
Lefrand memandangi kepergian Khaira,didinding kaca mini Resto' itu hingga pergi menghilang.Lefrand menuju Kassa untuk membayar menu sarapan yang dimakan Khaira dan dirinya tadi.Namun memesan kopi setelahhnya.Usai menghabiskan kopi Americano nya,bergegas pergi menuju rumah sakit dengan mobilnya untuk menjemput Alma pulang.
Anayra sudah tiba dirumah sakit membantu Alma bersiap untuk pulang.Khaffa langsung tancap gas menuju kantornya setelah mengantarkan Anayra hingga kedepan gerbang rumah sakit.
Hari sebelumnya,Khaffa selalu berangkat kerja siang.Tetapi karena ada sesuatu yang harus dilakukannya dikantor,maka berangkat pagi.Telah terjadi masalah disana sehingga harus segera mengurusnya.Mungkin bisa dikatakan sejak menikah,Khaffa menjadi malas dan tak bersemangat untuk pergi bekerja.ltu karena ingin selalu ada didekat Anayra.
Dilobby gedung kantor Mars Group.Banyak pasang mata staff dan pegawai menelisik penampilan Khaffa hari ini yang tampak berbeda dari biasanya.
Dengan gagahnya Khaffa berjalan dan mengukir senyum penuh percaya diri,tanpa peduli orang-orang disekitarnya yang memandangnya aneh.Bahkan menyapa dan tersenyum setiap melewati orang yang dilaluinya.
"Penglihatan ku tidak salah,bukan?.Pak Khaffa memakai kemeja Pink?.Kurasa ini bukan hari valentine!.".Gadis berambut keriting mengomentari penampilan Khaffa.
"Tapi tidak terlihat buruk,kurasa lucu dan menggemaskan.".Gadis dengan mata berbinar-binar memandangi Khaffa dibalik kacamata tebalnya.
Bisik-bisik dua orang pegawai wanita saat berpapasan dengan Khaffa,usai itu masuk ke dalam kantornya.Namun percakapan mereka tak terdengar di telinga Khaffa,acuh saja berjalan saja kearah lift.
"Selamat pagi Pak!?.Hari ini kelihatan berbeda,cerah sekali!.".Pegawai resepsionis membungkuk hormat dan tersenyum ramah saat Khaffa melewatinya.
"Terima kasih.Jika Pak Taufanji sudah tiba,suruh dia keruanganku!.".Khaffa balas tersenyum.
"Baik!.".Pegawai wanita itu duduk kembali di kursi kerjanya usai Khaffa pergi.
Dari arah lift,staff Nichole keluar dan menyapa Khaffa saat berpapasan dengannya."Selamat datang Pak!?.".Penuh rasa hormat dan sopan,Nichole membungkuk saat berdiri dihadapan Khaffa.
"Mau ku buatkan kopi,Pak?.".Menawarkan diri tanpa mengurangi rasa hormatnya,walaupun perbedaan usia mereka terpaut 3 tahun saja.
"Tentu,terima kasih!.".Khaffa mengulas senyum dan berlalu masuk lift.
Staff Nichole tertegun sejenak ditempatnya,memikirkan Khaffa yang memakai kemeja Pink,Nichole menjadi berasumsi sendiri."Kurasa Pak Khaffa sangat bahagia,usai menikah dengan Mbak Anayra.Kupikir benar peribahasa ini,witing tresno jalaran soko kulino.".Melanjutkan langkahnya menuju pantry untuk membuatkan Khaffa secangkir kopi.
Staff Nichole berkata seperti itu,karena sering memergoki Khaffa dan Anayra berbincang berdua diruangan CEO sebelum menikah.Nichole pun beranggapan,Khaffa dan Anayra saling jatuh cinta karena sering kali bertemu diMall.Cinta perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit tumbuh dan bersemi seiring berjalannya waktu.
Nichole pun yang keturunan Tionghoa-Jawa,sedikitnya tahu bahasa Jawa,walaupun tak menggunakan bahasa itu.Sejak lahir dan hingga sekarang menetap di Jakarta.
Tangan kanan menenteng tas,Khaffa berjalan menyusuri lorong kantor setelah menaiki lift.Pagi ini Khaffa menjadi pusat perhatian orang-orang seperti biasanya,tetapi pagi ini lebih fokus pada kemeja yang dipakainya.
Disaat melihat kedatangannya.Tak hentinya Khaira memperhatikan penampilan Khaffa yang baru pertama kali dilihatnya.
"Ya ampun,aku hampir kehabisan kata-kata.Penampilannya aneh sekali?.".Khaira geleng-geleng kepala tak percaya,melihat penampilan Khaffa hari ini.
Saat Khaffa melewati meja kerja Khaira,tiba-tiba Khaira mengejutkannya dengan tertawa-tawa,hingga Khaffa terlonjak kaget dan langkahnya menjadi terhenti.
"Hahaha...Hahaha...".Dengan puasnya Khaira tertawa terbahak-bahak dan memegangi perutnya sendiri.
Menurut pandangannya,Khaffa tampak lucu dengan berbalut kemeja warna Pink tanpa dasi,bahkan jasnya hanya ditenggerkan dilengannya tak dipakainya.
Tukkk,tukkk.
Dengan kerasnya Khaffa mengetuk meja kerja Khaira."Kenapa kamu menertawai ku?.Apa yang aneh dengan penampilanku?.".Khaffa kesal dan sadar jika Khaira menertawakan kemeja yang dipakai nya.
"Mataku tidak salah lihat?.Pink?,Ppfttt...".Khaira menahan tawanya yang baru pertama kali melihat Khaffa memakai kemeja warna Pink.
__ADS_1
"Ckkk,ini merah muda.".Khaffa membela dirinya."Aku terlihat semakin tampan,bukan?.".Memamerkan senyum narsisnya dengan raut wajah penuh rasa bangga.
Walaupun awalnya enggan memakainya karena risih dan malu tetapi pujian istrinya menghipnotisnya menjadi lebih percaya diri.Bisa dikatakan jika Anayra berhasil menjungkir balikan kehidupan Khaffa.
"Tentu saja.".Khaira memang bangga dengan paras yang dimiliki kakaknya,tampan dan karismatik."Tapi sejak kapan menyukai warna itu?.Sejak menjadi budak cinta istri mu?,benar bukan?.".Menggoda kakaknya yang sangat menghindari warna itu.
Selain warna favorit nya hitam,abu dan putih,Khaffa terkadang memakai warna lain terkecuali pink.Terang saja,sebab warna itu identik dengan wanita.Maka dari itu sangat menghindari warna itu.Namun tak berlaku untuk hari ini,harus memakainya demi menjaga perasaan istrinya,walaupun agak terpaksa.Mau tak mau dan suka tak suka.Apapun akan dilakukannya demi cintanya pada Anayra.
"Hisss,lakukan saja tugasmu!.Jangan pedulikan aku!.Cerewet sekali.".Khaffa berlalu pergi dari hadapan Khaira.
"Tolong!,periksa proposal pengajuan PKL dari mahasiswa yang mau magang di sini!.".Sebelum Khaffa masuk kedalam ruangan CEO nya,Khaira berteriak dan duduk dikursinya."Heran dan aneh.Biasanya dia memberikan perintah,bukan melaksanakan perintah.Kekuatan cinta memang luar biasa.".Khaira menyibukkan diri dimeja kerjanya."Kak Anayra berhasil merubah singa jantan yang buas menjadi jinak.".Khaira tak habis pikir dengan kakaknya itu,dalam sekejap mata bisa berubah drastis,dengan campur tangan Anayra.
Khaffa pembawaan dirinya menjadi lebih santai dan tenang,tak terlalu dingin dan tak kaku lagi.Bahkan sering tersenyum dan bisa membuat lelucon konyol.
Dari lorong,staff Nichole membawa secangkir kopi ditangannya,dan mengerutkan keningnya melihat tingkah laku Khaira yang senyum-senyum sendiri.
"Sepertinya Bu Khaira sedang senang,hari ini?.".Nichole berdiri didepan meja Khaira dan menatap Khaira penuh selidik."Aku tidak salah,bukan?.".
Khaira menghentikan aksinya dan menjadi salah tingkah."Itu kopi untuk Pak Khaffa?.".Mengalihkan perhatian Nichole dan menunjuk cangkir yang dipegang Nichole.
Khaira sangat menjaga image nya didepan staff Nichole.Tak mau kelihatan konyol dan aneh dihadapannya.
"Benar!.".Nichole mengangguk mengiyakan.
Khaira berdiri dan meraih cangkir ditangan staff Nichole."Aku saja yang berikan.".Berlalu meninggalkan Nichole dan masuk kedalam ruangan CEO.
Khaira ingin menjaga nama baiknya sebagai seorang sekretaris dan gadis terpandang.Peristiwa di Restoran sudah cukup membuatnya tampak buruk dan konyol.Parahnya,Khaira baru menyadari itu setelahnya.
Staff Nichole masuk kedalam ruangan Riccy yang kosong.Ruangan yang pernah Riccy tempati berpindah pemilik menjadi ruangan staff Nichole.Khaira masih betah dimeja kerjanya didepan ruangan CEO.Merasa senang dan leluasa saat menikmati pemandangan diluar jendela disamping kanannya.Bisa memantau situasi jalanan ibukota yang ada dibawah,diatas sana.
"Ini kopimu!.".Khaira meletakkan cangkir kopi dimeja kerja Khaffa.
"Bukan kamu yang membuatnya,bukan?.".Khaffa mendongak dan menatap Khaira dengan tatapan sinis,saat sibuk memeriksa berkas-berkas laporan yang berserakan dimejanya."Selain makan,tidak ada yang bisa kamu lakukan.".Mengingat Khaira jarang masuk ke dapur dan tak bisa memasak,terkecuali masak air dan masak mie instan,Khaira baru bisa melakukannya.
"Mulutmu pedas sekali.".Khaira menyeringai tipis,mendengar Khaffa menyindirnya."Untuk apa menggaji karyawan dan ART jika masih harus susah payah?.".Mencari alasan untuk membela dirinya.
Khaffa menggelengkan kepalanya dan tersenyum miring."Itu benar,kamu pintar.Pintar menjawab dan pintar mencari alasan.Pergilah!,jika sudah selesai.Jangan menggangguku.".Dengan tegas Khaffa mengusir Khaira.
Khaffa paham,yang Khaira pedulikan hanya tubuhnya saja.Selalu rajin merawat diri diklinik kecantikan perawatan tubuh dan kulit.Bahkan penampilannya dan semua yang melekat ditubuhnya selalu diperhatikan perpaduan warnanya.Di 'Mix and match' pakaian kerjanya.
Khaira memutar matanya jengah,mood kakaknya yang satu ini cepat sekali berubah."Aku akan pergi,setelah mengatakan ini."Duduk dikursi yang ada di depan meja kerja Khaffa."Sebenarnya aku malas membahas soal ini,tapi bagaimana pun juga,Abang harus tau tentang-....".Belum selesai Khaffa sudah memotongnya.
"To the point!.Jangan bertele-tele!.".Khaffa tak mengalihkan pandangannya,masih tetap fokus membaca laporan dan memainkan ballpoint nya.
Khaira mendengus kasar,kesal menghadapi sikap keras kakaknya"Kemari lusa kak Sabrina datang.Dia mencari-cari mu terus.Entah apa yang diinginkannya.".Khaira menjelaskan soal kedatangan Sabrina tempo hari.
Mendengar hal itu,Khaffa menjadi geram hingga melempar berkas-berkas ditangannya ke atas meja kerjanya."Biarkan saja!,selama dia tidak membuat onar dan ricuh.Laporkan pada security jika macam-macam!.Jika tidak kapok dan jera,aku akan menggiringnya ke kantor polisi saat itu juga.".Dengan tegas dan penuh keseriusan."Siapa pun yang berani mengusik ketenangan ku,akan mendapat ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya.Dipenjara masih lebih baik,dibandingkan aku yang menghukumnya dengan tanganku sendiri!.".Wajah Khaffa merah padam saat menahan amarahnya yang membara.
Khaira bergidik ngeri mendengar kata-kata Khaffa yang menakutkan."Ya ampun,bulu roma ku sampai merinding.".Khaira memandangi lengannya yang tampak berdiri bulu halusnya,dan beralih mencermati wajah Khaffa."Aku baru tau,ternyata Abang bisa sekejam itu.".Menggeleng tak percaya,Khaira menyangka,Khaffa hanya dingin dan angkuh saja,selain keras kepala dan arogan.
*Baga*imana nasib cintaku dengan kak Lefrand?.Mungkinkah Abang mau menerima dan merestui hubungan kami?...Memikirkan jalinan cinta nya bersama Lefrand.
__ADS_1
Jika Khaffa berani bertindak kasar pada perempuan,tentu tak menutup kemungkinan berani melakukan itu pada laki-laki,khususnya Lefrand.Pria yang notabene mantan kekasih Anayra,dan tak lain sekarang menjadi kekasih Khaira.Memikirkan itu semua,Khaira menjadi patah semangat.Sikap dingin dan acuh Khaffa sudah biasa dilihat Khaira.Namun tak pernah menyangka jika Khaffa bisa berbuat kejam juga.
Khaira dengan wajah ditekut dan merengut sedih,berlalu meninggalkan ruangan CEO,bertepatan dengan terdengarnya suara ketukan di pintu.
Tok,tok.
Khaira bergerak cepat membuka pintunya."Silahkan,masuklah!.".Melangkah pergi usai Manager Taufanji masuk kedalam,dan menghampiri Khaffa.
"Duduklah!.".Khaffa memerintah tanpa beranjak dari duduknya.
Tanpa instruksi dari Khaffa lagi,Manager Taufanji duduk dikursi yang ada didepan meja kerja Khaffa.Jantungnya terasa berdebar-debar,setiap berhadapan dengan Khaffa.Walaupun usia Khaffa lebih muda darinya,tetapi patuh dan tunduk pada CEO nya ini.
Dalam urusan pekerjaan Khaffa tak pernah main hati dan tak pernah pandang bulu pada lawan bicaranya.Tegas dan serius perkataan dan tindakannya.
"Mmaaf Pak Khaffa,aada yang bisa kubantu?.Aapa ada masalah Pak?.".Manager Taufanji dengan gugupnya bertanya.
"Pak Taufan,aku rasa anda tau dan paham dengan yang akan kutanyakan!?.Anda pasti tau dan sudah mendengarnya.Di supermarket ada komplain dari customer setelah bertransaksi!.Orang itu mengeluhkan adanya produk yang sudah lewat masa expired nya?.".Khaffa menjelaskan perihal tersebut dan melipat tangannya dimeja.
Khaffa tahu hal itu dari staff Nichole semalam.Kemarin tak masuk kantor karena menjenguk Daniel yang masih mendekam dibalik jeruji kantor polisi.Sebesar apapun rasa bencinya tetapi Daniel,tetapi tetaplah kakak sepupu satu-satunya dari sang ayah.Khaffa mengesampingkan egonya saat ini.Kasus Daniel dan Alma masih ditindak lanjuti oleh pihak berwajib hingga sekarang.
"Bagaimana bisa masih terpajang dirak display dan lolos mesin scanner?.Sebelumnya tidak pernah bermasalah?.Bisa anda jelaskan?.".Khaffa meminta penjelasan dengan menarik satu alisnya keatas dan intonasi nada yang tenang tetapi serius.
Khaffa kecewa karena staff Nichole yang melaporkan hal itu,bukannya Taufanji selaku Manager Mall.Apalagi saat Khaffa tahu belum melakukan dirinya belum bertindak.Dengan cepat Manager Taufanji mencerna kata-katanya dan paham maksudnya.
"Mmaaf Pak!,dari informasi yang ku terima,saat itu corner yang bekerja dibagian itu meminta tukar shift.Seharusnya masuk siang,tetapi menjadi masuk pagi.Tiba-tiba tanpa alasan yang jelas,tidak masuk kerja pagi harinya.Nomor kontaknya tidak bisa dihubungi.Pemeriksaan produk terlewati pagi itu.Kebetulan,tidak ada yang bisa menggantikan posisinya,semua sibuk saat itu,dibagiannya masing-masing.".Manager Taufanji menjelaskan dengan serius tanpa jeda.
Mendapat informasi itu dari staff yang bertugas di lapangan saat itu.Namun belum berani bertindak karena menunggu perintah Khaffa.Bisa dikatakan Khaffa salah paham padanya.
Khaffa ingin semuanya harus bergerak cepat,harus teratasi dan diselesaikan saat itu juga,setiap masalah yang terjadi diMall.
"Baiklah!,itu cukup jelas alasannya.Kuharap,kejadian itu terulang lagi.Masalah sekecil apapun bisa menjatuhkan image dan nama baik perusahaan.Anda pasti tau yang harus dilakukan pada costumer itu?.".Khaffa berargumen dan menyuruh Manager Taufanji untuk melakukan sesuatu.
"Aku mengerti.Akan segera diurus uang ganti ruginya pada customer itu!.".Manager Taufanji mengerti yang harus dilakukannya.
"Berikan voucher belanja senilai lima ratus ribu.Pisahkan struk pembeliannya dan serahkan padaku,lengkap dengan bio data dirinya!.".Khaffa memerintah dengan tegasnya.
"Baik!,maaf atas kelalaian pegawai dan kelalaian ku!.Akan aku koordinasi kan dengan semua kasir di supermarket tentang hal ini,sebelum opening.".Manager Taufanji takut terjadi kesalahan lagi.
"Baiklah.Masalah ini kuanggap selesai!.Anda pasti sudah tau,yang harus anda lakukan pada corner bakery itu?.".Dengan penuh ketegasan Khaffa mengingatkan Manager Taufanji.
"Tentu.Aku akan membuatkan surat pengunduran dirinya!.Jika sudah selesai,aku pamit.".Manager Taufanji beranjak dan berbalik pergi.
Khaffa berubah pikiran dan mencegahnya."Tunggu!.Sebaiknya dia dirolling ke bagian produksi!.Itu lebih baik dari pada harus memecatnya!.".Mengambil keputusan bijak,setelah menimbang-nimbang lagi.
"Akan segera dilaksanakan.Permisi Pak!.".Manager Taufanji membungkuk hormat pada Khaffa,usai itu meninggalkan ruangan CEO.
Usai kepergian Manager Taufanji,Khaffa menyandarkan punggungnya dikursinya.Masalah demi masalah datang silih berganti,bukan hanya tentang urusan keluarga melainkan juga tentang urusan pekerjaan.
Obat yang paling mujarab untuk penawar hatinya yang risau ini,yakni melihat wajah istri tercintanya,dan mendengarkan suaranya.Dengan lekat Khaffa memandangi wajah Anayra yang menjadi wallpaper ponselnya.
Dirumah sakit diruangan perawatan Alma.Disofa,Alma dan orang tuanya serta Anayra duduk bersama.Ibu Alma memasukkan pakaian Alma kedalam tas ransel.Mereka tengah menunggu kedatangan Lefrand yang akan menjemput.
__ADS_1