Black Swan

Black Swan
25


__ADS_3

"tyler." luna menahan nafasnya merasakan punggungnya menyentuh kasur dengan tubuh tyler yang berada diatasnya. nafas luna memberat dan jantungnya berdebar kencang ketika merasakan sentuhan tyler di lengannya membuat aliran darahnya berdesir.


tyler tersenyum hangat menatap luna membuat gadis itu ikut menarik bibir ke atas membalas senyumannya. nafas mereka berdua memberat membuat suasana disekitar kamar tiba-tiba terasa panas.


dengan penuh keraguan kepala tyler perlahan-lahan mulai mendekat mengarah ke bibir luna untuk menciumnya. ciuman tyler begitu lembut namun rakus, menuntut dan memabukkan. luna sekuat tenaga menahan desahannya ketika tyler mengajak lidah mereka saling bergulat.


namun, tanpa sadar tangan luna terangkat melingkar ke belakang leher tyler memperdalam ciuman mereka, sesekali meremas helaian rambut tyler untuk menyalurkan sensasi yang dirasakannya.


"tyler-ahh." desah luna disela ciuman mereka.


tyler menjauhkan wajahnya dan menatap luna penuh arti, "kau mau aku berhenti?" tanya menatap luna lekat, sorot matanya yang sayu terlihat tengah berusaha keras menahan gairah.


jeda beberapa saat, mereka berdua sama sama diam saling menatap sebelum usapan lembut luna dipipi tyler membuat tyler memejamkan mata, menikmati sentuhannya. reaksi spontan tyler membuat dada luna menghangat. menyadari bagaimana sentuhannya membuat pengaruh besar di diri tyler.


"apa aku boleh memilikimu malam ini?" tanya tyler dengan suara serak dan rendah.


luna mengangguk, dia menginginkan laki-laki ini sama besarnya. bahkan luna sama sekali tidak berpikir untuk menolak tyler karena luna tau dia juga menginginkan lelaki ini, baik itu dulu maupun sekarang, hati luna sudah tertuju padanya.


"kau yakin? should I?" tanya tyler sekali lagi memastikan.


kepala luna mengangguk, "aku sudah menjadi milikmu, tyler." ucap luna menarik tyler untuk kembali menciumnya, memulai permainan sekaligus menghilangkan keraguan dari tyler.


"setelah ini jangan menyuruhku untuk berhenti. karena malam ini aku tidak akan melepaskanmu meski kau memintanya." bisik tyler penuh ancaman, sebelum tenggelam di lekuk leher luna, memberikan kecupan basah di sekitar sana.

__ADS_1


dari leher menuju pundak turun ke dada sebelum berhenti dibibir luna, memilih bermain lebih lama disana. sekuat tenaga luna menahan desahannya saat tangan tyler bergerak menjelajah tiap inci tubuhnya, masuk ke dalam piyama lalu memberikan sentuhan-sentuhan menggoda di kulitnya. luna mendesah putus asa, rasa panas sepenuhnya menyelubungi dirinya.


lelaki ini benar-benar melakukannya. tyler membawa luna pada kenikmatan yang belum pernah dirasakannya. suasana lampu kamar yang temaram membuat gairah mereka saling terbakar terlebih luna merasakan tyler mulai membuka satu-persatu kancing piyama yang digunakannya. tangan kekarnya begitu lihai melucuti satu persatu pakaian yang luna gunakan sebelum menangkup dadanya, memberikan belaian jemari yang menari indah di puncaknya.


jelas pertahanan luna sudah benar benar runtuh dia hanya bisa pasrah, semua ini terlalu nikmat untuk dilewatkan. disaat tyler tahu benar bagaimana membuat luna hanya bisa berdesah dibawah kurungannya.


lidah tyler menyapu dada luna bermain cukup lama disana sebelum semakin turun ke bawah. luna menahan nafas merasakan tyler menarik lepas ****** ********, membuat tubuh luna kini benar-benar telanjang.


"tyler!" pekik luna resah antara malu dan takut. hembusan nafas tyler tepat di inti tubuhnya serta kedua tangan tyler menahan pahanya agar terbuka lebar. sementara tatapannya tidak lepas dari sana menatap luna memuja.



"ahh!" luna terkesiap saat tanpa aba-aba tyler menenggelamkan wajahnya dan memulai permainan.


luna melenguh, kedua tangannya meremas sprei untuk menyalurkan sensasi nikmat yang ia rasakan dibawah sana diikuti gelombang aneh yang tiba-tiba datang merasuki luna. dia tidak tahan, tyler terlalu sempurna dalam memberinya kenikmatan sebesar ini.


"oh astaga." luna melenguh tak kalah tubuhnya merasakan seluruh otot pahanya bergetar, gelombang pasang datang menghantam jiwanya.


"tylerrr." tyler tersenyum mendengar luna menyebut namanya bersama gelombang nikmat yang datang. puas, tapi ini akan menjadi malam yang panjang, untuknya, luna. untuk mereka berdua.


luna kelimpungan– berusaha meredakan pusing yang menderanya, keringat di tubuhnya menandakan kepuasan tapi tyler tidak berhenti sampai disana. kedua lengan kekarnya memegang pinggul luna semakin erat menahannya agar terbuka lebar dan tidak banyak bergerak ketika luna mengerang. lalu tyler kembali tenggelam mencumbu luna semakin dan lebih dalam, mendesak berusaha masuk.


"ahhh."

__ADS_1


tyler menunggu. menikmati setiap pelepasan luna, yang selalu membuatnya tersenyum puas. wanita ini sangat indah. benar-benar indah.


tubuh tyler naik, membuat wajah mereka berdua kembali sejajar. melihat luna tersengal sengal mengatur nafas membuat tyler kehilangan kewarasannya. gosh...wanita ini sangat seksi.


tidak tyler tidak bisa menahan semua ini. dia menginginkan luna secepatnya. "aku akan membuatmu mengingat malam ini selamanya, luna."


tubuh luna meremang menyadari kini tubuh tyler tidak terbalut apapun juga, otot-otot kekar tubuh dan lengannya kini terpampang sempurna mengurung luna dibawahnya. dan luna bisa melihat manik mata sebiru samudra itu terpenuhi kilatan gairah siap menerkamnya.


"AKKHHH!!!" tanpa aba-aba luna tersentak ke atas melengkungkan tubuhnya saat merasakan bagian bawahnya terkoyak seperti terbelah dua. sengatan ngilu menguasai luna, ia merasa dibawah sana benar2 penuh padahal milik tyler belum sepenuhnya tenggelam.


tyler menatap luna khawatir berusaha mengendalikan sisa kewarasannya menyadari gadis ini masih perawan.


buku-buku jari luna memutih mencakar punggung tyler menyalurkan rasa sakit yang amat terasa diantara kedua pahanya. "s.. sakit" lirihnya dengan suara bergetar. luna tidak bisa menahan tangisnya, Ini sangat menyakitkan.



tyler mengeluarkan miliknya pelan-pelan, membuat luna tenang dan rileks beberapa saat. lalu kembali tanpa aba-aba menghujamnya dengan cepat dan lebih keras dari sebelumnya.


"oh tuhan." luna tersentak hebat apalagi tyler melakukannya jauh lebih keras daripada yang tadi, dan itu membuat luna merasakan perih sekaligus kenikmatan yang luar biasa di intinya.


selanjutnya, tyler melakukan hal yang sama berkali-kali, membuat luna kosong kemudian menerbangkannya ke awang-awang lalu menghempaskannya, itu membuat luna benar-benar penuh dan sesak oleh miliknya. tyler sukses memporak-porandakan diri luna begitu rasa sakit itu mulai memudar. tyler mendesak tanpa henti. bergerak semakin cepat dan keras terlalu dalam untuk menenggelamkan miliknya dibawah disana.


__ADS_1


"tyler-aah." luna memeluk tyler ketika merasa akan mencapai puncaknya untuk kesekian kali.


gerakan tyler nyaris ingin membuat luna menangis tak dapat menahan ketika hujaman itu justru menyentak semakin dalam memenuhinya. tyler sepertinya tidak akan pernah puas, bukannya berkurang tenaga pria ini justru semakin bertambah. dan ketika tubuh luna bergetar mencapai pelepasannya. tyler menyusul dengan ledakan yang dua kali lebih dahsyat.


__ADS_2