
Anayra POV.
Satu jam istirahatku berlalu.Aku kembali kebutik setelah menghabiskan waktu 45 menit bersama pria yang tidak ingin kutemui.Bukan karena aku takut padanya,melainkan karena sikap semena-mena dan angkuhnya.
Dan 15 menit kuhabiskan untuk bersuci dan beribadah diatas hamparan sejadahku.
Mataku menatap Alma penuh selidik disela-sela kesibukanku.Aku heran,bagaimana bisa dia merahasiakan hal penting itu dariku?.
"Apa Nay'?,kenapa liatin aku kayak gitu?.".Jawab Alma berlaga polos dan lugu saat menoleh padaku.
"Ayo cerita in!.".Ucapku setengah menggertak.
"Cerita apa?.".Masih pura-pura tidak tahu kemana arah topik pembicaraanku.
"Sejak kapan kalian dekat?.".Tanyaku penasaran.Dia pasti paham yang kumaksud.
"liiih kepo!.Mau tau aja,apa mau tau banget?.".Sahutnya sambil cueknya melengos.
Huuuft...Dia selalu menguji kesabaran ku.Disaat sedang serius malah menanggapi dengan gurauan.
"Jelasin!...Kenapa kamu ga cerita soal hubungan kalian?.".Tanyaku seraya memutar badannya saat sedang duduk dikursi putarnya kearahku.
"Aish... Sebenarnya aku tau kamu pasti penasaran banget soal hubungan kami Nay'.Bukan aku aku ga cerita tapi belum sempat!.Kapan bisa ceritanya?,aku masih tidur waktu kamu pergi kerja dan kamu udah tidur waktu aku pulang kerja.Dan lagi,baru kemarin kami jadian!.".Kulihat kejujuran dimatanya.Aku rasa dia mengatakan yang sebenarnya.
Memang benar adanya yang dikatakan Alma itu.Meskipun kami tinggal seatap,tapi kami jarang bisa menghabiskan waktu bersama karena waktu kerja kami yang berbeda.Hanya ditempat kerja kami bisa bertatap muka tapi tidak bisa berbicara dengan leluasa dan panjang lebar dengannya.
"Tapi gimana kalian bisa dekat dalam waktu yang singkat?,kalian kan baru saling kenal?.".Tanyaku penasaran sambil menatapnya heran.
Bagaimana bisa mereka bisa saling dekat padahal kami baru sepekan diMall ini.Tenyata ada banyak hal yang tidak kuketahui selama ini?.Ya mungkin...Itu bisa saja terjadi karena aku tidak mungkin ada disamping Alma setiap detiknya dan mengawasi gerak-geriknya.
Alma berkacak pinggang seraya menatap ku sengit.
"Kamu ingat Nay'?,waktu kamu dekat sama mas Lefrand?.Kalian juga baru kenal dan baru pertama kali ketemu,tapi udah datang cinta diantara kalian.Kamu tiba-tiba keesokan harinya mendeklarasikan ikatan cinta kalian sama aku.Sama halnya aku dan Riccy,cinta bisa datang tiba-tiba pada siapapun,kapanpun dan dimanapun!.Ga tau tempat dan waktu!.".
Alma memutar balikkan keadaan.Dia menjelaskan fakta yang memang benar adanya dengan penuh ketegasan.Seketika aku kehabisan kata-kata.
Rangkaian kata yang diucapkan Alma membuatku tersadar.Ya benar...Cinta memang tidak pernah salah.Dia datang dan pergi sesuka hati,tidak mengenal tempat dan waktu,kapan dan dimana cinta itu berlabuh.Cinta menancapkan panah asmaranya pada siapa saja yang dikehendakinya.Tidak pilih-pilih dan tanpa kompromi.
Begitupun denganku dan mas Lefrand dulu.Dia jatuh cinta padaku pada pandangan pertama diawal pertama kalinya kami bertemu.Dia mengutarakan hatinya diwaktu itu juga tapi aku pun menyambutnya dikeesokan harinya.Meskipun akhirnya kini telah kandas.
"Kenapa diam?,puas dengar jawabanku?,kalo ga,kamu bisa tanya sama dia!,kenapa dia bisa jatuh cinta dan mencintaiku secepat itu!?.".
__ADS_1
"Kamu benar Al'!...Sorry honey bunny!.Selamat ya!,Almaku ga jomblo lagi sekarang.Aku do'ain moga hubungan kalian langgeng sampai naik kekursi pelaminan.".
"Aamiin!...Sekarang giliran kamu move on Nay'!,ilangin cepat dan buang jauh-jauh gelar jomblo kamu kalo ga mau jadi bahan roasting dan cibiran tetangga depan!.Apa kabar kamu dan mas Lefrand sekarang?.".
Alma berkata seperti itu karena didepan outlet butik ada gadis-gadis yang selalu menatapku tidak bersahabat dan memandangku tidak suka.Kadang kala aku suka mendengar cibiran mereka yang mengatakan 'Gadis yang suka tebar pesona'.Itu mungkin karena mereka pernah melihatku bersama mas Lefrand dan dengan CEO itu.
"Entah Al',aku masih bingung!.Dia masih gigih ngejar aku dan cari perhatianku supaya bisa terima dia lagi.Aku akui,meskipun masih ada secuil rasa cinta dihatiku untuknya,tapi kalo flashback ingat dia waktu khianati aku,hatiku goyah!.".
"Cup,cup,cup...Jangan sedih Nay' nanti cantiknya ilang!.Aku yakin kamu pasti dapat penggantinya yang lebih baik.Kalo kamu masih goyah waktu didekatnya,istikharah Nay' dan minta petunjuk-Nya.".Alma mencoba menenangkanku seraya menangkup wajahku dengan kedua telapak tangannya.
Begitulah Alma!...Memang pandai merangkai kata dan sulit ditebak.Kadang serius,kadang usil,kadang marah dan kadang humoris.Tetapi dia adalah sahabat terbaikku yang selalu mendukung dan menyemangatiku.
*End.
Author POV.
Diruangan lain...
"Boss,ga marah kan soal hubungan gue sama Alma?,apa boleh gue dekat sama dia?.".
Riccy berdiri didepan meja kerja Khaffa dengan perasaan was-was menunggu jawaban Khaffa.
Benar,kenapa gue harus lapor soal ini?,ini urusan gue dan hak gue**!...Pikir Riccy merutuki kebodohannya.
Hmh...Lu mau nyombongin diri kalo lu punya tambatan hati sekarang**...Pikir Khaffa.
Riccy datang disaat Khaffa sedang sibuk membaca artikel di media massa seraya duduk bersandar dikursinya.
Ceklek...
Khaira masuk lalu berjalan menghampiri mereka.
"Haiii...Lahhh,kalian kenapa?.Raja jomblo dan mantan jomblo kok mukanya asem gitu?.".Tanyanya seraya menunjuk wajah keduanya satu-persatu.
Khaira keheranan melihat ekspresi wajah mereka yang acuh tak acuh dan hening diposisinya masing-masing.
"Ada apa Khai'?,apa tugasmu udah selesai?.".Khaffa bertanya seraya melipat koran ditangannya lalu meletakkannya dimeja.
"Belum 'bang!...Istirahat dulu sebentar!.Mataku bisa katarak nanti kalo terus-menerus liatin ribuan huruf dan ratusan kata itu.Matakku juga kan butuh relaksasi!.".
Khaira beralasan karena ingin menghindar dari aktivitasnya yang membosankan.Dan Khaffa bisa memahami karena Khaira belum terbiasa untuk bekerja.
__ADS_1
"Ri',lu ajak Khaira pantau situasi diMall dan ajari dia cara kerja dilapangan.Dia harus tau semua relasi bisnis dan gerai apa saja yang ada diMall ini!...Dan kamu Khai',mulai detik ini kamu harus bekerja keras!.Anggap saja ini sebagai penebus waktu yang kamu habiskan untuk bermalas-malasan,bersenang-senang dan berfoya-foya.".Khaffa berbicara dengan intonasi kata yang menekan.
Glekkk...
Khaira menelan salivanya dengan susah payah.
"Tapi bang,aku belum siap buat itu.Aku seorang gadis dan aku juga masih muda?!.Ga mungkin aku bekerja sekeras itu!?.''.Dalih Khaira.
"Ingat Khai'!...Usia kamu dan kedua gadis butik itu ga jauh beda,tapi mereka mau bekerja keras.Belajarlah dari mereka dan orang lain yang ada di luaran sana!.Jangan karena kamu dari keluarga kaya lalu tinggal minta uang saja tanpa mau bekerja!.".
Khaira mendengarkan nasehat kakaknya dengan seksama.Dan terbersit dalam benaknya untuk berubah meskipun butuh waktu dan proses yang lama.
"Khai',Abang mau balik sore nanti jadi kamu harus ambil alih disini!.Jangan sampai kamu buat kesalahan apapun dan sedikitpun!.".Sambung Khaffa tegas sambil berdiri lalu menghampiri Khaira.
Kaki Khaira terasa bergetar mendengar perintah dan tugas yang diberikan oleh Khaffa padanya.Belum selesai tugasnya membaca dan mempelajari ribuan huruf-huruf dan ratusan kata-kata ditumpukkan buku dan yang lainnya.Khaffa sudah memberikan tugas lain padanya yang lebih berat menurutnya.
"Abaaang,kenapa setega itu sama aku?.Baru juga belajar tapi kenapa udah ngasih tugas yang berat!?.".
"Itu resikonya Khai' sebagai putri dari pemilik MARSgroup,begitupun abang.Bukannya lebih baik terlambat belajar daripada ga sama sekali?,bukannya lebih baik mengelola perusahaan keluarga kita sendiri daripada mengurusi perusahaan lain?...Ingatlah setiap tetesan air keringat yang Papi keluarkan dan kerja keras yang Papi lakukan untuk menunjang hidup kita!.Papi sudah membangun dan membesarkan tempat ini dari titik yang terendah Khai'.".Ucap Khaffa sambil memegang kedua bahu Khaira.
Khaffa mengingatkan Khaira bahwa semua kekayaan yang dimiliki oleh mereka saat ini adalah hasil kerja keras ayahnya.Dan Khaffa hanya meneruskan kepemimpinannya.
Khaira tertegun mendengarkan dengan seksama setiap kalimat yang diucapkan kakaknya.Dia mulai menyadari kesalahannya,kebodohannya dan kemalasannya.Tapi belum terlambat untuk memperbaiki semuanya,menurutnya.
"Baiklah bang!,aku akan melakukan semua secara pelan-pelan dan akan belajar dengan baik.".Jawab Khaira namun hatinya masih bimbang dan ragu.Apakah dia mampu melakukan semua itu?.
Khaffa pun tersenyum senang.
"Good girl!...Abang harap kamu ga mengecewakan,dan jadilah gadis yang kuat,pantang menyerah dan mandiri!.Abang yakin kamu mampu melakukan itu semua sebab kamu gadis yang pintar Khai'.".Khaffa menyemangati Khaira dibalik sikap kerasnya.
"Baik!.".Jawab Khaira penuh semangat.
Kata-kata Khaffa seperti moodbooster baginya.Benar adanya yang dikatakan oleh kakaknya,dia harus memanfaatkan waktu dan kesempatan yang tidak semua bisa dimiliki oleh orang lain.Dia adalah salah satu dari ribuan gadis yang beruntung karena dibesarkan dalam limpahan materi dan kasih sayang keluarganya.
Banyak yang tidak seberuntung dia saat ini.Dan tidak sedikit orang yang harus berjuang dan bekerja keras untuk bisa bertahan hidup demi meraih cita-citanya dengan susah payah,didalam kekurangan dan sesuai batas kemampuannya.Tidak seperti dirinya yang tidak harus pusing memikirkan soal itu.
"Tenang Khai',kakak pasti bantu kamu dan akan sabar ngajari kamu!.".Ucap Riccy dan dibalas anggukan kepala oleh Khaira.
Riccy ikut bersuara yang sedari tadi hanya menyimak dan mendengarkan percakapan sepasang adik kakak ini.Dua orang yang berada didalam lingkaran kekuasaan dan kekayaan yang berlimpah.Pewaris harta dan tahta perusahaan.
Khaffa sebenarnya bukanlah orang yang setega dan sekeras itu tapi dia hanya ingin mengajari dan mendidik adiknya.Bagi Khaffa bukan hal yang mustahil seorang wanita memimpin dan mengelola sebuah perusahaan atau menjadi atasan.Dijaman sekarang ini banyak wanita yang lebih cemerlang karirnya dan mampu menunjukkan kemampuannya.
__ADS_1