melotot meminta ayah menyisakan sedikit untuk nya.
"sudah sudah, ibu sudah memasukan bagian mu kedalam. Kamu hanya perlu menyiapkan makanan untuk mereka dan makan malam bersama oke.." seru ibu.
"looooh jadi maksud ibu aku harus makan malam bareng mereka..?
" ya iyaa.."
Ayah menertawakan xiexie yang di kerjai ibunya. Xiexie dengan kesal nya keluar rumah sambil menenteng rantang makan.
Dia berjalan pelan menuju rumah sebelah. Baginya jarak itu terasa jauh dan meragukan langkah kaki nya. Xiexie bahkan tak ingin berhubungan dengan pria pria aneh itu.
Tok tok toook..
"ah tidak ada yang membuka pintu...hehe aku akan memberitau ibu jika mereka sudah tidur yey akhir nya".
Xiexie tersenyum dengan rencana nya itu. Dia berjalan kembali tapi seseorang membuka pintu dan menyapa nya.
"kau disini.." ucap taehyung.
Wajah xiexie berubah muram kala mendengar suara taehyung di balik pintu. Dia menoleh dan menyerahkan rantang makan. Taehyung menarik tangan xiexie dan mempersilahkan nya masuk.
"hei tidak sopan..aku kemari hanya untuk mengantarkan makanan Ibuku yang menyuruhku jangan salah paham yaa.." ucap xiexie ketus.
"aku tau barusan ibumu menelfon, katanya kau harus makan bersama kami atau kau tidak akan bisa pulang kerumah" ucap taehyung.
"aaaah ibuuu bikin malu saja.." gumam xiexie.
__ADS_1