
"Wuihhh,berasa nonton drama ya!?.Mereka kayaknya mendingan ikut kasting jadi aktor atau aktris deh!.Wajah mereka juga diatas rata-rata kok!.".Celetuk Indah antusias.
Sembari manggut-manggut Ani menjawab."Iiiyo,aku setuju!.Aku pasti bakalan jadi fans pertama mereka kalo beneran,hihihi...".Cetus Ani dengan logat khasnya.Dan disambut tawa oleh Indah dan Ines.
"Dah sana ketempat kalian,jangan nyapnyap mulu!,nanti kalian bisa kena semprot kalo mbak Anayra dan mbak Alma liat kalian disini!.".Ucap Ines menyadarkan keduanya.
Sontak Indah dan Ani pun bergerak cepat menuju posisi mereka masing-masing kembali fokus bekerja.Sejak tadi ketiga dara itu menyaksikan dan asyik menikmati adegan drama secara live didepan mereka.Perbincangan antara Lefrand,Anayra dan Alma menjadi sesuatu yang menarik yang sayang sekali untuk mereka lewatkan.Apalagi para pemainnya terlihat tampan dan cantik serta cocok memerankan karakter mereka masing-masing.
Mereka terpaku berdiri didekat meja kassa dengan mata dan telinga terpasang baik-baik sejak Lefrand melangkahkan kakinya masuk kedalam butik.Mereka sampai menahan tawanya mendengar celotehan Alma tetapi tidak berani bersuara.Apalagi saat mendengar Anayra dan Alma perang mulut selepas kepergian Lefrand tapi mereka tidak mau mencampuri urusan keduanya dan bahkan tidak menghiraukannya karena takut terkena semburan kemarahan dari keduanya.
Waktu bergulir sesuai dengan arah jarum jam.Berputar setiap detiknya,menitnya dan jamnya.Hari mulai sore Anayra dan ketiga juniornya yang satu shift sudah bersiap untuk pulang.Mereka mengganti sepatu hak tingginya dengan sandal yang disimpan diloker masing-masing didalam butik untuk memudahkan mereka saat menuruni anak tangga.
Anayra saat ini menggerai rambut panjangnya yang indah yang biasanya digelung seperti sanggul saat bekerja.
"Al',aku pulang ya!.".Ucap Anayra sambil menyilangkan tas selempangnya.
Alma refleks menoleh padanya saat sedang menyusun berkas laporan harian.
"Yups,hati-hati Nay'!.".Jawab Alma sambil menganggukkan.
"Assalamu alaikum?.".Ucap keempat gadis Serentak.
"Waalaikum salam!.".Jawab keempat gadis lainnya bersamaan.
Keempat gadis cantik berbeda usia itu melenggang pergi keluar dari butik setelah pamit pada rekan kerja mereka dan berjalan sambil bersenda gurau.Tampak beberapa pramuniaga digerai lain memperhatikan mereka dengan sinis.Siapapun akan merasa iri melihat kedekatan dan keakraban mereka.
Sesampainya dipintu menuju tangga.Mereka berpapasan dengan seorang pria tampan yang baru keluar dari dalam lift khusus.Sontak langkah mereka terhenti saat pria itu berjalan menghampiri dan berdiri dihadapan mereka.
Riccy menatap Anayra tanpa berkedip melihat penampilannya agak berbeda dengan rambut tergerai panjang sepunggung.Sekian detik la terpana melihatnya.
"Selamat sore pak Riccy!.".Ucap mereka serempak dengan ramahnya.
"Selamat sore juga!.Wahhh,menang banyak nih bisa ketemu empat gadis cantik!.Kalian mau pulang ya?.".Tanya Riccy saat melihat penampilan mereka tampak santai.
Riccy bisa menebak karena memang waktunya pulang sebab jam kerja shift pagi sudah berakhir saat itu.
"Benar Pak!,kami mau pulang!.".Jawab Anayra mewakili.
"Oiya,kebetulan sekali mbak!,untung belum telat!.Tadinya aku mau menyusulmu kebutik tapi kita malah ketemu disini.".Ucap Riccy segera mengatakan niatnya.
Karena terheran dengan ucapan Riccy,Anayra mengerutkan keningnya.
"Ada yang bisa kubantu Pak?.".Anayra ramah bertanya.
"Ga ada!,tapi bisakah mbak ikut aku sebentar!?.Ada yang harus disampaikan pak CEO!.". Ucap Riccy apa adanya.
Deg.
Sontak Anayra tersentak tidak bisa menutupi rasa terkejutnya dan hatinya mulai bertanya-tanya.
Ada apa ya?,apa dia mau menceramahi ku lagi?...Tanyanya dalam hatinya.
"Baik pak!.".Sambil mengangguk mengiyakan.
"Kalian pulang aja duluan,hati-hati ya!.".Titah Anayra pada ketiga juniornya.
"Baik mbak kami duluan!.Pak kami pamit pulang!.".Ucap Dea mewakili.
Dan dibalas anggukan kepala oleh Riccy lalu ketiga gadis itu melanjutkan langkahnya.Dan selang kemudian Anayra mengikuti Riccy menuju ruangan CEO menaiki lift.Sesampainya diatas dan didepan ruangan CEO,Riccy mengetuk pintu.
Tok,tok,tok.
Cklek.
Riccy biasanya menerobos masuk tanpa harus mengetuk pintu bila sedang sendiri.Tapi sekarang menjaga privasinya sebab ada Anayra bersamanya.
"Silahkan masuk mbak!,Pak Khaffa sudah menunggu.".Ucap Riccy.
Deg,deg,deg.
__ADS_1
Anayra masuk kedalam dengan degup jantung berpacu cepat tak karuan karena gugup dan merasa takut pula.
"Boss,mbak Anayra sudah tiba disini!?.".Ucap Riccy pada Khaffa.
Khaffa menghentikan aktivitasnya saat tamu yang ditunggunya datang dan memandang Anayra dengan wajah tampak antusias karena sejak tadi menunggu kedatangannya.Sebelumnya la tidak henti-hentinya membayangkan ekspresi wajah Anayra saat la akan mengintimidasinya.
Tapi yang terjadi saat ini Khaffa malah terpana melihat penampilan Anayra yang tak seperti biasanya.Rambut panjangnya terjuntai indah sebab baru pertama kali melihatnya sampai membuat matanya tak berkedip menatap Anayra.
Cantik...Pikir Khaffa sambil mengamati wajah Anayra.
Sekian detik kemudian Khaffa mengerjap-ngerjapkan matanya saat tersadar.
"Kamu keluarlah!.".Titah Khaffa pada Riccy memberi kode dengan tangannya.
Dan tanpa menunggu instruksi lagi Riccy bergegas pergi mengikuti perintah Khaffa.
Anayra menekuk wajahnya saat Khaffa menatapnya dengan tajam setajam silet sampai membuat Anayra kikuk dan tampak jelas ada kegugupan diwajahnya.Dan Anayra seperti itu karena la bisa menduga jika Khaffa akan melakukan sesuatu padanya sebab la sadar telah melakukan kesalahan.
Khaffa meletakkan laptopnya dimeja yang tadinya ada dipangkuannya lalu beranjak mendekati Anayra dan berdiri dihadapannya sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Kamu tau kenapa aku memintamu datang kemari?.".Ucap Khaffa pelan tapi tegas sambil mengamati wajah Anayra yang ditekuk.
Ahhh,gini deh serba salah rasanya kalo berhadapan sama dia...Pikir Anayra masih bergeming dan tidak berani mendongakkan kepalanya karena gugup bercampur takut.
Entah harus bagaimana menghadapi sikap pria satu ini,kalau melawan tamatlah riwayatnya tapi kalau diam saja pasti akan membuat Khaffa geram juga.
"Kenapa diam?.JAWAB!?.".Bentak Khaffa.
Sontak Anayra terlonjak kaget mendengar suara menggelegar Khaffa yang terdengar dekat ditelinganya.
"A-aaku ga tau Pak!.Bi-bisa Pak Khaffa jelaskan?.".Jawab Anayra terbata-bata karena kaget dan gugup pula.
"Heiii,lihatlah mataku kalo bicara padaku!.".Titah Khaffa sambil menjentikkan jarinya.
Sembari menyeringai."Hmhhh,apa kamu takut sampai ga berani mengangkat kepalamu?.".Ucap Khaffa dingin.
Tapi tak ayal membuat Anayra merasa tertantang dengan ucapannya.Dengan menghela nafas panjang la menghimpun seluruh tenaganya dan mengumpulkan keberaniannya lalu mendongak menatap wajah Khaffa.Sontak mata mereka langsung bertemu dan saling menatap penuh arti.Meskipun masih sulit diartikan oleh mereka arti tatapan itu.
Deg,deg,deg.
Tampannya pria ini,bikin hatiku meleleh liatnya...Gumam Anayra dalam hatinya.
Matanya jernih dan indah melengkapi wajahnya cantik...Pikir Khaffa tapi kemudian berdehem saat tersadar.
"Ekhmmm...
Dan seketika membuat Anayra mengerjapkan matanya sambil geleng-geleng kepala mengusir isi dikepalanya.
"Apa kamu tau?,kalau disini baru kali ini ada gadis pembangkang sepertimu!?.Dan aku merasa dilecehkan olehmu karena berani melawanku dan menantangku!.Apa kamu sengaja mau membuatku kesal dan marah?.".Tegas Khaffa dengan suara baritonnya masih bersikap santai tapi raut wajahnya dingin dan datar.
Sembari tertegun Anayra mencerna kata-katanya tapi la belum paham kemana arah pembicaraan Khaffa.
"Maaf Pak!,bisa ke intinya langsung dan jangan muter-muter!.Kepalaku pusing Pak!.".Memprotes ucapan Khaffa dengan polosnya sambil menepuk kepalanya.
Sebenarnya Anayra sudah tahu letak kesalahannya dimana tapi la mau memastikan dulu,apa yang sebenarnya mau Khaffa katakan padanya.
Setelah mendengar ucapan Anayra,Khaffa seperti dilempar granat olehnya.Seketika hatinya memanas dan naik darah karena tersulut emosinya.
"Berani sekali kamu bicara seperti itu padaku!?.Apa kamu tau kalau kamu sudah membuat kesalahan dan melanggar peraturan yang kubuat yang berlaku diMall ini!.''.Hardik Khaffa dengan nada menyentak.
Tapi Anayra malah memijat pelipisnya karena merasa pusing dengan kata-kata Khaffa yang bertele-tele,menurutnya.
"Ishhh,Pak aku bukan cenayang yang bisa menebak isi pikiran anda!.Tolong jelaskan apa salahku sampai harus dipanggil kemari!?.".Tanya Anayra dengan serius tapi raut wajahnya tampak penasaran.
Sekerasnya Khaffa menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya dengan kasar karena amarahnya memuncak hingga ke ubun-ubun kepalanya.
"Ok,aku ingatkan lagi!.Kamu sudah berani menaiki lift umum dan juga makan siang ditempat umum diarea Mall ini!.PAHAM maksudku!.".Sentak Khaffa geram sambil menunjuk wajah Anayra.
Anayra hanya bisa menggigiti bibirnya saat dibentak-bentak oleh Khaffa,karena suara kerasnya terasa merobek selaput gendang telinganya.Dan Khaffa refleks menurunkan pandangannya kearah bibir tipis Anayra yang merah dan glossy.Seketika la menelan salivanya karena merasa tergoda.
__ADS_1
Glekkk.
Anayra mulai mengerti dan paham dengan ucapan Khaffa lalu berdecak.
"Ckkk,kenapa ga bilang dari tadi Pak!.Aku tau tapi aku kepak-...".
"Aku tidak peduli apapun alasannya!.Peraturan dibuat untuk dipatuhi oleh seluruh pegawai termasuk kamu!,kecuali kalo kamu ga bekerja disini!.Jadi jangan bilang kamu lupa atau ga tau!,kalo semua fasilitas dan tempat umum yang ada disini khusus untuk-...".Jelas Khaffa geram menyela ucapan Anayra.
"CEO,staf dan atasan lainnya.Aku tau dan ga lupa Pak!.Karena aku udah melanggar peraturan lalu anda mau apa?.Apa anda mau menghukumku atau mendepakku sekarang?.".Anayra ikut menyela dengan ketusnya meneruskan kalimat Khaffa.
Khaffa mendengus kasar untuk melampiaskan kekesalannya dan menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir jika Anayra seberani itu padanya.Ternyata sikapnya tidak selugu wajah cantiknya dan seanggun penampilannya.Sembari tersenyum kecut la menatap Anayra dengan tajam tapi la berusaha menenangkan hatinya karena tidak mau marah-marah dan membuang tenaganya untuk meladeni gadis pembangkang yang ada dihadapannya.Tapi kemudian la tersenyum smirk setelah Anayra menyadari kesalahannya.
"Hmhhh,baguslah kalo kamu sadar dan paham!.Kukira kamu gadis bodoh yang hanya pintar bicara!?.Ok,aku akan memikirkan hukuman apa yang pantas untukmu.Apa aku harus menghukummu atau mendepakmu dari sini?.Tunggu dan siap-siaplah!.".Gertak Khaffa menekan kata-katanya untuk menakuti Anayra.
Dan Anayra menelan salivanya yang tertahan karena merasa tertekan oleh perkataan Khaffa.
Sial!.Kenapa aku harus terlibat sama pria seperti dia?.Pria sok berkuasa dan sombong...Umpat Anayra dalam hatinya.
"Hei kenapa diam?,apa kamu sedang mengumpatku sekarang,hah?.".Hardik Khaffa menyadarkannya sampai Anayra terlonjak kaget.
Darimana dia tau?,apa dia paranormal?...Pikirnya sambil menatap Khaffa.
"E-engga Pak!.".Kilahnya sambil membuang mukanya kesamping.
"Lalu kenapa kamu masih disini?.Apa belum puas mendengar ucapanku?,atau kamu masih betah dan mau berlama-lama di dekatku,hah?.".Pertanyaan Khaffa membuat Anayra tidak berkutik dan gagal paham.
Apa maksudnya**?...Pikir Anayra saat menoleh padanya.
"Pergilah!,aku muak melihat wajah konyolmu itu!.Kamu tau kan pintunya ada dimana?,apa kamu mau aku yang menyeretmu keluar dari sini?.".Ucap Khaffa mengintimidasi dengan raut wajah sarkastiknya.
Tanpa ba-bi-bu lagi Anayra segera keluar dan bergegas pergi sambil merengut kesal.
"Iiishhh,orang itu benar-benar harus dipesantrenin!.Sikapnya dingin kayak beruang kutub,tapi amukannya lebih buas dan nakutin daripada singa jantan!,huuuh!.".Oceh Anayra sambil berjalan dikoridor kantor.
Meluncur kebasement menggunakan lift lalu menghampiri motor maticnya kemudian pergi melajukan motornya setelah memakai pelindung kepala dan menyalakan mesin motornya.
Merasa sial,itulah yang dirasakannya saat ini.Baru beberapa hari bekerja dibutik cabang Mall tapi sudah mendapatkan masalah.Baru kali ini dia bertemu dengan seorang pria yang wataknya keras seperti Khaffa.
Padahal selama la bekerja dibawah pimpinan Lulla tidak merasakan hal yang sama.Lulla tidak pernah membuat aturan yang seketat itu digedung butik pusat karena ingin membuat pegawainya merasa nyaman.Aturan itu tidak penting selama anak buahnya bisa tetap profesional dalam bekerja dan yang penting bisa datang tepat pada waktunya.
Ternyata ocehan Anayra diketahui oleh Riccy saat la keluar dari ruangannya untuk memberikan berkas yang harus ditandatangani oleh Khaffa.
Cklek.
Saat masuk kedalam Riccy melihat Khaffa dengan santainya duduk disofa sambil menyeruput kopi latte dicangkirnya dengan nikmatnya.
"Boss.Kenapa terus ngerjai gadis itu?.Dia baru disini dan dia gadis baik.Jangan keras padanya!.".Riccy protes sambil meletakkan berkas dimeja.
"Ckkk,itu urusan gue!.Tugas lu ngerjain perintah gue dan bukan ngurusin hidup gue.Dia emang salah,kenapa gue harus baik sama dia?.Kenapa juga lu bela dia?,apa lu suka sama dia?.".
"Bukan gitu Boss!.Gue heran lu suka bikin dia kesal,kayaknya lu benci banget sama dia!.".
"Lu ga tau apa-apa.Diam saja kalo ga mau gaji lu gue potong!.".Ancam Khaffa tanpa menoleh padanya.
"Baik Boss!.".Lagi-lagi Riccy manut dan mengalah padanya.
Riccy mengalah karena sadar posisinya sebagai asisten.Orang yang bekerja sebagai asisten Khaffa harus memiliki mental sekuat baja.Dan Riccy lah orang yang tepat itu.
Tetapi dia masih menyimpan sejuta pertanyaan dibenaknya.Kenapa Khaffa bersikap seperti itu pada Anayra pada gadis pendatang baru di Mall.Gadis yang menurutnya baik dan lembut.
"Boss ini berkas yang harus ditandatangani!.Surat pengajuan pembukaan bazzar dari centranusa diarea pameran.".
"Hmh...".Gumam Khaffa.
"Aku keluar dulu Bossudah masuk jam istirahat mau ngopi dulu!.Apa Boss mau makan sesuatu?.".
Sembari Khaffa menggeleng,Khaffa menjawab."Pergilah!,gue malas makan.".Seraya meletakkan cangkir kopi lattenya dimeja lalu mengambil berkas dimeja dan membacanya dulu sebelum ditandatangani.
Tanpa menunggu lama Riccy meninggalkan Khaffa seorang diri diruangannya sambil membawa berkas ditangannya lalu menyimpannya dimeja kerja didalam ruangannya kemudian pergi untuk melaksanakan niatnya.
__ADS_1