Black Swan

Black Swan
15


__ADS_3

lili menggenggam tangan justin untuk membawanya masuk kedalam mansion milik keluarganya setibanya laki-laki itu di gerbang depan. sejak hilangnya luna satu hal yang sangat lili syukuri adalah keberadaan justin disampingnya, dia yang membantu lili menjalani kehidupannya setelah kejadian besar yang terjadi di dalam keluarga mereka.


meski kehidupannya sulit berjalan normal setidaknya kehadiran justin membuat lili merasa sedikit lebih baik "ayah menyewa puluhan detektif untuk menyelidiki kasus kakak." ucap lili ketika mereka berdua melewati ruang tengah, ayahnya sedang berbincang sangat serius dengan para detektif itu.


"ayo lebih baik kita ke taman belakang." tak ingin mengganggu ayahnya lili memilih menarik justin menuju mansion belakang duduk di atas ayunan yang menghadap ke kolam renang daripada mengganggu ayahnya yang semakin hari semakin temperamen dan emosional sejak hilangnya luna.


"apakah ada kemajuan dari kasusnya?" tanya justin penasaran, dia berharap yang terbaik karena dia sudah menganggap luna sebagai kakaknya sendiri karena dia adalah orang pertama yang mengetahui dan mendukung hubungannya dengan lili, tanpa memandang status sosialnya.


"ayah mencurigai seseorang, tapi dia tidak punya cukup bukti."


"aku juga tidak yakin apakah harus percaya atau tidak, karena kecurigaan ayah hanyalah sebuah firasat. apa lagi tidak ada bukti di tempat kejadian yang mengarah padanya karena itu polisi maupun detektif yang menangani kasus ini sulit menemukan bukti kalau dialah dalang dibalik kejadian ini." kata lili panjang lebar, dia menghela nafas sedih sambil bergerak bersandar di bahu justin.


tak perlu waktu lama bagi lili untuk merasakan usapan lembut di kepalanya, "memang siapa yang dicurigai?"


"pemilik saham terbesar sekaligus ceo perusahaan otomotif asal amerika cerberus capital,


tyler alexander."


laki-laki itu terdiam sesaat. berusaha mencerna pernyataan lili dengan alis mengernyit heran, "kau yakin?" justin sedikit terkekeh lalu menghentikan tawanya ketika mendapati tatapan tajam lili.


"maaf aku tidak bermaksud–"


"aku tau, respon mu sama sepertiku ketika mendengar ucapan itu dari ayah."


"apa keluargamu pernah bertemu dengannya?"


lili menggelengkan kepalanya. "tidak pernah."


"lalu kenapa ayahmu bisa menuduhnya? maksudku kalian tidak pernah bertemu dengan dia sebelumnya, bisnis perhotelan keluarga kalian juga sama sekali tidak berhubungan dengan otomotif. secara otomatis kalian sama sekali tidak pernah bertemu atau berurusan satu sama lain bukan?" heran justin, dipikir dengan logis kecurigaan itu menurutnya tidak masuk akal.


"kau benar, keluarga ini sama sekali tidak pernah berurusan dengannya. tapi..." lili berpikir sejenak.

__ADS_1


"aku rasa ada yang ayah sembunyikan... dia tahu sesuatu tentang hilangnya kakak tapi aku tidak tau apa itu." ujar lili, bukan dua atau tiga hari dia baru mengenal ayahnya bukan? tapi sepanjang hidupnya. lili mengenal ayahnya dengan sangat baik, dia sadar ada yang aneh dari ayahnya, ada yang dia sembunyikan dari sorot matanya yang penuh kekhawatiran memikirkan keberadaan luna.


"sudah berbulan-bulan tuan. dan kami tidak menemukan bukti apapun yang mengarah padanya." ucap salah satu detektif yang ada disana sambil memperlihatkan segala berkas dan dokumen yang didapatkan selama pencarian berbulan bulan itu.


"pada hari pernikahan nona luna, dia terlihat memasuki kantornya pada pukul sembilan lebih sepuluh pagi."


"riwayat penerbangangannya tidak kami temukan adanya tujuan ke roma italia. jelas dia melakukan aktivitas normal pada hari kejadian tuan sean." jelas salah satu detektif yang lain juga


sean menghela nafas kasar dan lelah, dia membaca semua dokumen dan melihat foto-foto yang ada di depannya dengan saksama, "lalu, dimana dia berada sekarang?"


"kami belum menemukannya tuan." seorang detektif memberikan sebuah foto kepada sean, "terakhir kali dia terlihat menghadiri peluncuran terbaru produk mereka chrysler ypsilon delta di new york dua bulan lalu."


sudah cukup lama dia tidak terlihat lagi, dan ini sduah dua bulan berlalu sejak kuna diculik, ada yang janggal disini, "kalau begitu cari tahu keberadaannya sekarang dan apa saja yang dia lakukan dua bulan terakhir ini. berikan aku datanya segera tanpa melewatkan satu kecurigaan pun."


"aku sangat yakin dia yang menculik putriku." yakin sean, meski semua orang yang ada disana mengernyit tidak mengerti tapi tidak mungkin sean menuduh seseorang dengan sembarangan tanpa alasan yang jelas.


dua tahun lalu, seseorang tiba-tiba datang bertamu ke mansion william, sean mengenalnya hanya dalam dunia bisnis, dia terkenal karena keberhasilannya mencegah chrysler dari kebangkrutan dan mengakusisinya menjadi cerberus capital perusahaan produsen mobil mewah yang masuk ke dalam perusahan top global dibidangnya hanya dalam waktu dua tahun.


"aku tidak ingin berbasa-basi untuk datang kesini tuan sean!"


"baiklah kita langsung saja ke intinya, aku juga penasaran apa yang membuatmu datang kemari?"


"apa benar anda memiliki putri bernama luna william?" tanya tyler memulai dengan hati-hati.


aneh, tapi tidak mengherankan bagi sean mendengar pertanyaan itu karena pekerjaannya sebagai pebisnis dunia yang mau tidak mau membuat riwayat keluarga terexplore ke seluruh media massa dan internet. "ya dia putri sulungku." jawab sean tanpa ragu.


"aku ingin melamarnya untuk menjadi istriku."


sean terdiam cukup lama, tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. kalimat yang keluar dari mulut tyler alexander sama sekali tidak sean prediksi.


"kau bercanda!"

__ADS_1


"apa aku terlihat sedang bercanda saat ini?" tanyanya balik tyler, sean menatanya dalam-dalam mencari sebuah keraguan tapi hasilnya nihil, sorot mata tyler menandakan keseriusannya, dia tidak main main dengan ucapannya.


"kau pikir semudah itu untuk menikahi putriku?!"


"tidak."


"lalu?"


"aku yakin kau sudah mencari tahu latar belakangku sebelum kau mengizinkan aku untuk masuk menemuimu. apa yang kau dapatkan tuan?" tanya tyler.


"kau sadar rupanya." meski sempat terkejut, sean tidak dapat memungkiri bahwa dia memang telah mencari tau latar belakang tyler alexander. well sebagai pebisnis dia harus selalu hati-hati terhadap lawan bisnisnya ataupun teman bisnisnya. "anak haram sepertimu memang tidak pantas untuk putriku apa lagi menjadi bagian dari keluarga william."


"apa hal itu sangat penting untukmu? aku tidak menyangkal fakta itu." balas tyler yang sama sekali tidak merasa tersinggung, lebih tepatnya sulit bagi sean untuk menebak apa yang ada dipikiran tyler karena ekspresinya terkesan datar dan dingin, "aku tahu semua itu adalah hal buruk. tidak ada satu bagian pun dalam diriku yang pantas untuk memiliki putrimu."


"tapi aku berjanji satu hal padamu." tyler menatap sean dalam-dalam, menunjukkan kesungguhan dalam dirinya, "aku berjanji akan membuat luna bahagia."


"hentikan tyler! jangan membuatku ingin menghinamu lebih jauh lagi!" nada suara sean semakin meninggi. berjanji? sean tidak percaya. apalagi setelah mengetahui asal usulnya yang jauh dari kata baik, sean semakin tidak yakin dengannya.


"seperti yang kau katakan: tidak ada satu bagian pun dalam dirimu yang pantas untuk putriku. luna sudah memiliki seseorang yang pantas untuk menjaganya dan dia jauh lebih baik daripada dirimu."


tyler menghela nafas sedu, tyler sadar diri. tapi bisakah kali ini saja tanpa melihat asal usul dan status sosialnya tyler diberi kesempatan untuk membuktikan dirinya pantas untuk menjadi suami dari luna, tyler benar-benar sudah jatuh cinta padanya. "karena itu berikan aku kesempatan tuan sean, aku akan membuktikan padamu bahwa aku pantas untuknya."


"tidak!" tolak sean seketika.


"hanya satu kesempatan saja tuan sean."


"tidak!"


"aku sungguh-sungguh mencintai putrimu." seorang tyler alexander sampai memohon dan berlutut di hadapan sean, berharap diberikan satu kesempatan untuk membuktikan dirinya tapi hati sean william tetap teguh dengan pendiriannya dan dengan tegas menolak. "aku mohon tuan sean biarkan aku mendekati luna."


"aku bilang tidak. sadarlah! lihat dirimu dan lihat seperti apa putriku. kelahiranmu saja sudah menjadi sebuah kesalahan didunia ini bagaimana bisa kau pantas untuknya." hinanya yang sama sekali tidak memperdulikan tyler yang memohon berkali-kali.

__ADS_1


"padahal aku mengagumimu karena berhasil membangun cerberus capital tapi ternyata kau tidak lebih dari pecundang yang gila. jangan berani mendekati putriku atau kau akan menerima akibatnya." ancamnya sebelum mengusir tyler dari sana.


__ADS_2