Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
Bab 20.Kesepakatan.


__ADS_3

***


Anayra POV.


Ku tarik nafasku dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.Kutatap mentari pagi yang menyapa alam.Sinarnya menghangatkan raga dan semilir anginnya menyejukkan jiwa.


Duduk dikursi teras rumahku ditemani secangkir teh manis hangat sembari menatap pemandangan kompleks sangatlah menarik dan menyenangkan.Sekaligus mengintip sedikit kesibukan para tetangga dipagi hari.


"Nikmat manakah yang kau dustakan?.".Gumamku disela minumku.


Ada yang sibuk akan mengantarkan anaknya menimba ilmu.Menjemur pakaian dan seorang istri yang mencium punggung tangan suaminya yang akan berangkat bekerja.


Hatiku terenyuh dan tersentuh melihatnya.Seketika membuat pikiranku berkelana dan melayang jauh.Seandainya takdir berpihak pada kami kala itu,mungkin seperti itulah yang kami lakukan saat ini.


Tapi nyatanya,kami tidak ditakdirkan bersama untuk membangun biduk rumah tangga yang harmonis dan bahagia.Yaaa itu semua ada alasannya,kami berpisah lantaran kesalahan yang dilakukannya dulu dan tanpa disadarinya.


Pengkhianatan.


Sakit,perih,pedih dan hancur.Kata ini tidak cukup tepat untuk menggambarkan perasaanku saat itu.Hatiku diporak porandakan dan kecewa oleh pengkhianatan.


Impian dan harapan yang kurangkai indah untuk hidup bersamanya telah patah.Kini tinggal kenangan manis dan pahit yang tersisa.


Mampukah aku berdiri sendiri?.Mampukah aku berjalan tanpanya?.


Tetapi...


Hidupku tidak berhenti sampai disitu.Hidupku terus berlanjut hingga esok dan seterusnya.Garis takdirku telah tersurat diskenario sang Maha Kuasa dan tersirat dikehidupan nyata.


Aku tersenyum senang sekarang,akhirnya bisa melewati itu semua.Mampu berdiri dan berjalan sendiri tanpa kehadirannya disisiku.


*End.


Author POV.


Brak,brik,bruk.


Suara gaduh terdengar dikamar Anayra.Sejak tadi Anayra mengubrak abrik seluruh ruangan yang ada dirumahnya.Terkecuali kamar Alma.


Anayra mencari-cari keberadaan ponselnya dimana-mana."Dimana ponselku?.Kenapa ga ada?.Dari tadi kucari kemana-mana tapi ga ketemu?.".Bingung dan aneh,ponselnya tak berhasil ditemukan juga.


Anayra menghela nafas beratnya,tak ingat sama sekali dan tidak tahu dimana keberadaan ponselnya sekarang.


Anayra terperangah memandangi kondisi kamarnya yang berantakan,bukan hanya disana ruangan lainnya juga seperti kapal pecah yang karam didasar laut."Ya ampun,seperti inikah rumah ku sekarang?.Ahhh,pasti aku harus kerja keras dan buang tenaga untuk merapikan ini semua!.".Dan menghembuskan nafas kasar.


Namun bukan segera merapikannya,Anayra malah duduk disofa."Apa ketinggalan dibutik ya?.Tapi ga mungkin,semalam ponselku didalam saku rok spanku!.Apa mungkin jatuh dan hilang?.".Bergumam sendiri memaksa otaknya untuk mengingat dimana ponselnya sekarang sembari berpangku tangan menopang dagunya.


"Haruskah aku membeli ponsel baru lagi?,tapi disitu banyak data penting dan berharga.".Anayra merengut sedih tatkala teringat akan hal itu.


Namun akhirnya menyerah saat tidak bisa mengingatnya juga dan pasrah harus kehilangan ponselnya.Mungkin jalan satu-satunya sekarang ialah membeli ponsel baru.


Berjalan menuju dapur untuk mencari makanan untuk mengisi perutnya yang kosong sejak kemarin.Ditambah lagi kerja lembur sampai membuatnya terkapar pingsan diarea parkir.Beruntung ada si pria tampan yang menolongnya semalam.


Tetapi bagi Anayra,kemarin itu adalah hari yang tersial.Tetapi yang lebih sialnya lagi saat tahu jika sang penolongnya sosok yang dibencinya dan dikenalnya dingin tetapi buas,menurutnya.


Setangkap roti tawar diambilnya diatas meja,diolesi margarin dan selai strawberry.Langsung dilahapnya untuk mengganjal perutnya yang kosong keroncongan."Aku off ha ri ini,tapi ke napa aku ga bi sa santai?.".Dia bergumam sendiri dengan mulut penuh makanan dan meneguk air minum digelas saat merasakan seret ditenggorokannya.


"Kamar acak-acakan,rumah berantakan dan cucian kotor seabrek...Huaaa!.".Meratapi nasibnya hari ini.


Ditenaganya yang tersisa,Anayra mencuci pakaian kotor dimesin cuci yang dibelinya berdua bersama Alma,alias patungan.Setelah membilas lalu menjemurnya didiepan teras rumah menggunakan besi jemuran yang bisa dilipat.


Tidak sampai disitu saja,Anayra membersihkan dan merapikan barang-barang yang menjadi korban kecerobohannya saat mencari ponselnya yang entah ada dimana.


Kruckkk.


Suara perut Anayra meronta-ronta minta diisi lagi."Aku lapar lagi,kurasa makan roti saja ga cukup bikin kenyang.Masak apa ya?.Mmmh.Mie goreng kecap pake sayur dan baso kayanya enak.".Tercetus ide cemerlang diotak Anayra untuk menu makannya sekarang.


Anayra membuka stok sayuran dan makanan yang tersedia didalam lemari pendingin.Senyumnya terukir saat melihat yang dicarinya ada disana.Tak mengulur waktu lagi,cepat-cepat Anayra mengeluarkan seluruh bahan makanan yang akan dimasaknya.


"Ayo chef,kita masak!.Fighting!.".Serunya bersemangat mengangkat tangan kanannya keatas.


Anayra melakukan kegiatan didapur seperti seorang Chef yang handal,padahal tidak pernah mengikuti Cooking Class.Itu dikarenakan sudah terbiasa membantu ibunya memasak didapur.Setelah semua bahan sudah siap dimasak.Anayra tak membuang waktu lagi.


Goresan wajan dan spatula terdengar nyaring mengiringinya memasak.


Anayra masak sembari bersenandung ria dan menari-nari.Lagu K-Pop menjadi pilihannya dan Anayra mulai bernyanyi." l want nobody nobody but you,l want nobody nobody but you.Nandareun sarameun silheo boga animyeon silheo nobody nobody nobody nobody....".Benyanyi dan berjoget ria meliukkan tubuhnya kekiri dan ke kanan.

__ADS_1


Asyik menikmati lagu tanpa musik sampai tak terasa masakannya sudah matang dan siap disantapnya.


Tanpa disadari Anayra,sepasang mata pria mengawasi gerak-geriknya sejak tadi.Bibirnya tidak berhenti tersenyum lebar saking geli,gemas dan lucu juga.Matanya tak berkedip menyaksikan tingkah polah gadis yang dicintainya.


Meskipun hanya melihat punggungnya saja sebab posisi Anayra membelakanginya,tetapi bisa mengenali jika gadis itu Anayra.


"Ekhm...".Suara deheman mengagetkan Anayra dan refleks berbalik kearahnya.


Beruntung tidak memegang apapun.Jika saja saat ini memegang masakannya pasti sudah terpental keatas dan jatuh kelantai,maka hasil kerja kerasnya sudah pasti akan sia-sia.


Anayra tercengang melihatnya."Mmas ka kamu di si ni?.".Gugup dan terbata tiba-tiba Lefrand sudah berdiri dibelakangnya tadi,dan sekarang dihadapannya.


Gugup bercampur malu juga.Lefrand pasti melihat aksi konyolnya tadi,menurut Anayra.


"Ya,aku disini sejak tadi.Menyaksikan live show biduan Bandung bernyanyi dan me-....".Ucapan Lefrand terhenti saat mulutnya dibungkam telapak tangan Anayra.


"Jangan diteruskan mas,aku malu!.".Anayra tertunduk dan tersipu malu.


Lefrand menatap Anayra yang pipinya merah merona seperti buah Cherry.Perlahan melepaskan tangan Anayra dari dimulutnya dan berkata."Kenapa harus malu?,kurasa penampilan mu ga buruk!.Cukup mengiburku.Tapi terlambat,aku sudah melihat semuanya,dari awal sampai akhir.".Ungkap Lefrand menjelaskan dan tersenyum miring.


Seolah mencibirnya,tetapi hatinya cukup senang.Ini pertama kalinya melihat Anayra bertingkah seperti itu.Anayra cenderung pendiam jika didepan Lefrand dan akan bicara jika ditanya.Tetapi jika sudah bicara,akan sulit menghentikan kata-katanya.


Namun bukan pertama kali mendengar Anayra bernyanyi.Itu sering didengar saat masih bersama dulu.Lefrand dan Anayra mengisi waktu senggangnya dimalam akhir pekan saat bertemu.Bernyanyi bersama melantunkan lagu diiringi petikan senar gitar Lefrand.


Anayra merengut kesal,pasalnya Lefrand datang dan masuk tanpa seijin nya."Kenapa ga ketuk pintu dulu kalau mau masuk?,kenapa ga kabari aku dulu kalau mau kemari?.Hampir membuat ku jantungan saja.".Cecar Anayra tak terima berkacak pinggang dan melototi Lefrand.


"Apa mas ga punya etika dan sopan santun saat akan bertamu?.Apa pintu besar itu ga kelihatan sama sekali?.Bukankah ini namanya masuk tanpa permisi?.".Bertubi-tubi memberondong Lefrand oleh ocehannya.


Namun Lefrand tetap tenang dan santai saja,tak tersinggung dan tidak marah sama sekali."Aku mengetuk pintu dari tadi Ana.Aku juga sudah mencoba menghubungi mu dan kirim pesantapi ponselmu ga aktif!.".Lefrand berkilah dan membela dirinya.


Ahhh,tak ayal Anayra menjadi gelagapan dan salah tingkah."Heee...Maaf!.Aku lupa kalau ponselku ga ada,mungkin hilang atau terjatuh!.".Anayra cengar-cengir seperti kuda saja saking malunya,meminta maaf dan mengungkapkan jika ponselnya raib dan hilang.


Lefrand paham sekarang,penyebab Anayra sulit dihubungi dan cukup terkejut juga mendengarnya."Gimana bisa hilang?,dimana kamu simpan ponselmu?.Dasar ceroboh,payah!.Selalu saja begitu!.".Cecar Lefrand mencibir Anayra.


Lefrand sudah hafal watak Anayra yang agak ceroboh.Lefrand ingat saat Anayra pernah lupa menyimpan kunci rumahnya,dan yang paling menggelikan saat memakai sepasang sepatu berbeda warna saking tergesa-gesanya.Sontak membuat Lefrand tertawa terpingkal-pingkal melihatnya saat akan mengantar Anayra pergi bekerja.


Sudah pasti Anayra malu dan marah juga kala itu sebab Lefrand puas sekali menertawakan kekonyolan dan kecerobohannya.


Cibiran Lefrand terdengar panas ditelinga Anayra."Ckkk,pedas sekali mulutmu mas.Senang dan puas sepertinya mencibirku habis-habisan?.".Ekor Anayra mendelik tajam menatap Lefrand dan menyilangkan kedua tangannya.


Amarah dihati Anayra mulai redam dan sudah paham maksud Lefrand.Mengakui jika perkataan Lefrand ada benarnya juga.


Anayra menghela nafasnya dulu sejenak sebelum berbicara."Aku tau tapi aku ga ingat alias lupa mas.Aku kemarin lembur dan ga makan seharian.Gara-gara mas,aku sampai pingsan semalam sepulang kerja,puaaas!.".Sengor Anayra.


Tangan Lefrand refleks memegang kening Anayra ditengah kekagetan dan kepanikannya."Kamu sakit Ana?,benar badanmu terasa hangat!..".Lefrand menjadi merasa bersalah dan menurunkan tangannya kebawah."Maafkan aku selalu membuatmu sedih Ana'.Ayo,sebaiknya kita keklinik sekarang!?.".Lefrand panik dan cemas saat melihat wajah Anayra terlihat pucat dan dahinya berkeringat.


Namun Anayra menolak,sakit seperti ini sudah biasa dirasakan dan kuat menahannya."Ga usah mas!,aku sudah biasa menahan rasa sakit seperti ini,bahkan pernah merasakan yang lebih sakit dari ini.Aku harus tetap kerja meskipun sakit,tapi ini ga seberapa dibandingkan rasa sakit dihatiku dulu.Hidupku juga cukup sulit dan banyak ujiannya,jadi aku harus tetap kuat!.Bukankah begitu?.".Anayra berlalu menuju ruang tamu membawa makanan yang dimasaknya tadi dan duduk disofa.


Lefrand tersenyum masam,kata-kata Anayra sangat menohok dan terasa menyindirnya.Menyadari atas kesalahan yang pernah dilakukannya.Namun Lefrand tak menggubris dan tak memasukkan kedalam hati.Nanti juga Anayra akan membaik sendiri dan kata-katanya akan terlupakan begitu saja oleh Anayra.


Lain dimulut lain dihati,lain dulu lain sekarang.Membiarkan Anayra mengoceh seperti itu lebih baik daripada menanggapinya.Walaupun secara tak langsung Anayra mengungkit sikap Lefrand dimasa lalunya,tetapi Lefrand acuh dan tak mempermasalahkan soal itu.Lefrand mengakui jika memang begitu kenyataannya.


Lefrand menyusul Anayra dan duduk disampingnya."Sepertinya makanan itu enak!.Kamu mau makan itu sendiri Ana'?,tanpa menawariku sama sekali?.Tega sekali!.".Lefrand merengut kesal dan geleng-geleng kepala,sebab Anayra menyantap makanannya sendiri tanpa menawari Lefrand.


Padahal Lefrand mau mencicipi makanan yang tampak lezat dimatanya itu.Ahhh,tetapi itu hanya alasan dan akal-akalan Lefrand saja.Senyum samar terukir dibibirnya.Lefrand hanya ingin menggoda dan menguji Anayra saja.Apakah Anayra masih peduli dan perhatian meskipun sudah putus?.Jika benar tentunya Lefrand akan senang dan bahagia.


"Mas mau?.".Tawar Anayra,Lefrand cepat-cepat mengangguk mengiyakan.


Anayra memilin mie nya menggunakan garpu dan mengarahkan ke Lefrand.Tetapi, saat mulut Lefrand terbuka dan akan menyuapinya,Anayra langsung memutar balik mie nya kedalam mulutnya.


Pastinya Lefrand kecewa dikerjai Anayra dan berdecak kesal."Ckkk.Kamu pelit sekali Ana'?.Seperti bukan dirimu saja.Kamu banyak berubah dan ga peduli lagi padaku.".Lefrand menatap tajam Anayra seolah tak mengenali sosoknya sekarang dan tak seperti dulu lagi.


Namun Anayra berkelit dan tersenyum getir."Bukan pelit mas tapi belajar tega,bukannya mas juga yang mengajariku?.Lagian Mas kan mampu membeli apapun semaumu.Tapi kenapa tertarik dan mau makananku yang murahan seperti ini?.".Anayra sarkastik dan mencebik.


Lefrand menjadi berang,berbalik marah dan menyerangnya."Apa maksudmu aku yang mengajarimu Ana'?,apa kamu marah gara-gara soal kemarin?.Apa benar karena itu?.Jelaskan pada ku sekarang,Ana'!.".Lefrand menarik Anayra kearahnya dan menatapnya penuh selidik.


Anayra tak menyanggahnya dan membenarkan ucapan Lefrand."Ya benar.Aku marah sebab mas datang dan pergi sesuka hatimu,bersikap semaumu tanpa memikirkan perasaanku.Tapi mas kelihatan tenang dan santai!.Seolah ga ada masalah,ga terjadi apa-apa dan ga salah!.Jelas?.".Tandas Anayra dan menatap sengit Lefrand.


Seperti luka di siram air garam.Sakit dan perih hati Lefrand."Ana',aku tau dan sadar kalau aku salah.Aku bisa mengerti yang kamu rasakan dulu dan sekarang.Tapi aku ga akan pernah berhenti dan ga akan menyerah untuk mendapatkan hatimu kembali.Bukan aku ga memikirkan perasaanmu,tapi aku berjuang supaya kamu bisa menerimaku kembali.Paham Ana'?.Ijinkan aku untuk mendapatkan cintamu lagi dan biarkan aku menebus kesalahanku dulu.".Tutur Lefrand sejujurnya,memelas dan memohon penuh harap.


Lefrand menatap lekat wajah gadis yang masih sangat dicintainya itu.Anayra tersentak kaget mendengarnya,namun tanpa harus berkata-kata pun,Anayra bisa melihatnya di mata Lefrand.Ada bongkahan besar rasa cinta,sayang dan rindu disana.Anayra bisa merasakan sendiri aura itu.


Namun masih ada yang membuat Anayra bingung dan penasaran."Aku paham dan tak memungkiri perasaan mu padaku.Tapi,kenapa mas pergi waktu itu setelah peristiwa itu dan melakukan itu?,tanpa menemuiku dan mengucapkan sepatah dua patah kata perpisahan padaku?.".


Pertanyaan yang Anayra lontarkan membuat teringat akan saat itu."Aku pergi karena merasa menyesal dan merasa bersalah.Aku ingin menemuimu,tapi aku takut kamu menghindariku dan makin membenciku.".Nafas Lefrand tercekat dan tersendat seakan menanggung beban dihatinya.

__ADS_1


Anayra bergeming,hanya memandangi Lefrand tanpa berkedip dan tak berkata-kata.Mencoba mencerna dan memahaminya pria yang pernah mengisi hatinya.


Sebelum berbicara lagi,Lefrand menghirup udara sejenak."Ana',aku pikir kalau aku tetap disini,maka pasti kamu akan pergi dari kota ini dan keluar dari pekerjaanmu.Itu akan membuatmu makin menjauh dariku.Aku ga mau itu terjadi,jadi lebih baik aku yang pergi dan kamu tetap disini!.".Jelas Lefrand memegang kedua bahu Anayra."Dengan begitu,sewaktu-waktu aku bisa melihat mu dan memantau keadaan mu disini.".


Sebelum kepergian Lefrand ke luar negeri.Lefrand sempat mau menemui Anayra dibutuk pusat untuk berpamitan.Tetapi diurungkan niatnya dan hanya menatap Anayra dibalik dinding butik.


Anayra saat itu tidak melihatnya saking disibukkan oleh pekerjaan dan terus menatap layar laptopnya.Salah satu pegawai disana sempat melihatnya,tetapi Lefrand menyuruhnya untuk diam dan tidak mengatakan kedatangannya.


Akhirnya Anayra paham."Aku paham!.Tapi taukah kamu mas?,susah payah ku menata hatiku disini selama mas pergi.Aku kira mas pergi karena sudah tak ada rasa cinta lagi untukku dan mau menyusul gadis itu?.Lalu tiba-tiba mas datang dan mengorek luka lamaku!.".Anayra sempat berpikir seperti itu.


Mengira Lefrand menyusul Sabrina yang hengkang ke luar negeri meskipun tidak tahu kemana.


Sabrina memutuskan kembali ke luar negeri merasa malu dan tidak ada keberanian bertatap muka,baik dengan Anayra,Lefrand dan Lulla.Bahkan kerjasamanya bersama Lulla dibatalkan.


Lulla mengerti dan paham oleh situasi dan kondisi yang terjadi saat itu.Anayra dan Lefrand menceritakannya didua waktu dan tempat yang berbeda.Tetapi versi cerita keduanya sama.


Lulla sempat membujuk Anayra untuk bisa memaafkan Lefrand,karena tidak sengaja melakukan itu semua dan diluar kesadarannya.Namun Anayra tetap teguh pendiriannya untuk memilih putus dan membatalkan pertunangannya bersama Lefrand.Sebab,Anayra terlanjur merasakan sakit diulu hatinya dan tidak bisa menerima pengkhianatan Lefrand.Kesetiaan sangat penting bagi Anayra dalam suatu hubungan.


"Ana',aku datang mau mengobati lukamu bukan untuk mengorek lukamu.".Kata-kata Lefrand berhasil membuat Anayra tertunduk diam.Lefrand mengelus puncak kepala Anayra hingga ujung rambutnya.


"Tapi tetap saja salah!.Sengaja atau enggak,mas sudah khianati aku.Mas kembali setelah melakukan itu semua dan baru meminta maaf sekarang setelah sekian lamanya,lalu memintaku menerimamu lagi!?..".


"Ya aku akui kesalahanku Ana'.Aku salah baru meminta maaf sekarang.Tapi ijinkan aku ada didekatmu sekarang,aku ga akan membatasi ruang gerakmu sampai kamu menemukan seseorang yang bisa menggantikanku dan membahagianmu.Sampai hari itu tiba maka aku akan mundur dan menyerah Ana'!.".


Sontak Anayra mendongak menatap Lefrand."Lakukanlah sesuai keinginanmu mas!,dan aku akan melakukan hal sesuai keinginanku!.".Lefrand menganggguk tanda menyetujui dan tersenyum sumringah.


Lefrand senang,akhirnya Anayra memberinya kesempatan untuk ada didekatnya dan untuk berjuang mendapatkan hatinya kembali.Anayra membuat kesepakatan untuk saling memberi kebebasan dalam bersikap tanpa membatasi ruang gerak mereka.


"Ok aku setuju!.Ana' ayo kita makan,udah mulai dingin tuh!. Ana' boleh aku coba mie nya?.".


"Ga bo leh!.".Seraya melototi Lefrand.


"Ana',ayolah kita makan bersama,aku juga lapar!.Kamu mau liat aku mati kelaparan,hah?.".


Anayra menghela nafas dan akhirnya mengalah untuk berbagi makanan dengan Lefrand.Mereka makan sepiring berdua karena Lefrand menggoda dan mengerjai Anayra untuk menyuapinya.Anayra sempat menolak dan menyuruh Lefrand untuk mengambil piring dan garpu yang lain tapi Lefrand keukeuh mau sepiring dan satu garpu dengannya.


Anayra jengah dengan sikap Lefrand dan terpaksa mengikuti kemauannya.


Ditempat lain.


"Hahaha...".Khaffa tertawa terbahak-bahak didalam ruangannya sembari melihat benda pipih ditangannya.


"Apa benar ini dia?,si gadis rese itu?.Kenapa dia bisa selucu ini.".Khaffa tengah asyik menonton rekaman video diponsel Anayra.


Anayra menyanyi dan menari sangat lincahnya.Setelah puas melihatnya beralih ke galeri foto Anayra.Wajahnya tampak serius mengamati gambar yang terpampang dilayar ponsel Anayra.


"Mereka serasi dan kelihatan saling mencintai.Tapi kenapa mereka putus?,apa sesuatu terjadi antara mereka?.Apa keistimewaan gadis itu sampai dia tergila-gila dan mengejar gadis itu lagi?.Huuuh...Kenapa gue harus ikut pusing urusan mereka?.".Seraya melonggarkan dasinya yang terasa mencekik lehernya.


Khaffa terbersit untuk melihat beberapa pesan masuk yang belum terbaca.Tanpa rasa ragu dia membacanya.


X Calon lmam.


Ana' kamu ada dirumah?


Kamu off hari ini?


Aku tau dari Alma,aku akan kerumahmu!


Ana' kenapa ga aktif ?๐Ÿคจ


Apa kamu marah?๐Ÿค”


Hei sayang!.Kenapa ponselmu mati dan ga baca pesanku ๐Ÿ˜ค


Aktifin dan balas pesanku!


Kesabaranku abis sayang ๐Ÿ˜ก


Tapi bo'ong because I love you! ๐Ÿ˜˜


Khaffa segera mematikan ponsel Anayra dan menyimpannya disaku jasnya.


Menghela nafas berat yang tiba-tiba dadanya terasa sesak."Sedalam itukah rasa cintanya pada gadis rese itu.Memangnya wanita didunia ini cuma dia saja?.".Duduk bersandar dikursinya dan mengibas-ngibaskan kerah kemejanya saat terasa panas dan gerah.


Khaffa kesal melihat pesan yang dikirim Lefrand untuk Anayra.

__ADS_1


__ADS_2