Black Swan

Black Swan
17


__ADS_3

sebuah buku tiba-tiba terjatuh saat luna menarik satu buku di rak yang ingin dibaca, luna memungutnya dan menyadari ini adalah sebuah album lama. karena posisinya terbuka saat jatuh, luna dapat melihat foto terpampang di halaman yang terbuka.


"lucu" kata pertama yang terucap dari bibir luna ketika melihat bocah laki-laki dengan umur kisaran lima tahun tersenyum manis di dalam foto itu.



"apa ini tyler saat masih kecil?" tanya luna pada dirinya sendiri. dia sudah beralih tenggelam pada foto album yang ditemukannya hingga melupakan buku yang ingin dia baca tadi.


memilih duduk bersandar di sofa dengan nyaman sambil membuka halaman yang lain luna tidak berhenti tertawa kecil dan terheran-heran. bagaimana anak laki-laki selucu ini bisa tumbuh dengan wajah menyeramkan.


"dia sungguh tyler?" nyata luna berujar tak percaya. jika dibandingkan dengan saat ini mereka berdua jauh berbeda. apalagi dengan wajah dingin dan datar tyler sekarang luna tidak yakin mereka satu orang yang sama, foto-foto masa kecil tyler sangat menggemaskan.


"nona, saya membawakan jus dan beberapa cemilan untuk anda makan." margaret tiba-tiba datang membuat luna mendongak semakin antusias.


"margaret kemarilah. aku menemukan album foto ini." ucapnya bergeser ke pinggir sofa lalu menyuruh margaret duduk disampingnya.


setelah meletakan jus dan cemilan di meja barulah margaret mendekat pada luna, melihat foto yang ditunjuk olehnya.


"bukankah ini tyler?" tanya luna memperlihatkan salah satu foto.


dengan senyum mengembang margaret mengangguk. "ini foto alex saat berumur enam tahun." jawabnya.



"alex? apa itu panggilan masa kecilnya?" lagi, margaret mengangguk, "aku tidak menyangka foto-foto ini masih ada." luna terdiam menatap margaret yang tampak terharu, matanya berkaca-kaca sambil mengusap foto tyler kecil dengan tatapan sayang yang terlihat jelas dari sorot matanya.



benak luna bertanya-tanya, begitu besarkah perasaan sayang margareth pada tyler? karena sudah merawatnya sejak kecil apa margaret sudah menganggap tyler sudah seperti anak sendiri. bahkan dia akrab dengan nama kecil tyler dan tanpa ragu mengucapkannya.


"apa ada album lain selain ini? di sini tidak ada foto tyler saat remaja. aku penasaran seperti apa dia pada saat itu." tanya luna berusaha mengalihkan topik.

__ADS_1


"tidak ada nona. hanya tersisa foto-foto ini dimana tuan tyler masih tinggal bersama ibunya sampai umur tujuh tahun." jelas margaret, dia menatap keluar jendela, ingatannya kembali ke belakang mengingat semua momen yang ada.


"lalu dimana dia sekarang? apa dia sudah meninggal?" tanya luna hati-hari. ada banyak pertanyaan dalam dirinya, hingga luna bingung sendiri ingin bertanya yang mana terlebih dahulu. kenapa dia menjadi sangat penasaran tentang kehidupan tyler?


margaret menoleh menatapnya, "nyonya edita menderita leukemia. dia meninggal di hari ulang tahun alex."


"beruntung nyonya masih sempat melihat putranya meniup lilin." ujar margaret mengusap air matanya mengingat kejadian yang terputar di kepalanya.


luna tidak bisa tidak ikut merasakan kesedihan mendengarnya, dia bahkan mendongak ke atas untuk mencegah air matanya menetes. pasti menyakitkan anak laki-laki yang masih berumur tujuh tahun harus rela kehilangan ibunya. "lalu apa yang terjadi setelahnya margaret? bagaimana tyler melanjutkan hidupnya."


"nona saya tidak yakin apakah saya pantas menceritakan masa lalu tuan tyler seperti ini." margaret mengembalikan album foto yang sedari tadi dia pegang kepada luna.


"kenapa tidak?" luna mencekal tangan margaret yang bergerak pergi. "ayolah. kumohon margaret, apa yang terjadi selanjutnya pada tyler? aku ingin tau." mohon luna dengan wajah memelas, dia sudah terlanjur mendengar perkataan margaret dan mengakhirinya seperti ini tidaklah benar. luna ingin tahu lebih banyak.


"aku mohon margaret ceritakan padaku." mohon luna sekali lagi.


"kau mengenal anthony adam?" bukannya melanjutkan cerita margaret justru memberi pertanyaan yang membuat luna mengernyitkan alis bingung.


kepala luna menangguk mengenal siapa orang yang margareth maksud, meski belum lama bergabung ke dalam manajemen perusahaan luna sudah paham beberapa banyak hal, jelas grub adams ada saingan berat mereka, luna perna bertemu dengan anthony adams sekali, pada pesta penghargaan para pebisnis ternama, selebihnya dia tahu dari berbagai media karena perhotelan mereka memang saling bersaing.


"nyonya edita hanya seorang pelayan yang tanpa sengaja membuat tuan adams terpesona oleh kecantikannya." margaret mulai bercerita.


"anthony adams berusaha mendekati nyonya edita namun nyonya menolaknya dengan tegas karena tahu bahwa dia pria yang telah beristri. saat itu dia bisa saja memilih menjadi simpanan karena edita memang sudah jatuh hati dan anthony. namun sebagai sesama perempuan dia tidak mau melukai hati perempuan yang lain karena itu edita menjauhi anthony adams."


"perbuatan nyonya edita yang benar justru memancing amarah anthony dan dengan bejatnya dia malah menjebak nyonya edita dan memperkosanya."


"gadis yang hidup sebatang kara itu harus mengalami nasib yang begitu tragis tanpa bisa melawan orang-orang yang memiliki kekuasaan. hari-hari demi hari hidupnya bagai neraka."


"anthony memaksa edita menjadi simpanannya dan jika edita menolak anthony mengancam akan menyebarkan foto-foto telanjang edita ke public."


"edita tidak punya pilihan lain selain menuruti kemauan dari laki-laki itu sampai suatu ketika dia menyadari jika dirinya tengah hamil."

__ADS_1


"aku hamil." ucap edita mengusap perutnya yang belum membuncit, hasil test pack yang di cobanya menunjukkan dua garis biru. meski belum memeriksanya ke dokter edita yakin dirinya tengah hamil.


"apa? apa kau gila hah!?" anthony seketika membentak marah dengan emosi.


"kenapa kamu terkejut?" tanya edita kesal tidak mengka akan mendapat bentakan seperti ini. "bukankah ini wajar? kau selalu menyentuhku!!" balasnya teriak.


"tapi aku sudah memberimu pil. apa kau tidak meminumnya?!" tuduh anthony.


"apa kau tidak tahu kemungkinan ini bisa saja terjadi? apa menurutmu pil yang kau berikan tidak akan membuatku hamil ketika kau terus menyentuhku!!" ck dasar bajingan sialan! edita tidak mengerti apa anthony tidak sadar dengan perbuatannya sendiri, dialah yang setiap hari memaksa edita untuk melayaninya, dia bahkan menolak memakai pengaman di saat edita memintanya berkali-kali.


"aish sialan kau!" anthony berpikir keras, dia tidak mungkin membiarkan bayi itu lahir di saat dia baru saja mendapatkan kabar kalau istrinya juga tengah hamil anak pertama mereka.


"gugurkan kandunganmu." putus anthony santai membuat edita tercengang. saat itu lah edita sangat membenci laki-laki di depannya ini.


kejadian hari itu membuat edita sadar. karena selama ini dia berharap apa yang dilakukan anthony padanya karena laki-laki itu mencintainya. tapi ternyata edita salah besar, anthony bukan lah laki-laki yang akan rela meninggalkan segala harta dan kekuasaannya hanya demi wanita rendahan sepertinya.


laki-laki yang dia kira juga mencintainya justru menyuruhnya membunuh buah hati mereka. edita mengusap perutnya lembut sambil menangis. bayi yang ada didalam kandungannya memberinya kekuatan untuk bisa kembali menjalani hidup. edita tidak akan menggugurkan bayinya, dia satu-satunya hal berharga yang dikirim tuhan untuk edita miliki didunia ini.


"akhirnya nyonya edita meninggalkan segalanya dan pergi jauh di desa terpencil yang seorang pun tidak dapat menemukannya."


"di dekat danau maggiore terdapat sebuah desa kecil bernama stressa. dia tinggal disana setelah mengganti semua identitasnya."


"stressa?" tanya luna meminta kejelasan.


"benar. nyonya edita hidup bahagia bersama alex di sebuah rumah kecil di pinggir danau sambil bekerja sebagai pelayan keluarga setiap harinya."


"melihat putranya tumbuh besar dan semakin pintar meski keadaan membuatnya lebih dewasa daripada teman sebayanya membuat edita sangat bahagia. baginya memiliki alex adalah sebuah keberuntungan."


margaret tersenyum bangga. tidak ada satu hal pun yang membuat edita menderita setelah melahirkan alex, "putranya itu mampu mengerti keadaan ibunya. meski temannya tinggal dirumah mewah dan bisa membeli mainan baru atau teman-temannya yang bisa berjalan jalan ke kota. alex tidak pernah menuntut apapun dari ibunya."


menceritakan dan mengingat hal itu lagi membuat margaret merasa lebih lega, setidaknya selain dirinya ada seseorang yang mengetahui masa lalu tyler. "lima tahun sempurna itu begitu membahagiakan bagi keduanya. sampai suatu hari edita didiagnosis menderita kanker leukemia yang membuatnya hanya bisa bertahan selama dua tahun untuk bisa menghabiskan waktu bersama alex."

__ADS_1


__ADS_2