Cinta CEO Untuk Gadis Butik

Cinta CEO Untuk Gadis Butik
69.Aksi Nekad Satrya.


__ADS_3

Setelah dirasa keadaan Khaira sudah cukup tenang.Lefrand mengajaknya masuk kedalam mobilnya lalu la menghubungi seorang montir yang la kenal untuk mencek keadaan mobil Khaira dan menservis mesinnya.Dan Khaira mengirim pesan pada Khaffa jika la akan datang terlambat karena mobilnya mogok dijalan.Selang kemudian sembari menunggu mobil dalam perbaikan,mereka berbincang didalam mobil ditemani sekaleng softdrink ditangan masing-masing dan Snack yang dibeli mereka disebuah minimarket yang tak jauh dari tempat itu.


Setelah meneguk softdrink nya,Khaira menoleh pada Lefrand saat la akan berbicara.


"Kak,boleh aku tanya sesuatu?,tapi janji dulu kalo kakak ga akan marah dan harus jujur jawab pertanyaanku?.".Ucap Khaira sambil menunjukkan jari kelingkingnya sampai membuat Lefrand tergelak melihatnya karena sikapnya lucu seperti anak kecil saja.


"Hahaha...Tanya saja?,aku janji ga akan marah selama masih dalam batas wajar pertanyaanmu dan ga sulit untuk jawabnya!.".Ucap Lefrand tanpa menghiraukan jari kelingking Khaira.


Sembari menurunkan tangannya Khaira mulai bertanya."Aapa,,,kakak masih mencintai kak Anayra?.".Ucapnya ragu-ragu dengan raut wajah penasaran sambil tangannya memutar-mutar kaleng softdrink nya.


"Dari mana kamu tau kalo aku dan dia pernah bersama?.Apa kamu tau dari kakakmu dan Anayra?.".Ucap Lefrand sambil tersentak kaget.


Meresponnya dengan cepat tapi bukan menjawabnya malah la balik bertanya karena penasaran.


Setelah menggeleng lalu Khaira menjawab."Aku tau sendiri!.Maaf!,aku ga sengaja liat kakak dan kak Anayra berantem diteras hotel waktu aku ada diatas balkon hotel dipesta tempo hari!.".Ucap Khaira dengan raut wajah merasa bersalah dan menyesal.


Setelah mencerna ucapannya,Lefrand manggut-manggut mengerti karena itu bukanlah kesalahannya tapi karena kecerobohannya sendiri.Apalagi hotel itu adalah tempat umum dan bukan miliknya yang siapa saja berhak memasuki area itu tanpa harus mendapatkan ijin darinya.


"Sejujurnya iya aku masih mencintainya tapi aku nyerah dan pasrah karena cinta ga bisa dipaksakan kan!?,dan aku ga bisa memaksanya untuk menerima cintaku lagi dan kembali padaku!.Apalagi setelah aku tau dia dan kakakmu menjalin hubungan!.".Ungkap Lefrand menjelaskan apa yang dirasakannya saat ini dengan mata menatap lurus kedepan dan menerawang.


Saat ini la hanya bisa pasrah dan menyerah menerima keputusan Anayra.Dan la sedang mencoba berdamai dengan hatinya dan garis nasibnya,juga berusaha menerima semua konsekuensinya untuk hal yang pernah dilakukannya.


Seandainya kak Lefrand tau kalo hubungan kak Anayra dan abang waktu itu cuma pura-pura,apa dia masih akan terus mengejarnya?...Khaira berandai-andai dalam hatinya sambil menatap wajah Lefrand dengan rasa iba.


Kemudian la mengingat ketika Khaffa mencium Anayra dengan wajah terkejut-kejut saat melihat mereka,lalu dibalas tamparan dengan kerasnya oleh Anayra dan mengatakan jika hubungan mereka hanya pura-pura saja.Sontak saja membuat la menutup mulutnya dengan tangannya saat mendengar hal itu ketika la sedang bersembunyi dibalik pilar diteras gedung hotel.Setelah menerobos kerumunan orang-orang yang ada dilantai yang sama dengannya dan tergesa-gesa menyusuri undakan anak tangga menuju kelantai bawah karena penasaran ingin mendengarkan percakapan mereka dari jarak yang lebih dekat.


Tapi tidak ada yang tahu dari mereka jika Khaira adalah saksi yang menyaksikan drama diantara mereka.Namun saat kejadian kecelakaan yang dialami oleh Anayra,la tidak mengetahuinya sebab sudah hengkang lebih dulu dan pulang kerumahnya untuk mengatakan kabar berita yang baru saja didengarnya dengan mata kepalanya sendiri pada ibunya.


Oleh sebab itu Rena sangat murka pada Khaffa dan memarahinya saat dirinya tengah tergolek lemah dan tidak berdaya karena sakit didalam apartemennya.Dan pada saat itulah Rena mengatakan akan menjodohkan Khaffa dengan gadis pilihannya.


Tapi sekarang hubungan mereka cuma settingan itu berubah jadi nyata!.Hatinya pasti hancur kalo kak Lefrand tau abang udah melamar kak Anayra...Pikir Khaira sambil menghela nafasnya karena merasa tidak tega jika Lefrand merasakan hal itu.


"Oiya kak by the way,dari mana kakak tau semalam aku ada di night club?.".Tanya Khaira mengalihkan pembicaraan untuk menetralkan suasana hati Lefrand yang sedih karena wajahnya tampak murung.

__ADS_1


Dalam seketika Lefrand mengerjapkan matanya saat tersadar dan refleks la menoleh padanya sambil berdehem karena tenggorokannya terasa kering saat la sedang tertegun dan merenung tadi.Maka dari itu la kemudian meneguk perlahan dan sedikit demi sedikit softdrink nya sebelum berbicara.


"Aaku ga sengaja liat kamu dan Mia berdiri didekat tempat itu saat melewati jalannya waktu aku akan pulang setelah dari coffee shopp kemarin.Aku makin cemas waktu liat kalian masuk kedalam sana dan berinisiatif menyusul kalian karena cemas!.Maaf ya kalo semalam aku memarahi kalian karena aku kesal!?.".Ungkap Lefrand menjelaskan secara detail semua yang ingin diketahui oleh Khaira.


Sewaktu Khaira dan Mia masuk kedalam night club.Lefrand sempat menghentikan mobilnya dipinggir jalan dan melihat mereka berdua melalui kaca spion.Sontak la putar balik karena jalan itu satu jalur dan tidak bisa mundur kebelakang sebab jalan itu ramai oleh kendaraan.Belum lagi para muda-mudi yang lalu-lalang didepan tempat yang hingar-bingar itu.


Dan Khaira bisa memahaminya saat la mengangguk mengerti seraya tersenyum sumringah karena hatinya girang oleh perhatian Lefrand padanya.Seketika la merasa kagum karena disaat dirinya sedang gundah gulana dan berperang melawan egonya untuk mendapatkan Anayra kembali tapi tetap masih peduli pada orang lain.Khaira menjadi merasa banyak berhutang jasa karena dirinya sudah membantu dan menolongnya.


"Tau ga kak?,sebenarnya aku takut masuk kedalam sana tapi tekadku udah bulet karena penasaran!.".Tutur Khaira lalu bergidik ngeri saat la membayangkan suasana ditempat yang remang-remang itu.


Apalagi ketika la tak sengaja melihat ABG tua sedang duduk dengan seorang gadis tengah ada diatas pangkuannya sambil meliuk-liukkan tubuhnya.


"Dan kamu jangan pernah injak tempat itu lagi sebab kalo udah ketagihan kesana maka akan jadi kebiasaan dan terus kesana!.Jangan sampai kamu jadi kupu-kupu malam dan liar,ok!,hahaha...".Kelakar Lefrand lalu tertawa terbahak-bahak.


Tapi bukannya marah,Khaira malah ikut tertawa saja menanggapinya.


Sementara Satrya saat ini tengah merutuki kebodohannya didalam kamarnya sembari rebahan ditempat tidurnya sambil menatap foto Khaira diponselnya.Dia tidak pernah menduga jika Khaira akan mengetahui juga sikap konyol dan tololnya.Gegara teman-temannya yang selalu membujuk rayunya dan mengajaknya dengan alasan 'kuper,udik dan norak' jika la menolaknya.


Padahal selama ini la berusaha untuk tidak terjerumus kedalam tempat yang penuh dosa dan maksiat itu juga sudah mencoba menghindar dari jerat tipu daya mereka.Tapi akhirnya la terpedaya juga dan menjadi ketagihan masuk kesana.Dengan kerasnya la membanting ponselnya kelantai hingga layarnya retak karena hatinya penuh dengan rasa penyesalan dan bersalah.


Beberapa jam yang lalu dengan tekadnya yang bulat tanpa menghiraukan rasa malunya supaya Khaira mau memaafkan kesalahannya,la sampai menguntitnya.


Flashback on.


Satrya berdiri dan bersandar disebuah batang pohon yang besar sambil menghisap sebatang rokok diantara kedua jarinya.Matanya terus fokus menatap gerbang rumah dengan jarak sekitar 10 meter darinya,la disana tengah menunggu Khaira keluar dari sangkar emasnya.Dan spontan la membuang puntung rokoknya lalu diinjak-injaknya hingga padam ketika la melihat sosok yang ditunggunya muncul sambil mengendarai mobil dengan posisi kaca pintu mobilnya terbuka hingga la bisa melihat wajahnya.


Tak menunggu lama lagi setelah dirasa Khaira sudah melaju kejalan,la langsung menaiki motornya yang terparkir didekatnya lalu segera memakai pelindung kepalanya.Dan dengan kecepatan sedang,la melajukan bis*n nya dibelakang mobil yang dikendarai Khaira karena tidak mau ketahuan aksinya.


Saat dijalan raya sebuah mobil box tiba-tiba muncul dari samping kanannya dan menyalipnya hingga la tak bisa melihat mobil Khaira.Dan akhirnya la kehilangan jejaknya saat diperempatan jalan.


"Sialll!.".Sembari memukul angin la melampiaskan kekesalannya karena aksinya tertahan oleh lampu merah seraya menatap mobil Khaira yang terlihat dibagian samping kanannya saat berbelok.


Dengan sekuatnya langsung memutar gasnya sesaat setelah lampu hijau menyala dan melesat dengan cepat menyusul mobil Khaira.Karena rasa cintanya la nekad melakukan itu meskipun bisa membahayakan nyawanya dan keselamatan Khaira.

__ADS_1


Senyumnya mengembang dibalik pelindung kepalanya saat la berhasil mengejarnya lalu fokus kembali membelah jalanan ibukota dan terus mengikuti kemana mobil itu pergi.Saat mobil belok kekanan dan kekiri la pun sama karena tak mau kehilangan jejaknya lagi.Dan kemudian la terheran secara tiba-tiba mobilnya berhenti setelah aksi kejar-kejarannya tadi,spontan la menarik rem ikut berhenti.


Seraya tersenyum lebar karena senang bisa menemui Khaira tanpa harus susah payah menghentikannya,dan tanpa instruksi lagi la la bergegas turun dari motor setelah membuka pelindung kepala lalu disimpannya diatas jok.Dengan memanfaatkan kesempatan yang ada la segera menghampiri Khaira dimobilnya lalu berusaha membuka pintu mobil tapi ternyata dikunci dari dalam.Secara terpaksa la mengetuk-ngetuknya sambil memanggil namanya disaat dirinya tengah terpejam.


Dengan sedikit mengancamnya supaya Khaira membuka pintunya dan ternyata berhasil.Barulah la mengutarakan niatnya untuk meminta maaf dengan memasang raut wajah memelas dan memohon supaya Khaira berbelas kasihan padanya setelah Khaira keluar dari mobilnya.


*End.


Beberapa jam kemudian...


Matahari semakin beranjak naik keatas sehingga memancarkan cahaya yang terang dan terik dan bertepatan dengan waktu itu pula jam istirahat berdentang.


Honey,bisakah kerunganku sekarang!?


Setelah mendapat pesan singkat dari Khaffa 5 menit yang lalu.Anayra pergi dengan langkah panjang menuju kantornya saat waktu tepat jam 12 siang.


Diruang CEO.


Sembari duduk bersandar dikursinya dengan mata terpejam.Khaffa merelaksasi otot dan otaknya sejenak dari segala rutinitasnya dan dari sesuatu yang membebani pikirannya saat ini.Semakin lama la terpejam semakin masuk ke ambang mimpinya hingga suara ketukan dipintu ruangannya tidak terdengar karena saking asyiknya la di alam sana.


Karena tidak ada tanda-tanda keluar dari pemilik ruangan itu.Anayra terpaksa membuka pintunya lalu masuk secara perlahan menghampiri meja kerja sang CEO.Hatinya terenyuh ketika melihat pujaan hatinya tengah duduk dengan mata terpejam dan kemudian menatap wajahnya yang tampan tapi tampak kelelahan dan sedih.Secara refleks tangannya terulur membelai tangannya kirinya yang tergolek diatas meja saat la berdiri dihadapannya.


Sembari terhenyak karena ada merasakan sesuatu menyentuh tangannya.Sontak Khaffa membuka matanya dan langsung terukir senyumannya ketika melihat wanita terkasihnya ada dihadapannya sambil tersenyum manis.Secara spontan la menarik tangan Anayra lalu mendekap pinggangnya yang ramping dalam posisinya masing-masing,la duduk dikursi dan Anayra berdiri.


Karena terkejut dengan sikap Khaffa yang tiba-tiba,Anayra sempat tersentak.


"Honey,biarkan aku memelukmu seperti ini sebentar saja!.".Ucap Khaffa dengan nada lemah sambil menyandarkan kepalanya diperut Anayra.


Khaffa bisa merasakan ketenangan setiap ada didekatnya saat ini,setelah la mengutarakan cintanya dan melamarnya.Anayra adalah tempat pelariannya saat ini untuk mendamaikan hatinya.


"Baiklah!.".Ucap Anayra singkat dengan nada lembut sambil membelai rambutnya dengan penuh cinta dan kasih sayang seraya menatap punggungnya yang berbalut jas warna hitam.


Entah kenapa Anayra tidak marah atau menghindar dan membiarkannya saja karena la bisa merasakan kesedihannya dari suaranya.Mungkin dengan begini la bisa sedikit menenangkan batinnya dan meringankan beban dipikirannya,karena hanya itu saja yang bisa dilakukannya saat ini,sebab la sendiri sedang bingung harus berbuat apa.

__ADS_1


Khaffa seperti magnet yang menariknya terus hingga dirinya bisa cepat masuk kedalam hatinya.Mungkin karena rasa cinta Khaffa padanya begitu dalam hingga chemistry diantara mereka sangat kuat.


__ADS_2